agustina apriyanti dwilestari

Aksi Konservasi Lambang Keabadian dari Bunga Edelweis

Posted: November 26th 2016

Hai teman-teman blog kali ini akan membahas tentang aksi konservasi lho!!!! Kalian pasti tak asing bukan dengan kata Edelweis???

cintai alam ini

Ya Edelweis, kerap kali diputar sebagai lagu yang dipopulerkan tahun 90an. Apakah kalian tahu bahwa Edelweis adalah sebuah tanaman hidup?? Edelweis adalah nama bunga yang dikenal sebagai lambang sebuah keabadian. Hal ini dikarenakan bunga Edelweis dapat berbunga hingga mekar dengan bunga yang dapat bertahan cukup lama. Dimana bentuk dan warnanya pun juga tidak akan berubah. Selain itu, bunga Edelweis juga dlambangkan sebagai lambang ketulusan karena bunga Edelweis ini memiliki tekstur yang cukup halus dan juga lembut, dimana warnanya yang putih. Sebenarnya tetap tergantung dari habitat dimana bunga ini tumbuh. Bunga Edelweis juga dijadikan sebagai lambang pengorbanan. Kalian tau tidak mengapa bisa seperti itu?? Bunga ini hanya tumbuh di puncak atau lereng gunung yang tinggi sehingga membutuhkan perjuangan yang cukup melelahkan untuk dapat bertemu dengan bunga Edelweis ini.

Menarik bukan bunga Edelweis ini,,, yuk lanjut kita korek lebih dalam lagi tentang bunga Edelweis ini!!

Bunga Edeweis ini ternyata memiliki 2 macam jenis yang  cukup berbeda namun sama-sama menarik dan indah penampakannya yaitu Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) yang merupakan tumbuhan endemik di area pegunungan Indonesia dan Edelweiss Eropa (Leontopodium alpinum). Yuk kita lihat bagaimana klasifikasi dari ke dua tanaman ini. Berikut adalah klasifikasi ilmiah kedua jenis Edelweis:

Klasifikasi ilmiah Edelweis Jawa

Kerajaan     :    Plantae

Divisi          :    Magnoliophyta

Kelas          :    Magnoliopsida

Ordo           :    Asterales

Famili         :    Asteraceae

Genus         :    Anaphalis

Spesies       :    Anaphalis javanica

edelweis-jawa-kisah-bunga-ketulusanAnaphalis javanica lebih dikenal dengan nama Edelweis ini merupakan sejenis perdu yang menjadi salah satu anggota family asteraceae. Bunga ini memiliki tinggi secara umum dapat mencapai 4 meter dengan diameter batang bisa mencapai pergelangan tangan orang dewasa. Bunga ini merupakan tumbuhan pionir yang sangat membutuhkan banyaknya cahhaya sepanjang harinya, dimana bunga ini memencilkan diri di tengah lapanagan terbuka yang jarang ditemukan pohon-pohon besar dan mampu hidup dilereng tebing yang terjal.

Ciri-ciri bunga Edelweis yaitu memiliki batang yang ditutupi oleh kulit batang yang kasar dan bercelah yang dapat menyimpan air. Ranting-ranting yang mendukung daun-daun berwarna keabu-abuan. Daun Edelweiss akan berwarna hijau abu-abu muda dalam keadaan segar sebagai akibat adanya bulu-bulu seperti wol yang menutupi daun dan akan berwarna gelap dalam keadaan kering karena mesofil yang terdegradasi warnanya. Bentuk daun linier (panjang sepuluh kali lebarnya), lancip, mempunyai bulu-bulu putih seperti wol, panjang daun 4-6 cm, dan lebar daun  0,5 cm. Edelweis ini merupakan bunga yang hanya tumbuh pada ketinggian 2000-3000 mdpl dengan cahaya matahari penuh. Habitat Edelweiss adalah lereng-lereng dengan topografi datar dan perbatasan antara hutan dan daerah terbuka. Kebutuhan yang paling penting dari tumbuhan Edelweiss ini adalah cahaya dan tanah gembur yang kaya akan kapur.

