adhimasangga

Mengenal Penjahit Bendera Merah Putih

Posted: July 7th 2021

Kemerdekaan Republik Indonesia, memiliki kesan erat dengan proses penjahitan bendera merah putih pertama kali. Anda tentu sudah sering mendengar tentang kisah ibu negara pertama RI, yaitu Fatmawati yang menjadi penjahit bendera merah putih pertama kali. Mari, mengenal lebih dalam mengenai sosok penjahit bendera merah putih, Fatmawati.

Biografi Singkat Penjahit Merah Putih

Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923. Dikutip dari bintangtrainer.com, nama Fatmawati awalnya merupakan Fatimah yang berarti bunga teratai. 

Nama tersebut merupakan nama pemberian dari kedua orang tuanya, yaitu Hassan Din dan Siti Khadijah. Ayahnya merupakan salah satu tokoh Muhammadiyah di Bengkulu dan merupakan keturunan dari Puti Indrapura atau raja dari kesultanan Indrapura. 

Fatmawati, pertama kali bertemu dengan Bung Karno pada tahun 1938. Pada pertemuan pertama tersebut, dikisahkan bahwa Bung Karno jatuh hati kepada Fatmawati dan memutuskan untuk menikahinya. 

Kisah tersebut terdapat dalam Catatan Kecil Bersama Bung Karno yang ditulis oleh Fatmawati pada tahun 1970. Setelah pertemuan tersebut, Bung Karno dan Fatmawati akhirnya menikah pada Juni 1943. 

Setelah pernikahannya dengan Bung Karno, Fatmawati dikaruniai lima anak, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra. 

Fatmawati meninggal dunia pada 14 Mei 1980 di usianya yang menginjak 57 tahun. Fatmawati meninggal setelah selesai menunaikan ibadah umrah pada tahun 1980, karena serangan jantung. 

Ia meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia dalam perjalanan pulang menuju Indonesia. Penjahit bendera merah putih itu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. 

Selepas kepergiannya, namanya diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit di Jakarta untuk mengenang jasanya. Selain itu, nama Fatmawati juga diabadikan menjadi nama bandara udara di Bengkulu. 

Fatmawati juga mendapatkan gelar pahlawan setelah dua puluh tahun wafat, yaitu pada tahun 2000. Pemberian gelar tersebut, diberikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 118/TK/2000. Gelar pahlawan tersebut, diberikan oleh putrinya yaitu Sukmawati Soekarnoputri. 

Seperti yang Anda ketahui, Fatmawati adalah Ibu Negara Indonesia pertama yang menjahit bendera merah putih. Simak kisah penjahit bendera merah putih ketika membuat bendera pada sejarah bendera indonesia.. 

 

Proses Pembuatan Bendera Merah Putih, Oleh Fatmawati 

Proses pembuatan bendera merah putih, berawal dari tidak adanya diskusi mengenai pengibaran bendera oleh Soekarno dan tokoh-tokoh lain. Setelah mendengar hal tersebut, Fatmawati berinisiatif untuk membuat sendiri bendera merah putih agar bisa dikibarkan pada pembacaan proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945. 

Fatmawati, dengan bantuan Chaerul Basri, seorang pemuda dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat memutuskan untuk menjahit bendera merah putih dengan menggunakan mesin jahit Singer kala itu. Pernyataan tersebut dapat Anda baca pada buku “Berkibarlah Benderaku, Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka” yang terbit pada tahun 2003. 

Untuk menjahit bendera merah putih, Fatmawati meminta bantuan dari Shimizu, seseorang yang diberi mandat oleh Pemerintah Jepang sebagai perantara perundingan Jepang-Indonesia. Melalui bantuan Shimizu tersebut, Fatmawati mendapatkan kain merah dan putih yang akan dijadikan sebagai bendera Republik Indonesia. 

Saat itu, kain merah serta putih sangat susah ditemukan. Chaerul Basri dalam artikel berjudul “Merah Putih, Ibu Fatmawati dan Gedung Proklamasi” menyebutkan bahwa kain merah dan putih sangat susah ditemukan, karena barang eks impor berada di tangan Jepang. Artikel tersebut, terbit di Harian Kompas, pada Agustus 2001. 

Proses menjahit bendera merah putih dilakukan di ruang makan dengan menggunakan mesin jahit sederhana. Fatmawati saat itu dalam kondisi hamil, bahkan pada buku “Berkibarlah Benderaku, Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka” tersebut Fatmawati menjelaskan, bahwa Ia bersusah payah untuk menjahit bendera merah putih, karena usia kandungan yang sudah cukup tua. Saat itu Fatmawati sedang mengandung Guntur Soekarnoputra. 

Bendera merah putih pertama tersebut, berukuran 2 x 3 meter dan berhasil dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di rumah Soekarno, pada Jalan Pegangsaan Timur no.56 Jakarta. 

Itulah biografi singkat penjahit bendera merah putih, serta proses pembuatan bendera merah putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai kisah-kisah Fatmawati, melalui buku yang berjudul “Fatmawati Catatan Kecil Bersama Bung Karno” yang ditulis oleh Fatmawati Soekarno.

Selain rekomendasi buku pertama, Anda dapat membaca pula buku “Fatmawati dan Soekarno : Kisah Cinta Penuh Pengorbanan” oleh Burhan Fanani. 


Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

Hubungan Genre Musik dengan Kepribadian yang Menarik untuk Diketahui

Go to post

Tips Memilih Jasa Pembuatan PT

Go to post
© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php