agustina apriyanti dwilestari

Zosterops nehrkorni Endemik Pulau Sangihe

Posted: September 3rd 2016

Apakah anda tau tentang burung yang satu ini?

Apa sih yang menarik dengan burung ini, yuk baca dan tambah pengetahuan anda !!

burung-Kacamata-Sangihe

                Hai teman-teman yang membaca artikel ini, kalian tahu tidak bahwa diburung-kacamata-sangihe-zosterops-nehrkorni Indonesia ini memiliki keberanekaragaman binatang-binatang yang terancam punah. Seringkali, kita tidak menyadari betapa indahnya negara ini. Oleh karena itu, penulis ingin mengenalkan salah satu spesies burung yang telah terancam punah yaitu Zosterops nehrkorni. Zosterops nehrkorni adalah burung yang dikenal dengan nama burung Kacamata Sangihe. Selain itu, burung ini adalah endemik pulau Sangihe yaitu pulau kecil  di Sulawesi Utara yang menyimpan kekayaan burung-burung endemik eksotik dan hanya ditemukan dihabitat kawasan Gunung Sahendaruman dan Sahengbalira dengan luas habitat hanya sekitar 8 km2.

             Keberadaan burung Kacamata Sangihe saat ini berada dalam status terancam punah oleh IUCN Redlist dan birdlife, dimasukkan dalam status konservasi kritis (Critically Endangered). Status keterancaman tertinggi lantaran diperkirakan burung endemik Sangihe ini jumlahnya kurang dari 50 ekor burung dewasa. Burung Zosterops nehrkorni berhabitat di hutan primer pada daerah perbukitan dengan ketinggian antara 700-1000 meter dpl. Berhabitat di kawasan hutan pegunungan dengan iklim subtropik atau tropis lembab.

Kicau-Burung-Pleci-Mp3-Gacor

              Zosterops nehrkorni berukuran kecil sekitar 12 cm. Tubuh bagian atas berwarna hijau zaitun dengan tunggir warna kuning-hijau mencolok. Ekor berwarna hijau-hitam gelap. Dahi berwarna hitam. Lingkaran mata berwarna putih dam agak lebarlebar. Pipi, tenggorokan dan penutup ekor bawah berwarna kuning cerah. bagian bawah lainnya dari burung kacamata sangihe berwarna putih-mutiara dengan sisi tubuh abu-abu. Paruh dan kaki jingga pucat. Suara burung kacamata (pleci) dari Sangihe ini hampir mirip suara burung kacamata dahi-hitam namun lebih tipis dan halus. Rentetan siulannya mempunyai nada yang lebih cepat.

Persebaran Zosterops nehrkorni sangat terbatas karena merupakan burung endemik yang hanya bisa dijumpai di pulau Sangihe, Sulawesi Utara. Bahkan di pulau Sangihe ini, Zosterops nehrkorni hanya dapat dijumpai di kawasan Gunung Sahendaruman dan Sahengbalira dengan luas habitat hanya sekitar 8 km2. Hal ini menyatakan bahwa spesies ini hanya ada di kawasan Gunung Sahendaruman dan Sahengbalira dan hanya satu-satunya ada di Indonesia.

Populasi burung Zosterops nehrkorni pun tidak diketahui pasti. Namfeat-kacamata-endemisun birdlife.org memperkirakan jumlah populasi burung endemik ini sekitar 50 ekor burung dewasa saja. Jumlah yang sangat sedikit untuk ukuran burung kecil pemakan serangga ini loh teman-teman. Ancaman utama Zosterops nehrkorni adalah hilangnya habitat karena rusak ataupun akibat dari manusia yang berburu secara liar.

 

Upaya yang dapat dilakukan untuk  mencegah kepunahan spesies burung ini yaitu dengan menghukum para pelaku pemburu liar. Selain itu, upaya yang dapat dilakukan yaitu menjaga spesies yang masih tersisa dengan membentuk hutan lindung. Indah bukan Indonesia ini memiliki keanekaragaman burung. Oleh karena itu, jagalah spesies burung yang lain agar tidak tercam punah seperti spesies ini.

