alfonslie

Monthly Archives: September 2014


Semua Menyebut Evan Dimas Aku Menyebut Paolo Sitanggang

Posted: September 16th 2014

Tulisan ini terpaksa dibuat karena rasa ingin mengulas tentang peran seorang Paolo Sitanggang sudah tidak dapat tertahankan lagi. Sudah lama saya ingin membahas tentang seorang gelandang Timnas U-19 ini.  Paulo Oktavianus Sitanggang atau yang lebih dikenal dengan nama Paulo adalah pemain sepak bola kelahiran 17 Oktober 1995 yang berasal dari Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia. Paulo sempat bersekolah di sekolah sepak bola Kurnia Medan dikarenakan orangtuanya mengetahui minat besar Paulo dalam bermain sepakbola. Ia kemudian memutuskan untuk berlatih di Surya Putra Mariendal Medan, yaitu sekolah sepak bola yang dipimpin oleh ayahnya sendiri. Pada tahun 2010, Paulo yang saat itu berumur 15 tahun mengikuti seleksi All Star Team Challange yang digelar oleh AC Milan Junior Camp. Ia berhasil masuk ke dalam daftar 18 pemain sepak bola muda yang nantinya dilatih di San Siro, Milan. Namun naas cedera menggagalkan keberangkatan pemain jenius ini ( bagi saya dia jenius). 8 Dari 9 orang … Read more


Si Cantik Yang Hampir Punah

Posted: September 10th 2014

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau biasa disebut Curik Bali adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku STurnidae.  Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Jalak Bali merupakan satwa yang hidupnya di alam liar (di habitat aslinya), populasinya saat ini amat langka dan terancam kepunahan. Diperkirakan jumlah spesies ini yang masih mampu bertahan di alam bebas hanya sekitar belasan ekor saja. Burung endemik Indonesia ini hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang. Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rotschild, sebagai orang … Read more


Mengubah Pemakan Bangkai dan Penghisap Darah Menjadi Alat Sensus

Posted: September 3rd 2014

Seekor Antelop terjatuh di dalam sebuah hutan tanpa siapapun yang mengetahuinya. Tetapi lambat laun banyak hewan yang akan menikmati bangkai tersebut. Lalat pemakan bangkai dan binatang pemakan bangkai lainya akan memakan karkasnya dan mulai beternak didalam bangkai tersebut. Telur-telur tersebut akan berkembang dengan memanfaatkan bangkai sebagai sumber energi mereka. Tidak lama antelope tersebut akan hilang ditelan oleh waktu, tetapi fragmen dari DNA tersebut akan tetap terdapat didalam tubuh serangga dan pemakan bangkai yang memakannya. Hal diatas menjadi sebuah kabar gembira bagi konservasionis yang berjuang setengah mati untuk menyelamatkan spesies yang hampir punah. Mereka tidak harus lagi mencari spesies yang ingin mereka teliti tetapi mereka cukup menangkap lalat yang hidup di daerah spesies tersebut dan mereka akan mampu mendapatkan DNA hewan tersebut di dalam tubuh lalat. Teknik sensus dengan menggunakan ekstraksi DNA dari lalat ini lah yang digunakan oleh sebuah tim oleh Thomas Gilbert dari Universitas Copenhagen pada tahun 2013 untuk … Read more



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php