Kumpulan Download Game PC FIFA

Kumpulan Download Game PC FIFA – Memainkan game sepak bola di PC bisa menjadi pilihan yang bagus. Melalui PC, Anda bisa melihat visual grafis yang menawan dari game sepak bola yang Anda mainkan. Dan melalui PC, Anda dapat memainkan game sepak bola dengan berbagai pengontrol. simak juga sicbo online

Pada saat ini telah banyak game sepak bola yang dimainkan secara khusus melalui PC. Dari sejumlah permainan, beberapa di antaranya akan direkomendasikan untuk Anda untuk Download Game PC FIFA. Mau tau gamenya apa?. Baca terus pembahasannya di bawah ini.

Download Game PC FIFA
Download Game PC FIFA

FIFA 19

Ini adalah game sepak bola berbasis PC yang relatif baru. Game besutan EA ini memiliki fitur-fitur khusus yang dapat membuat Anda merasakan sensasi bermain dari semua posisi, baik itu sebagai penyerang, bahkan sebagai penjaga gawang. Hal tersebut tentunya akan memanjakan mata Anda saat memainkan game yang satu ini.

Football Manager

Jika Anda terobsesi menjadi pelatih sepak bola, Anda dapat memainkan game ini di PC Anda. Ada 2.500 klub dari 50 negara yang bisa Anda latih salah satunya. Anda bahkan bisa bertemu dan melatih klub divisi tiga di Indonesia di game ini. perhatikan juga tentang vinyl lantai rumah sakit

Apa Saja Kumpulan Download Game PC FIFA?

PES 19

Game dari KONAMI ini memiliki sistem gameplay yang realistis. Sistemnya membuat Anda serasa bermain bola di dunia nyata. Anda dapat memainkan pertandingan sepak bola dalam berbagai format kompetisi, baik itu liga maupun piala.

PES 19 memiliki sejumlah klub dan berbagai liga. Tidak hanya dari liga top Eropa, tetapi juga sejumlah liga dari benua lain, seperti Superliga Quilmes Clasica (Argentina / Amerika Selatan), dan Campeonato Nacional Scotiabank (Chile / Amerika Selatan).

Winning Eleven

Layaknya Football Manager, permainan bola ini juga cocok untuk kamu yang ingin menjadi pelatih bola. Tidak hanya cocok dimainkan di PC, game ini juga bisa dimainkan di konsol dan HP. Ada beberapa perbedaan mendasar antara game ini dan Football Manager.

Salah satunya adalah aspek latihan para pemain. Dalam permainan ini, aspek pelatihan lebih ditekankan daripada taktik atau formasi. Semakin baik Anda melatih para pemain, semakin besar peluang Anda untuk memenangkan setiap pertandingan di game ini.

Apa Saja Daftar Kumpulan Download Game PC FIFA?

Friendly Football

Game ini menawarkan visual yang cukup berbeda. Dalam game bola ini kamu akan disuguhkan visual retro ala game tahun 90an. Anda akan merasa bernostalgia saat memainkan game sepak bola ini. Selain dibekali visual yang khas, game ini juga memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah kebebasan pemain untuk mengedit klub atau tim nasional yang tersedia di game ini. Bahkan, para pemain juga bebas membuat tim sepak bola sendiri.

Sepak Bola Super Arcade

Layaknya Sociable Soccer, game sepak bola ini juga memiliki visual yang cenderung retro. Adanya elemen tersebut membuat setiap tendangan yang Anda hasilkan memiliki efek slow motion yang mudah di lihat. Keunggulan lain yang terdapat pada game ini adalah dapat dimainkan singleplayer atau multiple player (maksimal empat orang). simak juga tentang daftar sicbo online

Anda dapat mengunduh game ini langsung dari situs resminya. Pastikan Anda memiliki cukup uang jika ingin mengunduh game ini. Untuk mendownload game ini kakakmu harus merogoh kocek sebesar Rp 70 ribu. Sekian ulasan tentang Download Game PC FIFA, semoga bermanfaat.

Keuntungan Mengikuti Bimbel STAN agar Lolos Tes

Keuntungan Mengikuti Bimbel STAN agar Lolos Tes – Salah satu jenis perguruan tinggi yang cukup terkenal adalah STAN.  Sekolah tinggi ini banyak dipilih karena memberikan keuntungan kepada pelajarnya untuk langsung bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Namun dengan banyaknya peminat yang mendaftar setiap tahun, tentu bukan hal yang mudah untuk masuk dan terdaftar sebagai pelajar di kampus tersebut.

Untuk masuk dan terdaftar sebagai siswa di STAN, semua calon pendaftar harus terlebih dahulu mngikuti serangkaian tes. Tes tersebut merupakan tes tulis yang soalnya berbeda dengan soal yang digunakan untuk Ujian Nasional sekolah. Karena itulah, banyak siswa dan siswi SMA sederajat yang mengikuti bimbingan bekajar tambahan, dengan tujuan agar dapat lolos seleksi masuk STAN.

bimbel stan
bimbel stan

Dengan mengikuti bimbel STAN akan ada  banyak keuntungan positif yang akan Anda dapatkan. Apalagi jika sebelumnya Anda memiliki masalah dalam pemahaman soal dan berbagai materi sekolah, tidak hanya dapat menguasai materi dengan baik, pemahaman Anda mengenai materi sekolah  juga akan bertambah. Sebab materi yang diujikan di tes seleksi STAN memiliki tingkatan yang lebih kompleks.

Apabila Anda masih kebingungan untuk memilih tempat bimbingan belajar yang tepat untuk belajar materi soal STAN, Anda bisa mendaftarkan diri. Lembaga bimbel ini telah memiliki pengalaman yang panjang dan telah meluluskan banyak peserta lolos seleksi STAN. Berikut merupakan keuntungan yang akan Anda dapatkan jika terdaftar sebagai siswa Bimbel di Newtonsix.

Berpengalaman di Bidangnya

Newtonsix  telah memiliki pengalaman untuk membimbing siswa dan siswi SMA/MA//SMK untuk lulus tes seleksi STAN selama lima belas tahun. Dengan lamanya pengalaman tersebut, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kualitas dan hasil yang akan diperoleh nantinya. Para pembimbing yang mengajar di bimbel stan Newtonsix juga telah memiliki pengalaman yang mumpuni dalam pengerjaan soal STAN.

Seperti yang diketahui, di tes seleksi STAN terdapat tiga jenis soal yang harus dikerjakan oleh peserta, yakni TPA, SKD, dan TBI.

Di bimbel STAN Newtonsix, semua peserta akan mendapatkan contoh dari soal-soal tersebut sehingga proses pengerjaan ketika tes seleksi menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Fasilitas Konseling dan BImbingan

Untuk siswa yang memiliki masalah terhadap  materi pembelajaran, tersedia layanan konseling yang dapat dimanfaatkan. Dengan layanan dan fasilitas konseling tersebut, siswa yang masih kesulitan dalam memahami materi pemblajaran  akan dibantu hingga mampu menyelesaikan soal secara mandiri dan cepat.

Bimbingan bimbel STAN yang di dapatkan tidak hanya bimbingan akademi, namun bimbingan mental hingga sehari sebelum tes seleksi dilaksanakan. Semangat siswa untuk belajar akan dijaga sebaik mungkin. Sehingga tidak turun sampai ujian dan tes seleksi dilangsungkan. Dengan memberikan pengawasan secara terus menerus, konsistensi belajar akan tetap terjaga dengan baik.

Keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan sebagai peserta Newtonsix adalah sesi hypntoteraphy yang dilakukan rutin setiap tahunnya. Sesi tersebut akan memberikan dampak yang positif pada mindset dan kepercayaan diri siswa. Sehingga lebih siap dalam menghadapi tes seleksi yang hendak dilakukan dalam waktu dekat. Peserta bimbel juga dapat mengetahui bagaimana kehidupan dan pembelajaran di STAN dari kakak alumni.

Mengetahui berbagai  keuntungan tersebut, tentu Anda tidak perlu ragu lagi untuk mendaftar di bimbel STAN. Terdapat berbagai paket menarik yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan belajar dan biaya yang dimiliki, sehingga ia merupakan pilihan yang tepat untuk mereka yang ingin lolos STAN.

Keuntungan Penggunaan Rental Mobil Bandung Bagi Perusahaan yang Sedang Membutuhkan

Keuntungan Penggunaan Rental Mobil Bandung Bagi Perusahaan yang Sedang Membutuhkan. Penggunaan rental mobil bagi sebuah perusahaan ini sangatlah di butuhkan. Sebab perusahaan ini menggunakannya untuk semua kegiatan operasional. Selain membutuhkan sumber daya manusianya sebuah perusahaan juga membutuhkan transportasi untuk bisa melakukan kegiatannya. Tak heran jika perusahaan ini sering mengeluarkan banyak modal untuk bisa melakukan semua kegiatannya.

Penggunaan mobil ini sungguh sangat di butuhkan sebab kita sendiri tahu bahwa orang – orang yang bekerja di kantor ini banyak. Sehingga tidak membutuhkan jika berpergian memakai sepeda motor untuk berjalannya. Apalagi jika melakukan pemeriksaan atau melakukan kunjungan dinasnya. Pasti akan membawa berkas – berkas yang banyak. Sehingga tidak memungkinkan untuk membawa sepeda motor bukan. Nah maka dari itu pengguanaan rental mobil inilah akan sangat berguna besar untuk sebuah perusahaan maupun kantor yang sedagn melakukan kegiatan.

Untuk perusahaan yang sedang membutuhkan penyewaan rental mobil ini bisa menyewanya di Bandung. Karena rental mobil Bandung ini akan memberikan fasilitas seperti bisa memberikan booking mudah. Tak hanya itu rental ini akan melayani chat anda selama 7 kali 24 jam ya. Dimana anda juga akan bisa mengatur jadwal dengan sesuka hati kapan untuk berpergiannya. Sebuah perusahaan akan memberikan pilihan mobil unutk anda. Dimana di sini sudah tersedia seperti mobil APV, mobil Xenia, mobil Avanza, mobil Toyota Innova dan banyak lagi lainnya.

rental mobil Bandung
rental mobil Bandung

Beberapa Keuntungan dari Penggunaan Rental Mobil bandung Bagi Sebuah Perusahaan

Rental Mobil Bandung Tidak Mengeluarkan Dana Besar

Untuk keuntungan yang pertama adalah sebuah perusahaan tidak akan banyak mengeluarkan dana yang besar. Apabila di bandingkan dengan membeli mobil baru maka menyewa akan lebih memudahkan untuk biayanya. Sebab jika membeli 1 mobil ini harganya sama dengan menyewa beberapa mobil nantinya. Sehingga perusahaan bisa melakukan penyewaan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Tiak Memerlukan Biaya Besar Perawatan

Jika memiliki mobil kantor sendiri ini haruslah memerlukan perawatan rutin setiap bulannya. Sehingga akan membuat pemborosanuntuk bisaya mobil itu sendiri. Nah dengan menyewa di sebuah tempat yang baik, karena di sana sudah termasuk semuanya. Di rental mobil Bandung ini juga akan memberikan pelayanan jasa terbaik untuk anda. Dimana anda tidak perlu memerlukan biaya untuk perawatannya ya.

Kendaraan Akan Terjamin Oleh Asuransi

Untuk keuntungan selanjutnya adalah sudah terjamin keadaanya sebab adanya asuransi. Apalgi jika anda menyewa di rental mobil Bandung nih. Dimana mereka sudah mengasuransikan kendaraannya agar bisa di pakai lebih lama dan efesien. Sehingga jika ada kerusakan atau sedang mengalami kecelakaan tidak akan memakn biaya banyak sebab sudah ada asuransinya.

Tak Perlu Menyervis Mesin

Untuk keuntungan selajutnya jika menggunakan jasa dari rental mobil Bandung ini adalah tidak memerlukan servis mesin. Sebab kita tahu sendiri bahwa merawat serta menyervis mesin ini sendiri akan merepotkan seseorang apalagi kantor. Kita kan tahu sendiri bahwa kegiatan di kantor ini sanagatlah banyak untuk melakukan aktivitas. Dengan menyewa di rental anda tidak memerlukan yang namanya servis mesin. Sebab rental ini akan membuat kendaraan se aman mungkin ya.

Itulah beberapa keuntungan jika telah menggunakan jasa di rental mobil Bandung. Sehingga perusahaan maupun kantor anda dapat dengan mudah mengoperasikan semua kegiatannya. Dan akan memudahkan sebuah perusahaan saat melakukan kunjungan maupun liburan.

Yuk Ketahui Beberapa Kelebihan Menggunakan Vinyl Lantai Rumah Sakit

Yuk Ketahui Beberapa Kelebihan Menggunakan Vinyl Lantai Rumah Sakit! Sebuah penyedia layanan kesehatan pada dasarnya perlu untuk memahami beberapa aspek penting. Selain pemberian layanan kesehatan yang memadai kepada masyarakat tentunya kebersihan menjadi point yang utama. Adanya kebersihan yang terus terjaga dengan baik akan mencerminkan kualitas dari sebuah layanan kesehatan. Setiap masyarakat yang datang ke tempat pelayanan kesehatan tidak hanya untuk memeriksakan kesehatan saja, bahkan ada yang perlu dilakukan tindakan. Untuk mendapatkan kebersihan yang terus terjaga tentunya vinyl lantai rumah sakit dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa di setiap pusat layanan kesehatan baik itu puskesmas, klinik, ataupun rumah sakit perlu menjaga kebersihannya. Adanya kebersihan yang terus terjaga dengan baik akan membantu memberikan kenyamanan bagi para pasien. Ini tentunya menjadi sebuah point penting yang perlu untuk di perhatikan oleh setiap penyedia layanan kesehatan. Kenyamanan dan juga kebersihan tentu akan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan pasien. Untuk itu penting bagi setiap penyedia layanan kesehatan untuk memperhatikan kebersihan yang ada didalamnya.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa pada dasarnya penggunaan vinyl lantai rumah sakit sendiri akan membantu memberikan kenyamanan bagi pasien. Ini karena vinyl sendiri memiliki fungsi yang sangat kompleks dalam menjaga dan merawat kebersihan lingkungan rumah sakit. Vinyl tentu memiliki beberapa kelebihan tersendiri dalam penggunannya di rumah sakit. Tentu didalam kesempatan ini akan dibahas secara lebih lengkap mengenai beberapa kelebihan dari penggunaan vinyl itu sendiri. Selanjutnya mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai beberapa kelebihan yang diberikan oleh vinyl dalam penggunaannya di rumah sakit.

vinyl lantai rumah sakit
vinyl lantai rumah sakit

Berikut Beberapa Kelebihan Menggunakan Vinyl Lantai Rumah Sakit

lantai jauh lebih bersih dan bebas kuman

Salah satu kelebihan yang bisa didapatkan dari penggunaan vinyl pada lantai rumah sakit sendiri adalah pada aspek kebersihan. Kebersihan tentu menjadi sebuah point penting yang perlu untuk terus dijaga dengan baik oleh para penyedia layanan kesehatan. Dengan menggunakan vinyl sendiri maka permukaan lantai rumah sakit akan tampak lebih bersih dibandingkan tidak menggunakannya. Vinyl juga dapat berfungsi sebagai anti bakteri, kuman, dan bahan kimia yang dapat mengganggu kualitas kebersihan lingkungan rumah sakit. Sehingga ini akan secara efektif dapat mendukung pemenuhan kebersihan di lingkungan rumah sakit tentunya.

perawatan lebih mudah dilakukan

Kelebihan lainnya yang bisa dirasakan dari penggunaan vinyl lantai rumah sakit adalah pada aspek perawatan. Tentunya merawat kebersihan lingkungan rumah sakit bukanlah hal yang mudah dilakukan karena pasalnya ada banyak orang yang lalu lalang datang. Dengan menggunakan vinyl sendiri maka permukaan lantai akan dilapisi olehnya dan perawatannya lebih mudah. Petugas tidak perlu selalu membersihkan lantai rumah sakit karena sudah dilapisi oleh bahan vinyl tersebut tentunya. Dengan begitu maka penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk menggunakan vinyl dalam perawatan kebersihan yang ingin dilakukannya.

Tentunya masih ada beberapa kelebihan lainnya yang bisa didapatkan dari penggunaan vinyl lantai rumah sakit. Dengan berbagai kelebihan tersebut maka sudah dapat dipastikan bahwa pada dasarnya penting bagi sebuah rumah sakit untuk menggunakan vinyl pada lantai. Sehingga kemudian kebersihan dan kenyamanan pasien akan bisa terus dijaga dan ditingkatkan secara optimal tentunya. Itu saja yang dapat diuraikan dan semoga bisa memberikan manfaat.

Fujifilm X-T4

Fujifilm X-T4

Fujifilm X-T4 - Kamera
  • PRO
    • Bodi kelas profesional, terlindung dari debu dan percikan
    • EVF luar biasa
    • Mengartikulasikan LCD
    • Rana mekanis 15fps
    • Baterai yang ditingkatkan
    • Tampilan film dalam kamera yang sangat baik dan pemrosesan mentah
    • Sensor gambar yang distabilkan
    • 4K pada 60fps
  • KONTRA
    • Beberapa mungkin tidak menyukai layar lipat
    • Menghilangkan jack headphone standar (meskipun dongle disertakan)
    • Area fokus pelacakan terkecil tidak terlalu kecil
  • INTINYAFokus otomatis kelas olahraga Fujifilm X-T4, sensor APS-C 26MP, pemrosesan gambar yang luar biasa, video 4K, dan sensor gambar yang distabilkan. Di luar model full-frame, Anda tidak akan menemukan kamera yang lebih baik.

