alfonslie

Indonesia dan Uranium

Posted: March 1st 2015

Sekilas bagi anda yang belum mengetahui tentang uranium.

Uranium merupakan salah satu logam berat yang dapat digunakan sebagai sumber energi.. Martin Klaproth merupakan orang yang berjasa menemukan unsur ini pada tahun 1789 pada sebuah mineral yang disebut pitchblende. Nama Uranium sendiri diambil dari nama planet Uranus .

Uranium memilki dua isotop di alam. Sekedar catatan, isotop merupakan unsur yang memiliki jumlah proton sama, namun memiliki neutron berbeda sehingga massa atomnya berbeda . Isotop-isotop tersebut adalah Uranium-238 (U-238) sebanyak 99.3% dan Uranium-235 (U-235) sekitar 0,7%. Nah, diantara 2 isotop tersebut, isotop U-235 adalah yang paling penting karena dalam kondisi tertentu  dapat meluruh dan menghasilkan energi yang tinggi. Peluruhan ini disebut reaksi fisi .

Bagaimana nasib uranium di Indonesia?

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70 ribu ton Uranium dan 117 ribu ton Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan. Kajian terakhir dilakukan di Mamuju, Sulbar, dimana deteksi pendahuluan menyebut kadar Uranium di lokasi tersebut berkisar antara 100-1.500 ppm (part per milion) dan Thorium antara 400-1.800 ppm.

Kecamatan Singkep, Kabupaten Mamuju juga menjadi kawasan yang laju dosis radiasi gammanya tercepat di Indonesia dibanding rata-rata nilai laju dosis radiasi Gamma di Indonesia yang 46 nSv per jam, kata Direktur Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Batan, Susilo Widodo. Sebagian besar cadangan Uranium kebanyakan berada di Kalimantan Barat, sebagian lagi ada di Papua, Bangka Belitung dan Sulawesi Barat, sedangkan Thorium kebanyakan di Babel dan sebagian di Kalbar.

Sebagian Manfaat Uranium

Uranium adalah bahan bakar nuklir yang sangat penting. Uranium 238 bisa diubah menjadi Plutonium.Kegunaan bahan bakar nuklir untuk menghasilkan energi listrik, untuk membuat isotop yang digunakan untuk tujuan damai, dan sebagai peledak, sangat diketahui dengan baik. Kapasitas 429 reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir di seluruh dunia yang beroperasi pada Januari 1990 dierkirakan mencapai 311000 megawatt. Uranium digunakan dalam peralatan petunjuk inert, dalam kompas giro, sebagai imbangan berat untuk permukaan kontrol penerbangan, sebagai pemberat untuk kendaraan pembawa missil, dan sebagai bahan pelindung. Logam uranium digunakan untuk target sinar X untuk memproduksi sinar X berenergi tinggi; uranium nitrat berguna untuk tinta fotografi, dan uranium asetat digunakan dalam kimia analisis. Kristal uranium bersifat triboluminesens (fenomena optis di mana cahaya dihasilkan ketika ikatan asimetris rusak karena zatnya tergores atau dihancurkan). Garam uranium juga digunakan untuk memproduksi kaca dan kilau Vaseline kuning. Uranium dan senyawanya sangat beracun, baik dari sudut pandang kimia dan radiologi.

