Mae's Blog

Uei alias Rotan, Si Pahit Nan Bermanfaat dari Kalimantan

Posted: February 28th 2016

Indonesia memiliki banyak sekali pulau, wajar jika setiap pulau memiliki ke khasan masing-masing. Sudah terdengar akrab ditelinga kita jika berbicara Kalimantan langsung terpikirkan asap, hutan, orang utan, burung rangkong dan budaya adatnya. Bagaimana dengan SDA yang ada? Tentu ada penggunaan lahan untuk perkebunan, pertambangan . Kesempatan ini, saya ingin berbagi buat teman-teman semua mengenai komoditas, mungkin lebih tepatnya SDA yang ada di Kalimantan Tengah yaitu rotan. Eitts, tunggu dulu disini ada yang khas di Kalimantan jika bicara mengenai rotan. Rotan lebih sering kita temui ketika sudah menjadi barang jadi seperti meja dan kursi, tetapi ada yang berbeda pemanfaatan rotan di Kalimantan, contohnya di Kalimantan Tengah.

Bu Wahdah Dengan Kerajinan Rotannya

Kerajinan Rotan

(Sumber: Simatupang, M. Y. 2011.)

http://travel.detik.com/read/2010/12/09/093948/1513086/1025/margasari-desa-rotan-penuh-kesan

Menurut Riwut (2003), rotan merupakan sumber daya alam yang sangat berguna dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal antara lain sebagai alat pengikat, menangkap ikan, berburu dan juga untuk pengaman alat transportasi air. Pemanfaatan rotan pun juga dapat dikonsumsi menjadi juhu (seperti gulai atau direbus). Ada bannyak rotan yang dikonsumsi di Kalimantan Tengah, antara lain uei irit atau rotan irit (Calamus trachycoleus)

http://www.detikkalteng.com/mulai-merangkak-naik-harga-rotan-di-sampit/

Sesuai dengan namanya rotan irit, tidak hanya dipakai untuk sandang tapi makanan yang turun temurun dikonsumsi oleh masyarakat. Apa yang dikonsumsi dari rotan, bukankah rotan itu keras? Memang benar rotan itu keras namun, yang dikonsumsi yang muda saja karena memiliki tekstur yang lebih lunak. Mengenai rasa, makanan yang termasuk sayuran ini memiliki rasa yang pahit.

juhu singkah

https://www.itoday.co.id/sosial-budaya/wisata-dan-kuliner/juhu-singkah-rotan-yang-lezat-khas-palangkaraya

Menurut Hastuti dkk (2000), rotan irit memiliki garis tengah batang 0,4 hingga 1,35 cm, tumbuhan berumpun ini tingginya dapat mencapai 60 m. Tumbuhan ini memiliki daun yang berkucir dengan panjang hingga 2,3 m, adapun warna daun yaitu coklat dan berduri. Daun memiliki bentuk lanset dan berduri dan perbunggan dapat mencapai 170 cm. Jenis rotan ini banyak dimanfaatkan dalam industri seperti mebel dan kerajinan seperti keranjang. Tumbuhan ini dapat dijumpai di pinggiran sungai Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

rotan.jpg

http://disbunhut.kutaikartanegarakab.go.id/index.php/komoditi/rotan

Menurut Rachman (1996), rotan mengandung holoselulosa 71% – 76%, selulosa 39%-58%, lignin 18%-27% dan silika 0,54%-8%. Menurut Jasni et all (1997), rasa pahit atau sepat pada rotan dikarenakan adanya penggumpalan protein, mukosa ephitelium dengan tanin (asam tanat). Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa pahitnya sebelum dikonsumsi dapat dilakuakn perebusan terlebih dahulu dan air rebusan dibuang.

Kerajinan rotan yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus dimana memiliki tekstur yang kuat dan lentur. Hal ini menjadikan rotan sebagai salah satu hasil yang dapat dijual ke luar negeri, sehingga terdapat perusahaan industri dan mebel dapat menjual dengan harga yang tinggi. Menurut Rizky dan Wibisono (2012), menyatakan bahwa perkebunan rotan rakyat masih terdapat di daerat Kapuas, Katingan, Pulang Pisau, Gunung Mas dan Kotawaringin Timur. Besarnya minat akan kerajinan rotan sendiri, memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah meningkatnya ekspor produk rotan, namun dampak negatifnya adalah para pengusaha dan pengerejain sulit untuk mencari bahan utama yaitu rotan. Besarnya permintaan tidak sebanding dengan sumber daya yang ada, oleh karena itu diperlukan adanya kebijakan, antara lain adanya melarang adanya ekspor rotan (mentah) ke luar negeri karena terkait dengan bahan baku yang sulit.

