vika

Save Our Coral, Save Our Future

Posted: December 4th 2014

Ketika dulu ikan laut berlimpah, terumbu karang nampak indah dan tak kalah indah sama terumbu karang di luar negeri, namun apa daya sekarang semuanya telah berubah. Pulau Indonesia mempunyai sumber daya alam pesisir berupa terumbu karang, dimana terumbu karangnya terdapat asosiasi biota kima yang sering dijumpai dengan warna yang beragam dan indah. Ekosistem terumbu karang adalah sumber berbagai organisme dan banyak asosiasi biota di dalamnya yang dapat dijadikan indikator kondisi terumbu karang. Pulau Indonesia adalah daerah objek wisata bahari. Perairannya bisa mendapat tekanan lingkungan oleh manusia (aktivitas wisatawan) seperti membuang sampah disembarang tempat, bermain, berenang dan menginjak tutupanterumbu karang yang terus menerus dilakukan di kawasan Pulau Indonesia, yang akhirnya berdampak pada perairan khususnya ekosistem terumbu karang sebagai salah satu habitat biota kima. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan panjang garis  pantai lebih dari 81.000 km, serta lebih dari 17.508 pulau. Terumbu karang yang luas melindungi kepulauan Indonesia. Walter, 1994 mengestimasi luas terumbu … Read more


Satu Lagi Endemik Indonesia Terancam Punah

Posted: September 4th 2014

Minimnya informasi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Pulau Sulawesi dan kurangnya perhatian Pemerintah Sulawesi menyebabkan salah satu endemik Indonesia terancam punah. Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) merupakan salah satu jenis hewan endemik pulau Sulawesi. Hewan yang masuk dalam daftar IUCN redlist (dikategorikan dalam status konservasi “Vulnerable” (Rentan)) ini adalah anggota dari genus Ailurops. Kuskus Beruang termasuk hewan marsupial dan dari keluarga Phalangeridae. Kuskus beruang ini ukurannya sangat besar dibandingkan dengan para kerabatnya di keluarga phalangeridae, oleh sebab itu mamalia ini di sebut dengan kuskus beruang karena bentuk tubuhnya seperti beruang. Kukus Beruang atau lebih dikenal Kuse memiliki ekor yang prehensil, yaitu ekor yang dapat memegang dan biasa digunakan untuk membantu berpegangan pada waktu memanjat pohon yang tinggi,
ia mendiami lapisan atas dari hutan dan makanannya terdiri dari daun dan buah (Farida, dkk., 1999).



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php