KSDL Hutan

Tumbuhan Meranti Merah

Posted: December 6th 2014

Kabupaten Malinau berada di jantung Kalimantan. Kabupaten ini memiliki luasan hutan lebih dari 905 dan mewakili areal hutan dipterokarpa yang paling luas di kawasan Asia Tenggara. Sebagian besar wilayah malinau dihuni oleh 40.000 penduduk yang melakukan pratek perdagangan berpindah,berburu dan mengumpulkan hasil hutan selain kayu. Terdapat lebih dari 20 kelompok etnis, di mana juga terdapat kelompok punan yang merupakan kelompok terbesar. Di dalam hutan kawasan ini juga terdapat Taman Nasional Kayan Mentarang yang memiliki nilai konservasi tinggi bagi tumbuhan dan satwa. Karena semua lahan hutan berada di bawah pengawasan negara, pengusahaan hutan dialokasikan oleh pemerintah pusat yang berkedudukan di jakarta untuk melaksanakan kegiatan pengusaha hutan dengan mengambil kayunya. Berbagai tantangan desentralisasi dalam pengelolaan hutan menjadi isu penting yang dihadapi oleh pemerintah indonesia dan banyak negara lainnya. Peralihan perimbangan kekuasaan antara lain pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten secara jelas diaktualisasikan dalam pengelolaan sumberdaya hutan di kabupaten Malinau. Meskipun menitikberatkan hanya pada … Read more


Penyu sisik (Eretmochelys imbricate)

Posted: September 10th 2014

Penyu yang memiliki ciri khas moncong berbentuk paruh rahang atasnya melengkung ke bawah dan relatif tajam seperti burung kakak tua sehingga sering disebut “Hawksbill turtle”. Penyu sisik tersebar di Indonesia terutama dipulau kecil yang tidak berpenghuni. Sebagian besar penyu sisik ditemukan di Kepulauan Riau hingga Belitung, Lampung, Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Laut Sulawesi (Berau), Sulawesi Selatan (Takabonerate) hingga Sulawesi Tenggara (Wakatobi), Maluku dan Papua. Populasi penyu sisik di Indonesia terus menurun. Penurunan populasi penyu sisik di alam disebabkan terutama oleh faktor manusia yang melakukan pencurian telur penyu, perburuan penyu, pendegradasi habitat penyu dan pengambilan sumber daya alam laut yang menjadi makanan penyu dibandingkan dengan faktor alam dan predator. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya konservasi penyu sisik. Salah satu upaya untuk mengurangi penurunan populasi penyu sisik adalah dengan melakukan pembinaan tempat peneluran (nesting site). Pembinaan tempat peneluran penting dilakukan karena hal tersebut terkait dengan sejarah kehidupan penyu. Penyu meletakkan telurnya … Read more


Konservasi sumber daya lokal

Posted: June 8th 2013

v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} PengelolaanHutanBersamaMasyarakat(PHBM) KolaborasiantaraMasyarakat DesaHutandenganPerumPerhutani dalamPengelolaanSumberdayaHutandiJawa                               1.LatarBelakang PulauJawamemilikiluasanhanya6%dariluaswilayahIndonesia,tetapi60%darijumlahpendudukIndonesia tinggaldiJawa. PerumPerhutanisebagaiBUMNyangdiberimandatuntukmengelolahutannegaradituntut untukmemberikanperhatianyangbesarkepada  masalahsosialekonomimasyarakat,terutamamasyarakat pedesaanyang  sebagianbesar  tinggal  disekitarhutan.  Interaksiantara  masyarakat  denganhutan  tidak mungkin  dapatdipisahkan.  Olehkarena  itu,pendekatanyangdilakukan  dalam  pengelolaanhutan  harus memperhatikankeberlanjutanekosistemhutan  danpedulidenganmasyarakat  miskindi sekitarhutan. Sejalandenganterjadinya  reformasi  dibidang  kehutanan,Perum  Perhutanimenyempurnakansistem pengelolaansumberdayahutan    denganlahirnya  PengelolaanHutan  Bersama  Masyarakat  (PHBM). SistemPHBMinidilaksanakan  dengan jiwaBERSAMA,BERDAYA,danBERBAGIyangmeliputi  pemanfaatan lahan/ruang,waktu,danhasildalampengelolaansumberdayahutandenganprinsipsalingmenguntungkan, memperkuatdan  mendukungserta  kesadaranakan  tanggungjawab  sosial.Sampai  dengantahun  ke-6 pelaksanaanPHBMdisadaribahwamasihditemukanberbagaikendaladanpermasalahan,makapadatahun 2007disempurnakankembalidalamPHBMPLUS.DenganPHBMPLUSdiharapkanpelaksanaanpengelolaan sumberdayahutan  diJawaakanlebihfleksibel,akomodatif,  partisipatif  dan  dengankesadarantanggung jawab  sosial  yang  tinggi,  sehinggamampumemberikankontribusi  peningkatanIndeksPembangunan Manusia(IPM)menuju  MasyarakatDesaHutanMandiridanHutanLestari.   2.PengertianPHBM Pengelolaan  Hutan  Bersama  Masyarakat  adalah   sistem  pengelolaan  sumberdaya  hutan   dengan  pola kolaborasi  yang  bersinergi  antara  Perum  Perhutanidan  masyarakat   desa  hutan  atau  para  pihak  yang berkepentingandalamupayamencapaikeberlanjutanfungsidanmanfaat  sumberdayahutan  yangoptimal danpeningkatanIPMyangbersifatfleksibel,partisipatifdanakomodatif.   3.MaksuddanTujuan PHBMdimaksudkanuntuk  memberikanarahpengelolaansumberdayahutan  denganmemadukanaspek ekonomi,ekologidansosialsecaraproporsionaldanprofesional. PHBMbertujuanuntuk  meningkatkanperan  dan  tanggungjawabPerum  Perhutani,  masyarakat  desa hutan  dan  pihak  yang  berkepentinganterhadapkeberlanjutanfungsi  dan  manfaat  sumberdayahutan, melaluipengelolaansumberdayahutan  denganmodelkemitraan.   4.RuangLingkupPHBM PHBMdilaksanakan   di  dalam  dan  di … Read more


Hello world!

Posted: May 10th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php