Julius's Blog

Early Warning System Dalam Usaha Forest Genetic Conservation Melalui Teknik Biologi Molekuler

Posted: September 11th 2014

Sumatra-forest

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumberdaya alam yang luar biasa, khususnya di bidang kehutanan. Sebesar 121, 2 juta hektar hutan Indonesia dengan berbagai fungsi hutan baik untuk kepentingan produksi, konservasi maupun hutan lindung, membutuhkan manajemen konservasi genetik yang baik. Mengapa konservasi genetik? Konservasi dalam bidang biologi adalah upaya menjamin kelangsungan keberadaan jenis, habitat dan komunitas biologis serta interaksi antar jenis, dan jenis dengan ekosistem. Konservasi genetik menumbuhkan dan mengembangkan kelangsungan kehidupan jenis dari tingkatan yang lebih spesifik, yaitu melalui analisis protein maupun DNA yang dapat menjadi informasi dasar yang sangat berguna di dalam upaya tindakan konservasi suatu jenis tanaman maupun hewan.

Potensi kelangkaan dan ancaman kepunahan maupun potensi tumbuh-kembang dari populasi yang tersisa untuk menjadi sustainable kembali dari suatu spesies tanaman maupun hewan, dapat kita peroleh melalui teknik biologi molekuler yang saat ini kian marak dimanfaatkan oleh beberapa negara maju dalam upaya koleksi cadangan plasma nutfah maupun kebun tanaman langka.  Teknik biologi molekuler dapat berfungsi sebagai early warning system yang sangat akurat dan baik, ketika mendeteksi seberapa besar dinamika keragaman genetik suatu populasi atau bahkan beberapa populasi dari suatu jenis tanaman maupun hewan.  Informasi yang diperoleh dapat menjadi acuan dasar yang luar biasa dalam upaya penentuan tindakan konservasi yang akan diambil, sebagai wujud aktivitas managemen sumberdaya genetik sehingga sustainabilitas suatu jenis tumbuhan ataupun hewan dapat terjaga atau bahkan dikembangkan.

Secara umum konservasi genetik dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu secara in-situ dan ex-situ, dimana kegiatan knservasi in-situ dilakukan di habitat atau lokasi asli dari suatu jenis tumbuhan ataupun hewan, sedangkan konservasi ex-situ dilakukan di luar habitat aslinya. Teknik biologi molekuler seperti RAPD, AFLP, RFLP maupun SSR akan membantu mengenali sumber asal dari suatu kebun konservasi yang bersifat ex-situ, darimana indukannya dan seperti apa struktur genetik dari tanaman tersebut bila dibandingkan dengan induknya.  Dengan demikian dapat diketahui informasi mengenai kemungkinan terjadinya infusi genetik baik dari habitat aslinya ke lokasi konservasi ex-situ maupun sebaliknya, sehingga gene transfer dapat terjadi demi kepentingan peningkatan variasi genetik di habitat asli maupun lokasi konservasi genetik ex-situ.

Informasi dasar mengenai pengetahuan terkini tentang variasi genetik suatu jenis tanaman maupun hewan menjadi penting dalam konteks kelestarian biodiversitas, mengingat variasi genetik merupakan modal awal bagi suatu jenis tanaman maupun hewan untuk berkembang dan bertahan hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Efektivitas sistem dan teknik biologi molekuler dapat mendukung sebagai suatu bagian integral dari konservasi sumberdaya genetik hutan dengan tingkat efektivitas dan akurasi yang tinggi di dalam upaya meraih kelestarian sumberdaya hutan Indonesia di masa mendatang.

Referensi

Hamrick, J.L., Mary Jo W.G., dan Susan L.S. 1992. Factors Influing Levels of Genetic Diversity in Woody Plant Species. In : Adams W.T., Strauss S.H., Copes D.L. and Griffin, A.R. eds. : Populatio Genetics of Forest Trees, Kluwer Academic Publishers.

Johnson R., B. S. Clair and S. Lipow. 2001. Genetic conservation in applied tree breeding programs. In : Thielges, B. A., S. D. Sastrapraja and A. Rimbawanto (Eds). Proc. Of International Conference on In-situ and Ex-situ Conservation of Commercial Tropical Trees. Yogyakarta.

Melchias, G. 2001. Biodiversity and Conservation. Science Publisher, Inc. USA.


4 responses to “Early Warning System Dalam Usaha Forest Genetic Conservation Melalui Teknik Biologi Molekuler”

  1. alfonslie says:

    informasi yang sangat menarik. semakin mendorong kita untuk lebih mengeksplorasi dunia molekuler. keep blogging 🙂

  2. Leni Budhi Alim says:

    wah info yang menarik sekali, dengan adanya bantuan molekuler bisa mengkonservasi ekosistem yang ada. Namun, apakah teknik ini cukup baik untuk semua populasi hewan maupun tumbuhan? apakah ada sisi negatifnya dari sistem ini? terima kasih

  3. Sainawal Tity says:

    Menarik !
    tetapi saya masih penasaran tentang sistematika kerja dari early warning system itu sendiri
    teknik molekuler spesifik apakah yang digunakan ? apakah seperti pemantauan dan pengamatan suatu binatang di hutan dengan memasang microsatelite, ataukah seperti apa ?

  4. Elviena says:

    Teknik biologi molekuler yang menarik sekali karena dapat berfungsi sebagai early warning system. dengan peringatan semacam ini semoga tingkat kepunahan dapat ditekan 🙂

Leave a Reply to alfonslie Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php