Dewasa ini, pemanfaatan rotan lebih diutamakan sebagai bahan dasar dalam bidang mebel. Jika dapat dikembangkan, diharapkan ada rotan sebagai makanan tidak hanya di kenal di Kalimantan saha tetapi secara nasional bahkan internasional. Selain itu, diperlukan pula penelitian lebih lanjut dan pengembangan lebih lanjut mengenai khasiat  dari rotan. Menurut Jasni et al (1997), tanin pada rotan dapat digunakan untuk menghindari pemangsa dan tanin dari purifikasi dapat dimanfaatkan sebagai anti jamur dan rayap. Hal tersebut membuka peluang bagi pemanfaat SDA rotan , tidak hanya sebagai bahan kerajinan tetapi juga sebagai pestisida atau anti jamur yang berbahan alami dan lebih bersifat aman.

 

 

Daftar Pustaka :

Hastuti, T., Purnomo, Y. D. S., Hendarjono, S., Uji, T., Noerdjito, M., Samedi., Badrudin. dan Hidayat, S. 2001. Atlas Flora dan Fauna Indonesia. Grasindo, Jakarta.

Jasni, A. B. dan Kramadibrata, P. 1997. Anatomi dan Kandungan Kimia Batang Beberapa Jenis Rotan. Jurnal Ilmiah Biodiversitas Indonesia 1 (1) : 37-47. FMIPA Universitas Indonesia, Depok. Tidak Diterbitkan.

Rachman, O. 1996. Peranan Sifat Anatomi Kimia Dan Fisis Terhadap Mutu Rekayasa Rotan. Disertasi Doktor. Program Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Riwut, N. 2003. Maneser Panatau Tatu Hiang; Menyelami Kekayaan Leluhur. Pusakalima, Palangkaraya.

Rizky, R. dan Wibisono, T. 2012. Mengenal Seni & Budaya Indonesia. CIF (Penebar Swadaya Grup), Depok.

 

 


10 responses to “Uei alias Rotan, Si Pahit Nan Bermanfaat dari Kalimantan”

  1. Gusti Ayu Putri Amelia says:

    Menarik ya ternyata rotan jga bsa di makan, mngkin mirip2 sama rebung ya tekstur makanannya. Kerajinan dari rotan jga menarik apalgi kursi2 yg terbuat dri rotan memiliki kualitas yg bgus.

  2. muriamumu says:

    Wajah menarik sekali artikel anda.. ternyata pepatah “tak ada akar rotan pun jadi” memang benar.. yang selama ini orang hanya tau rotan sebagai bahan pembuatan kerajinan ternyata bisa dimakan jugaa. Alangkah baiknya jika makanan rotan tersebut di kembngkn juga di daerah daerah lain selain kalimantan. Agar semua masyarakat indonesia bisa merasakan sensasi memakan rotan.

  3. kunjono05 says:

    menarik sekali baru tau rotan bisa di jadikan sebagai makanan. soalnya saya taunya rotan hanya di buat kerajinan dan peralatan rumah tangga. terimakasih infonya jadi lebih banyak tau tentang manfaat rotan

  4. gladys welma says:

    wow! baru tau kalo rotan muda bisa dimakan. tapi kasian juga permintaan rotan di kalimantan begitu tinggi dibandingkan dengan Sumber Daya yang ada. semoga pemerintah boleh lebih bijak dalam hal pengekploitasian rotan agar tetap dilestarikan.

  5. septiapuspitasari says:

    Wahh, saya jdi penasaran dengan rasa dari sayur rotan ini. Saya sdh sering melihat masakan ini di acara televisi. Semoga dengan publikasi ini org menjadi tau mengenai sayur ini

  6. alphonsusyospy says:

    dengan rotan yang ternyata bisa dimakan ini maka membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut. terutama mengenai kandungan-kandungan yang berada di dalamnya terutama yang memberikan efek terapeutik bagi manusia.

  7. Neil Dewantara says:

    wah baru tau rotan bisa dimakan, terima kasih atas informasinya

  8. bogo6013 says:

    haha.. setelah baca artikel ini rasanya sayang sekali jika rotan di makan mengingat rotan umumnya adalah bahan utama dalam perangkat rumah tangga. Namun memang sepertinya sangat perlu diekplorasi manfaat dari tumbuhan ini, sambil mengingat upaya konservasinya.. trims info uniknya..

  9. Berliani Christy says:

    Sehubungan dengan pemanfaatan rotan sebagai bahan dasar mebel hal ini sangat menarik dan mempunyai nilai ekonomi yang berpotensi. semoga untuk ke depannya Pemerintah bersama masyarakat dan pengusaha lokal dapat mengolah pemasaran rotan menjadi lebih baik lagi dengan memanfaatkan teknologi dan kekuatan media sosial masa kini.

  10. Naomi Ronsumbre says:

    Ternyata rotan sangat berguna ya…
    mari budidayakan rotan !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php