Fujifilm X-T4 ($ 1.699,95, body only) mendapatkan banyak perhatian dari penggemar dan fotografer pro, dan dengan alasan yang bagus: Ini adalah kamera XT pertama yang memiliki fitur stabilisasi gambar dalam tubuh (IBIS). Selain fitur utama itu, ia menawarkan masa pakai baterai yang lebih baik, fokus otomatis, kinerja pemotretan beruntun, dan penanganan dibandingkan X-T3 generasi sebelumnya  . Ini adalah produk terkemuka di kelasnya, dan kamera sensor bingkai penuh lebih kecil dari yang terbaik yang bisa Anda dapatkan. Selain mendapatkan penghargaan Pilihan Editor kami, penghargaan ini juga layak mendapatkan peringkat bintang lima penuh.

Catatan Editor: Beberapa gambar dan video dalam cerita ini diambil dengan kamera praproduksi.

X-T3 yang Lebih Besar

X-T4 memiliki baterai yang lebih besar daripada X-T3 dan menambahkan stabilisasi pada sensor gambar, jadi dapat dimaklumi bahwa ini sedikit lebih besar, tetapi tidak banyak. X-T4 sedikit lebih tinggi dan cengkeramannya sedikit lebih dalam, tetapi bingkai 3,7 kali 5,3 kali 2,5 inci (HWD) masih lebih kompak daripada yang Anda dapatkan dengan SLR yang dilengkapi serupa, seperti  Nikon D500  ( 4,5 kali 5,8 kali 3,2 inci, 1,9 pon).Fujifilm X-T4

Kameranya juga sedikit lebih berat daripada X-T3 seberat 1,2 pon, dengan berat 1,3 pon saat dimuat dengan baterai dan kartu memori. Bodinya sendiri adalah magnesium alloy, dengan balutan kulit imitasi dan penyegelan ekstensif untuk melindungi dari debu dan cipratan. Banyak, tapi tidak semua, lensa Fujifilm memiliki perlindungan serupa.

Saya belum memiliki kesempatan untuk menggunakan X-T4 dalam curah hujan tinggi, tetapi sama sekali tidak ragu-ragu untuk meletakkan kamera di bawah keran dapur untuk mengujinya. Itu berlalu dengan warna-warna terbang, terus mengeluarkan tembakan dalam simulasi badai hujan. Lensa tertutup merupakan persyaratan jika Anda ingin memanfaatkan perlindungan cuaca.Fujifilm X-T4

X-T4 dijual dalam warna serba hitam, yang kami terima untuk evaluasi, serta bodi perak dengan kulit imitasi hitam. Ada dua opsi kit, satu dengan  XF 18-55mm  seharga $ 2.099, dan yang lainnya dengan XF 16-80mm yang dilindungi cuaca seharga $ 2.199. Saya telah menggunakan kamera dengan XF 16-80mm dan merasa pasangan ini menyenangkan — saya sangat merekomendasikannya jika Anda berbelanja untuk zoom standar dengan kamera.

Lampu kilat dalam tubuh dihilangkan, yang tidak mengherankan. Seri XT tidak pernah memilikinya, dan fiturnya telah menghilang dari kamera yang ditargetkan untuk para penggemar dan profesional. Jika Anda menginginkan kenyamanan flash kecil, Fujifilm menjual EF-X8 bertenaga kamera   hanya dengan $ 39, dan tersedia strobo yang lebih bertenaga dengan harga lebih mahal, meskipun mereka memerlukan baterai sendiri.

Hibrida Sejati untuk Foto dan Video

Penambahan IBIS dan layar lipat membuat X-T4 menjadi pilihan yang lebih menarik untuk penggunaan video genggam daripada X-T3, yang menghilangkan keduanya. Sebelumnya, peran itu diisi oleh  X-H1 , model 2018 yang sudah tidak diproduksi lagi. Fujifilm mengonfirmasi bahwa X-H2 sedang dalam pengembangan dalam sebuah wawancara dengan Barney Britton dari DPReview, tetapi siapa pun dapat menebak kapan X-H2 akan tiba.Contoh gambarXF 100-400mm, 158.8mm, f / 4.8, 1/125-detik, ISO 2000

X-T4 tidak memiliki pegangan X-H1 yang sangat dalam atau tampilan informasi teratas, tetapi ini mendorong konsep kamera video diam hybrid lebih jauh. Sensornya adalah generasi yang lebih baru, sehingga dapat mendorong 60 bingkai per detik pada 4K dan hingga 240 bingkai pada 1080p, dan dengan bijak memungkinkan Anda menyetel pengaturan berbeda untuk setiap media, beralih di antara keduanya dengan satu sakelar sakelar.

Layar lipat menambahkan beberapa daya tarik sebagai kamera vlogging. Cukup mudah untuk mengarahkan lensa ke arah Anda, mengaktifkan fokus Deteksi Wajah, dan merekam video berjalan-dan-bicara. Saya menggunakan mikrofon dalam kamera untuk menguji fitur ini dengan cepat, tetapi para influencer pasti ingin menambahkan mikrofon eksternal untuk kualitas audio yang lebih baik.https://www.youtube.com/embed/JWiJaiXcFgA

IBIS menjaga rekaman tetap stabil, dan ada efek stabilisasi digital tambahan yang tersedia untuk meningkatkan berbagai hal lebih jauh. Itu datang dengan mengorbankan beberapa cakupan, memperkenalkan panen 1,1x. Karena itu, Anda mungkin ingin menggunakan lensa lebar, seperti  XF 10-24mm F4 , jika Anda ingin walk-and-talk Anda menunjukkan lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda.

Kontrol Tangan

Fotografer yang berinvestasi di Fujifilm terbiasa dengan pendekatan dial-forward yang dilakukan perusahaan ke permukaan kontrolnya. X-T4 tidak menyimpang, dengan dial di atas untuk mengatur ISO, penggerak kontinu, kecepatan rana, dan EV. Tombol rana dan ISO dapat dikunci, masing-masing dengan tombol yang aktif atau tidak aktif dengan sekali klik.Contoh gambarXF 16-80mm, 20.2mm, f / 4, 1/125-detik, ISO 400

Ada banyak tombol lain juga, dan sebagian besar dapat disesuaikan — satu-satunya pengecualian adalah Tampilan / Kembali, Hapus, Menu / OK, dan Putar. Satu tombol yang dapat disesuaikan ada di depan dan yang kedua di pelat atas. Di bagian belakang, setiap tombol d-pad dapat memiliki fungsinya sendiri-sendiri, dan Anda dapat mengubah fungsi tombol AF ON, Q, dan AEL. Jika Anda membutuhkan lebih banyak, layar sentuh mendukung fungsi khusus untuk gesekan ke segala arah mata angin.

Tidak ada tombol Rekam untuk video. Sebaliknya, kamera memiliki mode Film khusus, dapat diakses melalui sakelar Foto / Film, bersarang di bawah tombol rana. Pelepas rana digunakan untuk memulai dan menghentikan perekaman dalam mode Film, dan mengambil foto dalam mode Diam. Rilis memiliki utas, sehingga Anda dapat menambahkan tombol pelepas lunak atau memicunya dengan kabel. Ini fitur jadul, tapi bagus.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 4, 1/20-detik, ISO 800

Fungsi tombol default berguna — Anda siap mengakses keseimbangan putih, mode simulasi film, pengaturan deteksi wajah, dan item berguna lainnya. Saya melakukan sedikit penyesuaian, menambahkan tombol pintas untuk beralih antara perekaman video 4K dan gerak lambat, dan memindahkan beberapa hal di menu Q di layar.

Anda dapat melihat layar Q sebagai perpanjangan dari kontrol fisik. Itu dapat menampung hingga 16 fungsi (meskipun Anda dapat menampilkan lebih sedikit jika Anda mau), dengan fungsi split untuk mode Foto dan Film.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 4, 1/100-detik, ISO 12800

Saya mengisi milik saya dengan opsi untuk memanfaatkan sepenuhnya rangkaian tampilan film kamera yang luar biasa. Sebagian besar diberi nama setelah emulsi analog terkenal, termasuk Velvia yang kuat, Astia yang lembut, dan tampilan Provia standar. Saya sangat bergantung pada Classic Negative, yang baru di seri XT, tetapi terlihat awal tahun ini di  X-Pro3  dan  X100V .

Ada satu opsi yang sama sekali baru dengan X-T4, sinematik Eterna dengan efek Bleach Bypass. Ini menonjolkan kontras dan mematikan warna. Ini bukan opsi sehari-hari seperti Chrome Klasik atau Negatif Klasik.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 4, 1/50-detik, ISO 160 (Eterna Bleach Bypass)

Jika Anda bekerja dalam format Raw, Anda dapat membuat ulang bidikan apa pun dengan tampilan film apa pun yang Anda inginkan. Namun, pemrosesan tidak terbatas hanya itu — Anda dapat menyesuaikan pengurangan noise, white balance, menambahkan nada warna ke gambar hitam-putih, menerapkan efek bintik, dan banyak lagi … ini bukan Lightroom di kamera Anda, tetapi ini memungkinkan Anda memanfaatkan sepenuhnya pemrosesan Fujifilm yang luar biasa saat Anda tidak berada di dekat komputer. Adobe telah memasukkan beberapa profil warna yang cocok dengan kamera di perangkat lunak desktopnya, meskipun itu tidak persis sama dengan apa yang diberikan oleh alat dalam kamera.

Tampilan Vari-Angle

X-T4 menjatuhkan layar engsel ganda X-T3, yang miring ke atas dan ke bawah dan berayun menghadap ke kanan, tetapi tidak mengarah ke depan. Itu hilang dengan desain vari-angle standar, dengan engsel di sisi kiri. Karenanya, Anda harus mengayunkan layar ke samping untuk membingkai bidikan dari sudut rendah atau tinggi. Ini dapat membuat beberapa kesulitan mendapatkan garis dengan sempurna dan paralel, tetapi kotak pembingkaian di layar tersedia untuk membantu Anda.Fujifilm X-T4

Layarnya berkualitas bagus. Ini mengemas 1,6 juta titik ke dalam bingkai 3 inci. Ini menawarkan input sentuh, kecerahan yang dapat disesuaikan, dan sudut pandang yang sangat baik. Ini bergabung dengan jendela bidik elektronik tingkat mata, di antara yang terbaik yang akan Anda temukan di kamera mana pun.

EVF menyegarkan dengan cepat, dan menggunakan OLED sehingga tidak ada warna yang merobek selama panci, dan kontrasnya kuat. Ini memiliki banyak resolusi, 3,69 juta titik, peringkat perbesaran 0,75x besar, dan roda pengunci untuk mengatur diopter agar sesuai dengan penglihatan Anda.Contoh gambarXF 16-80mm, 37.6mm, f / 5.6, ISO 320

Kualitas jendela bidik dapat diturunkan untuk memaksimalkan masa pakai baterai dalam mode Hemat, dan tampilan sedikit lebih kabur daripada di pengaturan daya Normal default. Kamera juga menawarkan mode Boost yang mengurangi masa pakai baterai, tetapi memberi Anda opsi untuk meningkatkan resolusi jendela bidik (untuk fokus halus dan kerja makro) atau kecepatan refresh (untuk fotografi aksi). Mode Boost ketiga, untuk fotografi dalam cahaya redup, mengurangi kontras tampilan sehingga Anda dapat melihat detail dalam bayangan dengan lebih baik.

Daya dan Konektivitas

Autofokus kecepatan tinggi dan video 4K membutuhkan biaya — kebutuhan akan daya. Fujifilm telah bertahan dengan baterai dasar yang sama untuk kamera X kelas atas untuk apa yang tampak seperti selamanya, tetapi membuat perubahan yang disambut baik di sini. Ponsel baru ini mampu menghasilkan 600 tembakan per pengisian, peningkatan 50 persen dibandingkan X-T3.Fujifilm X-T4

Anda dapat mengisi ulang setiap saat melalui USB-C, begitulah cara Anda mengisi daya kamera jika Anda tidak membeli aksesori. Untungnya, Fujifilm menawarkan pengisi daya baterai ganda yang sangat praktis sebagai tambahan dengan harga sekitar $ 70. Baterai NP-W235 tambahan juga $ 70, jadi pertimbangkan itu saat menganggarkan.

Pegangan menembak vertikal juga dijual, seharga $ 330. Ini memegang dua baterai, melengkapi satu di kamera, hingga hampir tiga kali lipat waktu pengambilan gambar di antara pengisian daya. Ini juga menambahkan kontrol pemotretan vertikal, meningkatkan daya tarik bagi fotografer yang lebih memilih kamera yang lebih besar, tidak hanya mereka yang ingin bekerja lebih lama tanpa mengganti baterai. Pegangannya juga menawarkan jack headphone 3.5mm, tidak ada di kamera itu sendiri.Contoh gambarXF 100-400mm, 176.7mm, f / 4.8, 1/125-detik, ISO 5000

Slot kartu memori ganda mendukung media UHS-II SDXC tercepat. Selain USB-C, terdapat micro HDMI, remote 2.5mm, dan port microphone 3.5mm di sisi kiri. Jika Anda masih menggunakan kabel sinkronisasi untuk flash, senang mengetahui port PC Sync juga masih ada di bagian depan. Jika Anda ingin menggunakan headphone untuk memantau audio tanpa menambahkan pegangan, Anda dapat melakukannya dengan pasangan USB-C atau dongle yang disertakan untuk earphone 3.5mm.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 22, 1/125-detik, ISO 1250

Bluetooth disertakan, tetapi tidak untuk audio nirkabel. Alih-alih digunakan untuk memasangkan dengan ponsel cerdas Anda, bekerja bersama dengan Wi-Fi untuk mentransfer foto ke ponsel Anda, atau menggunakannya sebagai remote control, lengkap dengan umpan langsung dari lensa. Saya memasangkan kamera dengan iPhone saya dalam hitungan detik. Jika Anda mau, aplikasi ponsel juga dapat mengatur jam X-T4, dan dapat menambahkan data lokasi ke gambar berdasarkan GPS ponsel Anda.

Fokus Otomatis dan Pelacakan Unggul

Fujifilm dan Sony saling berselisih pendapat tentang siapa yang memiliki sistem fokus otomatis terbaik. Setelah menggunakan beberapa kamera dari keduanya, kami pikir ini adalah masalah yang mematikan. X-T4 menggunakan sistem fokus dasar yang sama dengan X-T3, dengan beberapa penyesuaian yang dijanjikan Fujifilm akan meningkatkan kinerja.Contoh gambarXF 16-80mm, 80mm, f / 4, 1/50-detik, ISO 12800

Fokus tidak mengecewakan saya di lapangan. Kamera terkunci secara konsisten, mengidentifikasi dan melacak subjek yang bergerak, serta menawarkan deteksi wajah dan mata. Ini hanya untuk orang-orang saja — Fujifilm belum menambahkan dukungan untuk deteksi mata hewan peliharaan, satu area di mana Sony memiliki keunggulan.

Ada tiga mode fokus dasar. Anda mendapatkan tempat yang fleksibel dengan tujuh tingkat penyesuaian ukuran. Ini dipindahkan tentang layar menggunakan joystick delapan arah belakang, atau dengan mengetuk layar belakang. Titik fokus meluas hampir ke tepi sensor, salah satu keuntungan besar yang dinikmati kamera mirrorless dibandingkan SLR.Contoh gambarXF 16-80mm, 18.4mm, f / 5.6, 1 / 1.250-detik, ISO 320

Jika Anda menyukai ide tempat yang fleksibel, tetapi ingin target yang lebih besar untuk bergerak, ada opsi zona dengan tiga tingkat penyesuaian ukuran. Kamera memilih titik fokus yang menurutnya paling baik dari area di dalam zona aktif.

Dan ada area yang luas. Dalam AF-S, kamera mengandalkan perangkatnya sendiri untuk memilih target fokus, tetapi biasanya akan memprioritaskan objek yang lebih dekat ke lensa. Anda dapat mengaktifkan deteksi wajah di sini, dengan atau tanpa deteksi mata, dan kamera akan melompat ke subjek manusia. Deteksi mata adalah hal yang penting bagi fotografer potret wajah, terutama mereka yang bekerja dengan lensa dengan kedalaman bidang yang sangat dangkal, seperti  XF 56mm F1.2  dan  XF 90mm F2 .Contoh gambarXF 100-400mm, 400mm, f / 5.6, 1/125-detik, ISO 3200

Namun, setelah target diperoleh, sistem fokus sangat baik dalam mempertahankannya, bahkan saat subjek lain yang serupa sedang terlihat. Ini adalah mode fokus yang ingin Anda gunakan saat menggunakan X-T4 untuk memotret olahraga. Fotografer potret juga akan menikmati kebebasan bekerja dengan model, karena deteksi mata yang digabungkan dengan fokus berkelanjutan memberikan kebebasan bergerak bagi fotografer dan subjek.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 4, 1/125-detik, ISO 6400

Anda dapat memilih salah satu mode fokus ini melalui menu Q. Meskipun saya lebih suka tetap menggunakan satu — biasanya pelacakan mengingat efektivitasnya — Fujifilm menawarkan pengaturan, Semua, yang menggabungkan, yah, semuanya. Di sini Anda akan mengklik joystick belakang (ini juga merupakan tombol) dan menelusuri berbagai area yang diminati, dari terkecil hingga terbesar, menggunakan tombol putar belakang.

