Ansello (Anselmus Masan Rumat).

Tulisan Penyelamat Babi Hutan Endemik Kalimantan Yang Terancam Kehidupannya.

Posted: September 9th 2015

“Tercatat Ratusan tumbuhan dan hewan Indonesia yang langka dan terancam punah. Menurut catatan IUCN Redlist, 76 spesies hewan Indonesia dan 127 tumbuhan berada dalam status keterancaman tertinggi yaitu status Critically Endangered (Kritis), serta 205 jenis hewan dan 88 jenis tumbuhan masuk kategori Endangered, serta 557 spesies hewan dan 256 tumbuhan berstatus Vulnerable.”
Itulah secuil paragraf yang membuat saya makin sadar akan pentingnya artikel ini untuk di publikasikan.
babi-hutan-6
Babi hutan adalah Salah satu dari sekian ratus ribu hewan yang terancam punah. Khususnya Babi hutan endemik Kalimantan.
Class : mamalia
Ordo : artiodactyla
Sud ordo : sus
Spesies : sus scrofa, sus Vittatus
Babi hutan jenis ini memiliki ciri : Rambut halus, berwarna hitam dan matanya kecil. Tinggi badan -70 cm, panjang tubuh 100-150 cm, panjang ekor 20-30 dan berat badan 50-100 kg. Kepala berbentuk kerucut terpotong dan badannya silender panjang. Kaki depan biasanya lebih pendek dari pada kaki belakang. Mempunyai rambut surai berwarna hitam dari tengkuk sampai punggung. Dalam keadaan ketakutan atau bahaya, rambut-rambut surai ini berdiri tegak. Taring babi hutan jantan berkembang dengan baik dan tumbuh terus sepanjang hidupnya.
Cara hidup hewan ini berkelompok, dan setiap keluarga terdiri dari babi hutan jantan, betina bersama anak-anaknya. Kadang kelompok babi hutan muda dan kelompok babi hutan dewasa ikut gabung bersama. Kebiasaan hidup gotongroyong yang kuat membuat hewan ini terlihat sangat kompak. Contohnya mereka bersama-sama selalu menyiapkan sarang untuk beranak. Sarang itu terbuat dari rumput-rumputan, alang-alang, kayu-kayu tanaman kecil (rotan). Dan, Sarangnya bersifat tetap dan dibuat saat akan beranak saja.
Ada waktu mereka hidup bersama, ada waktu mereka harus sendirian. Dalam waktu tertentu hewan ini kadang pergi meninggalkan kelompoknya, dan baru kembali lagi pada musim kawin. Hal itu dimungkinkan karena mereka mampu mengeluarkan suara yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi dengan maksud tertentu.
Tempat hidup hewan ini di hutan kalimantan yang rindang. Oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan memberi perbedaan hewan ini dengan hewan lain. Secara anatomi fisiologi, Babi hutan termasuk hewan berdarah panas, hewan ini tidak tahan panas dan hanya nyaman pada temperatur suhu 38,9 0 C.
Namun kini perusakan hutan terus terjadi. Hutan yang dulunya ramah bagi kehidupan mereka kini sudah tak bersahabat lagi. Sebut saja perusakan itu terjadi karena ulah manusia. Contohnya kebakaran hutan, pembalakan liar dan perburuan liar.
Dalam suatu penelitian singkat diindikasikan bahwa setelah beberapa tahun terakhir ini, perburuan tak terkendali yang terjadi telah membuat populasi hewan babi hutan mengalami penurunan. Perburuan merupakan ancaman terbesar khususnya di hutan Kalimantan membuat babi hutan endemik Kalimantan satu persatu mati dan menjadi lebih sedikit.
Dampak dari berburu kini telah dirasakan karena banyak hewan/satwa liar yang mati. Khususnya pada pembahasan ini babi Hutan. Akibatnya Tidak ada penambahan jumlah individu baru.
Masalah lain yang beda timbul ketika ada anggapan segelintir orang bahwa babi hutan sebagai hama tanaman perkebunan para petani. Memang ada benarnya. Tapi kita boleh melihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda
Dalam sudut pandang ini akan timbul pertanyaan besar adalah :
“KENAPA BABI HUTAN ITU SAMPAI BISA MERAMBAH KE LAHAN PERKEBUNAN HUTAN MASYARAKAT SEKITAR ???”
Hipotesa 1. Keberadaan lahan perkebunan/pertanian hutan itu sendiri adalah sebuah masalah, alih-alih memanfaatkan lahan hutan untuk dijadikan perkebunan/pertanian sehingga bisa lebih produktif dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat sekitar. padahal pada kenyataannya adalah sebuah proses perambahan dan eksploitasi hutan sehingga menyebabkan habitat hewan-hewan seperti Babi hutan di sekitar hutan itu terganggu, semakin menyempit bahkan hilang sama sekali. Jika seperti itu, dimana lagi Babi hutan itu akan hidup/mencari makan??
SO… APAKAH INI YG DISEBUT DENGAN PEMANFAATAN LAHAN HUTAN ATAUKAH JUSTIFIKASI ?