 

 

 

birdlife. species fact sheet

hendryferdinan. spesies burung terancam punah

http://www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/150533/0

http://www.burung.org/detail_burung.php?id=108&op=burung

 


47 responses to “Zosterops nehrkorni Endemik Pulau Sangihe”

  1. vaniajoscelin says:

    Saya sangat setuju dengan pendapatmu untuk menghukum apabila masih ada pemburu liar diluar sana yang berusaha menghancurkan kelestarian spesies dimuka bumi ini. Info yang kamu berikan sangat jelas dan menarik, saya beri nilai 90/100.

  2. rosalia says:

    Artikel sangat menarik, ternyata banyak spesies burung yang sangat terancam punah. Mari selamatkan satwa langka yang ada di Indonesia. Saya memberi nilai 85/100.

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      terimakasih atas komentarnya,, ya saya sangat setuju sebagai mahasiswa alangkah baiknya kita menjaga satwa langka yang ada di indonesia

  3. Rankin says:

    Artikel yang bagus. Apakah belum ada kebun binatang yang melestarikan burung langka ini?
    Well, 95/100 🙂

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      dari banyaknya sumber yang saya baca,,, burung unik ini dilindungi namun hanya dihabitatnya saja yaitu berada didaerah pulau Sangihe,,,terimakasih atas komentarnya 🙂

  4. Intan says:

    Wow burung yang unik tapi sayang tergolong hewan langkah. Indonesia sangat kaya akan flora dan fauna yg unik karena itu semoga burung ini tidak menjadi punah dan perlindungan untuk burung ini lebih diperketat mengingat jumlahnya yang sangat sedikit. Nilainya 90/100 yah ☺

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      benar sekali,,, memang sangat unik… saya setuju bahwa hal penjagaan atau perlindungan satwa ini harus lebih diperketat… apallagi setelah kita ketahui jumlahnya yang sangat minim. terimakasih atas komennya

  5. Cindy Natalia says:

    terima kasih atas informasi yang diberikan. Pada tulisan ini disajikan beberapa usaha untuk mengatasinya. Namun, menurut penulis seberapa efektif tindakan memberikan hukuman kepada para pemburu liar? Sejauh ini, yang saya tau, hukuman sudah diberlakukan sejak dulu, namun sampai sekarang masih banyak pemburu liar. Dan tindakan menjaga seperti apa? Karena menurut saya ini teoritis sekali. Praktiknya seperti apa? Terima kasih

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      menurut saya belum terlalu efektif,,, karena hukum tetap tertera,, namun pada kenyataannya tetap ada saja pemburu liar yang dapat lolos dari jeratan hukum… mungkin jika saya berpendapat hutan lindung dengan penjagaan yang lebih ketat dapat mengurangi terjadinya pemburuan liar. Mungkin dengan melakukan penyuluhan didaerah tersebut dan daerah-daerah yang adadi Indonesia dapat membantu untuk mengurangi terjadinya pemburuan liar.pertanyaan yang menarik,, terimakasih sudah berkesempatan membaca artikel ini.:)

  6. Sinta says:

    Artikel yang sangat bagus dan membuat saya jadi tahu ada burung indah milih Indonesia yang nyaris punah. Apakah saat ini pemerintah sudah berkonstribusi dalam mencegah kepunahan?

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      pemerintah sudah berupaya, namun apadaya hukum tetap ada,, namun terkadang tetap dapat lolos pada kenyataannya…

  7. Christo says:

    Menurut saya artikel ini sangat menarik karena mengangkat tema kekayaan satwa liar di Indonesia. Menambah informasi yang belum saya ketahui sebelumnya. Hanya sebagai saran, perhatikan teknis penulisan. Ada beberapa kalimat yg terkesan berulang. Saya beri nilai 85/100

  8. agnesmaya says:

    Menarik sekali artikelnya, saya baru tau tentang keberadaan burung cantik ini di indonesia. Sungguh sayang kalau burung ini mengalami kepunahan, mari kita bantu melestarikan habitatnya. 87/100 #SAVE THE BIRDS

  9. friscasari12 says:

    Indonesia memang kaya akan burung yg eksotis, sayang burung2 tsb jg sering diburu. Setuju banget sama pendapat anda. Mungkin lbh baik pemburu dihukum untuk menimbulkan efek jera. Semoga upaya konservasinya dpt membuahkan hasil (90/100)

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      semoga saja… apa yang kita inginkan dapat terlaksanakan… semua ini tergantung akan kesadaran pada setiap orang untuk dapat melestarikannya.:)