Jika saya memiliki keluhan tentang bagaimana sistem fokus otomatis X-T4 menangani, para insinyur terjebak dengan sakelar fisik untuk mengubah antara mode fokus AF-S, AF-C, dan Manual. Ada di pojok depan kamera dan merupakan salah satu hal yang selalu berada di posisi yang salah saat saya mengeluarkan X-T4 dari tas.Contoh gambarXF 16-80mm, 147.9mm, f / 4.7, 1/125-detik, ISO 4000

Selain berdalih itu, kemampuan fokus X-T4 termasuk yang terbaik yang akan Anda temukan, mengunci target dengan andal dan cepat. Kamera menawarkan pengambilan Raw resolusi penuh 20fps menggunakan rana elektronik, dan hingga 30fps dalam mode terpotong dengan resolusi 16MP, cocok dengan tingkat burst X-T3.

Rana mekanis telah ditingkatkan. Shutter X-T4 lebih senyap dan dapat melepaskan bidikan hingga 15fps, bahkan saat melacak target yang bergerak. Ini sedikit lebih cepat daripada X-T3 (11fps), dan berguna untuk memotret aksi yang diterangi oleh signage digital dan sumber cahaya buatan yang berkedip-kedip — keduanya dapat memperkenalkan efek pita cahaya dengan rana elektronik.Contoh gambarXF 100-400mm, 189.7mm, f / 5, 1/50-detik, ISO 12800

Buffer juga cukup bagus, bahkan saat menggunakan rana mekanis 15fps. Kamera mengelola sekitar 35 file Raw yang tidak terkompresi, 42 Raw terkompresi lossless, atau 200 JPGs sekaligus sebelum melambat. Saat dipasangkan dengan kartu memori Sony Tough 300MBps, buffer hilang dalam waktu kurang dari sepuluh detik.

Pencitraan Terkemuka di Kelasnya

Kualitas gambar X-T4 adalah kuantitas yang diketahui. Sensor gambar 26,2MP BSI X-Trans-nya sama dengan yang digunakan oleh X-T3 dan X-Pro3. Faktor pembeda yang sebenarnya adalah sistem IBIS. Ini memungkinkan untuk mengambil bidikan pada waktu pencahayaan yang lebih lama tanpa bantuan tripod. Saya menemukan eksposur setengah detik genggam cukup mudah dikelola, dan berlangsung selama satu detik ketika saya memiliki permukaan untuk menahan diri.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 8, 1-detik, ISO 320

Sensitivitas standar terendah sensor adalah ISO 160 dan dapat disetel setinggi ISO 12800 dalam mode standar. Pengaturan tambahan tersedia, dengan opsi rendah pada ISO 80, dan pengaturan tinggi hingga ISO 51200. Yang pertama datang dengan mengorbankan beberapa rentang dinamis, jadi saya akan menggunakan filter kepadatan netral untuk memotong cahaya yang masuk untuk pencitraan tanpa kompromi. Detail menderita dan kebisingan meningkat pada yang lebih tinggi.

Kualitas gambar saat memotret JPG sangat kuat melalui ISO 3200. Dengan penerapan pengurangan noise default, ada beberapa kehilangan detail halus pada ISO 6400 dan 12800, tetapi Anda dapat memutar kembali pengurangan noise jika Anda ingin lebih detail, meskipun dengan itu akan muncul beberapa noise gambar.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 6.4, 1/2-detik, ISO 320

Anda akan melihat lebih banyak kehilangan detail pada ISO 25600; ini memberikan cara untuk mengaburkan saat beralih ke ISO 51200. Tentu saja, Anda mungkin lebih suka tampilan yang lebih berbintik untuk memulai, dan jika demikian, Anda dapat menerapkan efek ke gambar dengan pengaturan dalam kamera.

Tangkapan mentah juga tersedia, dan hasilnya termasuk yang terbaik di kelas sensor APS-C. Detailnya kuat, bahkan saat mendorong kamera ke ISO 25600. Pengaturan ISO 51200 sulit; Anda pasti ingin memikirkan tentang kamera sensor full-frame untuk mendapatkan hasil yang lebih baik pada pengaturan ekstrim seperti itu.Contoh gambarXF 16-80mm, 80mm, f / 4, 1/125-detik, ISO 640

File juga sangat mudah dibentuk, dengan banyak kemampuan untuk mendorong bayangan, mengekang sorotan, dan menyesuaikan warna. Pemrosesan mentah dalam kamera tersedia, dan kamera dapat diatur untuk menangkap gambar pada kualitas tanpa kompresi, kompresi, atau kompresi tanpa kehilangan.

4K Stabil

Anda akan kesulitan menemukan kamera APS-C yang lebih baik untuk video daripada X-T4. Dibutuhkan tool kit yang kuat dari X-T3, menstabilkan sensor gambar, dan memperkenalkan beberapa fitur baru, termasuk simulasi film tambahan dan pengambilan 240fps pada kualitas 1080p untuk gerakan lambat.https://www.youtube.com/embed/KA–1eJTt5s

Ini mendukung 4K pada aspek 16: 9 UHD dan 17: 9 DCI, keduanya pada semua frame rate standar hingga 60fps. Kecepatan bit kompresi bervariasi berdasarkan format, tetapi dapat disetel hingga 400Mbps untuk 4K hingga 30fps, dan 200Mbps pada kecepatan bingkai yang lebih tinggi. Jika Anda memilih HEVC, Anda akan menikmati kualitas 10-bit dengan pengambilan sampel 4: 2: 0 saat merekam ke kartu SD. Jika Anda lebih suka H.264, ini juga tersedia, tetapi memotong kualitas file menjadi 8-bit 4: 2: 0.

Rekaman eksternal juga merupakan pilihan. Porta mikro HDMI mengeluarkan rekaman 10-bit pada tingkat pengambilan sampel 4: 2: 2 yang lebih tinggi, tetapi Anda harus membeli perekam eksternal seperti  Atomos Ninja V  untuk memanfaatkannya. Data tambahan memberi Anda lebih banyak kelonggaran, tidak berbeda dengan perbedaan antara JPG dan pengambilan Raw untuk foto. Kami lebih suka melihat port HDMI mini atau HDMI penuh, yang keduanya telah terbukti lebih tahan lama daripada antarmuka mikro HDMI kecil, terutama untuk digunakan dengan perekam eksternal.Contoh gambarXF 100-400mm, 400mm, f / 5.6, 1/125-detik, ISO 3200

Anda dapat menerapkan salah satu tampilan film dalam kamera ke video, meskipun Anda kehilangan opsi grain dan color chrome effect. Jika Anda menggunakan HEVC, Anda juga dapat merekam video HDR, menggunakan format HLG, ke kartu atau perekam eksternal.

Ada juga profil datar, F-Log, dengan kontras dan saturasi yang lebih rendah, menawarkan kelonggaran untuk menilai secara manual, atau menerapkan Tabel Pencarian (LUT) untuk penilaian yang lebih cepat. X-T4 menambahkan LUT pratinjau dalam kamera, sehingga Anda dapat merekam rekaman datar, tetapi melihat pratinjau adegan bertingkat di layar Anda.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 16, 1-detik, ISO 160

Ini juga mengusung fitur Kontrol Film Senyap yang diperkenalkan di X-H1. Ini memindahkan pengaturan eksposur dari dial ke antarmuka di layar, dinavigasi melalui kontrol sentuh atau belakang. Ini memungkinkan Anda mengubah pengaturan eksposur tanpa memasukkan klik ke soundtrack Anda, dan juga menambahkan dukungan untuk kecepatan rana yang umum untuk sinematografi, seperti 1/48 detik untuk perekaman 24fps.

Pengambilan 1080p (Full HD) standar tersedia hingga 60fps dengan semua opsi profil yang sama seperti pada 4K. Gerakan lambat juga tersedia pada 1080p, tetapi Anda perlu mengalihkan kamera ke mode Perekaman Kecepatan Tinggi untuk mengaksesnya. Anda akan memiliki akses ke berbagai kecepatan pemutaran (hingga 60fps) dan kecepatan pengambilan (hingga 240fps) untuk berbagai tingkat waktu yang diperlambat. Saat memilih pemutaran paling lambat, 23,98fps, dan kecepatan pengambilan 240fps tercepat, Anda melihat efek gerak lambat 10x.https://www.youtube.com/embed/PZ9KtS5wnlA

Anda memerlukan sedikit cahaya, karena diperlukan rana minimal 1/240-detik saat memotret pada 240fps, dan tentunya ada penurunan resolusi jika dibandingkan dengan mode 120fps. Tetap saja, ini adalah efek yang menakjubkan, dan tersedia dalam kamera, dengan semua gradasi warna yang sama dan tampilan film seperti pada perekaman kecepatan standar.

Gerakan lambat memang menghasilkan potongan, sekitar 1,29x. Kamera memiliki kemampuan untuk merekam video apa pun, termasuk 4K biasa, dengan pemangkasan yang sama diterapkan, berguna jika Anda mencoba membingkai bidikan yang sama untuk pengambilan kecepatan standar dan gerak lambat.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 16, 1/20-detik, ISO 400

Bahkan dengan semua hal positif ini, X-T4 tidak sepenuhnya sempurna. Ini menghilangkan perekaman proxy, jadi Anda tidak dapat membuat klip berkualitas rendah, berguna untuk mengurangi tekanan pada CPU saat mengedit rekaman. Sony menempatkannya di a6600-nya, model yang bersaing langsung dengan X-T4.

Yang juga hilang adalah jack headphone standar — Anda dapat menggunakan dongle untuk menyambungkan pasangan 3,5mm, atau cukup gunakan headphone USB-C, atau tambahkan pegangan vertikal, yang mencakup jack headphone. Namun, saya lebih suka melihatnya daripada port jarak jauh berkabel, karena akan cukup sederhana bagi Fujfiilm untuk melepaskan remote USB atau Bluetooth daripada mengandalkan koneksi 2.5mm.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 4, 1/80-detik, ISO 12800

Sistem IBIS bekerja dengan sangat baik, tetapi ada beberapa masalah yang terjadi begitu saja dengan stabilisasi berbasis sensor. Yang mungkin Anda perhatikan sesekali bergoyang atau melengkung, biasanya setelah beberapa gerakan kamera yang tidak menentu — apakah itu tersandung, terbentur, atau bergoyang tiba-tiba. Ini tidak eksklusif untuk X-T4 — kami melihat hal yang sama ketika merekam rekaman stabil dengan Sony a6600, juga dengan IBIS.

Dengan X-T4, mengetahui pengaturan stabilisasi yang tepat untuk digunakan untuk berbagai jenis bidikan memang membantu. Tetap menggunakan mode standar atau bantuan digital saat Anda berencana menggerakkan kamera, dan hanya aktifkan mode Boost untuk bidikan statis di mana Anda menginginkan efek seperti tripod. Untungnya, semua pengaturan stabilisasi mudah disesuaikan menggunakan antarmuka Kontrol Film Senyap.

APS-C untuk Mendapatkan

Dengan X-T4, Fujifilm telah mengumpulkan semua potongan puzzle. Kamera memiliki faktor bentuk XT teruji dan benar yang disukai oleh pemilik sistem, dengan baterai baru yang tahan lebih lama di antara pengisian daya, beberapa tampilan film baru dan opsi pemrosesan, dan, tentu saja, ada semua manfaat yang datang dengan gambar yang distabilkan sensor.Contoh gambarXF 100-400mm, 100mm, f / 4.5, 1 / 1.000-detik, ISO 500

Sony mungkin memiliki sedikit keunggulan dalam hal pelacakan subjek, tetapi jika kami kecewa dengan ergonomi pada a6600 premiumnya, Fujifilm mendapatkan segalanya dengan benar dengan penanganan dan rasa di sini.

Rancangannya cukup kokoh untuk penggunaan profesional, dengan penyegelan cuaca yang luas, slot kartu ganda, dan respons cepat yang Anda harapkan dari kamera APS-C tingkat atas. Kualitas gambar adalah nilai tambah lainnya — sebagus yang akan Anda dapatkan tanpa beralih ke model full-frame, dan emulasi film Fuji benar-benar indah, dengan variasi yang cukup untuk mencakup berbagai tampilan.Contoh gambarXF 16-80mm, 16mm, f / 4, 1/2-detik, ISO 160

Sementara Canon dan Nikon menawarkan kamera mirrorless APS-C yang bersaing, pesaing sebenarnya dari Fujifilm adalah Sony. Jika ada hasil imbang yang menarik ke sisi pagar Sony, itu adalah janji peningkatan jalur ke fotografi full-frame. A6600 menggunakan dudukan lensa dan aksesori yang sama dengan kamera dengan sensor dua kali lebih besar, seperti a7 III dan a7R IV resolusi tinggi, tetapi sistem X Fujifilm murni APS-C.

Jika Anda senang dengan format sensor APS-C, ketahuilah bahwa sistem Fujifilm sangat kuat. Ada banyak lensa asli yang tersedia, banyak dengan pelindung cuaca yang kuat, biasanya dengan harga bersaing. Ada beberapa celah, terutama pada kisaran telefoto yang ekstrim.Contoh gambarXF 16-80mm, 63mm, f / 14, 1/90-detik, ISO 500

Kamera Fujifilm lainnya, X-H1 yang sekarang dihentikan, adalah model APS-C premium terbaru yang mendapatkan rekomendasi Pilihan Editor kami, sebagian besar karena ergonomis, kualitas gambar, dan sistem stabilisasi dalam tubuh. X-T4 sekarang mengambil gelar, serta peringkat tertinggi, dan merupakan kamera yang harus dikalahkan di kelas ini.

Spesifikasi Fujifilm X-T4

Ukuran3,7 kali 5,3 kali 2,5 inci
Bobot1,3 lb
TipeMirrorless
Resolusi Sensor26,1 MP
Jenis SensorX-Trans CMOS
Ukuran SensorAPS-C (24 x 16 mm)
Dudukan LensaFujifilm X
Slot Kartu Memori2
Format Kartu MemoriSDXC (UHS-II)
Jenis bateraiFujifilm NP-W235
ISO Minimum80
ISO maksimum51200
Stabilisasi5-Axis IBIS
Ukuran layar3 inci
Resolusi tampilan1,6 juta titik
Layar sentuhIya
Jenis Jendela BidikEVF
Pembesaran Jendela Bidik0,75x
Resolusi EVF3,69 juta titik
KonektivitasBluetooth, Wi-Fi, mikro HDMI, Mikrofon (3.5mm), Sinkronisasi PC, Remote (2.5mm)
Kedalaman Kedap Air Maksimum0 kaki
Resolusi video4K
Keluaran HDMI4: 2: 2 10-bit
Profil DatarIya

beranda

Sony a9 II

Sony a9 II

Sony a9 II

Sony a9 II - Sony a9 II
  • PRO
    • Pengambilan gambar bebas blackout pada 20fps
    • Sistem fokus otomatis superlatif
    • Sensor bingkai penuh 24MP
    • Perlindungan debu dan percikan
    • 5-axis IBIS
    • Video 4K
    • Transfer file berkabel dan nirkabel
  • KONTRA
    • Tidak ada profil video S-Log yang disertakan
    • Baterai tidak cocok dengan pesaing SLR
    • Tidak dapat beralih ke video saat menghapus buffering gambar
  • INTINYAPengalaman pengambilan gambar bebas blackout dari Sony a9 II membedakannya dari pesaing full-frame, dan pelacakan subjek 20fps tidak tertandingi.

Dengan iterasi kedua dari kamera mirrorless full-frame berkecepatan tinggi , Sony berkonsentrasi pada peningkatan yang halus, bukan peningkatan yang dramatis. A9 II ($ 4.499,99, hanya bodi) setara dengan pendahulunya, a9 , dari perspektif pencitraan. Perbaikan sebagian besar bersifat ergonomis, jadi ada sedikit alasan bagi pemilik a9 untuk meningkatkan. Tapi itu tidak mengurangi seberapa bagus a9 II untuk menangkap olahraga, satwa liar, dan subjek lain yang menjalankan fokus otomatis hingga batasnya. Kinerjanya adalah yang terdepan di kelasnya, dan memotong harga pesaingnya dengan margin yang lebar, menjadikannya Pilihan Editor kami.

Akrab, Tapi Lebih Baik

A9 II terasa akrab dan nyaman di tangan. Bodinya tidak jauh berbeda dengan a9, yang diluncurkan pada 2017. Pegangannya ditingkatkan, dan kontrol telah diperbarui agar sesuai dengan kesan yang Anda dapatkan dengan model resolusi tinggi khusus Sony, a7R IV .Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 3200

Bodinya pro-grade, dengan konstruksi paduan magnesium, stabilisasi gambar lima sumbu, dan perlindungan cuaca. Ini lebih kecil dari model serupa dari Canon dan Nikon, yang menggabungkan pegangan pemotretan vertikal ke dalam bodi, tetapi pegangan tambahan tersedia jika Anda lebih suka bentuk yang lebih gemuk. Dengan sendirinya, a9 II berukuran 3,8 kali 5,1 kali 3,1 inci (HWD) dan berat 1,5 pon.

