Mae's Blog

Le poisson de Kalimantan, Ikan Lais!

Posted: April 2nd 2016

Ikan lais merupakan salah satu dari sekian banyak ikan sungai yang banyak di konsumsi oleh masyarakat. Salah satunya, di Kalimantan, pulau yang diairi oleh sungai hampir diseluruh bagiannya ini memiliki nilai kaya pada perikanannya khususnya ikan sungai. Kata ikan lais atau Kriptopterus sp. ini sudah tidak asing ditelinga masyarakat lokal di Kalimantan, oleh karena itu banyak yang memanfaatkannya sebagai sumber makanan dan sangat nikmat jika disajikan saat digoreng.

Ikan lais sendiri tidak hanya dapat ditemukan di Kalimantan saja, tetapi juga dapat ditemukan diperairan air tawar di Sumatera. Ikan ini memiliki bentuk bandan yang sedikit pipih dan panjang. Menurut Lesmana (2015), kan yang termasuk dalam famili Siluridae ini memiliki ukuran sekitar 4 inci hingga 10 cm, namun ada juga yang memiliki ukuran lebih panjang. Ikan yang memiliki kumis panjang ini dapat hidup dalam perairan dengan suhu 24˚C hingga 27˚C, suhu yang hangat dan tidak terlalu dingin. Adapun derajat keasaman yang sesuai dengan ikan tersebut adalah 7 hingga 7,5 dan dH (kekerasan) 6 – 8˚. dH merupakan kekerasan yang dipengaruhi oleh kandungan mineral yang terdapat periaran, baik itu berasal dari bahan organik atau anorganik.

Kryptopterus limpok

Kryptopterus limpok

(Sumber : http://chm-thai.onep.go.th/RedData/Default.aspx?DetailOf=Kryptopterus%20limpok)

              Ikan lais sendiri memiliki beberapa jenis diantaranya Kryptopterus hexapterus (ikan lais putih) yang dapat ditemukan di Pulau Sumatera dan Jambi, lalu Kryptopterus macrocephalus di perairan Sumatera, Kalimantan dan Malaysia, Kryptopterus minor (lais kaca/lais tipis) di sungai Kalimantan dan Sumatera Selatan, Kryptopterus scheilbeides (lais kuning/lais buluh) di sugai Sumatera Selatan dan Kalimantan (Lesmana, 2015). Ikan yang lais lainnya yaitu Krytopterus limpok (lais hitam) di perairan Sumatera dan Kalimantan. Ikan pemakan segalanya ini alias dapat mengkonsumsi tumbuhan atau daging ini, masim minim dilakukan budidaya hal ini dikarenakan dapat dengan mudah diperoleh di alam.

Menurut IUCN sendiri ikan lais terbagi menjadi 11 spesies, dimana masih banyak status yang Least Concern dan Data Deficient, namun terdapat beberapa jenis spesies dalam status yang berbeda. Kryptopterus minor termasuk dalam Near Threatened, ikan yang dapat ditemukan di Malaysia, Thailand, Indonesia dan Vietnam ini dikarenakan adanya overfishing dan habitat aslinya seperti rawa atau sunngai yang terancam. Oleh karena itu, salah satu penanggulangannya dapat dengan memanajemen penangkapan ikan.

Kryptopterus minor

Kryptopterus minor

(Sumber : http://www.fishtanksandponds.co.uk/profiles/kryptopterus-minor.html)

              Di sisi lain, masih banyak terdapat berbagai jenis ikan lais yang tersedia di alam. Namun, hal ini diperlukan pendataan mengenai stok yang ada untuk menghindari kelangkaan atau jumlah ikan lais yang semakin sedikit. Prasetyo (2006), melakukan penelitian mengenai penangkapan ikan di Kalimantan yaitu Kalimantan Selatan. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa ikan yang mendominasi yaitu ikan haruan, ikan Biawan dan Ikan Lais. Hal ini menunjukkan bahwa masih tersedianya ikan lais di alam. Menurut Lesmana (2015), secara umum ikan sungai ini memiliki berbagai macam warna ada yang berwarna putih, transparan, hitam atau kuning kehitaman. Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang ramping alias pipih ke samping dan meruncing ke arah ekor. Selain itu, terdapat sepasang sungut panjang dan umumnya hidup secara berkelompok di tengah atau didasar air.

Perubahan kualitas air memungkinkan terjadinya tingkat stress hal ini dikarenakan ikan lais sensitif dan hidup diperiaran yang cukup tenang. Menurut Minggawati dan Lukas (2015), ikan lais betina dan jantan melakukan pemijahan dicirikan dengan telur berwarna kuning dan testis jantang lebih lebar dan bergerigi. Proses pemijahan juga dipengaruhi oleh kondisi seperti curah hujan, suhu, pH, DO dan tingkat kecerahan.  Menurut Hartoto (2000), pemijahan ikan lais terjadi diperain dengan tumbuhan air disekitar sungai yang dapat digunakan sebagai tempat perlindungan diri dan memperoleh makanan seperti insekta.

