Agatha Chandra

Togian Islands Babirusa

Posted: December 1st 2018

Togian Babirusa (Babyrousa togeanensis) merupakan hewan endemik di Kepulauan Togian, di Teluk Tomini antara Semenanjung Utara dan Timur Sulawesi. Togian Babirusa (Babyrousa togeanensis) umumnya mendiami hutan hujan tropis di tepi sungai dan kolam berlimpah tanaman air. Di Kepulauan Togian, Babirusa juga terlihat di kebun campuran, perkebunan kelapa, ladang sekunder, tepi desa, air tawar dan rawa bakau, dan habitat pesisir lainnya (Akbar dkk.2007). Togian Babirusa (Babyrousa togeanensis) aktif pada pagi atau sore hari, umumnya beristirahat di tempat yang sejuk selama periode siang hari panas, tapi mereka juga telah terlihat aktif di siang hari. (Selmier 1983, Ito dkk 2005, Akbar dkk. 2007).

Hewan ini termasuk hewan omnivora yang mengkonsumsi berbagai macam daun, akar, buah dan materi hewan (invertebrata dan vertebrata kecil). Di Kepulauan Togian mereka juga mengonsumsi berbagai macam tanaman yang dibudidayakan seperti ubi jalar dan ubi kayu, mangga, nangka, manggis, pepaya, pisang, dll (Selmier , 1983). Bahkan buah kelapa dan buah-buahan pangi ( Pangium edule ) adalah beberapa sumber daya yang paling penting makanan bagi spesies ini. Satwa ini sering mengunjungi sumber  air dan tempat yang asin (salt-lick) untuk mendapatkan garam-garam     mineral    yang     dibutuhkan    untuk   membantu pencernaannya (Clayton dan Aldefer, 1996).

Babirusa Togian (Babyrousa togeanensis) memiliki keunikan baik morfologis maupun habitat penyebarannya. Secara morfologis keunikan hewan ini yaitu rambut lebih tipis dan jarang dibandingkan dengan spesies babi lain, pada satwa jantan ditandai adanya taring sulur keluar dari kedua sisi mulutnya dan melingkar ke atas dan melengkung ke belakang sedangkan Babirusa betina tidak memiliki taring yang tersulur keluar. Taring ini berfungsi sebagai senjata. Ukuran tubuh Babirusa jantan relatif lebih besar daripada tubuh Babirusa betina. Babirusa Togian (Babyrousa togeanensis) merupakan endemik yang terdapat pada 4 pulau antara lain Malenge, Talatakoh, Togean dan Batudaka. Kisaran perkiraan digambarkan dalam peta di bawah ini

Berdasarkan beberapa survey dan informasi yang menyatakan bahwa populasi Togian Babirusa  (Babyrousa togeanensis) pada tahun 2007 kurang dari 100 individu dan mengalami penurunan yang tidak signifikan. Melihat hal tersebut maka pemerintah menetapkan Togian Babirusa  (Babyrousa togeanensis) sebagai hewan yang dilindungi. Hal ini dibuktikan dengan adanya Undang-Undang hukum Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hidup dan Ekosistemnya.Pada tahun 2013, pemerintah Indonesia mengeluarkan strategi konservasi dan rencana aksi takson-spesifik (Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Babirusa Tahun 2013-2022). Rencana aksi nasional yang mengidentifikasi semua pulau-pulau dimana suatu spesies terjadi (Batudaka, Togean, Talatakoh dan Malenge) sebagai situs untuk konservasi. Kepulauan Togian yang telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut sejak tahun 2004 (Kepulauan Togean), menggabungkan 336.733 ha laut dan 25.832 ha lahan, termasuk semua habitat Togian Pulau Babirusa.