Kamera dijual sebagai bodi saja, tetapi ada banyak sekali lensa yang tersedia untuk sistem tersebut. Semua opsi standar yang diinginkan para profesional ada di sana, dan Sony memiliki sepasang bilangan prima telefoto eksotis, FE 400mm F2.8 GM dan FE 600mm F4 GM , keduanya dengan kompatibilitas telekonverter. Canon dan Nikon melangkah lebih jauh — masing-masing menawarkan opsi lensa prima 500mm dan 800mm juga.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 5000

Jika Anda lebih suka kamera yang lebih besar, pegangan baterai VG-C4EM tersedia dengan harga $ 349,99. Ini menempel di bagian bawah dan mendukung dua baterai dan menambahkan kontrol untuk pengoperasian yang lebih nyaman saat memegang kamera dalam orientasi potret. Ini bukan cengkeraman yang sama dari a9, jadi Anda harus mendapatkan yang baru jika Anda meningkatkan. VG-C4EM juga dapat digunakan dengan a7R IV, jika Anda memiliki kedua kamera.

Perubahan Halus pada Kontrol

A9 II menempatkan tombol dan dial di tempat yang kurang lebih sama seperti pada a9, tetapi ada beberapa perubahan kecil di sana-sini. Anda akan melihat sepasang saat melihat pelat atas — kenop kontrol belakang sekarang terbuka seluruhnya, bukan tersembunyi di dalam bodi, dan kenop EV sekarang memiliki tiang pengunci sentral. Kedua perubahan ini terlihat sebelumnya di a7R IV.Sony a9 II

Kontrol atas lainnya termasuk tombol C1 dan C2 yang dapat diprogram, kenop perintah maju (terintegrasi ke pegangan), kenop Mode, dan pelepas rana. A9 II menyertakan satu fitur yang tidak ditemukan pada bodi a7R IV yang identik, dial khusus untuk mengatur mode penggerak dan opsi fokus. Ini ada di kiri pelat atas dan memberi Anda akses cepat untuk mengubah dari eksposur tunggal ke salah satu dari tiga mode penggerak kontinu, dan untuk beralih antara fokus tunggal, kontinu, dan manual tanpa masuk ke menu.

Kontrol belakang termasuk tombol C3 dan Menu yang dapat diprogram, keduanya di pojok kiri atas. Rekam, AF-ON, dan AE-L duduk bersama di sepanjang bagian atas, tepat di sebelah kanan eyecup EVF. Di bawahnya Anda akan melihat pengontrol delapan arah yang digunakan untuk mengatur area fokus otomatis aktif, kenop perintah belakang, dan tombol Fn, Putar, dan Hapus / C4.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1 / 1.000-detik, ISO 1000

Banyak dari kontrol fisik a9 II dapat disesuaikan, termasuk semua tombol C dan masing-masing penekanan arah. Mereka dilengkapi dengan menu overlay di layar. Ini mencakup dua belas slot untuk pengaturan tambahan, dan dapat disetel secara terpisah untuk mode foto dan video.

LCD dan EVF

A9 II tidak membuat perubahan apa pun dari a9 dalam hal tampilan atau EVF. Ini olahraga LCD miring 3 inci yang sama. Layar mendukung input sentuh, resolusi tajam (1.440k-dot), dan kecerahan yang dapat disesuaikan — saat disetel ke mode Daylight, sangat berguna di bawah sinar matahari yang cerah.Sony a9 II

Dukungan sentuh berfungsi dengan baik, tetapi tidak diterapkan secara luas. Anda dapat mengetuk untuk mengatur titik fokus, bahkan saat membingkai bidikan dengan EVF, tetapi menu di layar tidak dapat dinavigasi dengan sentuhan. Sony lebih lambat untuk merangkulnya sepenuhnya jika dibandingkan dengan merek lain, yang sebagian besar menyertakan menu dengan dukungan input sentuh penuh.

EVF a9 sudah terdepan di kelasnya, salah satu yang pertama menggunakan resolusi 3,68 juta titik yang sekarang kita harapkan dalam model premium. Tidak hanya tajam, tapi juga cukup besar untuk dilihat, dengan tingkat perbesaran 0,78x.

EVF-lah yang membuat a9 II secara fundamental berbeda dari pesaing terdekatnya dari Canon dan Nikon. Keduanya masih menggunakan desain SLR untuk kamera olahraga kelas atas mereka — yang terbaru adalah Canon EOS-1D X Mark III dan Nikon D6.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 4000

Dengan SLR, Anda tidak dapat melihat bidikan Anda setiap kali flap cermin terbuka dan rana membuka dan menutup, memberikan tampilan aksi stop-motion. A9 II menggunakan rana elektronik untuk mode 20fps, sehingga dapat menghasilkan bidikan tanpa mengganggu tampilan pemandangan Anda. Ini adalah prestasi teknologi yang diterjemahkan ke dalam peningkatan ergonomis praktis — lebih mudah menjaga lensa Anda tetap diasah pada target yang bergerak cepat tanpa pemadaman apa pun.

Konektivitas dan Daya

A9 II adalah kamera Sony yang paling terhubung. Ini termasuk Bluetooth dan Wi-Fi untuk transfer gambar tanpa kabel ke smartphone atau, melalui smartphone Anda, ke server FTP. Ada juga port Ethernet RJ-45 dengan dukungan untuk transfer Gigabit.

Fitur Wi-Fi berfungsi dengan aplikasi Sony Imaging Edge Mobile, dapat diunduh gratis untuk perangkat Android dan iOS. Fungsi dasarnya termasuk transfer gambar ke smartphone atau tablet Anda, dan kendali kamera jarak jauh.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 5000

Aplikasi pendamping kedua, Sony Transfer & Tagging, digunakan untuk transfer FTP. A9 dan a9 II mendukung tingkat fungsionalitas yang sama untuk transfer — aplikasi akan secara otomatis mengunggah foto Anda ke server FTP saat Anda memotret.

A9 II menawarkan satu fitur tambahan, tidak didukung oleh pendahulunya. Itu dapat menambahkan memo suara yang direkam ke foto apa pun. Membuat catatan dapat berguna jika Anda perlu memberi keterangan pada foto nanti, atau jika Anda mengirimnya ke editor jarak jauh untuk online. Aplikasi ini menggunakan pengenalan suara untuk mengubah catatan Anda menjadi teks dan memasukkannya ke dalam metadata IPTC.

Selain port Ethernet, kamera memiliki soket PC Sync dan hot shoe untuk koneksi flash, jack mikrofon dan headphone 3,5 mm, output mikro HDMI, serta konektor USB-C dan mikro USB.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1 / 1.000-detik, ISO 1600

Sony (akhirnya) menghentikan dukungan untuk format Memory Stick esoteriknya. A9 II memiliki dua slot kartu memori SDXC, keduanya mendukung kartu UHS-II tercepat. Ini adalah peningkatan dari a9 — ini hanya menawarkan kecepatan UHS-II di salah satu dari dua slot kartunya.

Sedangkan untuk tenaga, a9 II digerakkan oleh baterai NP-FZ100. Ini dinilai oleh CIPA hingga 690 bidikan (saat menggunakan LCD) atau sekitar 500 dengan EVF. Anda akan mendapatkan lebih banyak jika Anda menggunakan mode pemotretan burst 20fps, tentunya.

Meskipun baterainya sangat baik untuk kamera mirrorless, kamera SLR yang besar dan berpegangan lebih lama — Nikon D6 dan Canon EOS-1D X Mark III keduanya dinilai untuk beberapa ribu bidikan menggunakan metodologi yang sama.

Melacak Fokus Otomatis dan Pengambilan Bebas Blackout

Autofokus a9 II adalah yang terbaik yang pernah kami lihat di kamera mana pun. Ini menyebarkan cakupan di hampir seluruh area permukaan sensor, hanya kehilangan tepi terluarnya, dan sangat cepat dan akurat.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 2500

Deteksi wajah dan mata disertakan, untuk orang dan hewan peliharaan, dan pelacakan subjek a9 benar-benar superlatif. Ini hanya tersedia dalam mode AF-C, tetapi saat digunakan, itu mengunci ke target dan menempel dengannya.

Ada beberapa zona yang bisa dipilih untuk akuisisi awal, termasuk area luas yang memungkinkan kamera memilih targetnya. Saya sangat mengandalkan opsi Expanded Flexible Spot, yang memberi saya kotak kecil untuk bergerak di sekitar bingkai untuk menemukan target. Saya biasanya membiarkannya di tengah, mengunci subjek saya, dan kemudian berkonsentrasi pada komposisi dan menangkap momen.

Anda mungkin bekerja secara berbeda, tentu saja, dan a9 II cukup fleksibel untuk memungkinkan Anda melakukannya. Kontrol fokus belakang delapan arah nyaman digunakan dan responsif, dan Anda dapat memilih berbagai ukuran titik fleksibel, serta area fokus yang menutupi bagian bingkai yang lebih luas. Kamera memberi Anda alat untuk bekerja sesuai keinginan Anda.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1 / 1.000-detik, ISO 1000

Dengan olahraga ditutup pada saat pengujian, saya tidak memiliki kesempatan untuk menempatkan a9 II melalui langkahnya di lapangan atletik. Ini setara mutlak dengan a9 dengan Firmware 5.0 dimuat, meskipun, kamera yang sering saya gunakan. Tahun lalu saya menguji Firmware 5.0 pada pertandingan pro rugby dan sepak bola, dan sistem fokus Pelacakan Waktu Nyata jarang tersendat.

Setelah kamera mengunci subjek, ia akan melekat padanya, jadi Anda bebas berkonsentrasi pada komposisi dan menekan tombol rana pada momen yang menentukan. Dan, bagi mereka yang mungkin kurang tepat waktu, burst rate 20fps membuatnya sedikit lebih mudah untuk menangkap potongan aksi yang sempurna.

Saat Anda menggunakan rana elektronik, Anda juga tidak kehilangan pandangan subjek Anda. Garis besar yang solid berkedip ke arah tepi bingkai Anda, petunjuk visual bahwa kamera sedang membuat eksposur. Isyarat audio tersedia jika Anda mau, tetapi saya mematikannya untuk memastikan kamera sepenuhnya senyap saat membuat gambar — nilai tambah yang besar untuk memotret burung dan satwa liar lainnya yang gelisah.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 5000

Buffer penembakan cukup; pada kecepatan tertinggi saya dapat menjaring 215 Raw + JPG, 230 Raw, atau 415 JPG sebelum mengisi dan kamera menjeda pengambilan. Saya menggunakan opsi Compressed Raw untuk tes buffer; tidak ada keuntungan menggunakan gambar Mentah Tidak Terkompresi yang lebih besar bersama dengan penutup elektronik — Anda akan mendapatkan gambar dengan kualitas yang sama, tetapi dengan ukuran file yang lebih besar.

Anda dapat mulai membuat gambar lagi saat buffer mengosongkan memori, tetapi Anda tidak dapat beralih ke pengambilan video. Jarang sekali Anda harus memotret beberapa ratus bidikan pada 20fps, tetapi jika Anda mengisi buffer, Anda harus menunggu sebentar saat gambar menulis ke memori. Dengan kartu Sony Tough UHS-II 300MBps, saya mencatat durasi 3,5 menit untuk Raw + JPG, 1 menit untuk Raw, dan 3 menit untuk JPG.

Ada juga rana mekanis, yang mampu kecepatan burst hingga 10fps, dengan pelacakan, peningkatan signifikan atas rana mekanis 5fps a9. Anda akan mengalami jenis finder blackout yang sama seperti pada kamera mirrorless lainnya saat memilihnya, tetapi ada alasan untuk menggunakannya di atas kamera elektronik sepenuhnya.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 8000

Dalam situasi yang jarang terjadi, jenis pencahayaan LED tertentu yang digunakan dalam tampilan stadion dapat menyebabkan garis melintang — untuk detail lebih lanjut, baca analisis rinci Rishi Sanyal di DPReview. Kecepatan rana dan jenis pencahayaan serta intensitasnya adalah faktor-faktornya.

Rana elektronik juga tidak berfungsi dengan baik dengan blitz — Anda harus menggunakan rana mekanis saat bekerja dengan lampunya; ini mendukung sinkronisasi pada 1/250-detik. Sony melakukan hal yang baik dengan meningkatkan kecepatan rana mekanis — a9 II sama mahirnya untuk pekerjaan studio seperti a7R IV dan a7 III .

Sensor Bingkai Penuh 24MP

A9 II menggunakan sensor gambar CMOS BSI yang sama dengan pendahulunya. Ini membanggakan resolusi 24MP, desain full-frame 24-kali-36mm, dan menggabungkan DRAM cepat sebagai bagian dari desain bertumpuknya. Penumpukan itulah yang memberikan kecepatan pembacaan yang sangat cepat, sehingga rana elektronik berguna untuk menangkap subjek yang bergerak cepat.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 6400

Anda dapat mengambil gambar dalam format JPG atau Raw. Foto JPG diproses di dalam kamera, dan menampilkan detail yang kuat dari sensitivitas ISO 100 dasar hingga ISO 6400. Garis halus menunjukkan beberapa blur pada ISO 12800 dan 25600, tetapi sangat berguna.

Ini pada pengaturan yang lebih ekstrim, ISO 51200 dan lebih tinggi, di mana gambar JPG terlihat lebih parah. Pengaturan teratas adalah ISO 204800, dan sementara kualitas gambar sedikit lebih baik dari bidikan Nikon D5 pada ISO yang sama, penekanannya sedikit. Anda dapat menyetel pengurangan noise a9 jika Anda bekerja dalam format JPG dan menginginkan lebih banyak detail pada pengaturan yang lebih tinggi, tetapi juga dilengkapi dengan lebih banyak bintik.

Jika Anda bekerja dalam format Raw, Anda akan memindahkan pengurangan noise ke perangkat lunak pemrosesan Anda. Gambar yang dimuat dalam standar kami, Adobe Lightroom, menunjukkan detail yang kuat melalui ISO 25600, dan meskipun gambar tersebut menunjukkan beberapa bintik saat didorong sejauh itu, itu tidak berlebihan. Output pada ISO 51200 lebih kasar, tetapi masih dapat digunakan. Butir itu berat dan sangat merusak detail pada ISO 102400 dan 204800.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1 / 1.000-detik, ISO 1250

Anda juga akan menikmati lebih banyak fleksibilitas untuk mengedit eksposur dan warna dalam format Raw. Gambar disimpan dengan kualitas 12-bit saat menggunakan rana elektronik dan kualitas 14-bit menggunakan kualitas mekanis. Anda akan memiliki banyak ruang untuk membuka bayangan, mengekang sorotan, dan menyesuaikan warna, bahkan dengan file 12-bit.

Video 4K Juga

A9 II juga merupakan kamera video yang mahir. Ini mendukung perekaman 4K hingga 30fps dan dapat mencapai 120fps pada 1080p. Video direkam secara internal dengan kualitas 4: 2: 0 8-bit dan kompresi XAVC. Anda dapat menghasilkan rekaman bersih 4: 2: 2 8-bit ke Atomos Ninja atau perekam eksternal serupa.

Gerakan lambat juga tersedia di kamera. Pengaturan S&Q merekam footage senyap hingga 120fps, dengan beberapa opsi pemutaran lambat mulai dari kecepatan setengah hingga seperlima.

Ada sejumlah fitur untuk videografer profesional. Sensor distabilkan untuk satu sensor, dan kamera mendukung XLR (melalui adaptor add-on) dan mikrofon digital. File proxy berkualitas rendah, direkam bersama video berkualitas lebih tinggi, tersedia untuk mengurangi tekanan pada komputer Anda saat mengedit footage.

Sony telah memilih untuk tidak menambahkan Profil Gambarnya ke a9 II, yang mengecewakan. Profil, tersedia pada model seperti a7 III dan a7R IV, termasuk profil S-Log dengan kontras dan saturasi warna yang lebih rendah.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 4000

Video S-Log terlihat kusam dan datar di luar kamera, tetapi memberikan lebih banyak kebebasan bagi videografer untuk menerapkan koreksi warna. A9 II memiliki profil Netral yang dapat Anda gunakan, tetapi tidak semudah profil datar yang sebenarnya. Canon melangkah lebih jauh dengan video dalam flagship terbarunya; EOS-1D X Mark III mendukung video Raw pada resolusi 5,5K.

Pengalaman Tak Tertandingi untuk Fotografi Aksi

Sejauh pembaruan Mark II berjalan, a9 II adalah yang agak sederhana. Itu membuat beberapa peningkatan yang disambut baik pada ergonomi, mempercepat rana mekanis, dan sekarang mendukung memo suara. Ini mempertahankan hal-hal lain yang kami sukai dari a9, termasuk pelacakan fokus superlatif, kecepatan pengambilan 20fps, dan kualitas gambar full-frame.Contoh gambarFE 200-600mm, 600mm, f / 6.3, 1/500-detik, ISO 2500

Pengalaman di balik kamera itulah yang membedakannya dari pesaing. The Canon EOS-1D X Mark III dan Nikon D6 adalah yang terbesar, SLR baddest Anda dapat membeli-tetapi mereka membawa bagasi SLR bersama mereka. Anda akan mendapatkan tampilan aksi yang gagap, terganggu oleh cermin yang mengepak dan membuka dan menutup penutup saat menggunakan jendela bidik.

