Alan Dharmasaputra Wijaya

Etika Teknologi Informasi

Posted: November 10th 2012

Etika adalah hal – hal yang baik maupun buruk dan telah disepakati oleh individu atau kelompok, etika di bentuk dari sebuah kultur atau kebiasaan. Etika memiliki 5 point yaitu :
– Privasi :
Kumpulan dari informasi yang di dapat, di simpan, dan disharingkan kepada orang lain
– Akurasi:
Merupakan sebuah keakuratan & keaslian data, berupa keakuratan dari sumber yang benar. Contohnya jika kita mengambil informasi
dari suatu sumber. Lalu kita tulis kembali informasi tersebut tanpa di riset dahulu, itu sudah mengurangi sebuah keakuratan
– Properti :
Hak atas kekayaan intelektual, merupakan hak istimewa.
– Accessibility :
Berupa hak akses untuk mengakses sebuah informasi

Ketika kita menampilkan sebuah informasi, kita memiliki hak. Hak tersebut adalah  :
– Information privacy
Merupakan sebuah hak untuk menentukan suatu informasi yang kita buat ingin di tampilkan atau tidak.
– Electronic surveilance
Informasi yang bisa diawasi untuk membatasi penyebaran informasi tersebut. Agar informasi tersebut bisa tetap utuh dan  meyakinkan suatu informasi untuk hal tertentu saja.
– Trade Secret
Merupakan informasi milik seseorang yang tidak boleh di share
– Patent
Merupakan penemuan informasi yang di temukan oleh seseorang, dan informasi tersebut menjadi miliknya
– Copyright
Merupakan hak untuk memiliki, biasanya berbentuk lisensi. Dan untuk mendapatkan sebuah lisensi kita harus membayar.

Suatu struktur orgnanisasi biasanya sering berubah, tetapi dengan adanya teknologi informasi, anggota – anggota dari organisasi bisa menyampaikan dan membagi informasi di manapun mereka berada. Begitu juga dengan pekerjaan, semua orang bisa melakukan pekerjaan apapun dengan mudah, karena teknologi bisa membantu menyelesaikan pekerjaan. Tetapi suatu teknologi informasi mengurangi suatu interaksi kepada lingkungan dan sesama manusia. Karena teknologi informasi menyediakan apapun yang dibutuhkan manusia, situs – situs sosial pun digunakan sebagai perantara terjadinya interaksi sosial. Manusia menjadi lebih tertarik terhadap teknologi informasi daripada hidup sosial dengan satu sama lainnya.

Sebuah keamanan pun memiliki ancaman ancaman yang disengaja ( intentional ) maupun tak disengaja ( un intentional ). Contoh dari serangan yang disengaja yaitu serangan dari hacker dan cracker yang ingin merusak suatu sistem di sebuah organisasi. Sedangkan serangan yang tidak disengaja berasal dari orang lain sehingga informasi yang digunakan tidak berguna,  berasal dari lingkungan, dan kesalahan oleh komputer sendiri. Ada juga kejahatan – kejahatan komputer seperti data tampering ( mencuri data ), mencuri program untuk menyerang komputer, melakukan DOS untuk menyerang situs. Ancaman – ancaman tersebut dapat dicegah dengan menggunakan hak akses dan melakukan duplikasi sebuah data, melalui Proteksi IT pun bisa,dengan cara penanganan secara fisik, sebuah program untuk informasi yang dikelola oleh admin saja, melakukan kontrol dan memproteksi data.

Cukup banyak strategi yang digunakan untuk mengamankan sebuah IT diantaranya adalah
– Meyakinkan memasukan data yang benar
– Melakukan verifikasi data
– Menyakinkan output data secara berkualitas
– Melakukan encrypton suatu data
– Memonitorkan dan penyusutan suatu Teknologi Informasi
– Menggunakan firewall
– Mengundang pihak lain untuk menilai


Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

E – Commerce

Go to post

Wireless, Mobile Computing and Mobile Commerce

Go to post
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php