Berdasarkan hipotesa pertama, siapakah yang bertanggung jawab akan adanya keberadaan lahan perkebunan hutan itu ? bukankah sudah seharusnya keberadaan hutan dan segala ekosistem di dalamnya harus dijaga ??? JAWABANNYA: mereka (” calon aktor pengelola lahan perkebunan hutan”) tidak melanggar UU karena mereka hanya menggunakan sebagian hutan yg bukan dijadikan sebagai hutan lindung. OK… Tapi ada pertanyaanselanjutnya:
BENARKAH KAWASAN HUTAN ITU TIDAK IKUT TEREKSPLOITASI ? mengambil dari salah satu artikel dr FWI (Forest Watch Indonesia) yg salah satu paragrafny berisi seperti ini:
“Perusakan kawasan hutan lindung dan hutan konservasi ini terjadi di hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sayangnya aksi marak ini jarang ditindak tegas oleh Pemerintah. Rupanya sejumlah pejabat di daerah ditengarai telah ikut serta menyokong pengambilan kayu serta usaha pertambangan dan perkebunan di kawasan tersebut. Walah…walah…himbauan yang datangnya dari Pemerintah, eh kenyataannya malah tak dihiraukan oleh orang yang menjadi bagian dari Pemerintah tersebut. Jika demikian, bagaimana mungkin masyarakat akan melaksanakan himbauan selamatkan hutan, sedangkan Pemerintahnya sendiri tidak melakukannya.
KEMBALI LAGI PERTANYAANNYA ADALAH: PEMBUKAAN LAHAN PERKEBUNAN HUTAN ITU TELAH SESUAI DAN TIDAK MELANGGAR UU ATAUKAH JUSTIFIKASI ?
Hipotesa ke-2, Mind Set/Doktrin/Pemahaman bahwa babi hutan adalah hama bagi lahan perkebunan hutan telah merubah paradigma setiap orang bahwa hal tersebut adalah benar adanya. Tapi mari kita cari tau arti/definisi dari kata hama itu sendiri. Menurut istilah yang diambil dari Anonim:
“Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktik istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan. Suatu hewan juga dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Dalam pertanian, hama adalah organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik.
images
Berdasarkan definisi di atas, bahwa organisme yg disebut hawa itu adalah yg menyebabkan kerusakan fisik pada ekosistem manusia. Nah sekarang, jika babi hutan itu merusak lahan perkebunan hutan masyarakat yang notabene merupakan habitat dari babi hutan tersebut apakah babi hutan itu disebut hama (jika berdasarkan definisi) siapa hama untuk siapa?
Jika babi hutan itu bisa ngomong mungkin mereka akan ngomong seperti ini: “ini habitat gw kok, jadi suka-suka gw aja mau ngapain juga (gw mau kemana, nyari makan dimana dan apa yg gw makan). Terus masalah rupanya buat kalian (manusia) ??? SO WHAT “kata BABI2 HUTAN ITU”. Justru kalianlah (manusia) yg menjadi HAMA buat kami (para BABI HUTAN) disini, tapi kenapa kami yang disebut HAMA buat kalian.
Kesimpulan
1. Pemanfaatan lahan hutan sebagai bentuk produktifitas hutan adalah sebuah “Justifikasi”, karena ujung-ujungnya adalah sebuah proses eksploitasi hutan.
2. Pembukaan lahan perkebunan hutan itu telah sesuai & tidak melanggar UU adalah sebuah “Justifikasi”, karena pada kenyataannya hutan lindung yg seharusnya dilindungi itu kini menjadi tidak dilindungi lagi.
3. Paradigma Babi hutan sebagai hama itu juga merupakan sebuah “Justifikasi”, karena sebenarnya yg berhak & cocok disebut hama itu adalah mereka yang telah melakukan eksploitasi hutan yang telah merusak ekosistem hutan yang di dalamnya terdapat Habitat Babi hutan.
Upaya untuk menangani tindakan vandalisme (merusak lingkungan) babi hutan tersebut bisa dilakukan melalui cara sosialisasi yang difokuskan pada aparat penegak hukum dan lembaga swadaya masyarakat yang bertujuan untuk memperluas wawasan pengetahuan supaya ada persamaan persepsi dan dapat mengambil sikap dari seriusnya masalah perburuan babi hutan Kalimantan; mengembangkan Strategi Konservasi Babi Hutan; dan Meningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerjasama pengelolaan antara seluruh institusi yang berkepentingan terhadap kelestarian Babi hutan Kalimantan.

Pustaka
Payne, J., Francis CM., Phillips, Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mammalia di Kalimantan, Sabah, Serawak, dan Brunei Darussalam. The Sabah Society dan Wildlife Conservation Society.
http://www.Likie, M, Wibisono, H. T. , Martyr, D. J & Sunarto, S. 2008 the IUCN List of threatened Spesies Version 2015.
http://www. Yang dilindungi pun sudah tak terlindungi, sumber fwi.or.id. 6 September 2015
http://www. Hama, sumber id.Anonim.org/Hama, 6 Setember 2015
Http://www. Hutan pasca pemanenan, melindungi satwa liar dalam kegiatan hutan produksi di kalimantan. 6 September 2015
.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php