Agatha Chandra

Yogyakarta Padat Merayap

Posted: August 28th 2016

 

 

jogjaa

 

Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Kota Yogyakarta mempunyai luas area sekitar 32,5 km2 dengan penduduk 500.000 jiwa.Kepadatan penduduknya sekitar 14.000 jiwa/km2 .Kota ini sering dijadikan  sebagai  destinasi wisata dikarenakan banyaknya tempat wisata yang ada di Kota Yogyakarta baik wisata buatan manusia maupun wisata alam dan juga terkenal sebagai kota pelajar dan budaya jawa sehingga tidak heran jika banyak para pelajar dari berbagai penjuru negri yang ingin melanjutkan studinya ditempat ini.Banyak pula perguruan tinggi yang dibangun di kota Yogyakarta ini.Seiring dengan banyak dibangun perguruan tinggi tersebut maka semakin banyak pula calon mahasiswa yang datang di Yogyakarta sehingga dapat menambah sesak kota Yogyakarta.

Dengan tingginya perkembangan dan pertumbuhan penduduk serta para pendatang yang merantau di Yogyakarta,dapat mempengaruhi efisiensi kegiatan penduduk kota Yogyakarta.Salah satu wujud konkrit yang dapat kita liat yaitu tentang masalah sektor transportasi di kota tersebut.Jumlah kendaraan yang melewati jalan-jalan di area kota Yogya,terutama kendaraan bermotor meningkat pesat dikarenakan  banyak nya warga kota Yogya yang menggunakan kendaraan bermotor ditambah lagi dengan para pendatang yang merantau ke Yogya ini semua dapat menyebabkan ketidak mampuan daya tampung jalan-jalan yang ada di kota Yogyakarta.Karena kedatangan para mahasiswa atau anak rantauan dari berbagai daerah biasanya juga membawa motor pribadinya dari kota asalnya.Sehingga dengan demikian akan menambah semakin banyak padat kendaraan yang ada dijalan kota Yogyakarta.

Kota Yogyakarta mempunyai  467 jalan,dengan panjang total 441 km (DISHUB DIY,2005).Jumlah total kendaran bermotor di DIY sekitar 749.273 unit.Sehingga tidak heran jika kemacetan terjadi hampir setiap hari baik jam berangkat kerja atau pulang kerja dan juga jam-jam sekolah,serta saat hari libur.Dengan demikian terjadilah kemacetan dijalan-jalan utama yang ada di Kota Yogyakarta diantaranya yaitu area Malioboro,depan Taman Pintar,perempatan MM UGM,perempatan MirotaKampus,perempatan Tugu,Titik Nol Kilometer,area jalan Laksada Adisucipto.

Ketidakmampuan jalan-jalan yang ada di Yogyakarta terhadap masalah kendaraan bermotor,seperti kemacetan yang pastinya merugikan dan membawa dampak negatif  bagi penduduk di Kota Yogyakarta.Dengan adanya kemacetan yang terjadi dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu dan juga dapat menyebabkan polusi udara karena banyaknya kendaraan bermotor yang ada di kota tersebut.Dikhawatirkan apabila tahun-tahun depan kendaraan bermotor akan menjadi semakin banyak,lantas bagaimana nasib Kota Pelajar ini ?.

Kemacetan memang menjadi salah satu permasalahan kota-kota di Indonesia,tak terkecuali untuk Kota Yogyakarta.Bertambahnya kepadatan pendudukan di Kota Yogyakarta akan berdampak pada lalu lintasnya pula,ibaratnya apabila orang yang tinggal diJogja semakin banyak maka akan banyak pula kebutuhan hidupnya.Kemacetan yang berkepanjangan akan merugikan aktivitas masyarakat yang tinggal diKota ini alangkah baiknya jika dari Pemerintah Yogyakarta bertindak untuk mencegah masalah kemacetan ini agar tidak semakin merajalela.Contohnya Pemerintah dapat membatasi para perantauan membawa kendaraan pribadinya dengan menyarankan untuik naik transportasi umum yang ada di Yogyakarta contohnya TransJogja(TJ).Itu merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk mencegah kemacetan.

malioboro                                 wisata jog

 

taman sari                                     tugujogja


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php