Angela Rika

Just Another Review (E-Commerce)

Posted: November 24th 2012

             Hai readers. . . Welcome back to my blog. Wah. . . Terima kasih buat readers yang rela meluangkan waktunya untuk mengujungi blogku yang sederhana ini #terharu :’) Ini adalah reviewku yang ke sembilan. Pada revieku hari ini,aku akan membahas mengenai Electronic Commerce/E-Commerce (EC). Bagi sebagian readers, hal ini mungkin sudah tidak asing lagi. Bahkan,beberapa readers sudah pernah melakukannya tanpa sadar. Nah, buat readers yang masih belum tahu, apa itu EC, silahkan membaca pembahasan di bawah yah. . . Buat readers yang mungkin udah tahu tentang EC, tetap dibaca juga ya, buat nambah pengetahuan. #maksa Hehe. . . 😉 Okay, nggak usah berpanjang kali lebar lagi, kita langsung saja ke pembahasan minggu ini. Happy reading all. . . 😀

               Electronic Commerce (EC) adalah proses dari jual beli, pertukaran produk, layanan dan informasi melalui jaringan komputer, terutama internet. Definisi ini diambil dari berbagai sudut pandang dan hal yang harus ada di dalam EC, yaitu komunikasi, proses bisnis, layanan, online, kolaborasi , komunitas. Sebelum internet berkembang, perdagangan masih dilakukan secara tradisional. Tipe-tipe perdagangan yang ada sekarang ini adalah : 1. Tradisional Commerce : semua dimensi terkait fisik. 2. Pure EC : semua dimensi terkait digital. 3. Partial EC : perpaduan antara dimensi digital dan fisik. EC sendiri dimulai pada awal tahun 1970 dan terbatas untuk perusaahan besar (internet masih terbatas pada saat itu). Pada saat itu, EC baru berupa Electronic Fund Transfer (EFT) dan Electronic Data Interchange (EDI), sedangkan sekarang EC sudah melingkupi bagian iklan, perbankan, jual beli alat elektronik, jual beli saham, pencarian pekerjaan, lelang, kolaborasi dengan mitra bisnis di seluruh dunia, serta menyediakan layanan konsumen.

Kerangka Kerja EC

                 EC terdiri dari beberapa jenis, yaitu : 1. Business-to-business EC (B2B) 2. Collaborative commerce (c-commerce) 3. Business-to-consumer EC (B2C) 4. Consumer-to-businesses (C2B), Consumer-to-consumer (C2C) 5. Intrabusiness (intraorganizational) commerce 6. Government-to-citizens (G2C) and others 7. Mobile commerce (m-commerce) dan aplikasinya didukung oleh infrastuktur dan 5 bidang pendukung : orang, peraturan (public policy), technical standard & protocol (hal-hal teknis), partner bisnis, dan layanan tambahan, seperti : garansi. Syarat agar EC dapat terjadi adalah ada infrastruktur (segala hal yang memungkinkan EC dapat berjalan, seperti hardware, software dan jaringan), mempunyai alat pembayaran elektronik (contohnya : electronic checks, electronic credit cards, electronic cash (e-cash), purchasing cards). Selain persyaratan tersebut, dalam EC juga harus mengutamakan masalah keamanan. Fungsi EC tidak hanya terbatas pada masalah transaksi melalui internet, tetapi dapat dijadikan sebagai jalan keluar dalam meningkatkan keunggulan kompetitif suatu perusahaan, seperti yang dilakukan oleh Raffles Hotel (Singapura) dan Qantas Airways (Australia).

                Okay readers, cukup sekian reviewku minggu ini. Semoga bisa selalu bermanfaat buat readers. 🙂 Jangan pernah bosan untuk kembali mengunjungi blogku yang sederhana ini. See you at next review. 😀


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php