Aldwin Teguh

Konservasi ekologi mangrove

Posted: December 3rd 2015

Pada kesempatan kali ini saya ingin menuangkan apa yang ada di dalam pikiran saya tentang konservasi. Setelah mempelajari mata kuliah tentang konservasi selama 1 semester ini, Saya tergerak untuk mengkonservasi ekosistem mangrove. Kenapa saya pilih mangrove? Soalnya mangrove itu penting bagi manusia dan hewan di sekitarnya. Kawasan mangrove berguna untuk menahan abrasi air laut, intrusi air laut, dan juga degradasi . Menurut Arief (2003), mangrove memiliki nilai ekonomis, diantaranya kawasan mangrove dapat menjadi penghasil kayu, misalnya kayu bakar, arang, serta kayu bahan bangunan dan perabot rumah tangga. Kemudian kawan mangrove menjadi bahan baku industri, isalnya pulp, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, alkohol, penyamak kulit, kosmetika, dan zat pewarna. Selain itu, kawasan mangrove juga menghasilkan bibit ikan, udang, kerang, kepiting, telur burung, dan madu. Kawasan mangrobe juga bisa dijadikan tempat wisata, tempat pendidikan, konservasi, dan penelitian. Mengingat pentingnya kawasan mangrove, maka kita perlu menggalakan prinsip save it (lindungi), study it (pelajari), dan use it (manfaatkan).

Kondisi mangrove di Indonesia cukup memprihatinkan, dimana 58 persen dari 3,1 juta hektare atau 1,8 juta hektare kawasan mangrove rusak. Sebanyak 1,4 juta hektare di antaranya berada di luar kawasan hutan dan sisanya, 400 ribu hektare, berada di dalam kawasan hutan (Tempo, 5 november 2012). Terjadi degradasi hutan serta konversi mangrove besar-besaran karena masyarakat belum paham pentingnya mangrove ini. Sementara, banyak hutan mangrove yang sekarang berubah menjadi tambak ikan. Padahal kegiatan alih fungsi menjadi tambak ikan merusak lingkungan, karena nilai Fe air dan salinitas menjadi lebih tinggi (Anugra dkk, 2014), Menurut saya, tambak ikan atau udang memang menguntungkan secara ekonomis, namun merusak lingkungan. Kerugian yang diakibatkan dari kerusakan lingkungan pasti lebih besar dari keuntungan tambak itu sendiri.

Untuk itu, menurut saya penting untuk melestarikan kawasan mangrove, bahkan bukan cuma melestarikan, tetapi juga mengintroduksi kawasan mangrove di daerah pesisir. Contohnya di Pulau Sika, pulau seluas 53,683 hektar ini ditanami anakan bakau yang umumnya dari jenis Rhizopora. Sejak adanya ekosistem mangrove ini, ikan-ikan kecil mulai berdatangan, begitu juga kepiting, udang yang menandakan adanya ketertarikan fauna dengan mangrove sebagai tempat encari maan dan berkembang biak.

Saya sendiri melihat bahwa kita bisa melakukan upaya untuk mengkonservasi mangrove. Banyak daerah pesisir atau bantaran sungai yang perlu ditanami mangrove. Upaya sederhana yang bisa kita lakukan adalah menanam mangrove di bantaran sungai atau kawasan pesisir. Biasanya penanaman mangrove hanya memilih satu jenis pohon yaitu Rhizopora sp karena mangrove jenis ini lebih mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Tetapi, saya ingin penanaman mangrove yang dipilih tidak hanya dari jenis Rhizopora sp. , tetapi bisa juga dari jenis Bruguiera sp., Ceriops sp, Aviceniia sp, dan Sonneratia sp., mengapa kita tidak hanya menanam satu jenis?? Karena dengan adanya banyak jenis, maka ekosistem mangrove tersebut lebih baik, lebih tahan terhadap hama, dan menghasilkan manfaat yang lebih daripada pohon yang ditanam hanya satu jenis saja. Penanaman ini tentunya juga harus dievaluasi, karena mangrove muda rentan terhadap salinitas air, pasang-surut air, erosi dari sungai. Jadi kita harus menentukan hari yang baik untuk menanam mangrove dan mangrove perlu perawatan ketika baru ditanam.

Penanaman bakau

Penanaman bakau

Ikan-ikan

Kepiting bakau

download

Ikan-ikan

Kemudian yang bisa kita lakukan untuk menjaga ekosistem mangrove ini adalah memberi pelatihan kepada masyarakat sekitar agar tetap menjaga mangrove, jangan biarkan mangrove beralih fungsi menjadi tambak. Karena, sebenarnya mangrove sendiri mampu menyediakan kebutuhan protein bagi manusia dengan adanya kepiting, udang, atau ikan-ikan yang hidup dikawasan tersebut. Selain itu buah mangrove bisa digunakan sebagai pewarna batik contohnya buah dari jenis Avicenia sp., buah mangrove memiliki nilai ekonomis senilai Rp 15.000,-/ kg, bahkan jika diolah menjadi krupuk menjadi Rp 22.000.-/ kilo, dan kain batik yang dibuat dari mangrove bernilai mulai dari Rp 500.000,-, namun untuk mengolah makanan dari buah mangrove butuh penelitian lebih lanjut karena pada dasarnya buah ini pahit. Selain itu, kawasan mangrove sendiri bisa dijadikan tempat berwisata yang menarik. Jika dilihat, banyak nilai ekonomis yang bisa dijual jika mangrove ini dilestarikan.

