MyBlog

Laporan Kuliah Lapangan 2013

Posted: December 19th 2013

Hasil kunjungan ke PT. PLN (Persero) P3B Jawa Timur-Bali ini merupakan kunjungan pertama kali para peserta kuliah lapangan setelah sampai ke Surabaya. Mahasiswa peserta kuliah lapangan ditempatkan di ruang kerja dispacther. Dispatcher adalah orang yang melaksanan manajemen energi dan mengendalikan serta memonitori operasi sistem tenaga listrik Jawa-Bali. Dalam ruangan, mahasiswa menerima informasi yang di sampaikan oleh Bapak Saptono Proseyto. Pemaparan dari Bapak Saptono Prasetyo di PT. PLN(Persero) tersebut membuat kami mengetahui tentang kinerja PT. PLN. Selain itu, Bapak Saptono Praseyto juga berbagi informasi tentang sistem tenaga listrik, permasalahan yang dihadapi PT. PLN dan aplikasi-aplikasi yang digunakan untuk  membantu para pegawai untuk bekerja.

Pusat pematauan dijalankan oleh seorang dispatcher yang akan bekerja selama 24 jam seminggu untuk memantau sistem pendistribusian listrik Jawa Timur – Bali ini. Tugas dari dispatcher ini bersifat live, artinya dispatcher menjadi penghubung langsung dengan petugas teknisi ketika ada pembangkit listrik yang mengalami gangguan. Para dispatcher ini berkomunikasi langsung dengan sistem yang bernama SCADA dimana sistem tersebut akan menampilkan pembangkit mana yang sedang dalam masalah serta besarnya arus litrik yang dilewati oleh pembangkit listrik tersebut.

SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) adalah sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses. Pengaturan sistem tenaga listrik yang komplek seperti PT. PLN sangat tergantung pada SCADA karena sistem ini menawarkan kemudahan untuk pengaturan manual dan otomatis. Pada pengaturan secara manual, dispatcher mengatur pembebanan pembangkit dengan melihat status pembangkit listrik yang siap untuk dioperasikan lalu mengubah pembebanan sesuai dengan frekuensi sistem tenaga listrik yang akan disalurkan. Sedangkan dengan pengaturan otomatis dilakukan dengan aplikasi Automatic Generating Control (AGC) atau Load Frequency Control (LFC) yang mengatur pembebanan pembangkit listrik berdasarkan setting yang dihitung terhadap persimpangan frekuensi. Hal yang paling penting pada sistem SCADA adalah komunikasi data antara sistem remote station dengan kendali pusat. Komunikasi pada sistem SCADA mempergunakan protokol khusus antara lain, DNP 3.0 dan Modbus.

Perusahaan maupun instansi pemerintahan sudah memikirkan bagaimana cara untuk mengantisipasi kebakaran atau kerusakan server. PT. PLN mengantisipasinya dengan cara membuat dua buah server yang dimana hanya satu server yang di gunakan, sedangkan satu server yang lain digunakan sebagai backup apabila terjadi kerusakan maupun kebakaran terhadap server yang lagi beroperasi.

PT.Maspion merupakan sebuah perusahaan besar yang beroperasi 24 jam. PT.Maspion memliki 36 (Persero) dan 56 divisi yang tersebar di berbagai wialayah. Perusahaan yang telah berdiri lebih dari 5 dekade mendistribusikan hasil produksi ke seluruh wilayah ini mengaku bahwa perusahaan hanya mengunakan Microsoft Word dan Microsoft Exel untuk mengelolah data perusahaan. Perusahaan memanfaatkan teknologi pada perancangan desain untuk barang-barang yang akan diproduksi dilakukan menggunakan software AutoCad.

PT. Maspion pernah mencoba untuk menerapkan sistem Oracle kedalam perusahaannya, akan tetapi tidak dapat diimplementasikan kedalam sistem perusahaan karena kebijakan sistem yang dipakai di perusahaan Maspion dengan Maspion Grup lainnya berbeda sehingga tidak saling terintegrasi yang di karenakan oleh setiap Maspion Grup tidak memiliki teknologi yang sama. Oleh karena itu Maspion memutuskan untuk membatalkan memakai sistem Oracle dan membuat sistem informasi sendiri yang kemudian diimplementasikan di perusahaannya.

Proses produksi PT.Maspion masih sepenuhnya melibatkan tenaga manusia dalam memproses produknya, serta dalam sistem manajemen maupun sistem informasinya belum sepenuhnya melibatkan sistem informasi terbaru saat ini. Menurut Divisi Maspion sendiri, beranggapan bahwa belum tentu sistem informasi yang popular sekarang ini dapat membantu proses bisnis yang ada di perusahaan ini sehingga perusahaan ragu-ragu untuk mengimplementasikan.

 

 

PT.Sari Bahari merupakan perusahaan swasta yang memproduksi berbagai macam Alutista seperti bomb pesawat, roket dan rudal yang telah banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan latihan militer dalam negeri. Produk yang dibuat pun tidak kalah dengan buatan luar negeri yaitu dibuktikan dengan berhasilnya melakukan export produk perdana ke luar Indonesia, yakni negara Chile.

PT.Sari Bahari tidak sepenuhnya menggunakan sistem informasi yang ada saat ini, sistem informasi yang ada masih bersifat sederhana dan manual. Untuk sistem manajemen dan pencatatan data masih menggunakan software umum seperti Microsoft Excel. Dalam pembuatan produknya Sari Bahari bekerja sama dengan instansi lain untuk mengembangkan rudal yang akan dibuatnya meliputi simulasi kerja produk, perancangan produk, dan lain-lain.

Pemanfaatan teknologi informasi di PT. SARI BAHARI juga belum maksimal, proses pengolahan data tidak menggunakan sistem khusus. Pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan adalah ketika perancangan desain bom. Perancangan bom pada perusahaan ini mengikuti perancangan standard dan desain yang telah ada. Setelah desain diperoleh barulah casing bomb diproduksi.

Teknologi tidak digunanakan PT. Sari Bahari. Namun, untuk kedepannya PT. Sari Bahari akan mengembangkan teknologi dalam bidang percobaan atau simulasi dari bomb yang akan diproduksi.


One response to “Laporan Kuliah Lapangan 2013”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php