Blog UAJY Aris

Pendidikan Karya Tulis Bahasa Indonesia di Tengah Era Digital

Posted: December 1st 2018

Jangan-jangan kita tak mengerti xenomania ada pada kita. Saya tak sangat percaya sejumlah besar pada kita tak mengerti. Xenomania yaitu hoby terlalu berlebih pada semua hal yang asing atau di luar negeri. Memandang meme yang menyebar di jejaring sosial, sebenarnya kita sadar kalau jenis berbahasa ini merasa aneh.

Kejadian Kebahasaan

Oleh sebab itu, benar-benar menggelitik sewaktu kejadian ini jadi demikian popular serta menyebar ditengah orang. Pada meredam tawa serta terasa risau di bercampur aduk sadari kejadian kebahasaan sesuai itu. Kejadian kebahasaan ”anak Jaksel” yaitu salah satunya soal bahasa yang nampak dalam pergaulan generasi muda masa sekarang.

Baca Juga: teks prosedur

Beraneka soal kebahasaan ada banyak didapati ruang umum kita. Bahasa Indonesia jadi bahasa negara belumlah jadi prioritas di ruang umum, meski sebenarnya malah di ruangan publiklah kita semua bersua. Bahasa asing tetap mengendalikan nama bangunan, instansi, produk, serta objek-objek pemberi tanda ruang umum lainnya.

Pemeran kejadian ini tidak cuma swasta. Pemerintah jadi penyedia infrastruktur serta sarana umum pun biasa dengan arti asing. Ini bisa disaksikan sewaktu orang kerap katakan arti seperti flyover, underpass, overpass, ring road, mass rapid transit, serta skybridge ketimbang kemiripan kata dalam bahasa Indonesia ialah jalan layang, lintas bawah, lintas atas, jalan lingkar, moda raya terpadu, serta kalayang.

Kenapa ruang umum jadi melayani bahasa asing ketimbang berikan contoh kebanggaan berbahasa Indonesia jadi jati diri bangsa? Dulu banyak pahlawan bertarung terlepas dari unsur asing, namun saat ini kita jadi akrab kembali dengan beberapa hal yang asing. Source: http://bospengertian.com.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php