Penanaman mangrove bisa dilakukan pada musim kemarau, dan pada kondisi pasang tidak terlalu tinggi, hal ini bertujuan agar bibit bakau tidak rusak karena alam atau cuaca. Kemungkinan dapat dilakukan pada bulan Agustus- oktober. Penanaman dilakukan dengan komunitas masyarakat pesisir, kelompok studi yang ada di kampus-kampus, dan komunitas pecinta alam agar bakau yang ditanam bisa banyak. Bibit bakau bisa didapatkan dari daerah utara jawa tengah (kemungkinan di Semarang). Untuk biaya, dapat diperoleh dana tanggung jawab sosial dari perusahaan-perusahaan. Sebelumnya, saya pernah mengikuti acara penanaman bakau yang diadakan oleh Kelompok studi Biologi UAJY, sebagai panitia. Kegiatan ini menyenangkan namun kita harus bersiap-siap kotor dan basah…. Penanaman waktu itu dilakukan di daerah Kulonprogo, Yogyakarta.

Saya yakin, kita bisa berhasil membuat kawasan ekosistem mangrove jika kita berusaha keras dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap tenaga.

Akhir kata saya ingin mengucapkan Quotes dari seseorang bernama Ben Carson, “ Do your best and let God do the Rest” Thankyou….

Referensi

Angugra, F., Umar, H., Toknok, B. 2014. Tingkat Kerusakan Hutan Mangrove Pantai Di Desa Malakosa Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Warta Rimba 2(1): 54-61.

Arief, A. 2003. Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

http://nasional.tempo.co/read/news/2012/11/05/206439807/1-8-juta-hektare-hutan-mangrove-di-indonesia-rusak

http://www.budilaksono.com/2013/11/jadi-bahan-makanan-buah-mangrove.html

http://www.wwf.or.id/index.cfm?34882%2FSika-Pulau-Konservasi-Mangrove-di-Kabupaten-Alor


10 responses to “Konservasi ekologi mangrove”

  1. Ekosistem mangrove memang sangat penting terutama untuk ikan-ikan air payau. Selain itu, ekosistem mangrove juga dapat mencegah abrasi pantai. Kegiatan konservasi ini juga dapat dilakukan langsung oleh mahasiswa dengan terjun langsung untuk membangun ekosistem mangrove itu sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa harus terus mendukung kegiatan konservasi mangrove ini!!

  2. handiprihanto says:

    Mangrove sebagai ekosistem yang dihinu harus selalu dijaga karena dapat menghidupi berbagai makhluk hidup, menarik isi blognya

  3. dwiky130801380 says:

    Wah, setelah saya lihat mangrove mempunyai nilai ekonomis yang tinggi mulai dari segi wisata, mangrove sendiri mampu menyediakan kebutuhan protein bagi manusia, karena hewan laut yang ada di bawahnya seperti ikan, kepiting, dan udang. Kemudian dari segi lainnya seperti bagian buahnya yang dapat dijadikan sebagai pewarna batik. Semoga saja usaha konservasi ini dapat dilaksanakan.

  4. fernandopn says:

    Langkah sederhana tetapi jarang yang mau melakukannya. Menanam mangrove dipesisir pantai merupakan langkah konservasi daerah pantai yang efektif. Selain dapat menahan ombak dan abrasi, mangrove juga memberi tempat bagi hewan-hewan laut lain seperti ikan dan beberapa crustacea untuk hidup disekitarnya, sehingga efek konserservasi yang dirasakan tidak hanya pada ekosistem pantai tetapi juga bagi hewan-hewan yang hidup disekitarnya.

  5. sylviemonica says:

    Tulisan yang menarik dan bagus 🙂
    tentu sangat disayangkan apabila hutan mangrove berubah menjadi tambak udang. selain merusak lingkungan air tentu air menjadi tidak dapat kita konsumsi. semoga orang-orang akan sadar betapa pentingnya menanam mangrove.

  6. felixia18 says:

    Menarik sekali.. Semoga kedepannya lebih banyak lagi orang-orang yang peduli terhadap ekosistem manggrove dengan melakukan hal-hal kecil seperti menanam mangrove. karena saat ini sudah banyak dan ada program-program penanaman mangrove dan semoga kedepannya lebih ditingkatkan lagi. Semangatt!!

  7. mangrove sebagai pertahanan utama dalam menghadapi abrasi pantai perlu dijaga kelestariannya. mengrove juga dapat berfungsi untuk mengurangi dampak dari gelombang pasang, badai, tsunami, erosi bahkan akar mangrove dapat mengimbangi terjadinya erosi dengan cara menangkap sedimen dengan akarnya dan membentuk ‘pulau’ yang berfungsi untuk mengimbangi terjadinya abrasi. tulisan yang bagus dan menarik, semoga konservasi mangrove tetap berjalan dan ekosistem mango=rove terlindungi

  8. mangrove sebagai pertahanan utama dalam menghadapi abrasi pantai perlu dijaga kelestariannya. mengrove juga dapat berfungsi untuk mengurangi dampak dari gelombang pasang, badai, tsunami, erosi bahkan akar mangrove dapat mengimbangi terjadinya erosi dengan cara menangkap sedimen dengan akarnya dan membentuk ‘pulau’ yang berfungsi untuk mengimbangi terjadinya abrasi. tulisan yang bagus dan menarik, semoga konservasi mangrove tetap berjalan dan ekosistem mangrove terlindungi

  9. mariadiana says:

    Wah, Tulisan yang bagus nih. Mangrove akan memiliki manfaat yang sangat penting bagi lingkungan juga masyarakat disekitarnya. Semoga banyak orang menyadari betapa pentingnya mangrove bagi sekitar, ya…

  10. valleryathalia says:

    nah ini! sepertinya kita harus bekerja sama deh Win, dengan pelestarian hutan bakau habitat bekantan dapat terjaga. semoga action plan kita ini dapat berjalan beriringan. semangat! xoxo, A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php