agustinuscandra

Orangutan Sumatera: Gambar Aku Agar Aku Selamat…….

Posted: December 5th 2015

Orangutan Sumatera atau Pongo Abelii…..

Ya… Spesies kera terbesar, lucu dan bersahabat ini mempunyai habitat di Pulau Sumatera, tepatnya di Sumatera bagian Utara (Aceh dan Sumatera Utara), seperti di Taman Nasional Gunung Leuser dan Suaka Margasatwa Bukit Lawang. Orangutan Sumatera memiliki tinggi tubuh sekitar 1,25-1-5 meter dengan berat tubuh berkisar 30-50 kg (betina) dan 50-90 kg (jantan). Orangutan betina dan jantan Sumatera sering ditemukan di atas pohon dan jarang ditemukan di bawah, berbeda halnya dengan Orangutan Borneo yang dapat mudah ditemukan di bawah.

                                                orangutan

Orangutan Sumatera memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistem hutan. Orangutan mempunyai daya jelajah sekitar 2-10 kilometer untuk mencari makan. Pada saat mencari makan itulah, Orangutan juga akan membantu ekosistem dengan melakukan penyebaran benih. Jantan dewasa umumnya penyendiri sementara para betina sering dijumpai bersama anaknya di hutan. Setelah disapih pada umur 3,5 tahun, anak Orangutan akan berangsur-angsur independen dari induknya setelah kelahiran anak yang lebih kecil. Orangutan Sumatera betina mulai berproduksi pada usia 10-11 tahun, dengan rata-rata usia reproduksi sekitar 15 tahun.

                                                                     baby_orangutan

Orangutan Sumatera merupakan hewan omnivora dimana spesies ini paling banyak memakan buah-buahan speerti nangka, mangga, dan buah ara, lalu sisanya adalah serangga dan vertebrata kecil. Orangutan memiliki kecerdasan yang hampir menyerupai manusia dimana gen yang ia miliki memiliki jumlah yang hampir sama dengan manusia. Selain itu, mereka juga tidak hanya mendapatkan air dari buah-buahan tetapi juga dari lubang-lubang pohon dan menggunakan potongan ranting untuk mengambil biji buah.

Namun sayang, kelucuan dan tingkah laku sahabat mereka telah hampir punah. IUCN menetapkan bahwa Orangutan dikategorikan sebagai Critically endangerd atau terancam punah. Selama 75 tahun terakhir populasi Orangutan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, seperti:

  1. Perburuan liar, dimana Orangutan dianggap sebagai hama dalam perkebunan warga. Orangutan biasanya mengambil buah-buahan yang ada di dalam kebun warga. Namun, semua hal itu bukan semua salah Orangutan, karena manusia juga mengambil rumah (hutan) Orangutan untuk dijadikan kebun. Selain itu, tengkorak dari Orangutan juga bernilai tinggi, sehingga Orangutan dijadikan sasaran yang ekonomis untuk diburu.
  2. Perdagangan hewan ilegal, para pemburu biasanya mengambil anak Orangutan yang masih kecil untuk dijual dengan nilai yang tinggi. Untuk mengambil anak tersebut, terkadang mereka harus membunuh para orangtua.
  3. Deforestasi merupakan salah satu upaya pengurangan hutan baik secara legal maupun ilegal untuk dijadikan suatu perkebunan maupun usaha lain. Hal ini dapat menyebabkan populasi Orangutan menurun karena Orangutan tidak mendapatkan tempat tinggal dan makanan bagi kelangsungan hidup mereka lagi.