Dengan a9 II, tampilan terganggu, selama Anda memilih rana elektronik. Pemilik SLR lama mungkin mengalami periode penyesuaian, tetapi EVF bukan lagi pilihan yang lebih rendah. Olahraga a9 II adalah salah satu yang terbaik yang akan Anda temukan — tajam, besar untuk dilihat, dan dengan pratinjau nyata tentang seperti apa hasil jepretan Anda nantinya.Sony a9 II

Mungkin memerlukan lebih banyak untuk mempengaruhi profesional Canon dan Nikon lama dari bodi 1D dan D6 mereka, tetapi a9 II membawanya dengan cakupan fokus otomatis yang lebih luas, pelacakan subjek yang efektif, dan stabilisasi gambar dalam tubuh, dan itu melakukannya dengan harga $ 2.000 lebih sedikit. Itu lebih dari cukup untuk menjadikannya Pilihan Editor kami.

Spesifikasi Sony a9 II

Ukuran3,8 kali 5,1 kali 3,1 inci
Bobot1,5 lb
TipeMirrorless
Resolusi Sensor24 MP
Jenis SensorBSI CMOS
Ukuran SensorBingkai Penuh (24 x 36mm)
Dudukan LensaSony E
Slot Kartu Memori2
Format Kartu MemoriSDXC (UHS-II)
Jenis bateraiSony NP-FZ100
Stabilisasi5-Axis IBIS
Ukuran layar3 inci
Resolusi tampilan1,44 juta titik
Layar sentuhIya
Jenis Jendela BidikEVF
Pembesaran Jendela Bidik0,78x
Resolusi EVF3,68 juta titik
KonektivitasHeadphone (3,5 mm), Sinkronisasi PC, Gigabit Ethernet (RJ-45), Bluetooth, USB-C, Wi-Fi, mikro HDMI, Mikrofon (3,5 mm), micro USB
Kedalaman Kedap Air Maksimum0 kaki
Resolusi video4K
Keluaran HDMI4: 2: 2 8-bit
Profil DatarTidak

beranda

Fujifilm X-A7

Fujifilm X-A7

Fujifilm X-A7

Fujifilm X-A7 - Fujifilm X-A7
  • PRO
    • Ringan dan kompak
    • LCD sentuh ayun-out
    • Pilihan warna dalam kamera yang hebat
    • Pencitraan mentah tersedia
    • Zoom awal yang bagus
    • Katalog lensa besar
    • Image transfer to smartphone
    • Dukungan webcam USB
    • Video 4K dengan input mikrofon
  • KONTRA
    • Menghilangkan jendela bidik elektronik
    • Tidak ada opsi pembelian khusus tubuh
    • Sensor tidak stabil
    • Buffer kecil membatasi pengambilan gambar secara beruntun
    • Transfer Wi-Fi bisa lambat
    • Daya tahan baterai biasa-biasa saja
  • INTINYAFujifilm X-A7 memiliki layar ayun yang besar, pilihan warna yang sangat baik, dan autofokus yang mumpuni — tetapi tidak ada jendela bidik elektronik.

Fujifilm X-A7 ($ 699,95 dengan lensa 15-45mm) adalah entri terbaru dalam  seri kamera mirrorless entry-level perusahaan  . Itu dibangun di sekitar antarmuka berbasis sentuhan, cukup mudah untuk digunakan oleh snappers biasa, tetapi dengan kontrol manual untuk membantu Anda mempelajari kerajinan. Kualitas gambar sangat bagus, fokus otomatis jauh lebih baik dibandingkan X-A5 generasi sebelumnya  , dan perekaman video 4K adalah pilihan. Beberapa akan dimatikan karena kurangnya EVF, tetapi jika Anda lebih suka layar belakang, X-A7 layak untuk dilihat.

Catatan Editor: Ulasan ini pertama kali diterbitkan pada 18 Maret 2020. Telah diperbarui untuk mencerminkan fitur webcam yang ditambahkan oleh pembaruan firmware.

Fotografi Fashion-Forward

Sekilas terlihat jelas bahwa desainer Fujifilm menginginkan X-A7 tampil sebaik gambar yang diambilnya. Bodinya ramping, dengan bentuk persegi panjang — karena tidak ada jendela bidik elektronik, tidak perlu punuk di bagian atas. Jika Anda menyukai ide X-A7, tetapi menginginkan jendela bidik internal, pertimbangkan untuk menghabiskan $ 100 lebih banyak untuk Fujifilm X-T200 — pada dasarnya X-A7 dengan EVF.Fujifilm X-A7

Sensor gambar sebesar yang akan Anda dapatkan dengan SLR konsumen, tetapi desain mirrorless menghemat banyak. X-A7 hadir dengan ukuran 2,7 kali 4,7 kali 1,6 inci (HWD) dan 11,3 ons tanpa lensa terpasang. XC 15-45mm yang dibundel menambahkan kedalaman 1,7 inci dan berat 4,8 ons. Fujifilm tidak menjual kamera tanpa lensa di pasar AS.

Anda bisa memilih warna Anda. Kami menerima edisi dasar perak dan hitam untuk ditinjau, tetapi Anda juga bisa mendapatkannya dalam bodi perak dengan kulit imitasi Camel atau Mint Green. Versi perak gelap dengan penutup hitam juga tersedia.Contoh gambarXC 15-45mm, 15.2mm, f / 22, 1/25-detik, ISO 200

Semuanya dipaketkan dengan versi perak dari   lensa 15-45mm ; harap dicatat bahwa kami menerima lensa dalam lapisan hitam untuk ditinjau, jadi hasil jepretan produk kami sedikit berbeda dari yang dijual secara eceran.

Kontrol dan Antarmuka

Ada banyak fungsi yang sesuai dengan formulir. Pegangannya tidak besar, tapi ada di sana. Fujifilm menyertakan strap bahu, tetapi dengan kit zoom atau prime kecil terpasang, X-A7 sangat cocok untuk strap pergelangan tangan.Fujifilm X-A7

Pelat atas menampung flash pop-up; kait pelepas ada di sisi kiri. Ini dipasang pada engsel, tetapi tidak akan menyala saat dimiringkan ke belakang, jadi tidak ada cara untuk menerangi subjek Anda secara tidak langsung. Anda dapat menambahkan lampu kilat eksternal melalui hot shoe, meskipun saya membayangkan sebagian besar orang yang mengambil keahlian sejauh itu akan berinvestasi dalam kamera dengan jendela bidik built-in.

Ada tiga dial di atas. Mode adalah yang terbesar, dengan pengaturan otomatis penuh tersedia sebagai permulaan, dan kisaran mode rana, apertur, dan manual yang diharapkan juga ada. Dua tombol yang lebih kecil digunakan untuk menavigasi menu atau, jika Anda keluar dari mode otomatis, sesuaikan parameter eksposur.Contoh gambarXC 15-45mm, 15mm, f / 11, 1 / 1.250-detik, ISO 200

Pelepas rana untuk gambar diam tepat seperti yang Anda harapkan, di tengah kenop kontrol maju. Ada tombol fungsi yang dapat diprogram di bagian belakang; itu tombol Rekam untuk film, selama Anda tidak memetakannya kembali. Jika ya, Anda harus mengalihkan mode Drive ke fungsi video, tetapi saya hanya menyarankan melakukannya jika Anda jarang menggunakan video.

Drive terletak di bagian belakang, tepat di belakang Mode, dan di sinilah Anda akan beralih ke pengambilan burst 6fps atau mengatur self-timer untuk pengambilan gambar grup. Ini berfungsi ganda sebagai Hapus selama pemutaran, dan tombol Putar tepat di sebelahnya.Fujifilm X-A7

Kontrol belakang lainnya dijejali di kanan bawah, di samping LCD, dan di bawah thumb rest. Ada joystick delapan arah, cara hemat ruang untuk mengatur titik fokus otomatis aktif Anda dan menavigasi menu, bersama dengan tombol Menu / OK dan Tampilan / Kembali.

Tombol kontrol depan dan belakang, yang pertama dengan pelepas rana di tengahnya dan yang terakhir dengan tombol fungsi yang dapat diprogram, dan tombol Nyala / Mati melengkapi kontrol fisik. Untuk yang lainnya, Anda akan menggunakan layar sentuh.Antarmuka Pada LayarAntarmuka Pada Layar

Antarmuka di layar sedikit berbeda dengan kamera yang ditujukan untuk fotografer yang lebih mahir. Mengetuk panah besar yang ditunjukkan di sebelah kanan membuka tampilan di layar dasar dengan akses sentuh ke fokus otomatis, keseimbangan warna, simulasi film, dan pengaturan eksposur lainnya.

Anda dapat menyelami lebih dalam dengan mengetuk Q. Ini meluncurkan menu enam belas entri yang lebih luas. Ini dapat disesuaikan, sehingga Anda dapat mengubah apa yang ditampilkan jika Anda mau. Pengaturan tombol, bersama dengan pengaturan yang lebih terperinci lainnya, dibuat dalam sistem menu berbasis teks.Q. MenuQ. Menu

Semuanya dilihat pada LCD vari-angle 3,5 inci. Tampilan aspek 16: 9 lebih besar dari yang Anda temukan pada kebanyakan kamera, dan dapat berayun ke samping dan menghadap ke depan, atas, atau bawah. Ini berguna untuk mengambil bidikan dari sudut rendah, atau mengarahkan kamera ke arah Anda untuk selfie atau vlog. Kami tidak memiliki keluhan tentang kualitas layarnya — tajam, 2,8 juta titik, dan cukup cerah untuk digunakan di luar ruangan.

Daya dan Konektivitas

X-A7 memiliki rating baterai 270 bidikan per pengisian daya. Ini jelas berada di ujung bawah skala, bahkan dibandingkan kamera mirrorless lainnya seperti  Sony a6100  (400 bidikan) dan Fujifilm X-T200 (385 bidikan). Baterai memuat di bagian bawah, di kompartemen yang sama dengan slot kartu SDXC UHS-I tunggal.Contoh gambarXC 15-45mm, 15mm, f / 3.5, 1/500-detik, ISO 200

Untungnya baterainya sangat mudah diisi, bahkan saat Anda sedang bepergian. Anda dapat memasang unit baterai, atau menggunakan smartphone atau charger laptop Anda, dengan asumsi Anda memilikinya dengan konektor USB-C. Jika tidak, Fujifilm menyertakan adaptor daya dan kabel di dalam kotak.

Anda juga mendapatkan adaptor 3.5mm untuk port USB; ini berfungsi ganda sebagai jack headphone, sehingga Anda dapat memantau audio saat menggunakan fungsi video kamera. Soket mikrofon 3,5 mm disertakan, seperti port output HDMI mikro.

Dengan pembaruan firmware versi 1.30 , Fujifilm telah menambahkan dukungan webcam USB ke X-A7. Setelah diperbarui, Anda hanya perlu mencolokkan X-A7 ke sistem komputer PC atau Mac melalui USB. Ini akan muncul di daftar kamera yang tersedia di perangkat lunak yang kompatibel — Google Meet, Microsoft Teams, Skype, dan Zoom didukung. Fitur tersebut juga tersedia dengan X-T200.Fujifilm X-A7

Teknologi nirkabel termasuk Bluetooth dan Wi-Fi. X-A7 bekerja dengan aplikasi Fujifilm Camera Remote, dapat diunduh gratis untuk Android dan iOS. Anda dapat menggunakan ponsel Anda sebagai remote control, baik dengan umpan langsung melalui Wi-Fi atau sebagai pelepas rana sederhana melalui Bluetooth, dan Anda dapat menyalin gambar dan video dari kartu SD kamera ke ponsel Anda.

Transfer lambat, setidaknya dengan handset iPhone 8 Plus saya. Aplikasi ini membutuhkan tiga menit untuk mentransfer klip video 4K berdurasi 30 detik, dan sementara transfer batch lima gambar berjalan lebih cepat, sekitar 20 detik, separuh waktu dihabiskan untuk mentransfer dan mengirim gambar pertama selesai. Anda akan mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan jika melewatkan transfer satu kali.

Fokus otomatis

Entri sebelumnya dalam seri XA tertahan oleh kinerja fokus otomatis yang tidak konsisten. X-A7 melakukan banyak hal untuk memperbaikinya, menyebarkan piksel deteksi fase yang cepat ke area sensor gambar yang lebih luas.

Masih ada sedikit keraguan untuk mendapatkan fokus awal. Saya mencatat waktu 0,1 detik di antara penekanan rana dan pengambilan gambar dengan lensa kit. Ini sedikit lebih lambat daripada  X-T30  (0,05 detik), tetapi jelas lebih konsisten daripada X-A5, yang bisa fokus secepat saat menggunakan area cakupan deteksi fase terbatas, tetapi melambat selama 0,5 detik saat memfokuskan jauh dari area tengah bingkai.https://www.youtube.com/embed/uvS-6rzt0J4

Secara default, kamera memeriksa seluruh frame dan memprioritaskan subjek yang lebih dekat ke lensa. Ini dibantu dengan deteksi wajah dan mata. Jika Anda ingin mengontrol area fokus, Anda dapat memilih satu titik atau kelompok titik yang lebih luas, baik yang dapat dipindahkan melalui ketukan pada layar sentuh atau menggunakan joystick belakang.

Pelacakan subjek juga tersedia. Saat kamera diatur untuk terus memeriksa fokus (AF-C), ada mode pelacakan yang tersedia. Ini mengidentifikasi subjek dan tetap fokus padanya saat bergerak melalui bingkai. Jika digabungkan dengan mode pengambilan gambar kontinu 6fps X-A7, ini adalah pilihan yang bagus untuk mengikuti subjek bergerak — pikirkan hewan peliharaan, olahraga, anak-anak, dan satwa liar.Contoh gambarXC 15-45mm, f / 3.5, 1/750-detik, ISO 200

Anda akan menghadapi buffer penembakan terbatas. X-A7 mampu mengambil 10 bidikan JPG sebelum melambat, sedikit lebih lama dari satu detik aksi real-time pada 6fps, dan menghapus semuanya ke kartu memori dalam waktu sekitar 4 detik. Jika Anda memilih Raw atau Raw + JPG, Anda akan mendapatkan lebih sedikit gambar dalam sekejap, sekitar 5 gambar, dan menunggu sekitar 10 detik untuk menghapus semuanya ke memori.

Pasti ada kamera yang lebih baik di luar sana untuk melacak aksi cepat. Jika itu tujuan utama Anda, ada baiknya untuk memikirkan kamera dengan kecepatan pemotretan yang lebih cepat dan buffer yang lebih dalam. X-A7 baik-baik saja untuk semburan singkat tindakan cepat, tetapi Anda akan ingin mempertimbangkan X-T30 atau  a6400  jika itu adalah minat utama Anda.

Pencitraan dan Video

X-A7 mengambil foto menggunakan sensor format APS-C 24MP. Tidak seperti model Fujifilm yang lebih maju, imager menggunakan array filter warna standar Bayer. Model Fujifilm dengan chip 26MP, seperti X-T30 dan  X-T3 , menggunakan filter warna yang lebih kompleks untuk membuat gambar, yang oleh Fujifilm disebut X-Trans.Contoh gambarXC 15-45mm, f / 7.1, 1/80-detik, ISO 200

Perbedaan praktis bagi sebagian besar calon pemilik X-A7 adalah pilihan opsi simulasi film yang lebih ramping. Kami telah melihat tampilan keren seperti Negatif Klasik, Eterna, dan Acros hitam-putih dengan chip X-Trans, tetapi tidak ada di sini. Namun, Anda mendapatkan profil Standar (Provia), bersama dengan vivid (Velvia), soft (Astia), dan film slide (Classic Chrome), dan opsi hitam-putih standar.

Jika Anda ingin sedikit artistik dengan bidikan Anda, alatnya ada di sana, dan dengan pemrosesan Raw dalam kamera Anda dapat menerapkan sebanyak mungkin pengeditan pada bidikan yang Anda inginkan tanpa pernah menyentuh file aslinya, dengan asumsi Anda mengaktifkan pengambilan Raw .Contoh gambarXC 15-45mm, 15mm, f / 3.5, 1 / 1.900-detik, ISO 200

Sensor dapat diatur dari ISO 100 (untuk digunakan dalam cahaya terang) hingga ISO 51200, pengaturan tambahan untuk digunakan dalam kondisi sangat redup saat bekerja dalam format JPG. Jika Anda membiarkannya dalam mode otomatis, yang tertinggi adalah ISO 6400. Anda masih akan mendapatkan detail bagus dari gambar JPG di sana, tidak jauh dari kemampuan terbaik sensornya. Detail mengalami sedikit masalah pada ISO 12800, dan lebih banyak lagi pada pengaturan ISO 25600 dan 51200 yang diperluas.

