Angga_Yorra

Mineral-Bauksit

Posted: February 25th 2019

Batuan tanah yang tersusun utama dari komponen mineral, alumunium hidroksida seperti diaspor, gipsit dan buhmit adalah bauksit. Kandungan seperti kaursa, besi oksida, mineral, dan air terdapat dalam bauksit. Bauksit merupakan mineral bijih utama dalam memproduksi alumunium, dikarenakan bauksit terdiri dari campuran antara alumunium klorida dan alumunium oksdia. Tahap pembuatan alumunium dari bauksit yaitu melalui:Proses Bayer: Pemurnian bijih bauksit untuk menghasilkan alumunium oksida, sering dikenal sebagai alumina. Proses Bayer: Pemurnian bijih bauksit untuk menghasilkan alumunium oksida, sering dikenal sebagai alumina. Proses Hall–Heroult: Peleburan alumunium oksida untuk menghasilkan alumunium murni yang siap digunakan. Bauksit di Indonesia memiliki potensi yang relatif besar, terutama di Pulau Bintan dan Kalimantan Barat. Kalimantan Baarat merupakan sumber daya bauksit terbesar di Indonesia yang mencapai 3.268.533.344 ton dengan cadangan sebesar 1.129.154.090 ton tersebar luas di Pontianak, Ketapang, Sekadau, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Bauksit ditemukan pertama kali di Singkawang dan Bengkayang, namun kadar alumuniumnya sangat rendah sekitar 34,6% … Read more


Save and Protect Indonesian Tigers

Posted: November 26th 2018

Siapa yang tidak mengenal haarimau? Kucing besar, bergigi tajam, berbulu tebal dan tergolong ke dalam hewan karnivora ini merupaka ciri-ciri utamanya. Hewan yang dianggap buas dan predator dari segala hewan ini sebenarnya perlu menjadi perhatian utama. Indonesia memiliki 3 jenis harimau yaitu harimau Jawa, Harimau Bali dan Harimau Sumatra. Pada tahun 1940an harimau Bali dan harimau Jawa pada tahun 1980an telah dinyatakan punah. Hanya tersisa harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang jumlahnya saat ini kurang dari 400 individu di pulau Sumatra. Harimau yang bermukim di Pulau Sumatra ini mulai terkikis habitatnya. Hanya sekitar 130.000 km2 wilayah hutan Sumatra yang tersisa yang merupakan rumah bagi harimau-harimau langka ini. Keberadaannya sekarang berada di bukit barisan selatan yaitu Kerinci Seblat yang membentang dari Tesso nilo di Riau ke Bukit Tiga Puluh. Penyebab kepunahan harimau Sumatra ini dikarenakan habitatnya mulai terkikis setiap tahunnya, mulai berkurang. Hal ini disebabkan terus terjadinya penebangan hutan secara liar … Read more


Aku dan Bengawan Solo

Posted: August 28th 2016

Siapa yang tidak mengenal Sang Maestro Gesang? Seorang pria berbadan kurus, berusia hingga 92 tahun dan bersuara emas ini memiliki nama asli Gesang Martohartono. Pria kelahiran 1 Oktober 1917 yang biasa disapa Gesang ini telah menorehkan segudang prestasi dalam bidang musik, khususnya di Genre Keroncong. Salah satu karya ciptaannya “Bengawan Solo” membawa namanya hingga dunia internasional. Telah diterjemahkannya sekitar 13 bahasa ini tidak membuat pria kelahiran Surakarta jadi sombong. “Terus terang, suara saya jelek. Apalagi saat rekaman itu saya sedang sakit batuk, sehingga terpaksa diulang-ulang hingga, ya, lebih lumayan”, ungkapnya dengan polos. Bengawan Solo adalah lagu yang tidak hanya melewati batas negara tetapi juga menjembatani pertukaran budaya antara Negara Indonesia dengan Jepang. Selain itu, dengan adanya lagu tersebut telah dikumpulkan dana dari himpunan persahabatan Jepang-Indonesia di berbagai tempat di Jepang dengan alasan bahwa “Bengawan Solo bersifat Abadi” bahkan sampai didirikan monument patung setengah badan Gesang di Taman Jeruk, Kota Solo. … Read more


Riwayat Bengawan Solo

Posted: August 21st 2016

Siapa yang tidak mengenal Sang Maestro Gesang? Seorang pria berbadan kurus, berusia hingga 92 tahun dan bersuara emas ini memiliki nama asli Gesang Martohartono. Pria kelahiran 1 Oktober 1917 yang biasa disapa Gesang ini telah menorehkan segudang prestasi dalam bidang musik, khususnya di Genre Keroncong. Salah satu karya ciptaannya “Bengawan Solo” membawa namanya hingga dunia internasional. Telah diterjemahkannya sekitar 13 bahasa ini tidak membuat pria kelahiran Surakarta jadi sombong. “Terus terang, suara saya jelek. Apalagi saat rekaman itu saya sedang sakit batuk, sehingga terpaksa diulang-ulang hingga, ya, lebih lumayan”, ungkapnya dengan polos. Bengawan Solo adalah lagu yang tidak hanya melewati batas negara tetapi juga menjembatani pertukaran budaya antara Negara Indonesia dengan Jepang. Selain itu, dengan adanya lagu tersebut telah dikumpulkan dana dari himpunan persahabatan Jepang-Indonesia di berbagai tempat di Jepang dengan alasan bahwa “Bengawan Solo bersifat Abadi” bahkan sampai didirikan monument patung setengah badan Gesang di Taman Jeruk, Kota Solo. … Read more


Hello world!

Posted: August 19th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php