Anasthasia Cindya

#Savedugong

Posted: December 1st 2016

DUGONG (Dugong dugon) atau duyung adalah mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau lembu laut yang berhabitat di sekitar padang lamun. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakili suku Dugongidae, karena pada awalnya suku Dugongidae terdiri dari dua spesies yaitu Dugong dugon dan Hydrodamalis gigas (sudah punah akibat perburuan liar). Untuk selanjutnya dapat dilihat disini IUCN (International Union for Conservation of Nature) mengklasifikasikan dugong sebagai spesies yang terancam punah dan terdaftar dalam CITES Appendix I yang berarti jenis satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Di Indonesia mamalia ini dilindungi oleh UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya. Usaha konservasi dugong sudah dilakukan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur dengan cara konservasi in situ dengan usaha pendekatan ekologi, soial dan budaya. Namun, pendekatan dengan masyarakat tentang hewan ini masih kurang sehingga masyarakat cenderung tidak peduli dengan hewan ini. Sayang sekali bukan, hewan selucu ini akan punah? Oleh sebab … Read more


Dugong – The Real “Putri Duyung”

Posted: August 28th 2016

DUGONG (Dugong dugon) atau duyung adalah mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau lembu laut yang berhabitat di sekitar padang lamun. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakili suku Dugongidae, karena pada awalnya suku Dugongidae terdiri dari dua spesies yaitu Dugong dugon dan Hydrodamalis gigas (sudah punah akibat perburuan liar). Klasifikasi Ilmiah Dugong: Kerajaan : Animalia  Filum       : Chordata Kelas        : Mamalia Ordo         : Sirenia Famili      : Dugongidae Genus       : Dugong Spesies     : Dugong dugon  Lembu laut ini dapat ditemukan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik. Sedangkan di wilayah Indonesia, mayoritas dugong tinggal di kawasan timur dan disekitar perairan utara Australia. Dugong sangat bergantung pada padang lamun sebagai sumber makanan, sehingga penyebarannya terbatas pada kawasan pantai tempat ia dilahirkan. Populasi Dugong Terancam Secara alami dugong memiliki reproduksi yang lambat, membutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi dewasa dan 14 … Read more


Hello world!

Posted: August 26th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php