agustinuscandra

Rafflesia arnoldi: Besar….Namun Tak Tampak Lagi.

Posted: September 8th 2015

Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tersebar di seluruh daerah. Saat kita menelusuri pulau Sumatera, kita akan menemukan salah satu bunga terbesar di dunia yaitu Rafflesia arnoldi. Namun sayang, keindahan dari bunga tersebut sudah mulai pudar seiring perubahan waktu.

Rafflesia arnoldi merupakan salah satu bunga khas Sumatera yang bersifat parasit. Bunga ini ditemukan oleh Sir Stamford Raffles dan Dr. Joseph Arnold di Sumatera pada tahun 1818. Bunga ini merupakan bunga terbesar di dunia yang berwarna merah dengan bintik-bintik putih terang pada keseluruhan bagiannya. Bunga ini mengeluarkan bau seperti bangkai yang berguna dalam mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Bunga ini mempunyai ciri khas yaitu tidak memiliki daun, akar dan tangkai.

Structure of Rafflesia Arnoldi  Rafflesia arnoldi

Bunga ini mengambil air dan nutrisi dari tanaman inangnya karena tumbuhan ini tidak dapat melakukan fotosintesis. Bunga ini mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut. Putik dan benang sari terdapat pada bagian dasar bunga. Saat bunga mekar, diameter bunga dapat mencapai 70 hingga 110 cm dengan tinggi mencapai 50 cm dan berat hingga 11 kg. Tumbuhan ni memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Setelah beberapa tahun, organ vegetatif akan layu dan umbi akan melakukan dorman. Saat cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Namun, saat cadangan makanan kurang, maka daun tumbuhan ini akan tumbuh lagi.

Habitat tumbuhan ini berada di Sumatera Barat, Aceh, Bengkulu dan Lampung. Seiring dengan perkembangan dan pengaruh globalisasi, habitat asli dari tumbuhan ini telah hilang tergantikan dengan perkotaan maupun perkebunan yang lebih menguntungkan. Pengaruh iklim, kebakaran hutan, eksploitasi sebagai obat-obatan dan tingginya laju deforestasi juga menjadi penyebab hilangnya tumbuhan ini. Keunikan dari tumbuhan ini seakan hilang akibat ulah manusia.

WWF dan IUCN telah mengkategorikan tanaman ini ke dalam spesies yang hampir punah (Endangered). Di Indonesia sendiri telah dilakukan berbagai upaya dalam rangka mengkonsevasi tumbuhan ini, salah satunya dengan cara mengkonservasi habitat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Lampung dan Bengkulu yang telah dilakukan oleh WWF Indonesia. Cara lain yang diberikan oleh Evrizal dkk. (2001) dengan cara pendekatan budaya kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap tumbuhan ini. Selain itu juga dilakukan kerjasama dengan instansi termasuk pemerintah seperti pembuatan undang-undang dan pengembangan ekowisata yang mengacu pada keuntungan dalam memelihara tumbuhan yang hampir punah seperti Rafflesia arnoldi.

Masih banyak cara yang dapat dilakukan dalam mengkonservasi tanaman langka manapun. Kita sebagai mahasiswa yang mempunyai daya pikir yang lebih kritis harus bisa mengajak semua orang dalam melindungi tanaman tersebut. Pembuatan poster pencegahan kerusakan, melakukan komplain secara tertulis kepada pemerintah, ikut dalam komunitas pecinta lingkungan hingga terjun langsung (penelitian) untuk dapat menjaga kelesatarian tanaman-tanaman langka ini merupakan cara efektif yang dapat dilakukan oleh mahahasiswa.

Conservation_International

Rafflesia arnoldi merupakan tanaman yang besar dan mempunyai bau menyengat sehingga mudah diketahui orang. Namun apabila dia terancam punah, maka tumbuhan terbesar di dunia sekalipun tidak akan telihat lagi. Jadi jangan sia-siakan kelestarian alam kita dan jangan sampai kita mengatakan Rafflesia arnoldi: Besar.. Namun Tak Tampak Lagi”.

Referensi:

Evrizal, A. M., Zuhud, Ellyn K., Damayanti dan Reni E. 2001. Program  Konservasi Rafflesia Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Puspa Langka Indonesiai, Bogor.

Olah L.V. 1960. Cytological and morphological investigations in Rafflesia arnoldi R. Br. Bulletin of Torrey Botanical Club 87: 406−416.

Rizky, P. K., Syamsuardi dan Chairul. 2012. Jenis-Jenis Balanphoraceae di Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas. Universitas Andalas, Padang.

WWF. Rafflesia Arnoldi. http://www.wwf.or.id/program/spesies/rafflesia_arnoldii/. Diakses 06 September 2015.