Perburuan liar merupakan ancaman terbesar bagi kelestarian populasi Togian Babirusa  (Babyrousa togeanensis).  Walaupun telah dilindungi undang-undang, kematian babirusa akibat perburuan liar masih sangat tinggi disebabkan oleh masih lemahnya penegakan hukum, tingginya perburuan dan perdagangan liar, deforestasi dan degradasi habitat, serta jumlah anak yang dilahirkan  per kelahiran yang sedikit (Clayton dan Aldefer, 1996).Perburuan babirusa oleh masyarakat secara tradisional dilakukan dengan cara menjerat atau menjebak dan  memburu dengan menggunakan anjing pemburu.  Pemasangan jerat atau jebakan dilakukan dengan cara menempatkan jerat dan jebakan di habitat yang diketahui biasa dilewati babirusa. Pola perburuan tradisional seperti ini cukup efektif menangkap babirusa sehingga dampaknya cukup besar terhadap penurunan populasi babirusa.  Perdagangan daging babirusa masih ditemukan di beberapa tempat di Sulawesi khususnya di Sulawesi Utara. Meningkatnya aktivitas perburuan liar antara lain menyebabkan jumlah populasi babirusa terus menurun dari waktu ke waktu, sehingga diperkirakan populasi babirusa dewasa ini tinggal 4 000 ekor.  Pada tahun 1991 kegiatan perburuan dan perdagangan liar daging babirusa ini mencapai jumlah 15 ekor setiap  minggu.  Saat ini dari pantauan mingguan yang dilakukan oleh Clayton (2008-2009) di pasar tradisional Langowan Sulawesi Utara, masih diperdagangkan 0-7 ekor babirusa (rata-rata 3 ekor per hari)

Sebagai generasi muda dan seorang mahasiswa perlunya kita terlibat dan terjun langsung serta memberikan dampak terhadap masyarakat khususnya mengenai konservasi spesies Togian Babirusa  (Babyrousa togeanensis) sehingga modal awal kita harus bersikap PEKA-PEDULI.  Aksi nyata yang saya rencanakan yaitu berawal dari basic kita lakukan pendekatan ke masyarakat kemudian memberikan sosialisasi atau penyuluhan mengenai spesies Togian Babirusa  (Babyrousa togeanensis) agar masyarakat tidak kalangkabut mengenai perlunya konservasi spesies ini serta  pengetahuan mengenai peran penting spesies ini dalam kehidupan. Sehingga dapat mengubah pemikiran mereka ketika ingin melakukan pemburuan liar.

Kegiatan lain yang saya rencanakan yaitu mendukung program reitorais habitat untuk spesies ini, dengan membuat gerakan-gerakan peduli spesies Togian Babirusa  (Babyrousa togeanensis) bekerja sama dengan instansi – instansi konservasi baik secara pematerian maupun publikasi. Di era perkembangan jaman ini pastinya kita semua memiliki dan menggunakan social media, oleh sebab itu saya mengajak kalian untuk me-repost account mengenai konservasi satwa yang terancam punah dengan tujuan untuk menyadarkan masyarakat mengenai salah satu masalah yang memprihatinkan di lingkungan kita ini.

 

 

REFERENSI :

Akbar, S., Indrawan, M., Yasin, M.P., Burton, J., and Ivan, J. 2007. Status and conservation of Babyrousa babyrussa in the Togean Islands, based on direct observations and questionnaire surveys (intermittently, 1990 – 2001). Suiform Soundings 7(1): 16-25.

Clayton dan Aldefer. 1996.  Exictence, Relationship, and Growth Organizational Behavior. Pretince hall, New York .

Ito, M., Nakata, H., Jaga, I.M., and Balik, I.W. 2005. Status of Togian babirusa (Babyrousa babyrussa togeanensis) on Malenge Island, central Sulawesi. Kumpulan Makalah Seminar Sehari Peduli Anoa Dan Babirusa Indonesia (Proceedings of the seminar on the care of anoa and babirusa in Indonesia). IPB Departemen Kehutanan, LIPI dan Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia, Bogor

Macdonald, A., Leus, K., Masaaki, I. & Burton, J. 2016. Babyrousa togeanensisThe IUCN Red Listof Threatened Species 2016: e.T136472A44143172.http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.20161.RLTS.T136472A44143172.en. Downloaded on 30 November 2018.

