Invisible

Apa sih Tujuan Mengetahui variasi Genetik Populasi pada Burung Betet Jawa ??

Posted: August 21st 2017

Betet jawa (Psittacula alexandri alexandri)

Sebelum mengetahui tentang variasi genetik Betet Jawa alaangkah baiknya berkenalan dahulu dengan si betet jawa jadi betet jawa adalah merupakan kelompok burung paruh bengkok (Psittaci-formes) merupakan burung yang banyak diminati sebagai hewan peliharaan karena memiliki sifat yang mudah dijinakan dan menjadi komoditi perdagangan dalam dan luar negeri ya harganya lumayan lah kisaran Rp. 200.000 – Rp. 1.000.000 data ini berasal dari e commerce. Oleh sebab itu perburuan di alam yang tak terkontrol dan kerusakan habitatnya menyebabkan populasinya menjadi semakin menurun.

Burung ini tersebar di beberapa daerah khusunya di pulau jawa. Perbedaan lokasi tersebut menyebabkan burung-burung ini membentuk populasi yang terpisah-pisah dan terfragmentasi, menyebabkan tidak ada saling kawin antara populasi satu dengan populasi lainnya. Hal ini sangat memungkinkan terjadinya variasi di antara populasi-populasi tersebut pada urutan DNA, fragmen-fragmen DNA, atau gen-gen tertentu, sehingga masing-masing populasi sangat mungkin memiliki struktur berbeda pada tingkat genetik.

Habitat burung paruh bengkok (Psittaci-formes) yang terfragmentasi menyebabkan terputusnya atau terisolasinya populasi yang dapat mengarah pada menurunnya keragaman genetik, tekanan inbreeding, dan menurunkan ketahanan terhadap penyakit. Semua faktor itu dapat menyebabkan resiko kepunahan. Menurunnya keragaman genetik akibat habitat yang terfragmentasi dan rendahnya penyebaran burung ini dapat juga menurunkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan cuaca. Oleh karena itu, mengetahui tentang bagaimana keragaman genetik dari populasi di seluruh populasi yang terfragmentasi adalah kunci untuk melindungi burung tersebut dengan mempertahankan keragaman genetik dan memberi tahu kepada publik potensi spesies tersebut terancam. Penurunan ukuran populasi dapat mengarah pada hilangnya alel-alel dan meningkatkan inbreeding yang selanjutnya menyebabkan penurunan keanekaragaman genetiknya.

Dilakukan penelitian untuk mengetahui variasi Genetik Populasi pada Burung Betet Jawa yaitu dengan menggunakan sampel burung betet Jawa pada beberapa populasinya di Pulau Jawa dari analisis sekuen DNA pada gen ND2. Digunakan 26 burung betet yang terdiri dari 9 individu dari Bogor (Jawa Barat), 8 individu dari Cepu/Blora (Jawa Tengah), 5 individu dari Jogya (DiY), dan 4 individu dari Ngawi (Jawa Timur).

Hasil dari penelitian tersebut yaitu jarak genetik burung betet jawa di dalam populasi-populasi yang diamati relatif kecil yang kemungkinan dapat dikarenakan individu-individu burung tersebut memiliki kedekatan hubungan satu dengan lainnya berasal dari populasi kecil yang bisa jadi berasal dari tetua yang sama.

Serta pada masing-masing populasi memiliki haplotipe yang berbeda dengan populasi lainnya, yang berarti bahwa tidak terdapat share haplotype yaitu tidak terjadi perkawinan di antara populasi betet yang berbeda. Diversitas haplotipe dari semua individu di dalam semua populasi relatif tinggi yaitu (0,954 ± 0.022) sedangkan terendah pada populasi daerah Ngawi.

Nilai diversitas haplotipe dan diversitas nukleotida yang paling tinggi terdapat pada populasi Yogya dan Bogor/Jonggol, ini menandakan kualitas atau keadaan populasi betet di Yogya dan Bogor/Jonggol yang lebih bervariasi dibandingkan dengan populasi lainnya jika burung tersebut dapat menjaga keragaman genetik, itu berpengaruh sangat penting untuk kelangsungan hidup burung tersebut,

Dari hasil tersebut populasi dengan sedikitnya diversitas genetik sering menunjukkan peningkatan laju kepunahan kemungkinan dapat terjadi Inbreeding, genetic drift, restricted aliran gene, dan populasi kecil semuanya berperan pada penurunan diversitas genetic kemungkina akan terjadi pada populasi burung betet pada daerah Ngawi dan Cepu yang memiliki keanekaragaman genetik yang kecil.

Namun jika dilihat secara keseluruhan masing-masing populasi burung betet Psittacula alexandri alexandri di Pulau Jawa memiliki struktur genetik yang berbeda, dengan haplotipe nukleotida yang berbeda dan nukleotide diversitasnya relatif rendah.

Oleh sebab itu diperlukan mengetahui variasi genetik sangat penting karena variasi genetic adalah hal yang vital bagi populasi hewan untuk beradaptasi terhadap berbagai lingkungan dan respon terhadap seleksi seperti yang sudah dijelaskan diatas tentang penurunan keanekaragaman genetic merupakan salah satu faktor penyebab dari kepunahan, oleh karena itu berbagai upaya konservasi dan pengembangan harus dimulai dari awal dengan mengetahui variasi genetik di dalam populasi hewan tersebut seperti burung betet jawa yang kita bahas ini. Karena dari diketahuinya variasi genetik itu menandakan tingkatan upaya untuk konservasi yang harus dilakukan pada burung betet. Kajian dari variabilitas genetik tersebut merupakan tahap awal di dalam evaluasi status konservasi jangka panjang dari spesies pada kondisi-kondisi alami.

Untuk lebih lengkapnya bisa di download jurnalnya disini

 

Sumber :

Astuti, D. 2017. Struktur Genetik Populasi Burung Betet Jawa (Psittacula alexandri alexandri) Berdasarkan Sekuen DNA Mitokondria Gen ND2. Jurnal Biologi Indonesia13(1).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php