Klasifikasi ilmiah Edelweis Eropa

Kerajaan          :      Plantae

Super Divisi    :      Spermatophyta

Divisi               :      Magnoliophyta

Kelas               :      Magnoliopsida

Sub Kelas        :      Asteridae

Ordo                :      Asterales

Famili              :      Asteraceae

Genus              :      Leontopodium

Spesies            :      Leontopodium alpinum

1e3Leontopodium alpinum merupakan salah satu tumbuhan gunung Eropa yang terkenal, namun telah ditemukan pula di Indonesia. Edelweis ini memiliki daun dan bunga yang ditutupi bulu-bulu putih seperti wool. Tangkai bunga edelweiss dapat tumbuh dari ukuran 3-20 cm menjadi 40 cm dan masing-masing bunga terdiri dari 5-6 kepala bunga kuning kecil (5 mm) yang dikelilingi oleh daun-daun muda menjadi bentuk bintang. Penyebaran L. alpinum bervariasi, namun lebih sering dijumpai di daerah bebatu dengan ketinggian 2000-2900 mdpl.

Perbedaan mendasar bunga Edelweiss Jawa dan Eropa adalah bentuknya. Edelweiss Jawa berbentuk semak dengan bunga yang merumpun, sedangkan bunga Edelweiss Eropa tidak berumpun. Kedua jenis bunga ini juga memiliki persamaan yaitu sama-sama indah bila dipandang oleh mata kita loh,,, menarik bukan bunga Edelweis ini.

Apa sih keistimewaan bunga ini daripada bunga yang lainnya,, mau tau cekidot lihat da baca semua ya!!

Bunga Edelweis memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh tanaman lainnya loh. Bunga Edelweis ini dapat bertahan hidup ditanah yang miskin akan unsur haranya karena bunga ini dapat bersimbiosis dengan mikoriza seperti jamur yang ada pada perakaran yang menambat nitrogen dan dekomposisi materi organik. Nutri inilah yang akan digunakan oleh bunga Edelweis untuk dapat bertahan hidup. Selain itu, tanaman ini memiliki perakaran yang sangat kokoh sehingga mampu menembus celah-celah pada bebatuan. Oleh karena itu tanaman ini juga disebut sebgai bunga perintis di tanah vulkanik yang sangat tandus, lembah dan berbatu-batu pada pegunungan, karena perakarannya yang dapat menembus bebatuan inilah yang menyebabkan buga ini dapat ditemukan di tebing-tebing curam atau temapat yang sebenarnya sulit untuk digapai oleh tanaman lainnya. Bunga ini dapat ditemukan di Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Gede Pangrango, Gunung Ceremai, Gunung Lawu, Gunung Kawi, Gunung Arjuno dan Dataran Tinggi Dieng.

Tapi sayang sekali bunga yang sangat indah ini dapat teracam punah. Kalian tahu jika bunga ini musnah maka, keindahannya hanya dapat dikenang dan tidak dapat di pandang lagi loh teman-teman. Yuk kita lihat apa saja yang dapat dijadikan faktor acaman pada bunga ini

  1. Pengambilan bunga secara ilegal

screenshot_36 imagesSeperti yang kita ketahui bunga ini tumbuh di puncak pegunungan yang dapat tumbuh pada bulan Juni hingga bulan September. Sehingga pada bulan-bulan ini pengambilan bunga secara ilegal semakin marak. Kerusakan fisik dan biologis tumbuhan Edelweis terutama pada sekitar jalur pendakian resmi akibat pelaku pendakian. Misalnya selama pendakian sebagian besar melakukan pemetikkan bunga dan memetahkan ranting sehingga pertumbuhan bunga ini terganggu.  Hal ini dilakukan oleh pendaki karena bunga ini setelah dipetik memiliki daya simpan yang cukup lama dan dapat digunakan sebagai rangkaian hiasan, misal jadi boneka dan bouquets. Padahal bunga ini jika dilakukan pemetikan secara terus menerus dapat menyebabkan tanaman ini tidak dapat lagi menghasilkan benih dan setelah tanaman ini akan mati

  1. Perdagangan bebas

2l9gzk2-750x543Hal ini yang sangat mengkhawatirkan, dengan adanya perdagangan bunga ini maka dapat terlitas dalam otak yaitu “eksploitasi”. Bagi penduduk sekitar banyak melakukan eksploitasi bunga Edelweis ini khususnya spesies Anaphalis javanica. Hal ini dikarenakan jenis bunga ini yang tumbuh mengelompok maka dapat dengan mudah untuk dibentuk-bentuk dan dapat dijadikan cinderamata. Selain itu adanya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang membudidayakan bunga Edelweis jenis Leontopodium alpinum. Hal ini membuat masyarakat berfikir dengan adanya taman nasional maka bunga ini tidak akan punah, sehingga mereka berfikir untuk tetap memetiknya dan menjualnya. Padahal ternyata pembudidayaan Edelweiss di TNBTS masih jauh dari harapan karena banyak bunga yang mati akibat pucuk daun dan bunga beku terkena embun.

images-1

Andai para pembaca tau bahwa peran bunga ini sangat penting misalnya saja sebagai berikut.

