Kegiatan Management Bisnis

Laporan Observasi PT. Indonesia Wacoal

Posted: May 25th 2018

LAPORAN OBSERVASI BUDAYA ORGANISASI

PT.INDONESIA WACOAL

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Aditya Gian N.                                    171709334

Ardi Wibowo                                       171709331

Graciella Mawiney Alexander Arif      171709270

 

 

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS ATMAJAYA YOGYAKARTA

2018

 

 

PENDAHULUAN

Robbins (1996) mengatakan budaya organisasi mengacu ke suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggotanya dan yang membedakan antara satu organisasi dengan lainnya. Robbins (1994) memberi pengertian budaya organisasi antara lain sebagai: (1) Nilai-nilai dominan yang didukung oleh organisasi (Deal & Kenney 1982), (2) Falsafah yang menuntun kebijaksanaan organisasi terhadap pegawai dan pelanggan (Pascale & Athos 1981), (3) Cara pekerjaan dilakukan di tempat itu (Bower 1966), (4) Asumsi dan kepercayaan dasar yang terdapat di antara anggota organisasi (Schein 1985). Dari beberapa pendapat di atas nampak ada kesepakatan yang luas bahwa budaya organisasi mengacu ke suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu yang membedakan organisasi itu dari organisasi – organisasi lain (Robbins 1996).

Dari sudut pandang karyawan, budaya memberi pedoman bagi karyawan akan segala sesuatu yang penting untuk dilakukan. Sejumlah peran penting yang dimainkan oleh budaya organisasi adalah: (a) Membantu pengembangan rasa memiliki jati diri bagi karyawan, (b) Dipakai untuk mengembangkan keterkaitan pribadi dengan organisasi, (c) Membantu stabilitas organisasi sebagai suatu sistem sosial, (d) Menyajikan pedoman perilaku sebagai basil dan norma perilaku yang sudah dibentuk.

Budaya organisasi yang terbentuk, dikembangkan, diperkuat atau bahkan diubah, memerlukan praktik yang dapat membantu menyatukan nilai budaya anggota dengan nilai budaya organisasi. Praktik tersebut dapat dilakukan melalui induksi (Kempton, 1995, dalam Nurfarhati, 1999) atau sosialisasi, yaitu melalui proses transformasi budaya organisasi (Robert; 1994, dalam Nurfarhati, 1999). Sosialisasi organisasi merupakan serangkaian aktivitas yang secara substantif berdampak kepada penyesuaian aktivitas individual dan keberhasilan organisasi, antara lain komitmen, kepuasan dan kinerja (Nelson, 1991: Young & Lunberg, 1996, dalam Nurfarhati, 1999). Menurut Luthans (1995), beberapa langkah sosialisasi yang dapat membantu dan mempertahankan budaya organisasi adalah melalui seleksi calon karyawan, penempatan, pendalaman bidang pekerjaan, penilaian kinerja dan pemberian penghargaan, penanaman kesetiaan pada nilai-nilai luhur, perluasan cerita dan berita, pengakuan kinerja dan promosi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.0 SEJARAH SINGKAT DARI WACOAL

Pada awal berdirinya Wacoal Bergerak dalam bidang penjualan produk-produk aksesoris dengan nama Wacoal Shoji Ltd., yang berdiri pada tahun 1946. Kemudian pada tahun 1949 melebarkan usaha di bidang garment yaitu pakaian dalam wanita dan di tahun 1957 nama Wacoal lebih di sempurnakan lagi, menjadi “WACOAL INTERNATIONAL CORPORATION”, Bersama dengan ini mulai dirintis pengembangan penjualan produk Wacoal di luar Jepang, seperti Singapore, Amerika, Hongkong, Philipine, Korea, Taiwan dan termasuk juga Indonesia, tepatnya di tahun 1978-1981.

Tujuan didirikannya Wacoal adalah: membantu wanita dalam mewujudkan penampilan dirinya agar lebih cantik, dan membuat penampilan tubuh lebih proporsional.