A. Sebagai Proyektil 

Secara kimiawi, uranium merupakan logam berat berwarna keperakan yang sangat padat. Sebuah kubus uranium bersisi 10 cm memiliki massa mendekati 20 kg dan secara umum 70 % lebih padat dibanding timbal (timah hitam). Pada suhu 600 – 700°C dalam tekanan yang sangat tinggi logam DU akan menyala dengan sendirinya, membentuk kabut Aerosol DU yang bersifat cair dan sangat panas. Sifat-sifat kimiawi dan fisis semacam ini yang menyebabkan kalangan militer menyukai DU untuk digunakan dalam sistem persenjataan
konvensional yang bersifat taktis. Tidak sebagai bahan peledak nuklir, DU digunakan sebagai senjata penembus berenergi kinetis dan biasa digunakan dalam bentuk Senjata Antitank (atau ankerucutti kendaraan lapis baja lainnya). Jadi senjata ini benar-benar konvensional, sama sekali tak melibatkan reaksi berantai didalamnya (baik reaksi fisi maupun reaksi fusi). Senjata inisebagian besar menggunakan prinsip yang dikenal dengan Efek Munroe. Prinsip dari penerapan senjata berbasis DU ini dapat dijelaskan dengan tabung yang didalamnya ada rongga yang berbentuk Kerucut, dengan dasar kerucut tepat beririsan dengan dasar tabung. Dinding kerucut ini terbuat darilapisan DU, sementara ruang antara kerucut dan tabung diisi dengan bahan peledak konvensional (anggaplah TNT). Di dasar kerucut terdapat sebentuk ‘pipa’ kecil (lebih kecil dari tabung) yang sumbunya tepat berada pada sumbu tabung dan kerucut, mengarah keluar. Pipa ini tertutup, diujungnya terdapat detonator dan dinding kerucut mencair dalam derajat yang berbeda. Di ujung kerucut DU mencair sempurna dan oleh tekanan ledakan ia akan bergerak mengalir keluar (menyusuri pipa) dengan kecepatan 10 km/detik (ini diistilahkan dengan jet). Sementara DU yang menyusun bagian tengah dinding kerucut hanya mengalami pencairan sebagian sehingga membentuk gumpalan-gumpalan kecil logam (pasir logam) yang larut dalam cairan DU (dinamakan slug), dan melesat dengan kecepatan 1000 m/detik melalui pipa. Jet dan slug inilah yang dengan mudah mampu menembus dinding lapis baja (setebal apapun) akibat kecepatan dan sifat cairnya. Penembusan ini menyebabkan bagian dalam kendaraan lapis baja itu terpanaskan dengan hebat, dan membuat tanki bahan bakar solar-nya meledak sehingga kendaraan lapis baja ini akan terbakar dan personel yang ada didalamnya terpanggang. Jet dan slug inilah yang merupakan bagian dari efek Munroe, dan belum ada material baja yang mampu menangkalnya (meski material baja tersebut  sanggup menahan gelombang tekanan produk ledakan senjata nuklir sekalipun).

B.  Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reactor nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water reactor/PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam reaktor Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu 300oC) tidak mendidih (air mendidih pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.

C. Pada Bidang pertanian

1) Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul
Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hamakubis.Di laboratorium dibiakkan hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama tersebut lalu diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah itu hama dilepas di daerah yang terserang hama. Diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan mandul dilepas. Telur hasil perkawinan seperti itu tidak akan menetas. Dengan demikian reproduksi hama tersebut terganggu dan akan mengurangi populasi.
2) Pemuliaan tanaman
Pemuliaan tanaman atau pembentukan bibit unggul dapat dilakukan dengan menggunakan radiasi. Misalnya pemuliaan padi, bibit padi diberi radiasi dengan dosis yang bervariasi, dari dosis terkecil yang tidak membawa pengaruh hingga dosis rendah yang mematikan. Biji yang sudah diradiasi itu kemudian disemaikan dan ditaman berkelompok menurut ukuran dosis radiasinya.
3) Penyimpanan makanan
Kita mengetahui bahwa bahan makanan seperti kentang dan  bawang jika disimpan lama akan bertunas. Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan seperti itu. Jadi sebelum bahan tersebut di simpan diberi radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan bertunas, dengan dernikian dapat disimpan lebih lama.

D. Pada Bidang Industri

1) Pemeriksaan tanpa merusak.
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat padalogam atau sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini berdasarkan sifat bahwa semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi dari gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-bagian yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam,

2) Mengontrol ketebalan bahan
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima detektor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga ketebalan dapat dipertahankan.

3) Pengawetan bahan
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu, barang-barang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat menningkatkan mutu tekstil karena inengubah struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan warnanya. Berbagai jenis makanan juga dapat diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat disimpan lebih lama.

Kemampuan kita mengekplorasi potensi Uranium.

Sementara itu, Kepala Divisi Ekplorasi Batan, Ngadenin Hadisuwito mengungkapkan, selain terbentur Undang-Undang, kendala lain dalam pengeksplorasian uranium adalah terbatasnya anggaran riset. Atau dengan kata lain, butuh dana besar untuk mewujudkannya.Dia mencontohkan, dibutuhkan dana sekitar Rp 2 juta untuk satu meter lubang pengeboran di lokasi potensial uranium. Sedangkan kedalaman pengeboran di Kalimantan mencapai  400-600 meter. Sedangkan anggaran yang diterima untuk penelitian hanya Rp5 miliar.

Selain itu keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi yang dimiliki oleh Indonesia semakin menjadi batu halangan bagi kita untuk mengeksplor lebih jauh tentang pemanfaatan uranium sebagai sumber energi alternatif bagi negara kita.

 Apakah Nuklir Sebagai Energi Terbarukan Dapat Diandalkan ?