  1. Bunga Edelweis berfungsi sebagai sumber makanan bagi serangga-serangga tertentu.
  2. Kulit batangnya bercelah dan mengandung banyak air sehingga dapat menjadi tempat hidup bagi beberapa jenis lumut dan lichen.
  3. Ranting Edelweis yang rapat mengundang burung Murai untuk membuat sarang.
  4. Akarnya yang muncul dipermukaan tanah sebagai tempat hidup cendawan untuk membentuk mikoriza. Cendawan- cendawan tersebut mendapat oksigen dan tempat hidup, sedangkan Edelweis mendapat unsur hara dari cendawan. Hal ini yang menyebabkan Edelweis dapat hidup di tanah yang miskin hara.

Andai kalian tahu bagaimana statusnya tanaman ini pada IUCN, yuk kita lihat lebih lanjut. Status konservasi Anaphalis javanica pada IUCN sudah sangat mengkhawatirkan yaitu Critically Endanger. Status konservasi Leontopodium alpinum pada IUCN sudah harus diperhatikan yaitu least concern.

Aksi konservasi yang dapat dilakukan agar buga ini tetap dapat ditatap keindahannya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut,

  1. Penyebaran informasi dari mulut-ke mulut

Harapanya melalui penyebaran informasi ini satu per satu orang yang ada di muka bumi ini dapat melestarikan keberadaannya. Misalnya dengan penyebaran informasi mengenai mengapa kita perlu melakukan konservasi pada tanaman ini.

  1. Pembuatan bunga imitasi

Harapannya dengan adanya pembuatan bunga imitasi masyarakat hanya memperjual belikan bunga imitasi ini dan tidak merusak populasi tanaman ini. Bunga imitasi yang dibuat sedemikian mirip dengan bunga Edelweis ini dapat dibuat rangakaian sehingga masyarakat dapat tertarik membelinya.

  1. Penelitian dalam pembiakkan bunga Edelweis

Penelitian ini nantinya diharapkan dapat beranfaat untuk konservasi Edelweis baik langsung maupun tidak langsung. Penelitian pembiakkan yang dapat dilakukan misalnya dengan cara vegetatif yaitu stek ataupun dengan kultur jaringan tanaman. Kemudian dengan menggunakan metode riset ekologi untuk mengetahui area pegunungan mana yang dapat ditumbuhi oleh tanaman ini.

  1. Pemberian papan peringatan

Misalnya saja pemberian papan yang bertuliskan “Jaga Keabadian Edelweis”. Hal ini dilakukan dengan penambahan informasi mengenai statu bunga ini dalam IUCN. Agar masyarakat dapat mengetahui dan berfikir kembali untuk memetik nunga ini. Selain itu juga ditambahkan bagaimana dan mengapa dilakukan konservasi bunga Edelweis.

cukup sampai disini dulu ya teman-teman bagi kalian pecinta alam semesta baca blog-blog yang dapat menambah pengetahuan anda berikutnya ya. terima kasih 🙂

http://www.iucnredlist.org/

http://www.green-edelweissfoundation.org/

http://news.detik.com/read/2016/11/02/133325/2736584/475/perdagangan-edelweis-di-gunung-bromo-dikecam-bagaimana-tnbts

http://surabaya.tribunnews.com/2016/10/02/tnbts-bangun-taman-edelweis-di-gunung-semeru

Aliadi, A., Zuhud, E. A. M., dan Djamhuri, E. 1990. Kemungkinan Penangkaran Edelweis (Anaphalis javanica (Bl.) Boerl.) dengan Stek Batang. Media Konservasi. III (1): 37-45.

http://www.ipm.ac.id/wp-content/uploads/2016/03/edelweis.pdf

 


13 responses to “Aksi Konservasi Lambang Keabadian dari Bunga Edelweis”

  1. meliasuryadevi says:

    Menarik sekali topik bahasan yang diulas.. saran saya sebaiknya juga dilakukan edukasi pada masyarakat sekitar untuk saling menjaga keberadaan bunga edelweis ini dan menganjurkan mereka untuk membuat hiasan atau souvenir dari imitasinya saja.. (95/100)

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      terimakasih atas sarannya… tidak terpikir oleh saya,, terimakasih atas sarannya cukup baik bila diterapkan,, agar para perusak edelweis paham,, akan indahnya edelweis yang harus tetap dijaga

  2. vaniajoscelin says:

    Aksi konservasi yang sederhana mudah dilakukan oleh kalangan semua orang maupun para mahasiswa, sangat menarik dan semoga dapat menginspirasi banyak orang untuk ikut serta dalam upaya konservasi bunga Edelweis ini 🙂

  3. elfridayenny says:

    Pemaparan aksi yang menarik, khususnya membuat imitasi bungan edelweis ini, selain melakukan tindakan konservasi hal tersebut juga dapat menghasilkan nilai ekonomi.

