Seibutsu-gaku 生物学

RAPD???

Posted: May 28th 2013

Siapa yang masih ga tau soal PCR? mungkin kebanyakan dari kalian akan menjawab sudah tau, tapi kalo RAPD adakah yang ga tau? Ato baru denger? Nahh..disini akan dibahas tentang RAPD yang ternyata merupakan salah satu DNA marker.. Deteksi dan analisis variasi genetik dapat membantu kita untuk memahami dasar molekuler dari fenomena variasi yang terjadi pada organisme hidup, mulai dari adanya varietas,spesies dan keragaman lainnya. Salah satu teknik yang umum digunakan untuk melihat adanya keragaman genetis dari suatu individu adalah DNA marker molekuler seperti RAPD, RFLP, SSR dan AFLP. Teknik ini ruitn digunakan dalam ilmu ekologi, evolusi, taksonomi, filogenik dan genetika. Salah satu teknik yang sering digunakkan adalah RAPD dan teknik lain yang akan dibahas pada tulisan selanjutnya. RAPD atau Random Amplified of Polymorphic DNA merupakan suatu metode yang dikembangkan dari teknik PCR (Polymerase Chain Reaction). Berbeda dengan PCR standar pada umumnya dimana produk amplifikasi telah ditentukan baik panjang maupun urutan basanya. Pada … Read more


CTAB: DNA Extraction from Burned Bone and The Death

Posted: May 28th 2013

Telah menjadi tantangan tersendiri bagi para tim forensik untuk dapat mengekstraksi DNA dari tulang-belulang hancur yang telah terkubur sejak lama didalam tanah, atau telah terkubur didasar perairan. Apakah bisa DNA diperoleh dari tulang-belulang? Pada artikel ini akan diperkenalkan salah satu teknologi molekuler untuk mendapatkan DNA dari makhluk mati, seperti tulang-belulang (fosil) yang telah lama terkubur dengan menggunakan CTAB. Apa itu CTAB? CTAB atau lebih dikenal dengan nama cetyl trimethyl ammonium bromide merupakan salah satu teknik ekstraksi DNA yang dikombinasikan dengan isoamyl alcohol-chloroform untuk memperoleh DNA murni dari tulang mayat, mayat, atau abu mayat. Kemudian akan dimurnikan lebih lanjut dengan system DNA IQTM CTAB awal mulanya dikembangkan untuk dapat mengenali mayat yang telah tidak jelas bentuknya atau sudah tidak dapat dikenali lagi. Biasanya mayat ini hasil pembunuhan, kecelakaan, atau ledakan pesawat. Agar dapat diketahui identitas mayat tersebut maka lahirlah CTAB oleh Murray dan Rogers. By: Cohen mcAmos – 100801162  


PCR Mencicipi DNA MUMI

Posted: May 28th 2013

PCR memang sudah tidak asing lagi dalam dunia biologi, khususnya di bidang teknologi molekuler. PCR telah banyak digunakan dan diaplikasikan secara luas, baik untuk amplifikasi materi genetik maupun untuk analisis molekuler lainnya, yang banyak dilakukan pada DNA mikrobia, tumbuhan, hewan, manusia, dan makhluk hidup lainnya. Namun sebenarnya kemampuan PCR tidak terbatas sampai disitu. Mungkin orang awam berpikir bahwa DNA hanya dapat diperoleh dari makhluk yang masih hidup. Kenyataannya PCR juga dapat mengamplifikasi dan menganalisis DNA makhluk hidup yang telah mati. Masih ingat dengan film Jurassic Park yang sempat cukup terkenal dan membuat kagum banyak penonton? Dalam film fiksi tersebut diceritakan bahwa seorang profesor mampu menghidupkan kembali dinosaurus yang sebenarnya sudah punah berjuta-juta tahun yang lalu dengan bermodalkan darah dinosaurus yang dihisap oleh nyamuk. Meskipun dinosaurus telah mati/punah, darahnya masih mengandung DNA yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tertentu dengan bantuan teknologi molekuler, termasuk teknologi PCR. Nah, kalau dinosaurus yang telah punah … Read more


Obat kanker (generik) dengan study molekuler di Indonesia.

Posted: May 28th 2013

Beberapa tahun belakangan ini pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan telah memberdayakan pemanfaatan obat generik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan. Tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Berkaitan dengan hal itu diperlukan suatu upaya mempertajam sasaran dengan mengarahkan efeknya sampai ke tingkat molekuler atau seluler, sehingga dapat ditentukan target molekuler suatu herbal. Hal ini penting untuk mengimbangi superioritas penggunaan obat modern yang hanya melegalitaskan senyawa aktif. Sejalan dengan program pemerintah yang sedang mengembangkan dan meningkatkan obat generik di  Indonesia, pemberdayaan bahan alam berkhasiat obat sekarang saatnya dikembangkan sampai uji klinik agar dapat diproduksi secara nasional. Diharapkan pengembangan obat generik yang dieksplorasi secara ilmiah akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dapat menunjang kemandirian bangsa. Akhir-akhir ini beberapa peneliti telah mengembangan obat herbal menjadi obat kanker. Seperti halnya pengembangan obat kanker (generik) yang dilakukan oleh Shabib dkk., berdasarkan patogenesis kanker yang multifaktorial yang berarti secara molekuler terapi kanker tidak dapat hanya menggantungkan … Read more


Hello world!

Posted: May 26th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php