Ada orang (khususnya mereka yang gencar mempromosikan nuklir) bilang bahwa energi terbarukan tidak bisa diandalkan karena pasokan listriknya tidak stabil (misalnya kalau angin lagi mereda, turbin-turbin tidak digerakkan). Tapi dengan jaringan listrik yang cerdas dan terdesentralisasi kita justru bisa mengembangkan sistem listrik yang lebih efektif, terjangkau, dan tidak boros seperti jaringan listrik skala besar yang dipakai sekarang.

Instalasi pembangkit tenaga energi terbarukan bersifat lebih cepat, lebih murah, dan lebih terpercaya dibandingkan dengan instalasi pembangkit tenaga nuklir. Waktu konstruksi yang diperlukan untuk turbin angin misalnya, hanya sekitar 2 minggu, ditambah dengan sekitar 1-2 tahun untuk perencanaannya. Pembangkit listrik tenaga angin bisa mengikuti perkembangan kebutuhan dari negara seperti India dan China dengan lebih mudah dibandingkan dengan program tenaga nuklir yang lambat dan tidak pasti. Di Cina, misalnya, kapasitas tenaga angin sudah mengingkat dari 4,000 MW menjadi 10,000MW, sedangkan kapasitas nuklir di Cina hanya sebesar 9,000MW. Target tenaga angin pemerintah Cina juga jauh lebih besar daripada nuklir yaitu 100GW tenaga angin ketimbang hanya 12,1 GW nuklir sampai tahun 2020.

Setiap uang yang diinvestasikan untuk efisiensi listrik akan menggantikan tujuh kali lebih banyak karbon dioksida dibandingkan dengan setiap uang yang diinvestasikan dalam tenaga nuklir. Kenyataannya, tenaga nuklir merongrong solusi sebenarnya untuk mengatasi perubahan iklim dengan mengalihkan investasi yang sangat dibutuhkan bagi sumber energi yang bersih dan terbarukan serta efisiensi energi (Greenpeace).

Kelompok 4

Alfonsius

Andi Somma

Elmo

Katon Sindhu Raga

Richard Kion


7 responses to “Indonesia dan Uranium”

  1. pelangiasmara says:

    apakah kalian setuju dengan kegiatan pertambangan mineral seperti uranium ini dilakukan secara besar-besaran di Indonesia?

  2. Maya Narita says:

    nice artikel 🙂 saya tertarik dengan manfaat uranium sendiri dalam penyimpanan makanan, tapi dari yang disampaikan metodenya dengan radiasi, nah.. menurut kalian atau mungkin dari yang kalian baca, apakah radiasi ini mungkin menimbulkan reaksi negatif apabila peneliti ingin menggunakan metode tsb? mengingat metode ini menarik untuk dikemukakan, trims 😀

  3. arum08 says:

    Keren… Bisa ada energi cadangan untuk listrik nantinya.Jadi makin tahu juga kalau Uranium juga cukup melimpah di Indonesia. Menurut Anda apakah negara kita sudah mampu mengolah Uranium ini secara berkelanjutan atau belum?

  4. santha21 says:

    Waahhh, Uranium dapat dijadikan sebagai alat deteksi logam dan sambungan tanpa merusak,, Sama seperti saudari Maya, apakah bila diaplikasikan akan tidak ada radiasi yang memberikan efek negatif ?? dan apabila ada, seberapa besar radiasi dan dampaknya terhadap manusia?? Thanks

  5. tosy says:

    artikelnya menarik, ternyata di Indonesia memiliki uranium yang memiliki manfaat.
    oya dari manfaat dari aplikasi uranium, apakah memiliki dampak bagi kesehatan dan lingkungan tdk?
    jika memiliki dampak sebaiknya dicantumkan..trims

  6. agustinaruban says:

    nice articel..mau nanya pendapat mengenai pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia jika dana terpenuhi dan SDM, apakah ada dampak negatifnya?

  7. franstheowiranata says:

    Indonesia memiliki cadangan uranium yang sangat banyak. kemudian pertanyaannya ” MAU DIAPAKAN ?”, pertanyaan ini muncul karena memang diindonesia sendiri nuklir belum bisa mengalahkan sumber energi yang lain. Mungkin dengan adanya Universitas ataupun instansi yang mempelajari nuklir otomatis penelitian tentang nuklir juga akan banyak sehingga akan lebih mantap dalam kajiannya. kemudian apakah efek nuklir ini sangat membahayakan bagi manusia ?? dan Berapa Radius yang aman untuk memanfaatkan nuklir ini ??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php