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, mengenai budiaya ikan ini masing sangat minim. Hal ini dikarenakan masih dapat diperoleh di alam, namun tidak menutup kemungkinan jika stok di alam dapat berkurang. Ikan ini lebih banyak dikonsumsi, kemudian dipelihara di akuarium dan dapat juga sebagai pakan ikan seperti ikan arwarna. Menurut Ronny (2014), tindakan dalam menyelesaiakan permasalahan tersebut adalah dnegan melakukan budi daya ikan lokal, salah satunya di Barito Selatang dengan mengadakan pelatihan budidaya ikan lokal yang dihadiri oleh pembenih ikan serta pengusaha disekitar wilayah tersebut. Budidaya dilakukan untuk mencegah stok ikan yang semakin sedikit dilakukan dengan memanfaatkan alam dan menggunakan hormon. Tidak hanya seputar mengenai cara membudidayakannya, tetapi juga dilakukan cara dalam mengatasi penyakit yang menyerang.

Hal lain yang dapat dilakukan dalam menanggapi hal tersebut adalah dengan melakukan pencatatan atau pendataan lebih detail mengenai stok ikan lais. Walaupun ikan ini merupakan ikan yang banyak dikonsumsi, namun ikan ini dapat termasuk dalam ikan musiman dalam artinya pemijahan yang tergantung pada kondisi lingkungan sekitar sehingga memungkinkan surutnya jumlah ikan tersebut. Budidaya ikan lais selain menjaga jumlah ikan lais, tetapi juga dapat membantu apabila terjadi kelebihan stok yang dapat diatasi degan pengaruran waktu breeding, pengolahan ikan lebih lanjut.

 

Sumber:

Ronny. 2014. Barito Selatan Pelatihan Budi Daya Ikan Lokal. http://www.antarakalteng.com/berita/236078/barito-selatan-pelatihan-budi-daya-ikan-lokal. Diakses tanggal 2 April 2014.

Minggawati, I. dan Lukas. 2015. Tingkat Kematangan Gonad Ikan Lais (Ompok hypopthalmus) yang Tertangkap di Rawa Banjiran Sungai Rungan Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmu Hewani Tropika 4(2) : 40 – 44.

Hartoto, D. I. 2000. Relationship of Water Level To Water Quality In An Oxbow Lake of Central Kalimantan. Proceedings of The International Symposium on Tropical Peatlands. Bogor.

Lesmana, D. S. 2015. Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar.  Penebar Swadaya, Jakarta.

Prasetyo, D. 2006. Kegiatan Penagkapan Ikan Di Suaka Perikanan Sungai Sambujur Daerah Aliran Sungai Barito Bagian Tengah, Kalimantan Selatan. Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci) 8 (2) : 239 – 246.

IUCN Redlist. 2013. http://www.iucnredlist.org/details/181351/0. Diakses tanggal 2 April 2016.

 


6 responses to “Le poisson de Kalimantan, Ikan Lais!”

  1. Neil says:

    sebagai makanan lokal penduduk Kalimantan, apakah ada menu khusus yang terbuat dari ikan lais ini?

    Nilaimu: 80

    • Armae Dianrevy says:

      Terimakasih atas komentarnya saudara neil, untuk menu khusus dengan ikan lais ini mungkin masih belum ada karena banyak masyarakat mengolahnya menjadi variasi dalam sup dan hanya digoreng saja. Jumlah ikan lais sendiri yang masih banyak dijumpai diharapkan juga ada pengolahan yang lebih khas sehingga dapat dikenal oleh berbagai kalangan.

  2. Gusti Ayu Putri Amelia says:

    Waaaa saya paling suka makan ikan ini. Membaca blog mu saya jdi laper 😀 Tp sayang sekali ya skrng keberadaannya sdh mulai menurun, says kira ikan ini masih melimpah.
    Nilaimu : 83

    • Armae Dianrevy says:

      Terimakasih atas komentarnya saudari Gusti, mungkin tidak semua jenis ikan lais mengalami penurunan. Oleh karena itu, diharapkan adanya pencatatan stok berbagai jenis ikan lais yang ada, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut seperti budidaya atau konservasi.

  3. Berliani CHristy says:

    Memang diperlukan peran masyarakat yang memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam hal menganalisis dan mendata mengenai stok ikan lokal agar diperoleh data yang jelas dan akurat sehingga dapat membantu mengontrol pemanfaatan maupun kegiatan budidayanya..

    Nilai kamu : 85

    • Armae Dianrevy says:

      Saya setuju dengan saudari Berli, selain pendataan mengenai jumlah ikan lais sendiri dapat pula didukung dengan pelatihan kepada masyarakat dalam membudidayakan ikan lokal ini. Jika dilihat dari penggemarnya dan jumlahnya, hal ini bisa dijadikan peluang bisnis dan membuka berbagai ide dengan variasi-variasi misalnya dalam pengolahan ikan lais.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php