Tangkapan mentah tersedia dalam kisaran sensor asli, ISO 200 hingga ISO 12800. Kami tidak memiliki keluhan nyata tentang kualitas gambar. Saat Anda mendorong lebih tinggi, ada sedikit lebih banyak noise, efek yang mirip dengan butiran film. Mengaktifkan Raw memungkinkan Anda mengedit bidikan sesuai keinginan, baik di dalam kamera atau dengan perangkat lunak desktop seperti Adobe Lightroom.Contoh gambarXC 15-45mm, 15mm, f / 8, 1/500-detik, ISO 200

Kualitas videonya cukup bagus. X-A7 mendukung perekaman 4K hingga 30fps — 24fps tersedia jika Anda menginginkannya — menggunakan lebar sensor penuh. Anda dapat mendorong kecepatan bingkai ke 60fps untuk 1080p, dan ada juga perekaman gerak lambat yang tersedia pada resolusi itu. Kamera mampu merekam pada 100fps untuk empat kali efek gerak lambat pada 25p.https://www.youtube.com/embed/3IRX_ChVZ8E

Semua mode simulasi film kamera tersedia untuk video juga. Saya menggunakan tampilan Velvia yang jelas untuk klip di atas, yang direkam pada 4K dengan kecepatan bingkai 24fps. Beberapa opsi pro tidak ada — tidak ada profil warna datar — tetapi tidak diharapkan dalam model level awal.Fujifilm X-A7

Tidak ada stabilisasi dalam tubuh di sini, tetapi lensa starter distabilkan dan kamera menawarkan bantuan digital tambahan untuk menjaga rekaman bebas jitter. Ada sedikit pemotongan yang diterapkan, tetapi saya akan menyalakannya jika Anda berencana merekam tanpa tripod. Anda juga dapat menggunakan mikrofon eksternal, nilai tambah bagi vlogger.

Layar Besar, tapi Tanpa EVF

Fujfiilm X-A7 mengemas banyak kekuatan kamera ke dalam faktor bentuk kecil. Kami tidak terlalu buruk untuk mengatakan tentang kualitas gambarnya — ini mungkin tidak memiliki sensor terbaru dan terbaik, tetapi tahan, dan menawarkan banyak opsi JPG yang bagus, ditambah pengambilan mentah untuk fotografer yang lebih serius. Demikian pula, fotografer pemula dan sejarawan keluarga dapat menggunakan mode otomatis, sementara pengguna tingkat lanjut memiliki akses ke eksposur manual.Contoh gambarXC 15-45mm, 15mm, f / 22, 1/25-detik, ISO 200

Kami berpikir bahwa kebanyakan shutterbugs akan menginginkan kamera dengan viewfinder built-in. Pikirkan tentang X-T200 jika Anda menyukai ide X-A7, tetapi menginginkan EVF; itu dijual seharga $ 100 lebih. Juga menaikkan kisaran harga, Fujifilm X-T30, Sony a6100, dan a6400 semuanya memiliki built-in finder, dan menawarkan autofocus dan burst shooting yang lebih baik.

Tetapi jika Anda lebih suka berinteraksi dengan layar sentuh yang besar dan mengartikulasikan, X-A7 sangat mumpuni. Ini fokus dengan cepat, didukung oleh sistem lensa yang kuat, termasuk sudut lebar, telefoto panjang, dan bilangan prima cerah untuk pemotretan cahaya rendah dan potret. Layar menghadap ke depan, input mikrofon, dan dukungan 4K membuatnya cocok untuk vlog juga

beranda

Fujifilm X-T200

Fujifilm X-T200

Fujifilm X-T200

Fujifilm X-T200 - Fujifilm X-T200
  • PRO
    • Bangunan kompak
    • Penampilan yang stylish
    • EVF bawaan
    • Layar sentuh ayun keluar
    • Fokus otomatis cepat
    • Dukungan webcam USB
    • Video 4K
  • KONTRA
    • Daya tahan baterai yang mengecewakan
    • Sensor tidak stabil
    • Kenop kontrol berukuran kecil
  • INTINYAFujifilm X-T200 menawarkan kemudahan penggunaan untuk pemula, bersama dengan kecepatan yang cukup dan kontrol manual untuk membuat penggemar kamera mirrorless senang.

Sebagai kamera lensa yang dapat ditukar paling murah dari perusahaan dengan jendela bidik built-in, Fujifilm X-T200 ($ 699,95, hanya bodi) memiliki banyak daya tarik bagi fotografer yang berbelanja kamera mirrorless berkualitas yang tidak akan merusak bank. Dari perspektif kinerja, ini setara dengan X-A7 tanpa jendela bidik , tetapi para fotografer amatir akan menghargai EVF dan tata letak kontrol yang sedikit lebih kuat. Ini tidak cukup cocok untuk X-T30 yang lebih mahal , Pilihan Editor kami di ruang kamera tanpa cermin, tetapi merupakan alternatif yang bagus dengan sedikit uang.

Catatan Editor: Ulasan ini pertama kali diterbitkan pada 18 Mei 2020. Diperbarui untuk mencerminkan fitur webcam yang ditambahkan oleh pembaruan firmware.

Stylish, dalam Three Finishes

X-T200 memiliki gaya retro yang serius. Itu dibungkus dengan kulit imitasi hitam, dengan pelat atas komposit yang diselesaikan dengan nada yang lebih ringan. Kami menerima edisi Silver untuk ditinjau, tetapi Anda dapat memilih Dark Silver jika Anda lebih suka gaya yang lebih bersahaja, atau Champagne Gold jika Anda ingin menambahkan gaya dalam hidup Anda.

Bodinya lebih kecil secara keseluruhan daripada SLR konsumen pada umumnya — 3,3 x 4,8 x 2,2 inci tanpa lensa (HWD), dan cukup ringan pada 13,1 ons. Anda dapat membelinya sebagai bodi saja, pilihan yang baik jika Anda meningkatkan dari kamera yang lebih tua dan sudah memiliki satu set lensa.

Dengan $ 100 lebih, Anda bisa mendapatkannya dibundel dengan zoom XC 15-45mm yang ringkas . Ini lensa yang bagus, dengan harga $ 300 saja. Jika Anda memiliki salah satu zoom kit Fujifilm yang lebih tua, seperti XC 16-50mm , Anda mungkin menganggap kit tersebut sebagai pembelian yang berharga, dan itu adalah pilihan yang jelas jika Anda tidak memiliki lensa yang berkeliaran.

Ergonomi dan Kontrol

X-T200 berbagi banyak teknologi, dan tampilannya, dengan X-A7, tersedia dengan harga lebih murah $ 100 tetapi tanpa jendela bidik. Namun, ada beberapa perbedaan lain. Bungkus X-T200 memiliki hasil akhir yang lebih kasar, berkerikil, dan pegangan yang sedikit lebih dalam. Rasanya secara keseluruhan sedikit lebih premium, dan memberi kepercayaan lebih jika Anda berencana memasangkannya dengan lensa telefoto.

Saya kebanyakan menggunakannya dengan entri yang lebih baru di katalog, XC 35mm F2 . Ini memiliki optik yang sama persis dengan XF 35mm F2 WR , tetapi menjatuhkan perlindungan cuaca dan cincin aperture, dan harganya setengahnya.

Ada flash built-in, serta hot shoe untuk strobo eksternal atau pemicu nirkabel. Tombol untuk membuka flash ada di sebelah kiri, bersarang di bawah tombol kontrol yang dapat disesuaikan. Putaran ini dapat melayani sejumlah fungsi — secara default putaran melalui mode film dalam kamera.Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2, 1 / 4.000-detik, ISO 200

Tombol Mode berada tepat di sebelah kanan EVF, dan diapit oleh tombol kontrol depan dan belakang. Pelepas rana berada di tengah dial depan. Posisi rana terasa sangat bagus, meskipun kedua dial agak terlalu kurus — saya harap mereka memiliki ketinggian yang sedikit lebih tinggi.

Tombol Rekam video dan On / Off melengkapi kontrol atas. Tombol Drive / Delete dan Play ada di bagian belakang, di atas LCD, dan di kiri eyecup. Di sebelah kanannya Anda akan melihat pengaturan Mode Tampilan untuk mengaktifkan sensor mata dalam kamera bersama dengan dua tombol fungsi yang dapat diprogram.

LCD belakang ayun sangat besar, jadi tidak ada banyak ruang di belakang sana untuk hal lain. Fujifilm meletakkan jempol yang dibentuk di sebelah kanannya, meningkatkan ergonomi. Tidak ada ruang untuk d-pad tradisional, jadi ada joystick delapan arah. Ini digunakan untuk menavigasi menu atau, jika Anda lebih suka memilih titik fokus sendiri, pindahkan di sekitar bingkai. Tombol Menu / OK dan Tampilan / Kembali berada di bawahnya.

Tampilan dan Jendela Bidik

LCD adalah salah satu yang terbesar yang akan Anda temukan di kamera konsumen, dengan ukuran diagonal 3,5 inci dengan rasio aspek 16: 9. Sensitif untuk disentuh, berayun dari samping ke depan, ke atas, atau ke bawah, dan sangat tajam pada 2,8 juta titik. Kecerahan dapat disesuaikan, dan pada pengaturan tertingginya sangat berguna di bawah sinar matahari yang cerah.

Kontrol fisik dilengkapi dengan antarmuka sentuh di layar. Mengetuk panah di kanan layar menampilkan menu dengan sejumlah pengaturan cepat — termasuk akses ke simulasi film dalam kamera, pengaturan fokus otomatis dan white balance, dan penyesuaian kecerahan.

Ada juga ikon Q. Mengetuknya akan menampilkan menu pengaturan di layar di atas umpan langsung dari lensa. Set default, yang ditunjukkan di atas, dapat disesuaikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda, tetapi di luar kotak dasar-dasarnya sudah tercakup.

Jendela bidik internal memisahkan X-T200 dari X-A7 dan model mirrorless dasar lainnya yang menghilangkan fitur tersebut. Layar OLED menyegarkan dengan cepat dan mempratinjau eksposur Anda secara real time, lengkap dengan warna atau efek dalam kamera yang Anda aktifkan.

Jendela bidik tampak lebih besar di mata Anda daripada pencari optik yang akan Anda temukan di SLR pada titik harga ini. Peringkat perbesarannya adalah 0,62x, dibandingkan dengan 0,51x untuk jendela bidik optik Canon EOS Rebel T7i.Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2, 1 / 1.600-detik, ISO 200

Ini bukan yang terbesar di kelasnya — Sony a6100 memiliki EVF 0,7x — tetapi X-T200 unggul dalam ketajaman jendela bidik dengan 2,6 juta titik, hampir dua kali lipat dari 1,4 juta titik yang digunakan oleh a6100, jadi saya tetap mengutamakan Fujifilm . Anda perlu menghabiskan beberapa ratus dolar lebih banyak pada Sony a6400 untuk mendapatkan EVF yang lebih baik.

Daya dan Konektivitas

X-T200 didukung oleh baterai FP-NW126S yang sama dengan yang digunakan oleh sebagian besar kamera mirrorless Fujifilm lainnya. Jika Anda sudah berinvestasi dalam sistem, Anda mungkin memiliki beberapa suku cadang. Pengisian daya dilakukan di dalam kamera, melalui koneksi USB-C, sehingga Anda dapat mengisi daya melalui pengisi daya portabel saat dalam perjalanan, atau berbagi laptop atau pengisi daya ponsel saat bepergian.Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2, 1 / 4.000-detik, ISO 200

Kamera dinilai untuk sekitar 270 bidikan per pengisian atau 90 menit perekaman video, tetapi pemutaran gambar, pengeditan, dan transfer Wi-Fi akan mengurangi angka-angka itu. Karena itu, angkanya rendah untuk kelas ini, jadi saya sangat menyarankan untuk membawa baterai cadangan atau powerbank untuk melengkapinya di siang hari.

Ada mikro port HDMI, sehingga Anda dapat terhubung ke TV untuk bermain foto dan video untuk keluarga atau, jika Anda seorang pengguna tingkat lanjut, menyimpan video ke perekam eksternal seperti Atomos Ninja V . Ada juga koneksi 2.5mm, sehingga Anda dapat menghubungkan mikrofon eksternal dengan adaptor steker yang tepat, atau remote control kabel.

Dengan   pembaruan firmware versi 1.10 , Fujifilm telah menambahkan   dukungan webcam USB ke X-T200. Setelah diperbarui, Anda hanya perlu menghubungkannya ke PC atau sistem komputer Mac melalui USB. Ini akan muncul di daftar kamera yang tersedia di perangkat lunak yang kompatibel — Google Meet, Microsoft Teams, Skype, dan Zoom didukung. Fitur tersebut juga tersedia dengan X-A7.Fujinon XC 35mm F2, f / 2, 1/500-detik, ISO 200

Foto disimpan ke memori SDXC hingga kecepatan transfer UHS-I. Anda bisa mengeluarkannya dari kamera melalui USB atau pembaca kartu, atau menghubungkan ke ponsel cerdas Anda untuk mengirim foto melalui Wi-Fi. Aplikasi Fujifilm Cam Remote, yang dapat diunduh gratis untuk Android atau iOS, diperlukan, dan Bluetooth dalam kamera mempercepat proses koneksi, tetapi transfer itu sendiri dapat memakan waktu — satu gambar dapat memakan waktu hingga dua puluh detik untuk dikirim. Separuh waktu itu digunakan untuk memulai transfer, jadi akan berguna untuk mentransfer tembakan secara bertahap.

Fokus otomatis

X-T200 menawarkan autofokus yang jauh lebih baik daripada X-T100 yang datang sebelumnya. Piksel pendeteksian fase mencakup area sensor yang lebih luas, jadi fokus merespons dengan cepat bahkan ketika Anda mencoba untuk menjauh dari pusat.Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2.8, 1 / 3.000-detik, ISO 200

Ini masih lebih lambat daripada X-T30 dengan spesifikasi lebih tinggi, tetapi dengan jeda kurang dari 0,1 detik antara fokus yang menarik dan mengambil foto, Anda masih sangat mampu menangkap momen candid.

Sistem fokus otomatis dan kinerjanya sama dengan X-A7. Anda dapat membiarkan kamera memilih subjek, dengan bantuan opsional deteksi mata dan wajah, atau memilih titik secara manual. Pelacakan subjek juga tersedia, dan cukup efektif untuk menjaga kotak fokus tetap di atas target yang bergerak.Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2, 1/000-detik, ISO 200

Pengambilan gambar secara beruntun tersedia dengan kecepatan 8fps. Durasinya agak pendek jika Anda bekerja dalam format Raw — Anda hanya akan mendapatkan sekitar 15 bidikan sebelum buffer terisi dan kecepatan pengambilan gambar melambat. Jika Anda menggunakan JPG, Anda akan mendapatkan sekitar 23.

Akurasinya bagus, tetapi tidak sempurna, saat menghadapi subjek yang bergerak cepat ke arah atau menjauh dari kamera, tetapi fokus terkadang meleset, tidak diharapkan. Anda akan mendapatkan akurasi yang sedikit lebih baik dan pengambilan yang lebih cepat dengan memilih model berikutnya dalam seri ini, X-T30, karena sensor gambar dan prosesornya bekerja sama untuk akuisisi fokus yang sedikit lebih cepat.

Pencitraan

Seperti halnya sistem fokus otomatis, mesin pencitraan X-T200 pada dasarnya identik dengan X-A7. Ini adalah sensor filter warna standar Bayer, bukan X-Trans milik Fujifilm. Karenanya, beberapa mode warna yang tersedia pada model Fujifilm kelas atas, seperti profil video Eterna dan tampilan film Negatif Klasik, tidak tersedia di sini, Anda juga tidak mendapatkan simulasi butiran atau beberapa opsi pemrosesan yang lebih esoterik, seperti warna chrome terlihat untuk menjaga detail dengan lebih baik pada subjek yang sangat jenuh.Contoh gambarSimulasi Film Dibandingkan

Tapi masih banyak gaya gambar yang bisa dipilih. Standar kamera disebut Provia, menggambar pemandangan dengan warna yang sesuai dengan kenyataan. Untuk pemandangan yang jelas ada Velvia, dan Anda dapat menggunakan Chrome Klasik jika Anda menyukai tampilan dunia yang lebih desaturasi. Pilihan hitam-putih dan sepia juga ada.

Sensor ini mendukung ISO 200 (untuk cahaya terang), hingga ISO 51200 untuk digunakan saat bekerja di interior yang gelap. Kualitas gambar turun saat Anda beralih ke sensitivitas yang lebih tinggi, tetapi jika Anda membiarkan kamera disetel ke otomatis, itu tidak akan pernah melebihi ISO 6400. Anda masih akan menikmati kualitas gambar yang sangat bagus pada setelan itu, dengan sedikit lebih banyak noise dan sedikit lebih sedikit detail daripada yang Anda lihat pada ISO 200. Kualitas JPG menurun secara nyata pada ISO 12800, dan menjadi lebih buruk pada pengaturan 25600 dan 51200 teratas.Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2.5, 1 / 4.000-detik, ISO 200

Tangkapan mentah juga tersedia. Anda akan mendapatkan detail yang lebih tajam dan butiran yang sedikit lebih terlihat pada ISO yang lebih tinggi, dan menambahkan lebih banyak kebebasan untuk mengedit bidikan setelah fakta. Anda dapat memproses gambar dalam kamera, sehingga Anda dapat bermain dengan profil warna yang berbeda untuk gambar, atau dalam perangkat lunak seperti Adobe Lightroom. Sensor mengirimkan file yang fleksibel untuk diedit, dengan banyak kelonggaran untuk perubahan warna atau eksposur tanpa efek yang merugikan.

