Yani Evami

Anoa Need Our Help !!

Posted: December 3rd 2015

Anoa secara taksonomi, termasuk dalam genus kerbau (Bubalus) dengan bentuk tubuhnya yang kerdil. Spesies anoa yang dikenal ada 2, yaitu anoa datran rendah (Bubalus depressicornis) dan anoa gunung (Bubalus quarlesi). Panjang tubuh anoa 160-172 cm, ekornya 18-31 cm.  Ukuran tubuh yang kerdil menjadi daya tarik anoa, dimana anoa gunung pada umumnya berukuran lebih kecil dibandingkan dengan anoa dataran rendah. “Rata-rata tinggi badan anoa dewasa hanya 75 cm, dimana ada pula yang hanya 69 cm dan ada mencapai 106 cm. Berat badan anoa maksimal 150 kg. Anak anoa berambut tebal dengan warna coklat kekuningan. Semakin tua anoa, warna rambut semakin gelap yaitu coklat gelap sampai hitam. Anoa jantan berwarna lebih gelap,” ujar ahli satwa liar Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Abdul Haris Mustari. Anoa merupakan endemik Sulawesi, penyebarannya saat ini terutama terdapat di Sulawesi Utara dan Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan … Read more


Kerbau Mini dari Sulawesi

Posted: September 6th 2015

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keragaman flora dan fauna, akan tetapi akibat kerusakan hutan dan penanggulangannya yang belum efektif sehingga ancaman terhadap flora dan fauna semakin meningkat. Salah satu dari keragaman fauna yang terancam punah adalah anoa (bubalus sp.).   Diperkirakan bahwa anoa sudah menghuni Pulau Sulawesi sejak zaman Tersier, yaitu sekitar 60 juta tahun lalu. Anoa yang telah melalui proses adaptasi yang lama memiliki beberapa keunggulan seperti kemampuan memanfaatkan sumberdaya setempat, adaptasi iklim, dan ketahanan terhadap penyakit yang tidak dimiliki oleh banyak jenis satwa lain. Dengan kelebihannya ini anoa berpotensi sebagai penyedia “plasma nutfah” (bank genetik).   Anoa memiliki ciri-ciri umum seperti warna kulit mirip kerbau dengan tanduk lurus ke belakang serta meruncing dan agak memipih. Anoa hidup secara nomaden, akan tetapi apabila bertemu musuh anoa akan lebih memilih menghindar dengan menceburkan diri ke dalam rawa-rawa atau kubangan air. Bila terdesak, ia akan melawan dengan tanduknya.   Anoa … Read more


KENALI FLORA FAUNA DENGAN DNA BARCODE

Posted: August 31st 2015

  Hebert et al. (2003), merupakan orang yang pertama kali yang menyatakan bahwa semua spesies organisme dapat diidentifikasi dengan menggunakan sekuen pendek dari sebuah gen dimana posisinya di dalam genom telah disepakati bersama sebagai “DNA Barcode”. Kemunculan DNA barcode ini dapat menjadi suatu solusi dari permasalahan akan minimnya ahli taksonomi yang tersedia, mengingat banyaknya keanekaragaman flora dan fauna yang belum teridentifikasi. Selain itu, DNA barcode ini juga dapat mencegah terjadinya tindakan kriminal seperti penyelundupan satwa liar. Barcode tersebut memiliki kenampakan yang mirip dengan barcode-barcode yang ada di supermarket, yaitu identik dengan tag hitam dan putih.   Penganalisaan DNA barcode pada satwa hanya mengambil sampel DNAnya, yaitu gen Cytochrome c Oxidase subunit I (COI) dari genom mitokondria DNA (mtDNA) yang merupakan sekuen DNA. Sedangkan pada tanaman, analisa DNA barcoding dilakukan dengan mengisolasi dan mengamplifikasi gen-gen genom kloroplas yaitu gen rbcL, matK ataupun trnH-psbA. Semakin banyak jumlah perbedaan runtunan basa DNA dua … Read more


Hello world!

Posted: August 31st 2015

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php