Selmier, V.J. 1983. Bestandsgrosse und Verhalten des Hirschebers (Babyrousa babyrussa) auf den Togian Inseln. Bongo (Berlin) 7: 51-64.


72 responses to “Togian Islands Babirusa”

  1. Artikel yang sangat informatif dan edukatif. Semoga bisa terlaksana action plannya. Semangat!

  2. Yovie Santoso says:

    Semoga langkah awalmu bisa benar benar menyadarkan masyarakat untuk kelestarian babirusa.. semangat

    • agathachandra says:

      amin dil, semoga mereka peduli dan peka terus sadar deh dan ikut terlibat dalam konservasi togian babirusa ini
      Terimakasih sudah berkomentar di artikel ini 🙂 Semangat

  3. Jesica Ade Natalia says:

    Wah, hewan yang unik, sayang sekali kalau punah. Semoga action plan yang sederhana ini dapat membawa dampak yang baik bagi konservasi babirusa

    • agathachandra says:

      iyaa makasih icha ya sudah berkomentar di artikel ini, amin aminn doakan yaa
      Semangat juga untuk merealisasikan action plannya 🙂

  4. Anggit says:

    Menarik dan menambah wawasan ?

    • agathachandra says:

      terimakasih anggit sudah ber komentar di artikel ini, yokk ajakin temen temennya terlibat dikonservasi hewan langka

  5. Mikho Theodorus says:

    Saya sangat mendukung dengan ide yang bagus dan menarik ini sehingga spesies babirusa tetap dapat dijaga untuk kedepannya

    • agathachandra says:

      terimakasih konces sudah meninggalkan komentar di artikel ini 🙂
      semoga bermanfaat ya dan yokk ajakin temen2nya terlibat dan join untuk konservasi spesies langka di Indonesia

  6. THE TEA IS HOT says:

    Good

  7. Anggit says:

    Menarik dan menambah wawasan ?

  8. Trisna laksana says:

    Isi materi sangat bagus dan lengkap. Lanjutkan

    • agathachandra says:

      terimakasih ignaz sudah berkomentar di artikel ini 🙂
      semoga bermanfaat yaa dan tertarik dibidang konservasi

  9. Trisna laksana says:

    Isi materi sangat bagus dan lengkap. Lanjutkan!!!!!!

  10. Saktyari says:

    Sangat menarik tulisan mengenai Babi rusa dari Pulau togean ini. Dengan adanya informasi ini diharapkan Kita semua dapat meletakan suatu kepedulian dan perhatikan terhadap keberadaanya Babi rusa di Alam yg cukup terancam.
    Sy ingin bertanya, Apakah dari taun 2007-2018 Ada data terkait tren perkembangan populasi Babi rusa di Pulau togean?

    • agathachandra says:

      terimakasih kak ari udah mau bekomentar di artikel ini 🙂
      iyaa kak sayang sekali bukan jika Togian Babirusa sampe punah, membuat keanekaragaman hayati diindonesia berkurang
      tadi saya sudah mencari referensi mengenai perkembangan populasi nya beberapa sudah ketemu namun belom lengkap begitu 🙂

  11. Angga says:

    Sangat menarik yang disampaikan. Adakah aksi nyata yang lain Kakak untuk menyadarkan masyarakat mengenai masalah ini?

    • agathachandra says:

      terimakasih angga sudah bersedia berkomentar di artikel ini 🙂
      mungkin untuk saat ini itu dulu kak, ketika itu sudah berjalan nanti akan kami kembangkan lagi begitu 🙂

  12. Bayu says:

    Semoga dgn ada nya artikel ini, dapat menggugah kita smua utk lbih mncntai hewan dan melindungi mreka dri hal² yg tidak brtnggung jawab.

    • agathachandra says:

      terimakasih bay sudah bersedia berkomentar di artikel ini 🙂
      iya semoga ya bay, penting banget nih kalo ga kita yang peduli terus siapa lagi, kan sayang juga kalo sampe punah spesies babi rusa ini di Indonesia

  13. Nining says:

    Wah keren, aku baru tau hal ini.

