Agnes Trinitas

Konservasi Bekantan (Nasalis larvatus)

Posted: December 8th 2020

Bekantan atau Nasalis Larvatus merupakan spesies primata langka dan endemik dari Kalimantan. Ciri khas yang sangat mencolok selain memiliki hidung besar, ternyata punya perbedaan fisik antara betina dan jantan.  Bekantan jantan hidung yang dimiliki lebih besar daripada yang betina tapi hidung betina tidak sekecil monyet. Hidung bekantan jantan begitu besar yang terlihat menggantung di atas mulut. Bekantan pandai memainkan ekspresi dalam berbagai kondisi, seperti saat marah dan gembira maka hidung mereka akan membengkak dan berubah merah. Bagi bekantan hidung memiliki fungsi sebagai resonator ketika bekantan bersuara.  Perut besar yang dimiliki bekantan membuat sistem pencernaan mereka bisa memakan daun sebagai pasokan makanan utama mereka, di dalam perut terdapat bagian-bagian penuh dengan bakteri yang mencerna selulosa. Bakteri ini membantu mencerna daun dan menetralkan racun dalam daun tertentu. Besar perut bekantan seperempat dari berat badannya, sehingga tak heran bila bekantan terlihat hamil permanen. Tinggi bekantan jantan 2 sampai 2,5 kaki (66-72 cm), dan beratnya 16-23 … Read more


Hello world!

Posted: December 5th 2020

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php