  10. Theresia Destri says:

    Artikel yg cukup menarik karena menangkat hewan yang (mungkin) jarang orang tau.
    Upaya2 seperti ini harus terus dilakukan dg kreatifitas sehingga semakin banyak orang yg mengenal burung tersebut n pemburuan juga perusakan habitatnya pun dapat berkurang.
    Semangat selalu Esta

  11. Shendy says:

    Artikelnya sudah bagus dan cukup lengkap. Lebih bagus lagi apabila ditambahkan informasi tentang perilaku nya dan juga jenis makanan yang ia makan. 🙂
    saya beri nilai 90/100

  12. Sylvie Monica says:

    Tulisan yang menarik 🙂 saya mendapat informasi baru dari sini. Saya berharap para pemburu liar dapay dihukum sepantasnya sehingga jera, dan keindahan burung ini pun tetap terjaga. Saya beri nilai 90/100

  13. Sylvie Monica says:

    Tulisan yang menarik 🙂 saya mendapat informasi baru dari sini. Saya berharap para pemburu liar dapat dihukum sepantasnya sehingga jera, dan keindahan burung ini pun tetap terjaga. Dengan terjaganya burung ini, maka anak cucu kita nanti pun dapat pula menikmati keindahan burung ini. Saya berii nilai 90/100

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      iya benar sekali… memang selayaknya burung unik ini harus dijaga,,, diamana kita keetahui keberadaannya tinggal sedikit. terimaksih atas kesempatannya membaca artikel ini

  14. Sylvie Monica says:

    Tulisan yang menarik sangat informatif. Saya berharap semoga para pemburu liar dapat dihukum sepantasnya sehingga jera. Saya beri nilai 90/100

  15. Wah ternyata semakin banyak burung bagus yang terancam punah ya. Kita sebagai manusia sudah sepatutnya menghentikan adanya perburuan liar. Agar burung ini tidak punah (90/100)

  16. Sylvie Monica says:

    Tulisan yang menarik sangat informatif. Saya berharap para pemburu liat dapat dihukum sepantasnya sehingga keindahan burung ini akan tetap terjaga. Saga beri nilai 90/100

  17. Rahel says:

    Cukup informatif, namun ad bbrpa info yg disampaikan berulang shg mjd kurang efektif…
    Mungkin bsa ditambahkan informasi yg berisi upaya2 yg mungkin bisa dilakukan utk mmbntu melindungi satwa ini dari kepunahan… Tks ?

  18. Monica says:

    Artikel yang menarik dan informatif. Semoga dapat meningkatkan rasa urgency masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa yang sudah terancam punah.. 95/100 =)

  19. Monica says:

    Artikel yang sangat menarik dan informatif. Semoga dapat meningkatkan rasa urgency masyarakat, khususnya dari kaum muda, akan pentingnya pelestarian satwa yang sudah terancam punah.. 95/100 =)

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      benar sekali… siapa lagi jika bukan kaum muda yang harus meneruskan akan pentingnya pelestarian satwa di Indonesia ini. terimaksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca artikel ini..

  20. Melia says:

    Menurut saya artikel ini menarik.. perlu ditegaskan lagi penegakan hukum di indonesia untuk pemburu hewan2 langka.. (88/100)

  21. Ayu Tiya Rima says:

    Good article…. hal yang ingin saya tanyakan.. dikatakan luas wilayah/habitat asli dari spesies tersebut adalah kurang lebih ada 8 km persegi. Menurut saya, dengan sisa spesies yang hanya 50 ekor, saya rasa lokasi tersebut akan terlalu luas. Bagaimana menurut anda, cara apa yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan luas wilayah tersebut ? terimakasih sebelumnya.
    Saya beri nilai 92/100

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      menurut saya,, jika terlalu sempit pun aktivitas burung menjadi terbatas,,, namun memang jika dengan luas 8 km persegi sangat terlalu luas untuk binatang sekecil ini jumlahnya.. mungkin dengan tersisanya 50 burung dewasa dapat dikembangbiakan hingga luas wilayah tersebut bisa menjadi habitatnya.. atau mungkin anda ada saran lain??.. terimakasih

