Apriliani Theodora

Mengenal Presbytis frontata, Si Jidat Putih dari Kalimantan yang Semakin Sulit Dijumpai

Posted: September 1st 2016

Hai.. Aku adalah lutung dahi putih atau Presbytis frontata. Nama kerenku adalah white-fronted leaf monkey. Aku adalah sejenis kera berekor panjang yang memiliki ciri khas berupa bercak putih di jidatku atau dahiku yang berwarna abu-abu makanya aku dinamai lutung dahi putih. Panjang tubuhku antara 60-80 cm dengan berat badan sekitar 5-5,5 kg untuk ukuran lutung dewasa. Aku memiliki ekor yang panjang bahkan lebih panjang satu setengah kali lipat panjang tubuhku yaitu 70-75 cm. Aku aktif di siang hari dan dikenal sebagai hewan yang sangat liar. Makananku adalah pucuk daun muda, buah, biji, dan beberapa jenis serangga. Aku hidup berkelompok yang terdiri atas 8-10 ekor.

presbytis_frontata1

http://www.filin.vn.ua/mammalia/primates/cercopithecidae.html?start=2

Berikut ini adalah biodataku secara taksonomi.. Check this out!

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Class                : Mamalia

Ordo                : Primata

Family             : Cercopithecidae

Genus              : Presbytis

Spesies            : P. frontata

Nah, yang memberi nama adalah Müller pada tahun 1838 hmm.. udah lama juga yaa..

Status konservasiku?

Status konservasiku di IUCN  adalah Vulnerable atau rentan terhadap kepunahan hiksss….

Mengapa?

Alasan status konservasiku vulnerable adalah karena populasi terus merosot, diperkirakan sampai lebih dari 30% selama 30 tahun atau 3 generasi terakhir. Kenapa merosot yaa? Pantas saja, kami selalu diburu, dieksploitasi secara berlebihan ditambah habitatku terus diganggu dan dirusak. For your information, kami telah kehilangan habitat asli lebih kurang 61%, dari habitat semula 90.000 km2 menjadi sekitar 35.000 km2. Sekarang kebanyakan dari kami hanya tinggal di dalam kawasan konservasi dengan areal kurang lebih 5.330 km2. Sempiittt…

Dimana habitatku?

Aku adalah satwa endemik pulau Kalimantan dan kamu bisa menemui kami di hampir seluruh hutan yang ada di Kalimantan. Kami hidup di hutan primer dipterocarpaceae dataran rendah sampai ketinggian 350 meter di atas permukaan. Kami tidak dijumpai pada hutan rawa.

Penyebaran kami?

Penyebaran kami terbatas di Kalimantan, termasuk Sabah dan Serawak. Di Kalimantan Tengah, kami dapat ditemukan di bagian timur Sungai Barito, sedangkan di Kalimantan Timur kami ditemukan di Sungai Kayan, Sungai Segah yang termasuk kawasan Taman Nasional Kutai, Sepaku, dan hutan di sekitar Balikpapan. Kami juga dapat dijumpai di pesisir timur Kalimantan Selatan, yaitu di Long Petah, Sungai Kayan, Sungai Mahakam, dan Puruk Cahu di Muara Sungai Barito. Di Kalimantan Barat, kami dapat ditemukan di dalam Taman Nasional Betung Kerihun.

FOTO-1-Lutung-dahi-putih

http://orangutan.or.id/ID/native-species-of-kalimantans-kehje-sewen-forest/

Upaya konservasi dari kalian?

LOGO TNBK

http://dimiati.blogspot.co.id/2010/06/lambang-balai-besar-taman-nasional.html

Hutan-Lindung-Sungai-Wain-4

http://www.nusantarawisata.com/2011/08/hutan-lindung-sungai-wain.html

Kami dilindungi berdasarkan SK Menteri Pertanian 5 April 1979 No.247/Kpts/Um/4/1979, SK Menteri Kehutanan 10 Juni 1991 No.301/Kpts-II/1991 dan diperkuat dengan Undang-undang No.5 tahun 1990. Di Kalimantan Barat, kami mempunyai rumah baru di Taman Nasional Betung Kerihun. Di Kalimantan Timur, kami tinggal di konservasi Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW).

Semoga artikel ini dapat menambah informasi kita mengenai lutung dahi putih (Presbytis frontata) dan menginspirasi kita untuk mencegah kepunahan si jidat putih ini yaa.. Sekian dan terima kasih 😀

 

 

 

 

Referensi         :

Kurniawan, M.B. dan Pratama, B. 2010. Mengenal Hewan dan Tumbuhan Asli Indonesia. Cikal Aksara (Imprint AgroMedia Pustaka), Jakarta Selatan.

Eva, K.S. 2015. Si Duta Konservasi Hutan Lindung Sungai Wain. http://bksdakaltim.dephut.go.id/si-duta-konservasi-hutan-lindung-sungai-wain/. Diakses pada tanggal 1 September 2016.

Supriatna, J. dan Wahyono, E. H. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Meijaard, E. & Nijman, V. 2008. Presbytis frontata. The IUCN Red List of Threatened Species 2008: e.T18127A7665520.http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T18127A7665520.en. Diakses pada tanggal 1 September 2016.


10 responses to “Mengenal Presbytis frontata, Si Jidat Putih dari Kalimantan yang Semakin Sulit Dijumpai”

  1. primaningrum says:

    wahh.. informasi yang sangat menarik dan cukup lengkap.. sayang sekali kalau spesies endemik ini harus punah.. (91/100)

    • AprilianiTheodora97 says:

      iya.. semoga lutung dahi putih dapat terselamatkan dari kepunahan akibat ulah manusia melalui upaya konservasi yang telah dilakukan.. Terima kasih sudah membaca blog saya 😀

  2. vaniajoscelin says:

    Info yang sangat menarik. Saya sangat setuju dengan pendapatmu untuk selalu menjaga kelestarian si jidat putih tersebut dan tentunya juga spesies yang ada dimuka bumi ini (90/100)

  3. mariadyahayu says:

    Informasinya cukup menarik dan menambah wawasan. Semoga kita semakin sadar untuk menjaga kelestarian si lutung dahi putih ini dan juga spesies-spesies yang lainnya (90/100)

  4. lidyaseptilia says:

    Postingan yang bagus, cara penulisan yang tidak membosankan singkat tapi berisi dan saya jadi tahu bahwa ada jenis lutung jidat putih yang merupakan hewan endemik kalimantan, menyedihkan sekali hewan menggemaskan tersebut harus punah. apakah kemrosotan jumlah spesies yang terjadi itu secara merata terjadi diseluruh hutan kalimantan atau hanya dibeberapa hutan tertentu ? karena disebutkan diatas bahwa mereka di jumpai hampir diseluruh hutan yang ada di Kalimantan. (90/100)

    • AprilianiTheodora97 says:

      Kemerosotannya harusnya terjadi di seluruh hutan kalimantan karena apabila jumlah spesies yang merosot hanya di beberapa wilayah seharusnya spesies tidak masuk dalam IUCN red list dimana yang berada dalam list tersebut hanya threatened species.. Terima kasih untuk pertanyaannya

  5. agustinaapriyantidwilestari says:

    Artikel yang sangat bagus dan membuat saya jadi tahu ada burung indah milih Indonesia yang nyaris punah. Apakah saat ini pemerintah sudah berkonstribusi dalam mencegah kepunahan? (87/100

  6. Devina says:

    wah ini lutung keren banget jidatnya putih semoga temen temen lain yang membaca ikut tertarik menjaga kelestariannya,, sayang belum terkenal tp sudah mau punah…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php