Aldwin Teguh

Owa Jawa

Posted: September 7th 2015

Owa Jawa (Hylobates moloch)

Apakah anda pernah melihat owa jawa?? Kalo belom pernah mungkin anada bisa melihatnya di kebun binatang. Owa jawa itu hewan yang seperti monyet, suka bergelantungan. Owa Jawa aslinya tinggal di hutan yang ada di pulau Jawa, Indonesia. Persebarannya ada di Jawa bagian barat sampai jawa bagian tengah. Habitat Owa jawa masih dapat dijumpai di hutan hujan daratan rendah, bukit, dan pegunungan rendah, dai 0-1500 mdpl. Namun pada saat ini hampir semua habitat Owa jawa yang tersisa merupakan tipe hutan sub montana dan hutan pegunungan.

Untitled

Gambar 1. Peta persebaran owa jawa

Taksonomi

Species: Hylobates moloch

Family: Hylobatidae

Order: Primates

Class: Mammals (Infra class Eutheria)

Gambar 2. Owa Jawa

Gambar 2. Owa Jawa

Menurut saya, yang menarik dari owa jawa ini adalah sistem sosialnya yang mirip manusia. Owa jawa adalah hewan monogami, dalam satu keluarga owa jawa biasanya memiliki 2 anak. Setiap keluarga owa jawa memiliki suatu teritori yang dipertahankan dari keluarga owa jawa lainnya (conspesific). Masa hidup owa jawa di alam kurang lebih 30 tahun dan di pengankaran 30-50 tahun. Usia dewasa owa jawa 6-8 tahun, dan masa bunting 210 hari.

Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi Owa Jawa dari waktu ke waktu cenderung menurun. Kappeler (1987), memperkirakan populasi Owa jawa sekitar 8.000 individu, Martinza (1993), memperkirakan populasi owa Jawa di Jabar dan Jateng hanya 300-2.000 individu. Nijman (2004), memperkirakan memperkiraan total populasi owa jawa di JaBar dan Jateng sekitar 4.000- 4.500 individu. Kalsifikasi status owa jawa oleh IUCN adalah endangered. Berdasarkan penyebaran saat ini, melihat populasi yang tersisa, dan tingkat penurunan jumlah di alam , owa jawa setidaknya diperkirakan 50% atau lebih akan mengalami kepunahan dalam waktu 10 tahun atau 3 generasi.

 

Ancaman utama terhadap konservasi jenis ini adalah degradasi dan fragmentasi habitat yang terus terjadi, kemudaian peburuan satwa untuk diperdagangkan. Bukti saat ini menunjukan ada beberapa perburuan owa jawa sebagai bahan pangan di Jateng. Pada Jabar, kehilangan habitat dan penangkapan merupakan faktor penurunan populasi Owa Jawa.

Upaya konservasi owa Jawa telah dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Gunung halimun, Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang berada di bawah kewenangan Ditjen PHKA. Saat ini terdapat 30 bekas peliharaan yang ditampung di Javan Gibbon Center dekat bogor dan terdapat 62 owa jawa di kebun binatang yang ada di Indonesia. Baru-baru ini telah diselenggarakan workshop mengenai konservasi owa di Indonesia yang mengungkapkan bahwa dibutuhkan peningkatkan perlindungan habitat dan memulai pengembangan reintroduksi protokol. Penelitian yang dianjurkan untuk menunjang hal tersebut adalah penilaian kelangsungan hidup populasi dan  penetapan  lokasi yang tepat untuk program reintroduksi dimasa mendatang.

 

Sumber

Campbell, C. 2008. Husbandry Manual for the Javan Gibbon (Hylobates moloch). http://perthzoo.wa.gov.au/wp-content/uploads/2011/06/Bilingual-Javan-Gibbon-Husbandry-Manual.pdf. diakses tanggal 6 september 2015

Yumarni, Alikodra, H.S., Budiprasetyo, L., Soekmadi, R. 2011. Population Analysis of Javan Gibbon (Hylobates moloch Audebert 1797) in Gunung Halimun Salak National Park’s Corridor. Media Konservasi 16(3):133-140

 


9 responses to “Owa Jawa”

  1. monicaratnasari says:

    Tulisan yang menarik! Semoga upaya konservasi Owa Jawa dapat berjalan dengan baik. Menarik, mengenai akan diadakannya workshop konservasi Owa Jawa di Indonesia yang mengungkapkan bahwa dibutuhkan peningkatkan perlindungan habitat dan memulai pengembangan reintroduksi protokol, supaya kita lebih mengenal si pemalu yang sudah hampir samar-samar kabarnya. Keep it up, Aldwin! Proficiat 🙂

  2. Fernando Prayogo Natanael says:

    Ternyata ada juga ya satwa yang hidup bersosialnya hampir menyerupai manusia. Hampir ssemua satwa yang terancam punah memiliki faktor penyebab yang sama, yaitu perburuan satwa untuk diperdagangkan. Hal ini sangat memprihatinkan. Untuk mengatasi hal ini harus dilakukan penegasan hukum secara tegss dan serius, agar hal yang sama tidak terjadi lagi. Sebagai masyarakat kita harus membantu aparat penegak hukum dengan cara menjadi kontrol dan mengawasi sekitar kita, apabila ada yang melakukan pelanggaran berupa penjualan satwa liar dilindugi, kita berkewajiban untuk melapor.

  3. sylviemonica says:

    senang membaca tulisan anda, saya berharap bahwa upaya konservasi pada owa jawa dapat berhasil sehingga kita tidak kehilangan sosok primata yang satu ini

  4. dwiky130801380 says:

    Setelah saya melihat, semoga perburuan owa jawa sebagai bahan pangan di Jateng, ditindak lanjuti agar Owa Jawa dapat diselamatkan.

  5. etti14 says:

    informasi yang menarik aldwin, sangat disayang kan bila hewan seperti owa jawa ini hampir punah, maka kekayaan akan satwa indonesia perlahan kurang. semoga kedepannya konservasi untuk owa jawa ini diperhatiakan lagi.

  6. Kira-kira, dari penangkaran owa jawa tersebut ada dampak kurang baik bagi owa jawa itu sendiri??

    • aldwint says:

      Setau saya, harapan hidup Owa Jawa di penangkaran lebih tinggi (50 tahun), padahal di alam biasanya 30 tahun. Menurut saya malah lebih baik di penangkaran. Yang penting kan Owa Jawa itu sendiri aman dari ancaman kepunahan

  7. Angela Lakshita says:

    mengerikan ya, mengetahui bahwa manusia sekarang bahkan bisa mengonsumsi hewan semacam owa jawa ini. artikel yang menarik, aldwin. tetapi apakah baik membiarkan adanya beberapa owa jawa yang dipelihara di kebun binatang? karena tidak semua hewan mampu beradaptasi di luar lingkungan aslinya. jangan sampai hal tersebut justru mendorong spesies ini semakin dekat dengan kepunahan.

  8. Yoseph Surya says:

    Ternyata lucu juga ya Owa jawa ini, memiliki keunikan tersendiri yaitu memiliki kekuasaan wilayah untuk keluarganya… Yaa hanya bisa berharap anak cucu masi dapat mengenal hewan ini karena sudah hampir punah.. melalui banyak artikel mengenai upaya konservasi hendaknya manusia semakin disadarkan akan pentingnya melestarikan alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php