      • Ayu Tiya Rima says:

        benar, pengembangbiakkan memang jalan yang tepat… saran saja dengan luas yang sedemikan besar, dapat di plotkan menjadi beberapa wilayah …dan di setiap wilayah tersebut dapat pula diplotkan berapa jumlah jantan dan betinanya, sehingga perkembangbiakkannya maksimal 🙂
        Good Job

        • agustinaapriyantidwilestari says:

          terimakasih atas sarannya dan terimakasih atas kesempatannya dalam membaca artikel ini.. semoga bermanfaat. 🙂

  22. beathrine says:

    What a good information it is! Teruslah gali kekayaan Indonesia karena itu salah satu hal kecil yg bisa kita lakukan secara tidak langsung untuk tetap mempertahankan apa yg menjadi kekayan Ind.
    Smoga dengan artikel2 sperti ni yang mungkin nanti bisa dipublish k suatu media sehingga pemerintah trsadar dan merasa perlu utk trus mngupayakan plestarian hewan/tumbuhan yg hampir punah khususnya yang endemik Indonesia. Saya beri nilai artikel ini 86/100 (y)

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      terimakasih sudah berkesempatan untuk membaca artikel ini… memang benar apa kata anda,, dengan sekilas artikel yang tak lama dibaca,, bsa membntu dalam memahami atas kekayaan Indonesia,, dengan begitu,,,mereka mereka yang suka berburu liar dapat sadarr.

  23. yunishafebriani says:

    Artikel yang unik dan bagus. Menurut saya, artikel ini sudah cukup baik dalam mengulas salah satu spesies yang keberadaannya makin langka dan sulit ditemukan di Indonesia. Saya ingin bertanya sedikit, apakah ada faktor-faktor lainnya selain perburuan liar yang menyebabkan semakin langkanya spesies ini serta menurut Anda, bagaimana peran masyarakat sekitar dalam usahanya untuk membantu melestarikan spesies ini? Terimakasih. Nilai 90/100

    • agustinaapriyantidwilestari says:

      dari kebanyakan sumber yang saya baca memang karena kehilangan habitat dan perburuan liar… namun menurut saya mungkin selain hal tersebut juga dikarenakan sulitnya memahami spesies yang satu dengan yang lain, sehingga masyarakat yang tak paham mengambilnya untuk dijual,,, selain itu adanya predator disekitar spesies ini sehingga dengan jumlahnya yang sudah minim menjadi lebih minim lagi. masyarakat yang mencitai burung kebanyakan melakukan sosialisasi hingga ke pelosok pelosok desa, sehingga mereka yang tak paham menajadi sadar bahwa kekayaan Indonesia perlu dija bukan untuk diburu. terimakasih atas kesempatanya dalam membaca artikel ini

  24. Ryan Febri says:

    Jangan hanya dihukum ttpi juga perlu adanya perbaikan lingkungan ekosistem yg menunjang kelestarian spesies ini. Secara umum artikel ini cukup mudah dipahami. Nilai 92/100

  25. luciaastri says:

    wahh informatif sekali artikel ini, saya jadi semakin tahu bahwa semakin banyak spesies burung yang hampir hilang dari peredaran saat ini. Memang susah untuk mengatur perilaku para pemburu liar saat ini, adanya peraturan yang mengatur juga tidak cukup membuat jera para pelaku. Apakah sudah ada upaya konservasi yang dilakukan terhadap burung endemik Sangihe untuk saat ini ?

  26. Gabriela Alodia Daryanto says:

    artikelnya menarik yang tentunya bagi saya pribadi memberikan informasi atau wawasan baru dan karena ketertarikan saya ini, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan yakni yang pertama apakah saat ini pemerintah telah memberikan kontribusi untuk penyediaan habitat baru bagi spesies ini khususnya? kemudian, selain peran pemerintah, kita dan tentunya saya pribadi sebagai orang awam bagaimana dapat ikut terlibat mampu berperan aktif dalam memberikan sedikit perhatian bagi spesies tersebut? terimakash nilai 90/100

  27. Wah…. dilihat dari fotonya…. burung Kacamata Sangihe indah. Selain itu, materi-materi yang disampaikan juga menarik dan menambah wawasan. Kita sebagai sebagai anak Biologi seharusnya harus tetap menjaga burung Kacamata Sangihe agar tidak punah 🙂 (90/100)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php