Di Indonesia sendiri Wacoal didirikan pada tanggal 01 September 1981, dengan nama PT. SUMBER INDAH PERMAI sebagai distributor tunggal, karena pada tahun-tahun pertama produk yang dijual adalah benar-benar masih didatangkan dari Negara asalnya yaitu Jepang. Melihat perkembangan yang cukup pesat dari tahun ke tahun, maka pada tanggal 5 Juni 1991 telah ditandatangani persetujuan pola usaha joint venture yang pada akhirnya nama PT. Sumber Indah Permai berganti menjadi PT. Indonesia Wacoal.

Kedudukan PT. Indonesia Wacoal, untuk kantor pusat berada di Bogor, yakni di jalan Tarikolot 59 Citeureup Kab. Bogor sedangkan marketing Office berada di Komp. Kota Grogol Permai Blok A31 – 33, Jl. Prof Dr. Latumenten Jakarta Barat.

Saat ini produk-produk Wacoal sudah tersebar di seluruh wilayah nasional, baik di department store maupun di mall-mall di kota-kota besar di Indonesia.

 

 

1.1 MOTO PERUSAHAAN :

Hari ini lebih baik dari kemarin, hari esok lebih baik dari hari ini.

 

 

1.2 ARTI DARI “WACOAL” :

W        onderful          artinya indah

A         ttractive           artinya menarik

C         omfortable       artinya nyaman

O         utstanding       artinya terkemuka

A         nd                    artinya dan

L          asting               artinya awet atau tahan lama

 

 

1.3 SASARAN PERUSAHAAN :

Menciptakan pelanggan yang loyal dengan produk yang bermutu dan pelayanan yang terbaik

 

 

 

 

 

 

 

 

1.4 ETIKA KERJA SPG

Etika kerja adalah hal-hal yang dilakukan pada saat jam kerja, seperti:

  1. Mengerjakan administrasi secara teratur setiap hari, tidak menunda.
  2. Melakukan stock fisik barang-barang jual yang ada di counter setiap tanggal 15-25 setiap bulan.

Tidak boleh :

  1. berbicara atau bercanda dengan suara keras, tidak berada di atas counter.
  2. Menggunakan seragam tidak sesuai peraturan.
  3. Bersandar atau duduk di atas counter/customer ketika mengerjakan sesuatu di counter.
  4. Membelakangi counter/customer ketika mengerjakan sesuatu di counter.
  5. Berkumpul di area belakang counter.
  6. Mengirimkan sms omzet paling lambat jam 08.30 pagi.
  7. Mengirimkan laporan per bulan dengan tepat waktu.
  • Tanggal 05 untuk counter kecil
  • Tanggal 10 untuk counter besar

 

 

1.5 FILOSOFIS PELAYANAN SPG :

Agar pelayanan seorang SPG dapat maksimal maka harus memperhatikan :

  1. Utamakan keramahan
  2. Selalu siap sedia melayani customer
  3. Mengutamakan kepuasan customer

 

 

1.6 PRODUCT KNOWLEDGE

Klasifikasi brand:

  1. Wacoal : untuk target market, semua kalangan/ jenis umur dari pemula sampai ke     ibu-ibu.
  2. Sorci Age : untuk wanita muda yang trendi dan modis.
  3. Luludi : untuk wanita yang menyukai desain yang simple dan sederhana dengan harga yang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.7 CUSTOMER SERVICE

Untuk keberhasilan penjualan SPG perlu melaksanakan customer service awal (4S) yang terdiri dari :

  1. SMILE

Dalam melaksanakan pekerjaan SPG harus menjalankan dengan penuh senyum.

  1. SMART

SPG harus pintar/cepat tanggap dalam melayani pelanggan.

  1. SINCERITY

Dalam menjalankan tugas SPG harus dengan sepenuh hati, tidak setengah-setengah dalam melayani pelanggan dan tidak membedakan pelanggan.

  1. SPEED

SPG harus gesit dan tangkas dalam melayani pelanggan, tidak membuat customer menunggu.

 

 

 

1.8 BUDAYA PERUSAHAAN

  1. Pengembangan mutu.
  2. Pengembangan pelayanan.
  3. Pengembangan moral dan disiplin.
  4. Pengembangan kreatifitas dan inovasi.
  5. Pengembangan dalam kerja sama dan saling menghargai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php