adityahw

Si hitam kalimantan yang mulai terancam

Posted: November 30th 2018

Anggrek (Orchidaceae) adalah salah satu keluarga (family) dari kelas spermatophyta dengan anggota spesies salah satu yang terbanyak, diperkirakan mencapai 25.000 – 30.000 spesies alami yang berasal dari alam dan lebih dari 30.000 spesies berasal dari kultivikasi. Anggota dari keluarga ini dapat ditemukan di seluruh dunia, kecuali padang pasir yang kering dan daerah yang selalu tertutup salju.  Selain jumlah dari anggota spesiesnya yang banyak, keluarga anggrek juga dikenal karena keindahannya. Keindahan anggota keluarga anggrek terlihat dari bentuk bunganya, warnanya dan terkadang aromanya. Namun dibalik banyaknya spesies anggrek kini anggrek mulai terancam kelestariannya hal ini dipengaruhi oleh faktor alam dan ulah manusia. Faktor alam yang berpengaruh seperti perubahan iklim dan bencana alam, ulah manusia serperti perburuan anggrek oleh kolektor tanaman dan perusakan hutan oleh manusia yang berpengaruh terhadap hilangnya habitat anggrek.

Hilangnya spesies anggrek karena faktor alam tidak bisa dicegah, karena kuasa alam seperti bencana alam tidak bisa dihentikan walaupun tanda tandanya telah diketahui. Namun yang sangat disayangkan adalah hilangnya spesies anggrek karena ulah manusia dan hal ini memegang andil yang lebih besar atas terancamnya spesies anggrek daripada oleh faktor alam. Banyak kolektor tanaman yang memburu anggota dari keluarga anggrek karena keindahannya. Kolektor tanaman biasanya mengandalkan masyarakat lokal untuk memburu anggrek di suatu wilayah, hal ini justru semakin membahayakan bagi anggrek karena pengetahuan masyarakat lokal mengenai lokasi dari anggrek biasanya lebih baik daripada bukan masyarakat lokal. Hal ini meningkatkan ancaman terhadap kelestarian anggrek di alam. Selain dari perburuan yang langsung mengincar anggrek terdapat juga ancaman dalam bentuk lain yaitu kerusakan habitat yang sebagian besar disebabkan oleh kerusakan hutan akibat ulah manusia.

Salah satu spesies anggrek yang berada di Indonesia dan terancam kelestariannya adalah anggrek hitam. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies endemik yang berada di pulau Kalimantan (borneo) (Adi et al, 2014). Anggrek ini terancam keberadaannya dikarenakan aktifitas perburuan oleh kolektor maupun oleh kerusakan habitat akibat rusaknya hutan di pulau Kalimantan.

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) ditemukan tahun 1821 oleh John Lindley. Ciri- ciri anggrek hitam umbi semu oval berwarna hijau, daun 2 helai keluar dari pucuk umbi semu, bunga indah elegans harum semerbak bunga majemuk dengan panjang tangkai bunga ±40 cm merunduk, 6-14 kuntum, diameter bunga ±10 cm, berwarna hijau muda, kelopak bunga lanset-lancip, bibir berbentuk biola bergelambir 3 berwarna hitam, bagian sisi bergelombang kecil, bagian tengah tebaran bintik bintik hitam dengan dasar warna hijau, mekar bunga ±5-6hari, Musim berbunga Anggrek Hitam biasanya terjadi pada akhir tahun antara bulan Oktober sampai Desember (Yuniar ,KRB). Nama anggrek hitam diberikan karena bunga anggrek ini memiliki tanda hitam pada bibirnya yang membentang ke belakang sampai bagian dalam bunga.  Mahkota bunga dan kelopak bunga anggrek hitam berwarna hijau cerah (Agromedia, 2006). Anggrek hitam adalah maskot flora provinsi Kalimantan Timur memiliki nama lokal “Kersik Luai”. Karena kecantikan bunganya anggrek hitam banyak diburu oleh kolektor tanaman, selain bunganya anggrek hitam memiliki tipe daun yang berwarna hijau dan mampu bertahan lama (evergreen) yang merupakan ciri khas dari genus Coelogyne, sehingga tetap tampak indah walaupun sedang tidak berbunga.

 

Selain menurut pemerintah Indonesia anggrek hitam juga termasuk tumbuhan langka yang harus dilindungi menurut badan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Fauna and Flora). Anggrek hitam terdaftar dalam golongan  Appendices II, yang berarti keberadaannya belum terancam punah tetapi perdagangannya harus dikontrol agar tidak menjadi terancam punah. Berdasarkan semua anacaman ini maka pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 792/Kpts/Um/10/1982 tanggal 29 Oktober 1982 tentang Pengukuhan Perluasan Cagar Alam Padang Luway, Padang Luway ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Alam. Di cagar alam Padang Luway inilah yang juga merupakan salah satu habitat asli anggrek hitam di Kalimantan, di cagar alam ini merupakan tempat bagi perlindungan in situ anggrek hitam. Berdasarkan banyaknya ancaman yang mengancam Anggrek hitam tidak mengherankan bila pemerintah Indonesia memasukkan anggrek hitam ke dalam tumbuhan yang termasuk dilindungi menurut PP No. 7 tahun 1999

Salah satu cara penanggulangan dari ancaman yang dihadapi Anggrek hitam maka perlu dilakukan pelestarian dari pihak masyarakat dan pemerintah juga perlu ikut andil dalam pelestarian didalamnya seperti yang juga sudah dikeluarkan dalam PP no 7 tahun 1999. Pemerintah yang sudah ikut andil dalam menjaga populasi Anggrek hitam maka masyrakat juga perlu melakukan tindakan seperti yang sudah dilaukan oleh Cagar alam Padang Luwang di pulau Kalimantan. Kegiata-kegiatan seperti inilah yang perlu dikembangkan untuk menjaga populasi dari anggrek hitam.


6 responses to “Si hitam kalimantan yang mulai terancam”

  1. hryo says:

    Sangat informatif kak, bunga yang sangat cantik. Munkin pelestariannya apakah dapat menggunakan kultur jaringan?

    • adityahw says:

      Pelestarian yang dilakukan dapat menggunakan kultur jaringan, hal ini dilihat dali spesies Dendrobium. sp yang dapat dikulturkan menggunakan teknik kultur jaringan

  2. Biaggi hary says:

    bagaimana pengembangan saat ini untuk pencegahan anggrek hitam dan langkah pasti yang perlu dilakukan

  3. Kornelia Sekar Lintang says:

    Konten yang disampaikan sudah baik dan informasi yang disampaikan cukup lengkap dan mudah dipahami. Namun apakah ada sanksi dari pemerintah bila ditemukan adanya oknum yang melanggar peraturan pemerintah tersebut? dan bagaimana contoh tindakan nyata dam sederhana yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa untuk mendukung konservasi terhadap tanaman Anggrek Hitam tersebut?

    • adityahw says:

      Tentunya akan ada sanksi dari pelaku yang melanggar melihat peraturan yang sudah dikeluarkan. Contoh dari tindakan nyata untuk mahasiswa dalam mendukung konservasi tanaman anggrek adalah dengan membuat artikel/blog/tulisan seperti ini sehingga mengedukasi dan menyadarkan orang lain tentang keadaan anggrek hitam saat ini di alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php