valleryathalia

SAVE BEKANTAN! Now or Never..

Posted: December 3rd 2015

DO YOU KNOW…? Bekantan atau dalam istilah ilmiah disebut Nasalis larvatus merupakan hewan endemik dari Kalimantan yang menurut IUCN keberadaannya terancam ((PUNAH)) Menurut Bennet dan Sebastian (1964), secara morfologi Bekantan memiliki warna rambut yang bervariasi; Pada bagian bahu dan punggung atasnya memiliki rambut yang berwarna abu-abu dengan berwarna merah kecoklatan pada ujung-ujung rambut. Punggung memiliki warna keabuan. Kepala berwarna coklat kemerahan. Leher berwarna putih keabuan. Tangan dan kaki berwarna putih kekuningan. Dari semua ciri-ciri tersebut yang paling mudah diamati dari Bekantan adalah panjang hidungnya yang khas dan tidak dimiliki monyet jenis lainnya. Menyelamatkan monyet belanda ini sangat bergantung pada kondisi habitat yang merupakan sumber pakannya. Mengingat bahwa pakan Bekantan banyak tersimpan di Hutan Bakau, maka penyelamatan Bakau akan sekaligus dapat menyelamatkan Bekantan. Bekantan hidup dalam habitat terbatas pada Hutan Bakau, hutan di sekitar sungai, dan habitat rawa gambut yang sebagian telah terdegradasi oleh berbagai aktivitas manusia. Sebagai salah satu keanekaragaman hayati … Read more


Lagi, hewan endemik Indonesia terancam punah!

Posted: September 7th 2015

Axis kuhlii (Rusa bawean) DO YOU KNOW…? Spesies ini terdaftar sebagai Critically Endangered (oleh IUCN) karena populasi yang diperkirakan berjumlah kurang dari 250 individu dewasa, meskipun saat ini stabil, penurunan jumlah individu dewasa terus terjadi karena adanya penurunan kualitas habitat melalui invasi oleh Chromolaena (gulma) dan pertumbuhan kembali Tectona grandis (jati). Rusa Bawean hidup dalam kelompok kecil yang biasanya terdiri atas rusa betina dengan anaknya atau jantan yang mengikuti betina untuk kawin. Mereka tergolong hewan nokturnal atau aktif mencari makan di malam hari. Spesies ini merupakan spesies endemik Pulau Bawean (di Laut Jawa lepas pantai utara Jawa, Indonesia). Hilangnya rusa bawean dari Jawa mungkin disebabkan oleh persaingan dengan Javan Rusa (Rusa timorensis) dan Southern Red Muntjac (Muntiacus muntjak). Populasi Rusa Bawean dilaporkan sangat tinggi selama abad ke-19. Peningkatan terjadi pada tahun 1950, kemudian mulai menurun pada tahun 1960 hingga 1970-an. Pada tahun 1980 diduga jumlah populasinya adalah 300 individu. Melalui survei yang dilakukan pada … Read more


Identifikasi Jenis Kelamin pada Burung Monomorfik

Posted: August 29th 2015

DO YOU KNOW…? Beberapa spesies memiliki kenampakan morfologis yang sama antara jantan dan betina, atau istilah kerennya adalah monomorfik. Nah, untuk membedakannya ada beberapa metode nih, yaitu vent sexing, laparoskopi, steroid sexing , karyotyping, dan teknik berdasarkan metode DNA. Vent sexing dapat melakukan identifikasi hingga ketepatan 95%, namun bagi yang awam ornitologi (ilmu yang mempelajari tentang burun) ketepatannya hanya 60%. Laparoskopi memerlukan anastesi untuk melihat testis dan ovarium, sehingga metode ini beresiko menyakitkan bahkan kematian. Metode steroid sexing memerlukan feses, metode ini berdasarkan tingkat Estrogen/Testosteron (E/T). Burung betina memiliki rasio E/T lebih tinggi dibandingkan jantan. Dilakukan pengamatan kromosom Z dan W pada burung betina dan 2 kromosom Z pada burung jantan dengan metode karyotyping. Metode ini selain rumit, juga memerlukan waktu yang lama. Seiring berkembangnya teknobiologi yang memungkinkan menganalisis hingga level DNA (deoxyribo nucleic acid) maka muncullah teknik ((MOLECULAR SEXING)). Molecular sexing berdasarkan PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan salah satu … Read more


Hello world!

Posted: August 27th 2015

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php