Manusia hanya memandang dari segi nilai ekonomis, tanpa memikirkan dampak yang terjadi pada spesies kera ini. Tingkah persahabatan dan penjagaan ekosistem yang dilakukan kera ini seakan sirna dan sia-sia akibat perilaku manusia. Banyak badan konservasi yang terus berupaya dalam menjaga dan meningkatkan populasi yang sudah sangat terancam punah ini, seperti:

  1. Borneo Orangutan Survival Foundation yang mengajak masyarakat untuk menjaga populasi Orangutan dengan cara mengadopsi mereka maupun memberikan sumbangan untuk kelangsungan hidup orangutan.
  2. Yayasan Ekosislem Lestari (YEL) melakukan berbagai gerakan seperti, penyelamatan, karantina dan pelepasan liar Orangutan, survei dan pemantauan Orangutan yang tersisa, penelitian pelestarian dan pendidikan konservasi hingga penyadaran ke masyarakat.
  3. WWF (World Wildlife Fund) dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup mengembangkan rencana tata ruang berbasiskan ekosistem Pulau Sumatera sebagai upaya penyelamatan sebagai restorasi hutan tersisa di Sumatera.

conservation conservation

Sebagai seorang mahasiswa yang notabene sibuk dengan urusan kuliah, terkadang kita enggan dan malas untuk masuk kedalam organisasi dalam upaya penyelamatan Orangutan ini, karena alasan sibuk dan tidak punya waktu. Menurut saya, ada beberapa upaya penyelamatan spesies yang terancam punah ini walaupun kita tidak mempunyai banyak waktu. Salah satunya dengan cara membuat poster, foto, kata-kata maupun infograph mengenai apa yang terjadi dan apa yang harus kita lakukan untuk menjaga spesies terancam punah ini.

  orangutanorangutan

“A Picture is Worth A Thousand Words”. Sebuah gambar dapat seimbang dengan seribu kata. Terkadang kita susah untuk menangkap apa yang orang bicarakan dengan panjang lebar, namun ketika kita melihat satu gambar, maka kita langsung dapat mengerti apa yang di sampaikan dan apa yang harus kita buat.

                                                    orangutan
Sama halnya dengan upaya konservasi Orangutan Sumatera. Pada saat kita tidak mempunyai waktu untuk menulisa kata yang belum dimengerti orang, kita hanya perlu membuat poster atau menampilkan foto mengenai betapa kejamnya perlakuan orang-orang terhadap orangutan sumatera, bagaimana orangutan hidup di masa sekarang ini, bagaimana mereka mencari makan ditengah tempat tinggal mereka yang semakin hilang. Dari hal kecil seperti itu, kita dapat menyebarkannya melalui media sosial yang ada sehingga orang-orang dapat mengerti dan menyadari perilaku yang mereka perbuat terhadap orangutan ini. Sampai akhirnya gambar ini pula yang dapat sampai mengubah perilaku dari pihak yang bertanggung jawab (Pemerintah).

                                                      saveorangutans
Tidak perlu melakukan sesuatu yang besar untuk menyelamatkan populasi yang terancam punah, dari hal kecil kita dapat melakukan upaya konservasi kita sendiri.

Berceritalah melalui gambar, karena gambar dapat mengartikan dan menggerakkan kita terhadap apa yang seharusnya kita lakukan.

 

Daftar pustaka

Rijksen, H.D. 1978. A Fieldstudy on Sumatran Orang Utans (Pongo pygmaeus abelii Lesson 1827). Mededelingen Landbouwhogeschool Wageningen, Netherlands.
http://www.iucnredlist.org/details/39780/0
http://www.edgeofexistence.org/mammals/species_info.php?id=1405
http://yel.or.id/program-konservasi-orangutan-sumatera


3 responses to “Orangutan Sumatera: Gambar Aku Agar Aku Selamat…….”

  1. Asik nih kalo cuman pake gambar kita bisa memberikan keselamatan hidup orangutan

  2. Elsa Rian Stevani S says:

    Memang upaya konservasi orang utan sebenarnya telah menjadi masalah yang kompleks dan rumit karena buktinya meskipun telah adanya UU perlindungan hewan dan sanksi yang diterapkan oleh pemerintah, seolah tidak membuat manusia (pelaku) merasa takut untuk membunuh spesies ini. Miris sekali karena manusia pun hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa memperdulikan ekosistem sekitar termasuk spesies orang utan. Semoga dengan action plans yang anda rencanakan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar sehingga dapat lebih sadar terhadap nasib orang utan.

  3. nicolauslibriesta says:

    saya juga pernah memuat blog tentang orang utan, mari kita berjuang bersama untuk menyelmatkan orang utan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php