Blog UAJY Aris

Penilaian Hasil UN Harus Jadi Alat Refleksi Para Guru

Posted: April 29th 2019

Kepala Tubuh Riset serta Peningkatan (Balitbang) Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno minta supaya hasil Ujian Nasional (UN) jadikan perbaikan proses belajar serta mengajar. Hasil UN dapat juga dipakai untuk penambahan kompetensi guru, baik itu lewat peningkatan diri ataupun kursus.

“Penting buat pra-pendidikan dan pembuat kebijaksanaan di semua level untuk manfaatkan diagnosis UN yang Kemendikbud beri tiap tahun, setelah UN. Buat jadi hasil diagnosis ini menjadi satu diantara untuk perbaikan proses belajar mengajar,” tutur Totok di Jakarta, Kamis (25/4).

KPU Surabaya Tujuan C1 Ditempel di Kelurahan Akhir April Gattuso Meminta Pemain Milan Konsentrasi Pertandingan Selanjutnya Kemenhub Buat Mudik Selamat, Guyub, serta Rukun

Bila hal tersebut berjalan seperti harusnya, maka berlangsung penambahan proses belajar mengajar. Ia menerangkan UN adalah skema penilaian nasional yang memandang potensi siswa atas materi yang dikuasainya.

“Nah saat ini bila ada siswa yang merintih masalah UN, hal tersebut butuh jadi bahan refleksi untuk tahu pemicu serta mencari jalan keluarnya,” tutur ia.

Awalnya, banyak siswa yang menyalahkan sulitnya masalah UN Matematika serta Bahasa Inggris untuk tingkat SMP. Aduan siswa itu dikatakan lewat account instagram Kemendikbud.

Sekitar 4.279.008 siswa ikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang dikerjakan mulai 22 April sampai 25 April. Untuk beberapa lokasi, seperti Papua, Papua Barat serta Nusa Tenggara Timur, UN dikerjakan pada 23 April.

Baca Juga: http://hargague.com/

UN tingkat SMP/MTS mengujikan empat mata pelajaran, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta Pengetahuan Pengetahuan Alam. UN SMP serta MTS itu dibarengi 56.505 sekolah yang terbagi dalam 39.326 SMP serta 17.719 MTs. Sekolah yang ikuti UNBK sampai 78 %.

Beberapa propinsi yang telah mengadakan UNBK keseluruhannya atau 100 % untuk tingkat SMP yaitu DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, serta Bangka Belitung.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php