Video 4K

Vlogger dan videografer akan menikmati perangkat video X-T200, terutama layar yang menghadap ke depan dan input mikrofon. Anda dapat menerapkan semua profil warna yang sama yang tersedia untuk gambar diam ke rekaman 4K atau 1080p Anda, dengan kecepatan bingkai hingga 30fps untuk yang pertama dan 60fps untuk yang terakhir saat merekam dengan suara. Pembuat film indie akan menghargai dukungan untuk pengambilan gambar 24fps.Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2, 1 / 4.000-detik, ISO 200

Gerakan lambat tersedia hingga 120fps pada 1080p, tetapi diperlambat dalam kamera sehingga Anda tidak mendapatkan suara dan harus memilih kecepatan pemutaran sebelum Anda memulai klip — opsi pemutaran kecepatan setengah, seperempat, dan kelima tersedia .Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2, 1 / 2.200-detik, ISO 200

Tetap saja, X-T200 tepat di atas level pemula, dan beberapa fitur yang lebih canggih hilang. Anda tidak dapat memompa 4K hingga 60fps seperti yang Anda bisa dengan X-T3 premium, juga tidak memiliki stabilisasi dalam tubuh yang Anda dapatkan dengan andalan terbaru, X-T4, dan profil F-log datar tidak ada.

Tetap saja, ini kamera video yang bagus. Rekaman 4K tajam, dan cukup stabil jika Anda menggunakan lensa yang distabilkan. Ada beberapa stabilisasi digital tambahan yang tersedia, berguna untuk merekam walk-and-talk dan video lainnya dengan gerakan kamera, tetapi hanya tersedia pada 1080p, bukan 4K.Contoh gambarFujinon XC 35mm F2, f / 2, 1 / 4.000-detik, ISO 200

Pemula Dengan Ruang untuk Bertumbuh

Fujifilm memiliki reputasi yang pantas untuk menghadirkan kamera-kamera terdepan di kelasnya di ujung atas pasar, tetapi penawaran level awal telah terpukul atau terlewatkan. Ini berhasil mengubahnya dengan X-T100, tetapi kinerja fokus otomatis yang tidak konsisten membuat kami tidak merekomendasikannya dengan antusias.

X-T200 memperbaiki masalah fokus pendahulunya, dan menambahkan fitur seperti video 4K yang dapat digunakan, dukungan sentuh yang lebih baik, dan opsi pemrosesan Raw yang ditingkatkan. Saat Anda menyetelnya ke otomatis, ini adalah kamera pemula yang bagus untuk fotografer keluarga, dan menawarkan performa, opsi lensa, dan kontrol manual untuk membantu fotografer pemula mengasah dan meningkatkan keahlian mereka.

Ini tidak sekuat opsi step-up, Fujifilm X-T30, Pilihan Editor kami dalam kategori ini, tetapi dengan kurang dari $ 200 Anda tidak akan melewatkan banyak hal. X-T30 memiliki beberapa fitur pro, masa pakai baterai lebih kuat, dan fokus otomatis lebih cepat, tetapi X-T200 benar-benar menyelesaikan pekerjaan.

Spesifikasi Fujifilm X-T200

Ukuran3,3 kali 4,8 kali 2,2 inci
Bobot13.1 oz
TipeMirrorless
Resolusi Sensor24 MP
Jenis SensorCMOS
Ukuran SensorAPS-C (24 x 16 mm)
Dudukan LensaFujifilm X
Slot Kartu Memori1
Format Kartu MemoriSDXC (UHS-I)
Jenis bateraiFujifilm NP-W126S
ISO Minimum100
ISO maksimum51200
StabilisasiTidak ada
Ukuran layar3,5 inci
Resolusi tampilan2,76 juta titik
Layar sentuhIya
Jenis Jendela BidikEVF
Pembesaran Jendela Bidik0,62x
Resolusi EVF2,36 juta titik
KonektivitasWi-Fi, mikro HDMI, Mikrofon / Remote (2.5mm), Bluetooth, USB-C
Kedalaman Kedap Air Maksimum0 kaki
Resolusi video4K
Keluaran HDMIIya
Profil DatarTidak

beranda

Leica M10 monokrom

Leica M10 monokrom

Leica M10 monokrom

Leica M10 Monokrom - Leica M10 Monokrom
  • PRO
    • Sensor monokrom full-frame 40MP
    • Jendela bidik optik dengan fokus pengintai
    • Kesesuaian dan hasil akhir yang mewah
    • LCD sentuh yang tajam
    • Tahan debu dan percikan
    • Rana mekanis nyaris senyap
    • EVF tambahan tersedia
    • Wifi
  • KONTRA
    • Penetapan harga premium
    • Tidak melakukan warna atau video
    • Fokus manual tidak untuk semua orang
  • INTINYALeica M10 Monochrom adalah kamera impian bagi penggemar fotografi hitam-putih klasik.

Jika pengukur jarak Leica adalah kemunduran ke zaman dulu, tidak ada contoh yang lebih baik tentang seberapa jauh mereka bisa melangkah ke belakang daripada Monochrom M10 ($ 8.295, hanya bodi). Seperti orang lain di keluarga M10, desain dasarnya sama dengan model yang berasal dari tahun 1950-an. Namun alih-alih menampung sensor yang mampu menangkap warna dunia, Monochrom sesuai dengan namanya dengan citra yang didedikasikan sepenuhnya untuk hitam dan putih. Ini adalah kamera Monochrom terbaik yang dibuat Leica hingga saat ini, dan layak disebut Pilihan Editor kami.

Pengintai Abad 21

Seperti anggota keluarga lainnya, desain dasar M10 Monochrom berasal dari Leica M3, kamera 35mm yang pertama kali dijual pada tahun 1954. Tabung film telah ditukar dengan kartu memori, dan ada layar sentuh di bagian belakang, tetapi tampilan umum dan perasaannya sama.Contoh gambarLeica Summilux-M 50mm f / 1.4 ASPH, 1/750-detik, ISO 160

Ukuran bodinya 3,2 x 5,5 x 1,5 inci (HWD) dan berat 1,5 pon. Kamera lebih ramping daripada desain mirrorless yang lebih modern, dan menghilangkan pegangan. Pegangan tambahan tersedia jika Anda mau.

Beberapa pemilik Leica memilih casing setengah dari kulit untuk menambahkan perlindungan tambahan; beberapa, seperti yang dari Arte di Mano , menyertakan pegangan sederhana dalam desainnya. Saya menggunakan Monochrom M10 tanpa casing atau pegangan, tetapi kemungkinan besar akan menggunakan mode setengah casing jika saya membelinya. Saya telah menggunakan M (Typ 240) dalam kasus di Mano selama bertahun-tahun dengan sukses besar.Contoh gambarLeica Elmar 5cm f / 3.5, 1/125-detik, ISO 160

Kualitas konstruksi patut dicontoh. Pelat atas terbuat dari kuningan, dilapisi krom hitam, dan bodi dari paduan magnesium, dibungkus kulit imitasi. Anda bisa mendapatkan kamera edisi standar dengan pelat atas tanpa hiasan, atau memilih versi edisi terbatas Leitz Wetzlar dengan pelat atas berukir.

Bodinya tahan debu dan percikan, tapi tidak tahan air. Saya akan merasa nyaman menggunakannya dalam hujan sedang, tetapi tidak hujan deras.

Jendela bidik optik membedakan M10 dari kebanyakan kamera mirrorless lainnya. Ini adalah jendela bidik tetap dengan peringkat perbesaran 0,73x. Patch cerah di tengah digunakan untuk fokus — ini menunjukkan gambar ganda saat subjek di luar fokus, dan satu gambar saat Anda menyetel lensa dengan benar.Contoh gambarLeica Summicron-C 40mm f / 2, 1 / 2.000-detik, ISO 160

Karena Anda tidak melihat melalui lensa, melainkan pencari optik tetap, lensa ini tidak menjadi redup jika Anda memasang lensa f / 2.8 alih-alih f / 1.4, seperti SLR. Tapi Anda kehilangan framing yang tepat. M10 memproyeksikan garis bingkai di jendela bidik, kira-kira cocok dengan sudut pandang lensa yang terpasang. Mereka ditampilkan berpasangan — 28mm dan 90mm, 35mm dan 135mm, serta 50mm dan 75mm.

Lensa M tidak dibuat dalam panjang fokus yang lebih panjang, tetapi jika Anda ingin menggunakan sudut lebar, Anda harus menggunakan LCD belakang untuk pembingkaian yang tepat, atau berinvestasi dalam EVF tambahan atau pencari optik agar sesuai dengan lensa Anda. Monochrom M10 dapat bekerja dengan hampir semua lensa SLR manual melalui adaptor mekanis sederhana juga, meskipun Anda harus menggunakan EVF atau tampilan belakang untuk pembingkaian dan fokus.Leica M10 monokrom

Seperti M10-P premium, LCDnya adalah panel 3 inci dengan dukungan sentuh. M tidak memiliki kemampuan autofokus apa pun, tetapi Anda dapat mengetuk layar dua kali untuk masuk dan memperbesar bingkai untuk membantu fokus manual, atau untuk melihat lebih dekat pada foto dalam mode pemutaran.

Kontrol Menutupi Dasar

M10 memiliki lebih banyak sakelar kontrol dan dial daripada kamera film lama yang ditiru, tetapi tidak banyak. Anda masih akan mengatur f-stop pada lensa itu sendiri, dan kecepatan rana melalui dial di bagian atas kamera. Rana mendukung operasi otomatis, dan dapat disetel secara manual dari delapan detik hingga 1 / 4.000 detik dengan peningkatan setengah stop melalui dial; eksposur hingga 16 menit tersedia melalui pengaturan bulb.Leica M10 monokrom

Ada juga tombol kontrol ISO di atas, di tempat yang sama Anda akan menemukan film diputar mundur pada kamera 35mm seperti MA yang masih dalam produksi . Ini menawarkan opsi otomatis, opsi manual (diatur melalui menu kamera), atau menetapkan tanda untuk ISO 160, 400, 800, 1600, 3200, 6400, dan 12500. Sensor monokrom 40MP kamera dapat disetel setinggi ISO 10000 .

Ada tombol fungsi di bagian depan — sekali tekan akan mengaktifkan pembesaran bingkai saat menggunakan tinjauan langsung, dan Anda dapat menahannya serta memutar kenop perintah belakang untuk mengatur kompensasi EV. Anda juga dapat menyetel dial belakang untuk menyetel EV secara langsung, tanpa menekan tombol, melalui menu.Contoh gambarLeica Elmar 5cm f / 3.5, 1/180-detik, ISO 160

Kontrol belakang lainnya termasuk tombol Live View, Play, dan Menu, serta pengontrol empat arah dengan tombol tengah untuk navigasi menu.

Konektivitas dan Daya

M10 Monochrom mencakup Wi-Fi. Ia bekerja dengan aplikasi Leica Fotos, tersedia untuk Android dan iOS, untuk mentransfer foto ke perangkat genggam Anda, atau untuk digunakan sebagai remote control. Fungsi jarak jauh berfungsi dengan baik, hanya dengan sedikit jeda di umpan langsung, dan fungsi transfer berfungsi untuk gambar JPG dan DNG mentah.Contoh gambarLeica Summitar 50mm f / 2, 1/250-detik, ISO 160

File mentah bisa memakan waktu lama untuk disalin, sekitar 30 detik per foto ke iPhone 8 Plus saya. Namun, Anda kemudian dapat mengeditnya dengan alat berbasis telepon. JPG bekerja lebih cepat, sekitar 10 detik untuk file resolusi penuh.

Baterai adalah sel BP-SCL5 yang sama yang memberi daya pada model M10 lainnya. Ini dinilai untuk sekitar 600 bidikan berdasarkan penggunaan viewfinder optik. Menggunakan EVF dan Wi-Fi akan mengurasnya lebih cepat. Jika Anda berangkat untuk fotografi sehari penuh, saya sarankan untuk membawa cadangan yang terisi penuh, karena M10 tidak memiliki koneksi USB apa pun untuk pengisian daya saat bepergian. Baterai dengan harga $ 195.Contoh gambarLeica Summicron-C 40mm f / 2, 1 / 4.000-detik, ISO 160

Anda harus melepaskan pelat dasar untuk mengganti baterai atau mengakses slot kartu memori UHS-I SDXC. Ini bisa menyebalkan jika Anda menyimpan pelat tripod di atasnya, karena Anda harus melepaskannya terlebih dahulu untuk menukar baterai.

Itu salah satu aspek dari desain yang ingin kami lihat berubah — pintu baterai akan jauh lebih praktis. Jika Anda benar-benar terganggu olehnya, tersedia pelat dasar pihak ketiga yang menggabungkan pintu berengsel untuk akses baterai dan kartu memori.

Sensor Hitam-Putih 40MP

Monochrom M10 adalah pengintai hitam-putih ketiga Leica, tetapi ini yang pertama menampilkan sensor gambar yang dibuat khusus untuk itu. Monochrom M asli dan Monochrom generasi kedua (Typ 246) menggunakan sensor yang pertama kali dikembangkan untuk kamera warna, dengan filter Bayer dihapus.Contoh gambarLeica Summitar 50mm f / 2, 1/180-detik, ISO 160

Menghapus filter Bayer meningkatkan resolusi — cahaya dikumpulkan di setiap lokasi piksel, sementara kamera warna menyaring panjang gelombang yang berbeda dalam pola yang ditetapkan, membutuhkan beberapa interpolasi untuk mengisi celah. Hasilnya adalah penurunan detail versus sensor monokrom, dan juga penurunan peringkat ISO efektifnya.

Kedua edisi sebelumnya memiliki sensitivitas yang relatif tinggi, ISO 320. Sensor M10 Monochrom menawarkan pengambilan ISO 160, jadi Anda cenderung tidak menambahkan filter kepadatan netral ke lensa Summilux jika Anda ingin membidiknya pada f / 1.4 di bawah sinar matahari yang cerah. Itu tidak berarti Anda dapat membuang filter — Anda mungkin ingin menambahkan filter kuning atau merah ke lensa Anda untuk menggelapkan langit, seperti yang Anda lakukan saat merekam film.Contoh gambarLeica Elmarit 28mm f / 2.8, 1/125-detik, ISO 400

Sensor ini memiliki rentang sensitivitas yang sangat luas — hingga ISO 100000 — dan jika Anda menggunakan format Raw, Anda akan memiliki banyak ruang untuk menyesuaikan foto sesuai selera. Saya tidak memiliki masalah dalam membuka bayangan dan mengekang sorotan. Terlebih lagi, sensor tidak menunjukkan bukti adanya garis melintang pada pengaturan ekstrim ISO, sesuatu yang harus dihadapi pemilik Monochrom (Typ 246).

Saat bekerja dalam format DNG Mentah, detail sangat bagus dan gambar menunjukkan bintik yang sangat sedikit melalui ISO 1600. Pola bintik halus dan rapat mulai terlihat pada ISO 3200. Ini menjadi sedikit lebih kasar saat Anda meningkatkan sensitivitas, tetapi pola titik di cetakan kami target pengujian terlihat jelas melalui ISO 12500. Contoh gambarLeica Summitar 50mm f / 2, 1/500-detik, ISO 160

Butir lebih kasar dan memotong secara detail pada pengaturan ekstrim, ISO 25000 hingga ISO 100000, tetapi keluaran dapat digunakan dan dicetak, bahkan pada pengaturan atas. Kebisingan di pengaturan atas tidak berbeda dengan Ilford HP5 atau Kodak Tri-X mendorong beberapa pemberhentian.

Output JPG juga bagus. Butir sedikit lebih kasar di setelan atas, tetapi gambar dapat digunakan sama seperti keluaran Raw — Anda hanya kehilangan fleksibilitas untuk pasca-proses. Anda dapat meminta M10 menerapkan warna sepia, selenium, atau biru, dengan efek yang kuat atau lemah.Contoh gambarLeica Wide-Angle Tri-Elmar 16/18 / 21mm f / 4 ASPH, 16mm, 1-detik, ISO 250

Pengujian kami dilakukan dengan Summilux-M 50mm ASPH. lensa disetel ke f / 5.6, lensa yang lebih tua, tetapi dalam produksi. Pengukur jarak Leica telah menggunakan dudukan yang sama selama enam dekade, dan dapat menggunakan lensa yang berasal dari tahun 30-an dengan adaptor sederhana. Saya memanfaatkan ini saat bekerja dengan Monochrom di lapangan, menggunakan beberapa favorit lama, termasuk lensa Elmar dan Summitar dari tahun 1940-an.