    • agathachandra says:

      terimakasih nining udah berkomentar di artikel ini 🙂
      semoga bermanfaat dan tertarik di bidang konservasi boleh kok join hehe

  14. vf says:

    wahh artikelnya sangat informatif. terimakasih utk pengetahuan tambahannya 🙂

    • agathachandra says:

      sama-sama irene, makasih juga sudah mau berkomentar diartikel ini 🙂
      semoga tertarik dan boleh banget kalo mau join dibidang konservasi spesies langka di Indonesia loh

  15. Edytha says:

    Tidak tega rasanya melihat binatang yang tidak bersalah dibunuh begitu saja.
    Saya sangat mendukung aksi ini.
    Semoga berjalan sesuai harapan!

    • agathachandra says:

      bener banget edytha, makanya kita harus realisasikan ni action plannya, yok kalo minta boleh join loh
      makasih juga sudah bersedia berkomentar di artikel ini 🙂 amin amin semangat jugaa

  16. Desmond C. says:

    Sangat bermanfaat

  17. renkarenninabrata says:

    Informasinya menarik dan menambah wawasan saya karena spesies ini jarang terdengar. Saya setuju dengan aksi yang diberikan sedikit saran dari saya perlu juga dilakukan pengawasan supaya apa yang sudah dikerjakan bisa terlaksana. Terima kasih infonya dan salam konservasi !

    • agathachandra says:

      okee terima kasih karen atas saran dan komentar yang telah di berikan 😉
      saran yang diberikan sangat mendidik dan berguna, serta dapat dijadikan sebagai referensi perkembangan action plan

  18. Daniel says:

    Bagus sih ada yg masih mau peduli. Semoga tdk berakhir dengan cuma tulisan. Lebih bagus lagi kalo diajak penulisnya kesana..

    • agathachandra says:

      iyaa kak dan, kan generasi mudah layak dan seharusnya dong kita peka dan peduli terhadap keanekaragaman hayati Indonesia
      makasih atas komentarnya, jika berminat bisa loh join untuk merealisasikan, makasi lagi untuk sarannya kalo untuk penulis mungkin lain waktu kalik ya langsung ke TKP karna kesibukan beberapa hal hehe

  19. sisiliafitrianggraini says:

    huwaaaa… kasian bgt si togiann… semoga hal ini dapat terealisasikan dengan baik #fighting

    • agathachandra says:

      iyakan kasian dan rugi banget kalo sampe punah, nanti keanekragaman hayati di Indonesia berkurang
      amin amin sil, makasih yaa sudah berkomentar di artikel ini semoga bermanfaat serta dapat menambah wawasan

  20. Erick says:

    Save the animals !

    • agathachandra says:

      yuhuuu wajib dan haruus!!! karena hewan sangat penting di kehidupan kita ini 🙂
      teimakasih erick atas komentarnya semoga bermanfaat setelah membaca artikel ini

  21. cindyangelia says:

    sangat informatif, lanjutkan action plannya!

  22. Desideria says:

    Mungkin bisa dikembangkan aksi nyata lagi
    Selain publikasi dll

    • agathachandra says:

      okeee terimakasih desi sarannya, mungkin ada masukan referensi aksi nya? hehe
      semoga bermanfaat dan menambah wawasan

  23. Biaggi Rakhmat Rheinan Hary says:

    apakah ada UU yang melindungi hewan ini?

    • agathachandra says:

      ada bi, inii yang melindungi si Togian Babirusa Undang-Undang hukum Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hidup dan Ekosistemnya

  24. erichaastutisuratman says:

    menarik. sebagai seorang mahasiswa memang sudah seharusnya kita bergerak menjadi konservator agar satwa2 di Indonesia tidak terus berkurang.

    • agathachandra says:

      iyaa bener kalo bukan kita siapa lagi yakan
      jelas dong, harus terjun dan terlibat langsung bukan begitu er?semnagat juga untuk anda dalam merealisaikan action plannya

  25. Michael Satya says:

    Artikel yang menarik, semoga apa yang sudah di tulis dalam artikel tersebut dapat terealisasikan dengan nyata bukan hanya opini atau wacana saja!!!

