Mari Berbagi Cerita!!!

Managing Data and Information

Posted: October 16th 2012

Susunan hirarki data dari yang terkecil adalah sebagai berikut: karakter → field → record → file → database. Field merupakan pengelompokan logis dari karakter-karakter yang menjadi sebuah kata, kalimat, atau angka. Record merupakan pengelompokan logis dari field-field yang saling berkaitan. File merupakan pengelompokan logis dari record-record yang saling berkaitan. Database merupakan pengelompokan logis dari file-file yang saling berkaitan. Dalam field ada istilah field size, field name, dan data type. Field size adalah jumlah maksimal karakter yang bisa ditampung dalam suatu field. Field name adalah nama dari suatu field sebagai identifikasi dari setiap field. Data type adalah jenis spesifik suatu data yang ditampung dalam sebuah field. Data type antara lain text, numeric, auto number, currency, date, memo, yes/no, hyperlink, dan object.

Ada dua macam penyimpanan record, yaitu traditional file environment dan database environment. Pada traditional file environment, data-data yang ada belum terintegrasi menjadi satu dalam sebuah database, sedangkan pada database environment sudah. Ada berbagai masalah yang muncul dalam penggunaan traditional file environment, yaitu data yang sama ditemukan di berbagai tempat (data redundancy), salinan berbagai data sudah tidak sama lagi (data inconsistency), data harus benar-benar akurat (data integrity), masalah security, data-data sulit diakses dan diintegrasikan (data isolation), dan aplikasi dikembangkan berdasarkan bagaimana data disimpan (data dependence). Pada penggunaan database environment, keunggulan yang ditawarkan adalah banyak program dan pengguna bisa berbagi data di database dengan mudah. Selain itu, data aman karena hanya pihak-pihak berwenang saja yang bisa mengakses data-data tertentu.

Dalam menempatkan data ke dalam database ada dua pilihan, yaitu centralized dan distributed. Centralized database memiliki ciri-ciri semua file berada pada satu lokasi fisik yang sama, menyediakan database administrator  dengan kemampuan mengelola keseluruhan database pada satu lokasi, konsistensi data ditingkatkan dan lebih aman, file hanya bisa di akses melalui centralized host computer, proses recovery lebih mudah, rentan terhadap single point of failure, dan speed problem terkait transmission delay. Distributed database berbentuk salinan lengkap dari suatu database atau sebagian dari database, berada pada lebih dari satu lokasi, dan dekat dengan pengguna. Distributed database terbagi menjadi dua macam, yaitu replicated dan partitioned. Replicated database memiliki salinan database di banyak lokasi, mengurangi masalah single point of failure, dan meningkatkan user access responsiveness. Pratitioned database merupakan potongan dari database di setiap lokasi dan setiap lokasi bertanggung jawab atas datanya masing-masing.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php