Veronica Erni

Laut Indonesia Punya ibu kota dunia!! (Sumberdaya Laut Part 1)

Posted: May 21st 2014

Ya benarr, laut negara tercinta kita ini ternyata memiliki ibu kota dunia..

Ibu kota apaan sih?

Apa lagi kalo bukan ibu kota dari  biota laut yang berkembangbiak dengan cara tunas dan pembuahan merupakan aset alam yang banyak diminati. Potensi sumberdaya alam kelautan ini tersebar di seluruh Indonesia mengemban beragam nilai dan fungsi, antara lain nilai rekreasi (wisata bahari), nilai produksi (sumber bahan pangan dan ornamental) dan nilai konservasi (sebagai pendukung proses ekologis dan penyangga kehidupan di daerah pesisir, sumber sedimen pantai dan melindungi pantai dari ancaman abrasi)..

Udah ketebak belum ibu kota apa?

Tengok gambar dibawah ini!!

terumbu karang

gimana ? bisa kejawab gg?

Jawabannya ibu kota terumbu karang 🙂

Kota Manado dikukuhkan sebagai ibukota terumbu karang dunia lohhh. waaaww kerenn kann :). Indonesia sendiri sebagai negara kepulauan memiliki terumbu karang (coral) dengan luas kurang lebih 60.000 km2. Ditinjau dari aspek ekonomi, ekosistem terumbu karang menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat pesisir di sekitarnya. Seiring dengan meningkatnya apresiasi  wisatawan dunia untuk melakukan aktivitas rekerasi di alam terbuka, terumbu karang merupakan sumber lapangan kerja dan lapangan usaha melalui kegiatan wisata bahari. Selain itu, terumbu karang juga merupakan sumber penghasil devisa melalui perdagangan ikan hias dan karang hias. Kelestarian dan kerusakan ekosistem terumbu karang akan terancam apabila ekspor terhadap karang hias tidak diperhatikan 🙁

Kok bisa disebut terumbu karang?

Ini dia jawabannya.. Karang (coral) adalah hewan dari ordo scleractinia, yang semua anggotanya mempunyai skeleton (kerangka) batu kapur keras. Cara hidup karang khususnya karang hermatifik (karang pembangun terumbu) yang sangat tergantung pada sinar matahari. Hewan karang hidup dengan membentuk koloni yang terbangun dalam bentuk terumbu. Makanan utama hewan karang adalah senyawa organik yang dihasilkan dan diekskresikan oleh zooxanthellae yang hidup di dalam jaringannya. Zooxanthellae mampu mensuplai 98 % total kebutuhan makanan bagi hewan karang. Sumber makanan lainnya berupa debris organik atau plankton.

Perkembangbiakan hewan karang dapat terjadi dengan dua cara yaitu secara vegetatif dan generatif. Secara vegetatif merupakan cara memperbanyak diri dengan membelah diri berulang kali. Secara generatif, merupakan pembuahan antar sel kelamin jantan dan sel kelamin betina yang terdapat dalam satu polip dan biasanya dalam jaringan yang sama.

Terumbu karang merupakan ekosistem khas yang tersebar di perairan dangkal wilayah lautan topis. Penyebarannya hampir secara eksklusif antara 30º LU dan 30º LS, dan terkonsentrasi pada empat bidang besar yaitu Laut Merah dan Samudera Hindia bagian barat, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik bagian barat (Indo-Pasifik), Samudera Pasifik Selatan, dan Laut Karibia dan Samudera Atlantik bagian barat. Karena ketergantungannya terhadap sinar matahari dan perairan yang hangat di daerah tropis, terumbu karang hanya berkembang baik pada perairan dangkal laut ekuatorial di daerah berlintang rendah. Penyebaran terumbu karang dibatasi oleh permukaan yang isoterm 20ºC.

Ada gg cara pembudidayaannya?

Pembudidayaan terumbu karang salah satunya bisa dilakukan dengan Teknik Propagasi.

Apa itu teknik propagasi?

Teknik Propagasi merupakan teknik pembudidayaan terumbu karang yang dilakukan dengan cara stek karang yang ditempelkan pada substrat buatan dan disemaikan di dasar perairan pada kedalaman 3 – 4 m MSL yaitu pada bagian perairan yang relatif terlindung oleh tubir karang yang terdapat memanjang sejajar garis pantai. Perairan tempat budidaya karang berupa laguna berdasar pasir, pasir bercampur pecahan karang dan bebatuan.

Bahan-bahan yang dipergunakan untuk kegiatan penangkaran karang laut meliputi bibit karang, substrat buatan sebagai media penempelan karang serta bahan perekat dan bahan pengikat stek karang. Alat-alat yang dipergunakan yaitu rak (besi atau bahan lainnya) untuk persemaian karang yang telah dipropagasikan, tang untuk memotong bibit, kotak stiroform untuk tempat bibit pada saat pemotongan, jangka sorong plastik untuk mengukur pertumbuhan karang, masker dan snorkel, perahu, sikat untuk membersihkan karang.

Sayangnya masih banyak terumbu karang diIndonesia yang belum memiliki informasi yang konkrit dan lengkap tentang kondisi terumbu karang tersebut. Soalnya  Penelitian terumbu karang (coral reef) termasuk penelitian yang beresiko dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ancaman biota berbahaya di laut serta kondisi perairan yang dapat berubah drastis merupakan tantangan tersendiri saat melakukan pengamatan terumbu karang (coral reef). Selain itu, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian terumbu karang (coral reef) ini pun tidak sedikit. Wahhh sayang sekali yaaa..

Kita harusnya cukup berbangga diri karena memiliki sumberdaya laut yang cukup kaya seperti terumbu karangm bahkan terumbu karang kita dinobatkan sebagai ibu kota terumbu karang dunia.. wahhh untuk itu marilah kita jaga sumberdaya alam negara kita.. jangan malah dirusak, tau sendirikan bagaimana susahnya penelitian terumbu karang?.. oke guys 😉

Salam Laut 😉

Veronica Erni Pamekasari (110801181)

Livia Sisilia (110801223)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php