    • agathachandra says:

      amin wanski, terimakasih sudah berkomentar
      mungkin berminat untuk join yukk join ajaa, semoga bermanfaat yaa dan menambah wawasan

  26. Boy says:

    Infonya menarik dan sangat informatif

  27. Felix says:

    Infonya menarik dan bermanfaat

    • agathachandra says:

      makasih felix untuk pendapatnya, semoga bermanfaat dan menginspirasi si pembaca join dan terlibat dibidang konservasi yaa 🙂

  28. Michael Satya says:

    Artikel yang menarik, semoga apa yang sudah di tulis didalam artikel tersebut dapat terealisasikan secara nyata bukan sekedar opini atau wacana saja!!! Semangat

    • agathachandra says:

      terimakasih wawan, semoga berguna dan menginspirasi si pembaca untuk terlibat dalam bidang konservasi yaa 🙂 semangattt

  29. Yoan Felix says:

    Infonya menarik dan sangat informatif

  30. Dania Rossa says:

    Sangat menarik dan bermanfaat?

    • agathachandra says:

      makasih daniaaa pendapatnya say, semoga berguna dan bisa nambah wawasan yaa 🙂
      mungkin tertarik dibidang konservasi yokk join

  31. Michael Satya says:

    Wow artikel yang menarik, semoga apa yang sudah di tulis dalam artikel ini dapat terealisasikan secara nyata bukan sekedar opini atau wacana saja!!! Semangat

  32. Kevin Isaac says:

    Artikel yang cukup menarik dan informatif. Sebaiknya ditambahkan dari aspek masyarakat setempat mengenai perburuan dan bagaimana menurut mereka sendiri secara faktual. Karena perburuan bisa dilakukan oleh semua pihak, dan ada baiknya masyarakat dan pemerintah sepakat untuk melakukan aksi kedepannya. Penulis kesana saja untuk wawancara secara lansung agar data yang didapat tidak tipu2. Sekian, Salam Lestari

    • agathachandra says:

      terimakasih ko kev atas pendapatnya, wahh makasih lagi ni untuk saranyaa bagus banget sangat menginspirasi mungkin nanti dapat saya jadikan bahan pertimbangan 🙂
      siappp kami akan kesana suatu saat nanti mungkin anda berminta join? boleh banget loh
      Salam Lestari !

  33. caeciliabekti says:

    sangatt bermanfaaat ,, info ini dapat di puplish leih lanjutt,, salam konservasiii!!!

    • agathachandra says:

      terimaaksih caecil atas pendapatnya, boleh banget tu nanti mungkin aku bakalan minta bantuan beberapa temen untuk menyebarluaskan artikel ini
      Semangat dan selamat juga untuk merealisasikan action plannya Salam Konservasi !

  34. Elisa says:

    Mantap, semoga artikel ini menjadi pengingat untuk manusia lainnya. Salam laksono

    • agathachandra says:

      makasih elisa atas komentarnya, semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi yaa 🙂
      salam laksono ! wkwkka

  35. Florence Dyana says:

    Wahhh, terbaik infonya.. semoga kita bisa bersikap bijak supaya hewan ini gak punah 🙂

    • agathachandra says:

      iyaa dong harus langsung terlibat ni dy, kan generasi bangsa 🙂
      makasih dy atas komentarnya semoga menginspirasi dan bermanfaat yaa

  36. theresagaluh says:

    wahh artikel yang cukup informatif dan menarik ya 🙂
    semoga action planmu terwujud ya Mbak Zefa, sehingga setiddaknya dapat mengurangi angka perburuan dan mencegah spesies ini dari kepunahan. Semangatt :))

    • agathachandra says:

      wih makasih galoeh, atas pendapat serta komentarnyaa 🙂
      siappp amin doakan yaa, harus dong kasian dan sayang abnget kalo sampe punah nanti keanekragaman hayati di Indonesia jadi berkurang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php