Untuk mendapatkan resolusi maksimal mutlak dari sensor, Anda sebaiknya menggunakan kaca yang lebih baru. Desain optik yang lebih halus dan lapisan yang lebih baik memungkinkan Leica (dan lainnya) mengembangkan lensa dengan kontras mikro yang lebih baik, meningkatkan ketahanan terhadap suar, dan lebih sedikit distorsi. Tapi untuk fotografi yang kurang teknis, kaca tua benar-benar bisa bernyanyi di M10 Monochrom.Contoh gambarLeica Summitar 50mm f / 2, 1/250-detik, ISO 160

Pengambilan gambar dengan drive terus menerus tersedia hingga 4,5fps. Harapkan buffer untuk diisi setelah delapan atau sembilan bidikan Raw atau Raw + JPG; Fotografer JPG bisa mendapatkan sekitar 30 sekaligus. Gambar menulis dengan cukup cepat ke memori, dan Anda dapat mulai membuat gambar lagi setelah buffer habis. Shutternya adalah versi ekstra-senyap yang sama dengan yang digunakan pada M10-P — tidak begitu senyap, tapi sangat dekat.

Kurang itu lebih

Leica M10 Monochrom mungkin tidak memiliki audiens potensial terluas, dan itu tidak masalah. Fotografer yang menggunakan pengukur jarak di zaman sekarang ini melakukannya karena niat, pengabdian, dan cinta. Anda bisa mendapatkan kamera full-frame canggih dengan autofokus kelas dunia, perekaman 4K, dan banyak fitur lainnya dengan harga lebih murah.Contoh gambarLeica Summicron-C 40mm f / 2, 1 / 2.000-detik, ISO 160

Tetapi jika Anda berbelanja M10 Monochrom, Anda mencari sesuatu yang lain. Monochrom mungkin melakukan lebih sedikit dari yang lain, tapi itulah intinya. Semuanya kembali ke dasar, dengan fokus manual, jendela bidik optik, dan gambar yang menunjukkan permainan antara cahaya dan bayangan, tanpa gangguan warna.

Ini adalah barang mewah, jadi Anda harus serius dengan kerajinan itu untuk berpikir untuk membelinya. Ada sedikit premium di atas model dasar M10, tetapi Anda mendapatkan layar sentuh M10-P dan rana yang tenang, keduanya hilang dari M10 standar. Meski begitu, ini masih merupakan pembelian besar untuk direnungkan.Contoh gambarLeica APO-Summicron-M 50mm f / 2 ASPH, 1/60-detik, ISO 320

Tetapi jika Anda dapat mengayunkannya, Monochrom M10 akan memberi Anda hadiah. Sangat menyenangkan untuk digunakan, dengan sedikit mengalihkan perhatian Anda dari fotografi. Gambar hitam-putih sangat indah, dan ada sesuatu yang bisa dikatakan tentang cara bekerja tanpa warna mengubah pendekatan Anda dalam membuat foto. Ini M10 favorit saya untuk digunakan hingga saat ini, dan Pilihan Editor kami.

Spesifikasi Monochrom Leica M10

Ukuran3,2 kali 5,5 kali 1,5 inci
Bobot1,5 lb
TipeMirrorless
Resolusi Sensor40 MP
Jenis SensorCMOS
Ukuran SensorBingkai Penuh (24 x 36mm)
Dudukan LensaLeica M
Slot Kartu Memori1
Format Kartu MemoriSDXC (UHS-I)
Jenis bateraiLeica BP-SCL5
ISO Minimum160
ISO maksimum100000
StabilisasiTidak ada
Ukuran layar3 inci
Resolusi tampilan1,04 juta titik
Layar sentuhIya
Jenis Jendela BidikOptik
Pembesaran Jendela Bidik0,73x
KonektivitasWifi
Kedalaman Kedap Air Maksimum0 kaki
Resolusi videoTidak didukung
Keluaran HDMITidak ada
Profil DatarTidak

beranda

Leica M10-R

Leica M10-R

Leica M10-R

Leica M10-R - Leica M10-R
  • PRO
    • Sensor bingkai penuh 40MP
    • Jendela bidik optik dengan fokus pengintai
    • Tampak menoleh
    • Tahan debu dan percikan
    • Rana mekanis nyaris senyap
    • EVF tambahan tersedia
    • Wi-Fi internal
  • KONTRA
    • Mahal
    • Menghilangkan dukungan video
    • Fokus manual tidak untuk semua orang
  • INTINYALeica M10-R menempatkan sensor gambar 40MP yang baru ke dalam desain bodi yang benar-benar klasik, menghasilkan kamera yang menarik untuk penggemar rangefinder.

Leica telah bergerak melampaui format sensor 24MP dengan M10-R ($ 8.295, hanya bodi), model resolusi tinggi kedua, dan yang pertama dengan sensor gambar berwarna. Seperti M10 Monochrom , kamera ini menangkap foto pada 40MP, dan melakukannya menggunakan gaya tubuh yang sebagian besar tidak berubah oleh waktu. Ini hanya $ 300 lebih banyak dari edisi standar M10 , dan termasuk perbaikan pada bodi serta sensor gambar yang diperbarui, menjadikannya alternatif yang menarik.

Resolusi Tinggi M

Kipas kamera pengintai memiliki beberapa model M10 untuk dipilih. Sebagian besar dibangun dengan sensor full-frame 24MP yang sama. Ini digunakan dalam model dasar M10, M10-P premium , dan M10-D bebas layar .Leica M10-R

M10-R memiliki imager baru, versi warna dari sensor 40MP yang digunakan di M10 Monochrom. Kamera full-frame sebagian besar terbagi dalam dua kelompok: model dengan sensor dalam kisaran 24MP, dan kamera resolusi tinggi yang mencapai 60MP. Piksel ekstra bermanfaat — Anda mendapatkan lebih banyak ruang untuk memotong, dan sensor yang beberapa tahun lebih baru dalam desain juga menjaring rentang dinamis yang lebih baik dan butiran ISO tinggi tidak menunjukkan efek garis melintang.Contoh gambarLeica Summilux-M 50mm f / 1.4 ASPH., 1/125-detik, ISO 400

Mereka bukan satu-satunya alasan untuk membelanjakan $ 300 lebih banyak daripada M10 dasar. Kedua model terlihat mirip, tetapi M10-R menyertakan rana senyap yang ditingkatkan, LCD sentuh, dan pengukur level di layar.

Termasuk Red Dot

Desain bodinya sama seperti model M10 lainnya. Ini mengukur 3,2 kali 5,5 kali 1,2 inci (HWD) dan agak berat untuk ukurannya, 1,5 pound. Bodinya adalah magnesium, dibungkus dengan kulit imitasi, tetapi bahan kuningan yang digunakan untuk membuat pelat atas dan bawah padat.Leica M10-RLeica M10-R dan M3

M10-R tersedia dalam krom hitam atau perak, masing-masing dihiasi dengan logo Red Dot Leica yang langsung dapat dikenali. Pelat atas bebas dari hiasan — Leica biasanya mengenakan biaya lebih untuk model dengan logo berukir.

Bodi seri M tidak berubah selama bertahun-tahun, dan menghilangkan pegangan. Kamera biasanya digunakan dengan lensa yang lebih kecil, dan seimbang tanpa lensa, tetapi ada opsi tambahan jika Anda lebih suka pegangan. Leica juga menjual full-frame, 47MP SL2 , model mirrorless bergaya SLR dengan grip terintegrasi, sesuatu yang perlu dipertimbangkan jika Anda berkomitmen untuk menggunakan rangefinder.Contoh gambarLeica Elmar 90mm f / 4, 1/150-detik, ISO 100

Jendela Bidik Optik dan Kontrol Manual

Dan rangefinder — patch pemfokusan terang di tengah viewfinder optik M10 — yang membuat orang membeli kamera M, bahkan ketika alternatif yang lebih modern tersedia. Sudut pandangnya tetap, dengan perbesaran 0,73x, cukup lebar untuk melihat pemandangan lensa 28mm.

Garis bingkai diproyeksikan berpasangan, dan berubah berdasarkan lensa mana yang Anda pasang — pasangan 28mm dan 90mm tampil bersama, seperti halnya 35mm dan 135mm, serta 50mm dan 75mm. Jika Anda menggunakan lensa dengan sudut 35mm atau lebih sempit, Anda akan melihat apa yang ada di luar bingkai selain apa yang akan ditangkap lensa.Contoh gambarLeica Summilux-M 50mm f / 1.4 ASPH., 1/125-detik, ISO 200

Semuanya manual. Kontrol fokus dan apertur diatur langsung pada lensa yang terpasang. Tambalan cerah di tengah jendela bidik menunjukkan gambar ganda saat foto Anda tidak dalam fokus; sejajarkan menjadi satu dan fokus disetel dengan benar.

Kecepatan rana dan ISO diatur oleh dial di pelat atas. Penyesuaian otomatis keduanya tersedia juga, dan Anda dapat mengatur batasan dan persyaratan kecepatan rana minimum melalui menu. Ada pad arah dan tombol di bagian belakang untuk menavigasi menu dan pengaturan pemutaran.Leica M10-R

Ada tombol kontrol belakang juga, sesuatu yang Anda dapatkan dengan M digital tetapi bukan bodi film. Ini memanggil dalam kompensasi EV, baik secara langsung atau dalam kombinasi dengan tombol fungsi depan, dan juga dapat digunakan untuk memperbesar saat meninjau gambar atau membingkai bidikan menggunakan tampilan belakang atau EVF.

Layar dan EVF

Layar belakang M10-R adalah LCD 3 inci dengan desain 1,04 juta titik yang tajam. Ini mendukung sentuhan, tetapi tidak miring ke atas atau ke bawah. Desain tetapnya membuat pengambilan gambar sudut rendah sedikit rumit — Anda harus turun bersama kamera.Leica M10-R

Jika Anda menyukai bidikan semacam itu, dan juga menginginkan M, Visoflex EVF add-on adalah pilihan. Ini meluncur ke dalam hot shoe dan menawarkan tindakan miring sehingga Anda dapat mengintipnya dari atas. Ini tajam, dan perbesaran bingkai serta puncak fokus tersedia sebagai bantuan fokus. Anda pasti ingin berpikir untuk menambahkannya jika Anda menggunakan lensa ultra lebar, atau untuk bidikan di mana fokus tepat sangat penting.

Daya dan Konektivitas

M10-R dilengkapi Wi-Fi. Ini berpasangan dengan ponsel Anda dan aplikasi Leica Fotos, tersedia untuk Android dan iOS. Aplikasi ini mendukung transfer gambar dan remote control, yang terakhir dengan tampilan langsung dari lensa.Leica M10-R

Anda dapat menyalin bidikan Raw atau JPG, meskipun kami menemukan bahwa file DNG memerlukan sedikit waktu untuk ditransfer — hingga 30 detik per gambar. JPG resolusi penuh bekerja lebih cepat, dalam waktu sekitar 10 detik.

Ini didukung oleh baterai BP-SCL5, sama seperti model M10 lainnya. Ini bagus untuk sekitar 600 bidikan, meskipun Anda dapat mengharapkan angkanya menjadi sedikit lebih sedikit jika Anda sering menggunakan Wi-Fi, menghabiskan banyak waktu untuk meninjau gambar, atau sangat bergantung pada tampilan langsung.Contoh gambarLeica Elmar 90mm f / 4, 1/180-detik, ISO 250

Baterai memuat di bagian bawah, di kompartemen yang sama dengan slot kartu memori UHS-I SDXC. Anda harus melepas pelat dasar untuk mendapatkannya, anggukan ke model film pemuatan bawah tadi. Penggantian pihak ketiga dengan pintu baterai berengsel tradisional tersedia jika Anda mau.

Sensor Bingkai Penuh 40MP

Sensor 40MP M10-R dikembangkan bersama M10 Monochrom. Dalam perubahan kecepatan, edisi hitam-putih dirilis lebih dulu. Manajer produk seri M Jesko von Oeynhausen memberi tahu kami bahwa waktu dan perhatian ekstra dihabiskan untuk menyempurnakan keluaran warna dari sensor baru.Contoh gambarLeica Summilux-M 50mm f / 1.4 ASPH., 1/750-detik, ISO 100

Ada kebutuhan khusus untuk membuat imager full-frame yang berfungsi baik dengan lensa M. Beberapa akan menunjukkan detail dan noda warna di sudut saat dipasangkan dengan kamera dari sistem lain — mudah menggunakan lensa M dengan kamera Canon, Nikon, atau Sony dengan adaptor .

Sensor M10-R memiliki satu lapisan kaca penutup yang dibuat khusus untuk kamera dan sistem lensa ini. Kaca penutup menyaring sinar UV dan IR menggunakan satu elemen tipis, hanya 0,9 mm. Itu dibuat hanya untuk kamera dan sistem lensa ini, dan berfungsi dengan baik untuk menjaga kejernihan dan ketepatan warna dengan lensa yang bermasalah dengan kamera lain. Saya memotret beberapa gambar dengan lensa yang benar-benar akan menyebabkan perubahan warna pada banyak kamera digital, versi LTM dari Voigtlander Super-Wide Heliar 15mm; dengan M10-R, sudut menunjukkan warna yang akurat, tanpa bukti adanya corak palsu.Contoh gambarVoigtlander Super-Wide Heliar 15mm f / 4.5, 1/250-detik, ISO 100

Rentang ISO yang tercakup sebenarnya sama dengan sensor 24MP M10. M10-R dimulai pada ISO 100 dan dapat diatur hingga ISO 50000. Meskipun mengemas lebih banyak piksel ke dalam ruang yang sama, M10-R bekerja cukup baik pada sensitivitas yang lebih tinggi.

Output Raw DNG-nya menunjukkan detail dan warna yang sangat baik melalui ISO 3200, dan hanya mundur sedikit pada ISO 6400. Noise lebih berat pada ISO 12500 dan 25000, tetapi sebaliknya gambar bertahan dengan cukup baik. Noise cukup berat pada ISO 50000 untuk menghilangkan detail halus, tetapi kami mencatat sedikit warna hijau dalam nada netral pada sensitivitas tertinggi ini.Contoh gambarLeica Summilux-M 50mm f / 1.4 ASPH., 1/350-detik, ISO 100

Tidak ada bukti adanya garis melintang saat membuka bayangan atau mendorong bayangan atau mengangkat level hitam — kami memproses gambar dalam Adobe Lightroom Classic . Ada banyak rentang dinamis juga, jadi Anda punya banyak ruang untuk mengatur warna gambar sesuai selera. M10-R juga menawarkan dukungan untuk eksposur yang lebih lama, hingga 16 menit, daripada M10 (4 menit), nilai tambah untuk astrofotografer dan orang lain yang menggunakan waktu eksposur ekstra lama.

Pengambilan JPG juga merupakan pilihan. Pemrosesan dalam kamera melakukan pekerjaan yang baik untuk menghilangkan noise warna kotor, tetapi tidak mencoba dan mengekang tekstur kasar yang ditinggalkannya. Anda akan melihat struktur butiran yang sangat mirip film pada ISO 12500 ke atas. Ini dimulai dengan cukup baik, tetapi menjadi lebih kasar saat Anda mengatur sensitivitas lebih tinggi dan lebih tinggi.Contoh gambarCanon 50mm f / 1.2 (LTM), 1 / 1.000-detik, ISO 100

Seperti model M10 lainnya, tidak ada dukungan video atau stabilisasi gambar. Jika Anda menginginkan fitur-fitur tersebut dari Leica, SL2 lebih cocok. Ini olahraga sensor 47MP stabil lima sumbu dan fitur 4K yang kuat. Sensornya juga dioptimalkan untuk lensa M, meskipun tidak sejauh M10-R.

Generasi Berikutnya M

Leica M10-R lebih dari sekedar versi khusus M10. Sensor gambar yang sepenuhnya baru membedakannya dari edisi dan variasi terbatas sebelumnya. Ia juga memiliki beberapa peningkatan praktis — rana yang lebih tenang dan layar sentuh — yang pertama kali terlihat pada M10-P premium. Dan, selain dari file yang lebih besar, tidak ada kerugian nyata untuk meraih M10-R dari edisi lain.Contoh gambarCanon 50mm f / 1.2 (LTM), 1 / 1.000-detik, ISO 100

Leica telah memilih untuk memasarkannya di bawah bendera M10, tetapi sensor baru benar-benar menjadikannya kamera baru. Jika Anda setia pada fotografi rangefinder, dan berada di pasar untuk model yang menangkap gambar dalam warna hidup, M10-R mewakili entri yang paling mampu di telepon.

Sensor warnanya membuatnya sedikit lebih serbaguna daripada M10 Monochrom, meskipun Anda masih harus mendapatkan versi hitam-putih kamera jika Anda tidak peduli dengan warna. Tetapi jika Anda mencari M10 baru, dan melihat dunia lebih dari sekadar warna abu-abu, M10-R layak untuk Anda perhatikan.

Spesifikasi Leica M10-R

Ukuran3,2 kali 5,5 kali 1,5 inci
Bobot1,5 lb
TipeMirrorless
Resolusi Sensor40 MP
Jenis SensorCMOS
Ukuran SensorBingkai Penuh (24 x 36mm)
Dudukan LensaLeica M
Slot Kartu Memori1
Format Kartu MemoriSDXC (UHS-I)
Jenis bateraiLeica BP-SCL5
ISO Minimum100
ISO maksimum50000
StabilisasiTidak ada
Ukuran layar3 inci
Resolusi tampilan1,04 juta titik
Layar sentuhIya
Jenis Jendela BidikOptik
Pembesaran Jendela Bidik0,73x
KonektivitasWifi
Kedalaman Kedap Air Maksimum0 kaki
Resolusi videoTidak didukung
Keluaran HDMITidak ada
Profil DatarTidak

beranda

Sony ZV-1

css.php