Blog UAJY Aris

Beginilah Perjuangan Petani Sawit pada Pertemuan ASEAN-Uni Eropa

Posted: February 6th 2019

Indonesia kembali memperjuangkan gosip Sawit serta menampik keputusan diskriminatif pada sawit di Eropa, dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN serta Uni Eropa (UE) ke-22 di Brussels, pada 21 Januari 2019 waktu lalu.

Baca Juga: negara ASEAN

Wakil Menteri A. M. Fachir yg pimpin Delegasi RI memberikan, fakta-fakta tentang peran sawit buat perekonomian dan sumbangannya pada perolehan Maksud Pembangunan Terus-terusan (SDGs) .

Artikel Terkait: perdagangan internasional

“Sawit ialah komoditas strategis buat Indonesia utamanya buat petani kecil. Seputar 20 juta orang ASEAN tergantung kehidupannya pada industri sawit serta lebih dari 5 juta petani kecil di Indonesia, Thailand, serta Filipina menggantungkan kehidupannya dari kelapa sawit, ” papar Wamenlu Fachir.

Dia memaparkan, dalam kondisi global, sawit punyai peranan kunci dalam wujudkan maksud pembangunan terus-terusan (SDGs) .

Sawit didapati, sudah berperan dalam perolehan 12 dari 17 maksud seperti pengentasan kemiskinan sampai pengurangan kemiskinan, dari pembubaran kelaparan sampai perolehan kekuatan bersih serta dapat terjangkau.

“Menolak sawit sama mempunyai arti menampik SDGs yang disebut satu persetujuan global” tegas Wamenlu Fachir.

Tidak hanya gosip sawit, Indonesia ikut membawa ASEAN serta UE untuk menambah peran dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Jalan keluar dua negara serta pemberian kemanusiaan buat rakyat Palestina ialah dua gosip sangat genting di mana ASEAN serta UE mesti senantiasa bekerja bersama.

“Perbedaan politik orang internasional tak bisa bikin surut prinsip pada gosip kemanusiaan yg ditemui rakyat Palestina, ” ujarnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php