16 responses to “Rafflesia arnoldi: Besar….Namun Tak Tampak Lagi.”

  1. marshalino says:

    waaahhh… baru tau ada yg gede jga… tapi kira2 pesebaranya tuh dh berkurang atau tetap ya tiap tahunya?

  2. intan says:

    informasi yang bagus,menarik,ternyata rafflesia arnoldi yang sebesar itupun bisa sampai hampir punah statusnya yang menandakan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengkonservasinya.bagaimana kabar tumbuhan lain yang belum terindentifikasi,ckckck. Ide yang ditawarkan apabila bisa direalisasikan dengan baik…semangat!!!

  3. laurensianachandrika10 says:

    wahh informasi yang menarik…sedikit saran saja, mungkin dilakukan teknik budidaya untuk tanaman endemik ini agar populasinya tidak berkurang.. save Raflessia arnoldi 🙂

  4. hermantochen says:

    wah info anyar.. baru tahu bunga ini menjadi parasit bagi inangnya, dan gak punya akar..
    gan pengen minta info aja misalnya cara kita pengen ikut konservasi bunga ini gmn ya?

  5. Eksploitasi obat-obatan? Contohnya untuk obat apa?

  6. angelicaraharjo says:

    artikel yang informatif dan menarik
    bagian mana dari bunga ini yang dimanfaatkan sebagai obat? apakah ada bagian tertentu dr bunga ini yang berkhasiat?

  7. kharinawaty says:

    Tampaknya para mahasiswa dan masyarakat harus lebih peduli terhadap konservasi tumbuhan ini. Tumbuhan ini masih bisa diliat di Taman nasional pangandaran, namun karena banyaknya predator membuat tanaman ini busuk dan mati. Semoga kita dapat lebih melestarikan bunga ini.thx

  8. desykadang says:

    wah artikel yang menarik :D. Sy setuju dengan pendapat dan ide2mu. Jangan sampai kita kehilangan keindahan bunga besar ini hanya untuk memenuhi keinginan sendiri

  9. felixia amanda says:

    menarik sekali informasinya. semoga dengan ide-ide kreatif yang muncul membuat banyak orang tergerak untuk ikut melestarikan tumbuhan yang langka ini. 🙂

  10. etti14 says:

    tanaman ini memang langka, juga dikarenakan tempat tumbuhnya mungkin yang cukup sulit diketemukan. agus aku mau bertanya, habitat tumbuh bunga Rafflesia arnoldi ini pakah ditempat yang lembab atau kering ? atau bagaimana ? Terimakasih.

  11. valleryathalia says:

    bunganya bagus nih. dan perlindungannya juga sudah baik, sudah dibuat undang-undang mengenai pemanfaatannya. barang siapa merusak maka ia akan mendapat ganjarannya. sukseskan pelestarian flora indonesia!

  12. Febriyanti Vera says:

    Tulisan yang sangat menarik.. bunga yang sering didengar ketika kecil karena keunikannya sebagai bunga besar tak mempunyai daun, akar, batang.. saya mau tanya bagaimana perkembangan baikan bunga refflesia arnoldi ini?

  13. Vivi Indriasti Freshily says:

    informasi yang sangat menarik…
    mungkin menambahkan kelangkaan tumbuhan bukan hanya disebabkan oleh aktivitas manusia,, banyak hal lain yang dapat menyebabkan suatu tumbuhan sulit menemukan habitat yang cocok untuk hidupnya, secara kita tau bunga ini tidak dapat sembarangan hidup di suatu tempat,, mungkin untuk melestarikan tumbuhan langka ini dapat dilakukan dengan pendekatan molekuler sehingga dia dapat dengan mudah menyesuaikan dengan lingkungan dan dapat dibudidayakan,,,
    trima kasih

  14. elvinadea says:

    Informasi yang menarik sekali. Tanaman langka ini memang harus dibudidayakan secara bersama-sama, dan masyarakat juga harus peduli terhadap konservasi tanaman ini, agar tanaman ini tetap dapat berkembang biak dengan baik dan tidak punah.

  15. donnyfranklyn says:

    Rafflesia arnoldi tanaman unik, tanaman ini di bilang sebagai parasit. tetapi dengan pemerintah di lindungi dan masuk kedalam IUCN. Kenapa bisa Rafflesia arnoldi ini malah di lindungi, padahal tanaman parasit. Apakah karna dari segi bentuk nya dan ukuran nya yg unik dan besar ?
    Kalo tidak salah dengar juga sepertinya di Jawa barat tepat nya di Bogor ada tanaman ini, apakah benar ?

  16. Berliani Christy says:

    kasihan sekali nasib bunga besar nan unik ini…. semoga para peneliti dan masyarakat sekalian dapat terus mengupayakan keberadaan spesies ini di alam seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php