Anasthasia Cindya

Dugong – The Real “Putri Duyung”

Posted: August 28th 2016

DUGONG (Dugong dugon) atau duyung adalah mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau lembu laut yang berhabitat di sekitar padang lamun. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakili suku Dugongidae, karena pada awalnya suku Dugongidae terdiri dari dua spesies yaitu Dugong dugon dan Hydrodamalis gigas (sudah punah akibat perburuan liar).

Klasifikasi Ilmiah Dugong:

Kerajaan : Animalia 07_Eichenseher_Dugong

Filum       : Chordata

Kelas        : Mamalia

Ordo         : Sirenia

Famili      : Dugongidae

Genus       : Dugong

Spesies     : Dugong dugon Dugong-range

Lembu laut ini dapat ditemukan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik. Sedangkan di wilayah Indonesia, mayoritas dugong tinggal di kawasan timur dan disekitar perairan utara Australia. Dugong sangat bergantung pada padang lamun sebagai sumber makanan, sehingga penyebarannya terbatas pada kawasan pantai tempat ia dilahirkan.

Populasi Dugong Terancam

Secara alami dugong memiliki reproduksi yang lambat, membutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi dewasa dan 14 bulan untuk melahirkan satu individu baru. Selain itu, terdapat beberapa tindakan manusia yang mengancam kehidupan dugong yaitu :

  1. Perburuan Liar : pemanfaatan daging untuk makanan, taring sebagai pipa rokok, dan air mata dugong yang dipercaya memiliki nilai ekonomi yang tinggi
  2. Kerusakan Habitat Padang Lamun: kerusakan padang lamun banyak disebabkan oleh penangkapan ikan menggunakan bom
  3. Pencemaran lingkungan
  4. Pelayaran
  5. Pengalihan lahan

IUCN (International Union for Conservation of Nature) mengklasifikasikan dugong sebagai spesies yang terancam punah. Di Indonesia mamalia ini dilindungi oleh UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya. Usaha konservasi dugong sudah dilakukan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur dengan cara konservasi in situ dengan usaha pendekatan ekologi, soial dan budaya. Konservasi ini benar-benar meperlakukan dugong sebagai “Putri”, dimana habitat dan kebutuhan dugong telah disediakan dengan baik. Walaupun sudah ditetapkan sebagai biota yang dilindungi, namun populasi dugong masih terus mengalami penurunan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penanganan yang tepat agar kelestarian dugong tetap terjaga.

American Center in April

“Dugong Punah, Cintaku Punah”

https://www.youtube.com/watch?v=LBmcLhRokbQ

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Duyung

https://oktafdsains.files.wordpress.com/2015/09/2-pemanfaatan-bagian-tubuh-hewan-dan-akibat-serta-pelestariannya.pdf

http://www.ykrasi.org/PDF/Laporan%20Duyung%202003-2.pdf

https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/mengenal-dugong-mamalia-laut-yang-hampir-punah

http://www.greeners.co/berita/dugong-dan-habitatnya-butuh-upaya-konservasi-terpadu/

http://www.wwf.or.id/ruang_pers/berita_fakta/?37362/ancaman-kepunahan-mengintai-dugong

 


4 responses to “Dugong – The Real “Putri Duyung””

  1. agnesmaya says:

    Kasihan sekali kalau si putri duyung ini sampai punah, cintaku ikut punah juga jadinya. ayo kita bantu melestarikan dugong #SaveTheDugong!!

  2. anitadewi says:

    #SAVEDUGONG ??

  3. yashintas says:

    membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan individu baru, tetapi banyak yang mati karena ulah manusia (9/10) #savedugong

  4. […] DUGONG (Dugong dugon) atau duyung adalah mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau lembu laut yang berhabitat di sekitar padang lamun. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakili suku Dugongidae, karena pada awalnya suku Dugongidae terdiri dari dua spesies yaitu Dugong dugon dan Hydrodamalis gigas (sudah punah akibat perburuan liar). Untuk selanjutnya dapat dilihat disini […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php