Kebudayaan Yang Harus Dilestarikan Tembang Macapat

Kebudayaan Yang Harus Dilestarikan Tembang MacapatĀ  – Apa kalian kalian pernah mendengar kebudayaan khas Suku Jawa ini. Memang kebudayaan ini tidak sepopuler kebudayaan Jawa lainnya seperti wayang.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kebudayaan ini ada dan hidup di tanah jawa semenjak ratusan tahun yang lalu. Dan sampai sekarang masyarakat Suku Jawa masih melestarikan kebudayaan ini sebagai rasa cinta terhadap budaya yang dimiiki.

Kebudayaan ini adalah kebudayaan yang memang khusus ada di dunia music tradisional Jawa. Budaya ini berbentuk tembang yang menceritakan kisah hidup manusia dari mulai lahir ke dunia sampai meninggal dunia.

Tembang ini juga mendapat julukan sebagai tembang cilik atau yang dalam Bahasa Indonesianya disebut tembang kecil. Sama seperti tembang lainnya, tembang ini juga mempunyai ciri khas dalam guru wilangan, guru gatra dan guru lagunya.

Tembang macapat ini tidak hanya ditemukan versi Jawa saja, namun juga ada versi dari beberapa suku di Indonesia lainnya seperti Madura, Banjarmasin, Palembang, Bali dan Sunda, namun tentunya dengan nada dan lirik yang berbeda.

Secara etimologi, tembang ini mempunyai arti maca pat-pat dalam Bahasa Jawa sedangkan dalam Bahasa Indonesia disebut membaca empat-empat. Dan menurut Serat Mardalawangu, tembang ini berarti melakukan nada ke empat.

Dalam perkembangannya, sejarah tembang ini mempunyai sejarah yang cukup rumit dan juga berbelit. Diketahui bahwa pertama kali terciptanya tembang ini pada zaman Kerajaan Majapahit, namun untuk daerah Jawa Tengah adanya tembang ini semenjak zaman Walisongo.

Namun terlepas dari perbedaan para ahli sejarah tentang asal muasal adanya tembang ini, sebagai masyarakat Indonesia tentunya harus bangga karena mempunyai anekaragam kebudayaan yang bahkan bisa memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa ini.

Dalam perkembangannya, tembang ini tidak berubah sejak kehadirannya pada saat pertama kali. Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa tembang ini baru ada di wilayah Jawa Tengah pada masa akhir Kerajaan Majapahit atau pada masa awal Walisongo.

Tembang macapat di daerah Jawa Timur dan Bali sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Jadi bisa dibilang tembang ini termasuk kebudayaan hindu untuk daerah Jawa Timur dan Bali sedangkan Jawa Tengah kebudayaan ini dipergunakan untuk mensyiarkan Islam.

Oleh karena itu sebagai generasi muda, Anda harus melestarikan kebudayaan-kebudayaan seperti ini. Karena tidak mungkin para pendahulu atau orang tua yang akan melestarikan budaya ini terus-menerus.

Jika bukan Anda lantas siapa lagi ? Kebudayaan yang ada di Indonesia ini harus dilestarikan sebab ini merupakan identitas bangsa yang dikenal oleh dunia. Negara-negara dunia kagum terhadap keragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Disaat Negara-negara luar meributkan tentang masalah toleransi, Indonesia telah lebih dahulu menerapkan toleransi, karena Indonesia tidak hanya terdiri dari satu etnis atau suku bangsa, namun ada ratusan bahkan ribuan suku bangsa yang tinggal disini.

Mungkin sekian dari artikel tentang tembang macapat ini, semoga menginspirasi dan bermanfaat bagi Anda. Sekarang adalah saatnya untuk melestarikan budaya bangsa yang sangat kaya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *