brigitaauliaafrinda

Permasalahan Sampah di Kota Surabaya

Posted: August 21st 2016

Tak asing lagi di telinga kita, sering kali kita mendengar banyak sekali bencana-bencana yang timbul akibat sampah. Banyak pula yang berlomba-lomba menemukan cara untuk mengurangi masalah lingkungan yang diakibatkan oleh suatu benda yang bernama sampah. Tak terkecuali Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang tak gencar-gencarnya mencari solusi untuk menanggulangi masalah sampah yang ada di kotanya. Ya, Surabaya adalah kota yang kita kenal sebagai kota metropolitan yang identik dengan ramainya kendaraan bermotor, kepulan asap-asap pabrik dan yang tak ketinggalan ialah sampah.

Penumpukan sampah merupakan masalah yang biasa terjadi di Surabaya. Sampah-sampah yang tergenang atau bahkan menumpuk di sungai menjadi pemandangan biasa bagi masyarakat Surabaya. Maka tak heran bahwa pada musim penghujan, kota ini sering terkena bencana banjir. Hal itu disebabkan oleh  banyaknya orang-orang yang tidak peduli akan lingkungannya dengan cara membuang sampah di tempat yang salah seperti, membuang sampah di sungai, selokan, serta tempat umum lainnya dan membuat aliran sungai menjadi mampet sehingga sewaktu-waktu dapat menyebabkan sungai meluap dan mengakibatkan timbulnya bencana banjir.

Bencana banjir yang terjadi tak lepas dari sebuah faktor. Faktor utama penyebab banjir di Kota Surabaya adalah sistem tempat pembuangan sampah yang salah. Faktor lain yang menjadi pendukung faktor utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kurangnya sistem pengawasan, serta kurangnya koordinasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat.

Di Surabaya sering kita temukan bahwa sampah menjadi “teman hidup” warga yang tinggal di daerah yang berdekatan dengan tempat pembuangan akhir. Banyak sekali para warga yang berprofesi sebagai pemulung, mereka rela tinggal berdekatan dengan tempat pembuangan sampah hanya karena ingin menyambung hidup dengan mengambil botol bekas atau apapun yang bisa mereka jual untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tetapi mereka juga berharap pemerintah dapat menoleh sedikit ke arah mereka, memberikan bantuan kehidupan yang layak bagi mereka karena jasa-jasa mereka jugalah sampah di Kota Surabaya dapat berkurang.

Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dampak dari sampah yang menumpuk yaitu pemanfaatan kembali sampah menjadi kompos dan sebagian lagi direproduksi menjadi bahan yang bernilai ekonomis, misalnya dengan membuat kerajinan-kerajinan dari sampah seperti tas dari kemasan makanan ringan, vas bunga dari botol kaca bekas, dan lain-lain. Kini di Surabaya juga telah dibangun beberapa rumah kompos di berbagai daerah.

Selain itu di Surabaya sering juga diselenggarakan lomba kebersihan antar kampung. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya serta agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungannya.

 

sungai surabaya tertimbun sampah

Sungai Surabaya tertimbun sampah

jef-rumah-kompos-bratang-3

Rumah kompos Bratang


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php