  4. Cicilia Kris says:

    hai esta, cukup mengkhawatirkan juga ya apabila semakin banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab merusak kehidupan bunga keabadian ini, apalagi salah satu musuh terbesarnya adalah para pendaki dan saat ini naik gunung menjadi tren di kalangan remaja oleh karena itu perlu ditekankan lagio mengenai aksi konservasi yang akan dilakukan, karena biasanya banyak anak muda yang masih acuh tak acuh dan bahkan tidak peduli dengan larangan yang sudah ditetapkan. semangat ESTA (90/100).

  5. dimasamboja says:

    Hai esta. Miris sekali mendengarnya, bunga Edelweis mulai menurun populasinya akibat tangan nakal para pendaki! Saya ada sedikit saran, berikanlah sosialisasi kepada penduduk kaki gunung yang notabene adalah pemilik basecamp pendakian, harapannya tidak ada pendaki yang memetik bunga Edelweis lagi. Apabila pendaki ketahuan, harus dikenakan denda oleh pihak bersangkutan supaya jera. Mereka harus ingat 3 esensi hidup di alam! Salam konservasi!

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      wah terimakasih dimas atas saran,,, iaya benar sekali sosialisasi memang sangat perlu bagi para pendaki,, agar mereka tidak berbuat seenaknya dalam penghabisan bunga edelweis. terimakasih masukkannya. 🙂

  6. Yosie Krisan says:

    bagus, menarik. karena mengambil topik yang sedang “nge-trand”, sekrang banyak orang mendaki gunung. Banyak orang juga mengambil bunga cantik ini. Mungkin baik kalo diadalan penyuluhan tentang bunga cantik ini. atau membuat rumah bunga ini, jadi memang bunga ini di kembangkan kusus untuk dijual, jadi tidak mengambil dari alam. kalau untuk bunga sintetik kurang setuju aku, kalo sebagi pembeli saya lebih memilih bunga asli 🙂 (90/100)

  7. yosiekrisan says:

    bagus, menarik. karena mengambil topik yang sedang “nge-trand”, sekrang banyak orang mendaki gunung. Banyak orang juga mengambil bunga cantik ini. Mungkin baik kalo diadalan penyuluhan tentang bunga cantik ini. atau membuat rumah bunga ini, jadi memang bunga ini di kembangkan kusus untuk dijual, jadi tidak mengambil dari alam. kalau untuk bunga sintetik kurang setuju aku, kalo sebagi pembeli saya lebih memilih bunga asli 🙂 (90/100)

  8. yosiekrisan says:

    bagus, menarik. karena bunga ini cantik.. Mungkin baik membuat rumah bunga ini, jadi memang bunga ini di kembangkan kusus untuk dijual, jadi tidak mengambil dari alam. kalau untuk bunga sintetik kurang setuju aku, kalo sebagi pembeli saya lebih memilih bunga asli 🙂 (90/100)

  9. Shendy says:

    wahh, informasi tentang bunga edelweis sudah sangat lengkap.. faktor keterancamannya pun juga… semoga kamu dapat bisa menjalankan action planmu dengan baik 🙂

  10. Gabriela Alodia Daryanto says:

    aksi yang luar biasa esta. simple, menarik, dan mengagumkan. namun saya ingin menanyakan terkait rasa keingintahuan saya tentang aksi kamu mengenai tanaman bunga imitasi. Apakah saat ini sudah ada aksi pembuatan imitasi sebelumnya? jika belum, pembuatan tanaman imitasi yang kamu maksud itu seperti apa ya dan bagaimana? terimakasih 🙂

  11. luciaastri says:

    Wah bagus sekalii. Bunga secantik ini saja bisa hampir hilang keberadaannya. Sungguh miris mendengarnya. Sekarang ini memang banyak orang melakukan hal-hal negatif tanpa dipikir baik-baik. Banyak sekali orang yang menikmat keindahan bunga Edelweis ini tapi tidak memikirkan nasib keberadaan bunga ini setelahnya. Saya berharap sekali aksi konservasi ini mampu meningkatkan kembali jumlah tanaman ini sehingga generasi penerus kita pun tetap bisa mengenal bunga Edelwies yang cantik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php