Save our World

LINDUNGI KURA-KURA PENGHUNI SUNGAI (BULUS)

Posted: December 6th 2019

Action Plan

Alexander Thefendio P. (1829)

Gambar 1. Bulus (Amyda cartilaginea) (https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Amyd_cartil_090818-11809_tsa.jpg, 2019).

Bulus (Amyda cartilaginea) merupakan jenis kura-kura yang memiliki tempurung lunak yang biasa hidup diperairan air tawar seperti sungai yang memiliki arus lambat. Tempurung bulus bertekstur lunak karena terdiri dari tulang rawan dan kulit yang tebal yang licin. Tempurung bulus umumnya memiliki diameter beragam berkisar antara 60-100 cm serta bulus memiliki leher yang dapat memanjang. Bulus di habitat alam biasa menjadi predator ikan-ikan sungai. Bulus tersebar di hampir semua negara Asia Tenggara termasuk Indonesia dan biasa dijumpai di Sumatera, Jawa, Lombok, Sulawesi, dan Kalimantan.

Klasifikasi ilmiah

Kingdom:      Animalia

Filum:            Chordata

Kelas:            Reptilia

Ordo:             Testudines

Famili:           Trionychidae

Genus:           Amyda

Spesies:         A. cartilaginea

Bulus sering dijadikan sebagai bahan makanan ataupun obat terutama di beberapa daerah di Indonesia yang mempercayai daging bulus dapat dijadikan sebagai obat. Pada beberapa daerah daging bulus dipercaya dapat mengobati asma serta penyakit pernapasan lainnya. Minyak bulus sudah beberapa orang Indonesia mempercayai dapat menjadi obat vitalitas dan memperbesar ukuran beberapa organ manusia. Tingkat konsumsi dan permintaan olahan bulus yang semakin tinggi dapat menjadi salah satu faktor yang menekan jumlah populasi bulus di habitat alaminya.

Gambar 2. Status Konservasi Bulus menurut IUCN (https://www.iucnredlist.org/species/1181/97397687 ,2019)

Berdasarkan pada status terakhir di IUCN, bulus termasuk hewan yang terancam atau rentan kepunahan dalam jumlah populasi spesiesnya. Keberadaan bulus di alam dapat menjadi predator alami untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sungai. Bulus juga dapat menjadi salah satu indikator alami cemaran terhadap air karena bulus dapat hidup pada perairan yang tingkat cemarannya rendah. Hilangnya habitat alami karena cemaran aktivitas masyarakat sekitar menjadi salah satu faktor ancaman kepunahan bulus.

Pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga bulus agar tidak punah terutama di habitat alaminya. Melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga habitat dan jumlah populasi bulus di alam perlu digiatkan. Membersihkan aliran sungai sebagai habitat alami dan mengurangi konsumsi produk dari bulus merupakan langkah pribadi yang jika dilakukan secara berkala dan bersama-sama dapat menjadi aksi yang baik demi kelangsungan bulus di alam.


4 responses to “LINDUNGI KURA-KURA PENGHUNI SUNGAI (BULUS)”

  1. Risa Arya says:

    Informasi yang diberikan jelas 👍

  2. Isha mahendra says:

    Artikel yang menarik menambah pengatahuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php