Angga_Yorra

Mineral-Bauksit

Posted: February 25th 2019

Batuan tanah yang tersusun utama dari komponen mineral, alumunium hidroksida seperti diaspor, gipsit dan buhmit adalah bauksit. Kandungan seperti kaursa, besi oksida, mineral, dan air terdapat dalam bauksit. Bauksit merupakan mineral bijih utama dalam memproduksi alumunium, dikarenakan bauksit terdiri dari campuran antara alumunium klorida dan alumunium oksdia. Tahap pembuatan alumunium dari bauksit yaitu melalui:Proses Bayer: Pemurnian bijih bauksit untuk menghasilkan alumunium oksida, sering dikenal sebagai alumina.

  1. Proses Bayer: Pemurnian bijih bauksit untuk menghasilkan alumunium oksida, sering dikenal sebagai alumina.
  2. Proses HallHeroult: Peleburan alumunium oksida untuk menghasilkan alumunium murni yang siap digunakan.

Bauksit di Indonesia memiliki potensi yang relatif besar, terutama di Pulau Bintan dan Kalimantan Barat. Kalimantan Baarat merupakan sumber daya bauksit terbesar di Indonesia yang mencapai 3.268.533.344 ton dengan cadangan sebesar 1.129.154.090 ton tersebar luas di Pontianak, Ketapang, Sekadau, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Bauksit ditemukan pertama kali di Singkawang dan Bengkayang, namun kadar alumuniumnya sangat rendah sekitar 34,6% sehingga dinilai kurang ekonomis. Pontensial bauksit di Indonesia terdapat di PT. Antam Tbk, daerah Tayan, Kalimantan Barat yang memiliki 104 juta ton bauksit dengan kualitas tinggi.

Manfaaat bauksit dalam kehidupan sehari-hari sangatlah banyak. Kandungan alumina pada bauksit dapat dimanfaatkan sebagai penyangga (buffer). Misalnya dalam menghilangkan kotoran-kotoran pada minyak bumi melalui proses hydrotreating. Manfaat bauksit lainnya yang sering kita jumpai seperti berikut:

  1. Membuat struktur atap pabrik, rumah dan gedung.
  2. Penggunaan alumunium pada badan pesawat terbang dan perabotan rumah tangga.
  3. Bahan dasar pembuatan keramik dan besi.
  4. Pembuat pita pada kaset rekaman dan tinta pada mesin fotokopi.
  5. Sebagai pengemas makanan.

Permasalahan dalam pengelolaan bauksit yaitu seperti adanya hasil limbah bauksit yang sering disebut Red Mud. Red Mud senyawa besi, alumina dan silika yang tidak larut pada proses Bayer. pH Red Mud sangat basa dan bila hal ini bocor ke lingkungan maka akan merusak ekosistem di sekitarnya. Selain itu, pertambangan mengenai bauksit telah merusak berbagai daerah di Indonesia, seperti di Ketapang. Mari kita ikut serta dalam mencegah pertambangan yang berlebih dan memastikan adanya penambangan bauksit, lingkungan di sekitar kita tetap aman dan nyaman.


6 responses to “Mineral-Bauksit”

  1. Jesica Ade Natalia says:

    Informasi yang sangat menarik mengenai bauksit dan dampaknya bagi lingkungan.

  2. yosefa says:

    bagaimana kita tahu kalau penambangan yang dilakukan sudah pasti bauksit ngga?
    makasih

  3. amitya says:

    Tulisannya sangat informatif sekali. Semoga ada setidaknya satu langkah nyata yg dapat kita lakukan untuk dapat mengurangi atau mengatasi limbah pertmbangan bauksit ini ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php