alfonslie

KONTRIBUSI TEKNOLOGI MARKA MOLEKULER DALAM PENGENDALIAN WERENG COKLAT

Posted: May 13th 2014

julius 2

 

 

KONTRIBUSI TEKNOLOGI MARKA MOLEKULER

DALAM PENGENDALIAN WERENG COKLAT

 

Wereng coklat merupakan hama utama tanaman padi. Serangan hama ini berfluktuasi dari tahun ke tahun sejak tahun 1970-an hingga sekarang, dan menimbulkan kerugian yang cukup besar, terutama pada saat terjadi ledakan serangan. Komponen utama dalam pengendalian terpadu wereng coklat adalah penanaman varietas unggul tahan wereng coklat (VUTW). Namun, penanaman VUTW dibatasi oleh kemampuan wereng coklat yang dapat mematahkan ketahanan VUTW dengan membentuk biotipe yang lebih virulen (ganas) di lapangan. Oleh karena itu, penelitian perkembangan biotipe dan perakitan VUTW sesuai dengan perkembangan biotipe wereng coklat di lapangan harus tetap dilakukan. Kombinasi teknologi marka molekuler dan teknologi konvensional telah banyak digunakan di luar negeri untuk menghasilkan perangkat pengendalian hama, termasuk perakitan varietas unggul tahan hama. Penelitian perkembangan biotipe wereng coklat dan perakitan VUTW baru perlu dilakukan dengan menggunakan pendekatan tersebut. Berbagai kondisi, baik sumber daya manusia, peralatan, fasilitas, dan kebijakan perlu diarahkan agar pendekatan tersebut dapat diterapkan dan memberi hasil yang optimal.

Komponen utama PHT wereng coklat adalah penanaman varietas unggul tahan wereng (VUTW). Namun, hama ini mampu beradaptasi pada varietas tahan dengan membentuk biotipe baru yang dapat mematahkan ketahanan varietas. Oleh karena itu, untuk melengkapi komponen PHT perlu tersedia VUTW baru yang dapat menangkal serangan biotipe wereng coklat yang terus berkembang (Oka dan Bahagiawati 1983a; Suwito et al. 1983).

Bioteknologi, dalam hal ini marka molekuler, berpotensi membantu pengendalian wereng coklat, baik dalam perakitan VUTW maupun penelitian populasi atau biotipe hama tersebut. Dahulu perakitan varietas tahan hanya dapat dilakukan melalui pemuliaan konvensional dengan seleksi berbasis morfologi atau fenotipe, namun kini dapat dibantu dengan teknologi marka molekuler (Bahagiawati et al. 2005; Zainal dan Bahagiawati 2005; Bahagiawati 2011a). Demikian pula penelitian biotipe wereng coklat, dahulu didasarkan pada reaksi varietas padi pembeda (Oka 1978; Bahagiawati 1989), namun sekarang terbuka peluang untuk dilakukan secara langsung pada sekuen DNA hama tersebut (Bahagiawati et al. 2005).

Terobosan Teknologi Marka Molekuler dalam Pengendalian Wereng Coklat

Teknologi marka molekuler dapat dipakai untuk pemuliaan varietas tahan wereng coklat. Kini telah dilakukan pemetaan molekuler dari gen Bph (gen tahan wereng coklat) dan telah diidentifikasi 21 gen tanaman padi tahan wereng coklat. Dengan bantuan marka molekuler, sebagian besar gen-gen tahan tersebut telah dipetakan letaknya pada kromosom padi tahan wereng coklat (Brar et al. 2009). Beberapa gen tahan yang telah dipetakan berasal dari jenis padi liar, seperti Oryza officinalis dan O. australiensis, dan beberapa di antaranya telah dimasukkan ke dalam tanaman padi domestik/kultivasi (Brar et al. 2009).

Penelitian struktur populasi serangga hama dengan teknologi marka molekuler telah dilakukan pada beberapa hama tanaman (Bahagiawati et al. 2006). Penelitian populasi wereng coklat berbasis marka molekuler sebelum tahun 2005 sangat terbatas (Bahagiawati dan Rizjaani 2005). Kini telah tersedia 37 sekuen expressed sequence tags (EST) dari gengen yang terekspresi pada 18 jaringan tubuh wereng coklat (Noda 2009). Sekuen tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat marka mikrosatelit, yang potensial digunakan sebagai sidik jari DNA wereng coklat untuk mempelajari struktur populasi dan pola penyebarannya.

Sumber

Bahagiawati, A.H. 1983. Karakterisasi biotipe 3 (Bogor) dan biotipe Sumut wereng coklat berdasarkan uji diferensial, kemampuan makan dan perkembangan populasi. Seminar Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor, 24 September 1983. 5 hlm.

Bahagiawati, A.H. 1989. Studi perbandingan wereng coklat populasi Sumatera Utara (PB42) dan Cisadane (Yogyakarta) di laboratorium. Seminar Hasil Penelitian Tanaman Pangan, Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor.

Bahagiawati, A.H., E.M. Septiningsih, M. Yunus, J. Prosetiyono, A. Dadang, dan Sutrisno. 2005. Aplikasi markah molekuler untuk verifikasi genetic varietas sayuran komersil. Jurnal Hortikultura 15(3): 153-159.

Bahagiawati, A.H., D. Buchari, Nurindah, H. Rizjaani, D.W. Utami, dan B. Sahari. 2006. Struktur populasi Trichogrammatoidea armigera, parasitoid telur Helicoperva armigera berdasarkan analisis RAPD-PCR. Jurnal AgroBiogen 2(2): 52-59.

Brar, D.S., P.S. Virk, K.K. Jena, and G.S. Khush. 2009. Breeding for resistance to planthopper in rice. p. 401-428. In K.L. Heong and B. Hardy (Eds.). Planthoppers New Threats to the Sustainability of Intensive Rice Production Systems in Asia. International Rice Research Institute, Los Banos, the Philippines. Oka, I.N. 1978. Quick method for identifying brown planthopper biotypes in the field. IRRI Res. Newsl. 3(6): 11-12.

Noda, H. 2009. How can planthopper genomics be useful for planthopper management? p. 429-446. In K.L. Heong and B Hardy (Eds.). Planthoppers: New threats to the sustainability of intensive rice production systems in Asia. International Rice Research Institute, Los Banos, the Philippines.

Oka, I.N. dan A.H. Bahagiawati. 1983a. Perkembangan biotipe baru wereng coklat dan konsepsi penanggulangannya. hlm. 365-369. Prosiding Kongres Nasional Entomologi II, Jakarta, 24-26 Januari 1983.

Suwito, T., Z. Harahap, dan Suwarno. 1983. Pembentukan varietas padi unggul tahan wereng coklat. Dalam Masalah dan Hasil Penelitian Padi. LP3, Bogor.

 

Oleh: Julius Budi Saputra /110801212


2 responses to “KONTRIBUSI TEKNOLOGI MARKA MOLEKULER DALAM PENGENDALIAN WERENG COKLAT”

  1. Yudhistira says:

    Keren nih, pengendalian wereng jangan cuma berbasis kimia saja, molekuler perlu juga dikembangkan….sippp

  2. bhumi yudha prasetya says:

    ulasan yang bagus bung alfonz,semoga terobosan teknologi molekuler untuk hama wereng coklat bisa lebih dikembangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php