tyaspunya

Potensi Nikel

Posted: May 21st 2014

Nikel itu terbentuk dari apa ya?Ehm, nikel itu sebenarnya merupakan hasil pelapukan dari ultra basah (endapan residual ), replacement serta injeksi magmatis lho. Biasanya digunakan untuk pembuatan logam campuran ( kuningan, perunggu dll ), industri perlistrikan, alat-alat tranfortasi dan pembuatan pelat-pelat nikel. Lokasi bahan galiannya dimana aja ya? – Kabupaten Morowali : Kecamatan Bungku Utara, Kecamatan Peta Sia Bungku Tengah Kecamatan Bungku Selatan – Kabupaten Banggai : Kecamatan Toili, Kecamatan BUnta, Kecamatan Pagimana, Kecamatan Bualemo dan Kecamatan Balantak. – Kabupaten Tojo Unauna : Kecamatan AQmpana Tete dan kecamatan Ulu Bongka Keadaan bahan galian : – Di Kabupaten Morowali luas areal ± 149.700 Ha dengan cadangan terduga 8.000.000 WMT, Blok Tompira cadangan inferred Limonit 6 Juta Ton dengan kadar NI 1.40 %, saprolit 0,3 juta ton dengan kadar NI 2.4 %, Blok Ungkaya potensi inferred limonit 3.1 juta ton dengan kadar NI 1.37 %, saprolit 0.2 juta ton dengan kadar 0.2 … Read more


Emas Terambil, Limbah Siap Diolah

Posted: May 21st 2014

Bekas tambang emas aluvial umumnya menghasilkan tailing yang masih berpotensi untuk diusahakan. Tailing tambang emas alluvial dapat diolah kembali untuk menghasilkan emas maupun komoditas yang berasal dari bahan/ mineral ikutannya. Kegiatan penambangan emas alluvial yang dilakukan oleh masyarakat umumnya tidak diikuti dengan pelaksanaan reklamasi lahan, sehingga tailing dengan penyusun utama pasir dan gravel dibiarkan berada pada permukaan tanpa upaya untuk menutup kembali. Kondisi tersebut dapat lebih memudahkan dalam upaya pemanfaatan kembali tailing, dimana dalam pengolahan tanpa harus didahului dengan proses pengupasan. Potensi emas aluvial yang umumnya kecil, dapat dengan mudah diolah melalui pemisahan logam emas dengan peralatan sederhana, layak untuk pengembangan usaha pertambangan sekala kecil atau pertambangan rakyat. Agar tingkat kerusakan lingkungan dapat ditekan seminimal mungkin sehingga percepatan perubahan lingkungan sejalan dengan pemulihan secara alami, maka pengembangan wilayah prospek emas alluvial untuk pertambangan sekala kecil atau pertambangan rakyat, perlu disertai pengaturan terhadap jenis, kapasitas, dan jumlah peralatan yang digunakan, serta … Read more


Haruskah Jawa Barat Banyak Industri Perak?

Posted: May 21st 2014

Berdasarkan jenis Komoditasnya, potensi mineral logam di Jawa Barat di bedakan atas : Emas; Perak; Tembaga; Seng; Timbal; Pasir besi; Mangan dan Pasir titan. Keberadaan sumberdaya tersebut tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Barat, dan umumnya telah dan sedang dilakukan penambangan ataupun masih dalam tahap eksplorasi. Sebenarnya seberapa kaya sih Jawa Barat itu?hm, Ternyata, bijih perak sumberdayanya sebesar 258.000 (Tereka), 973.000 (Tertunjuk) dan 357.300 (Terukur) masing-masing dalam ton, sementara cadangan Terkira sebesar 1.446.000 ton bijih dan cadangan Terbukti sebesar 1.774.000 ton bijih dengan kadar berkisar antara 67,6 – 170,79 gram/ton. Wah wah wah…memang kaya ya?Tapi kok industri perak belum marak ya di Jawa Barat?Mungkin akan lebih bagus jika perak yang belum digali itu segera dimanfaatkan secara optimal, bahkan dibuka industri-industri yang bergelut dalam kerajinan perak seperti di Koto Gadang-Sumatera Barat, Kotagede di D.I Yogyakarta, Bangil di Jawa Timur dan Celuk di Bali. Di bawah ini ada contoh cincin yang dibuat … Read more


Gudangnya Emas Tak Hanya Indonesia Timur

Posted: May 21st 2014

Indonesia memang kaya akan sumber daya mineral. Nah, kali ini sumber daya mineral yang akan dibahas adalah sumber daya mineral logam. Apakah itu???Seperti yang tertera pada judul, yaitu emas. Ngomong-ngomong mengenai emas, pasti sebagian besar masyarakat kalo ditanya di Indonesia itu yang banyak emasnya mana ya? Pasti banyak yang menjawab Papua. Padahal, di Jawa Barat ternyata kaya juga lho cadangan emas yang belum dioptimalkan pemanfaatannya. Menurut data Badan Geologi (2011), Gunung Pongkor (Bogor) memiliki sumber daya emas 981.000 ton (bijih) sedangkan cadangan ± 2.182.000 ton bijih dan cadangan terbukti 700.000 ton bijih dengan kadar emas berkisar antara 8 – 10,72 gram/ton. Sementara di Kabupaten Cianjur sumberdaya emas terdapat di daerah Cikondang, Cibeber Tenggara (Kecamatan Campaka dan Kecamatan Cibeber) serta di daerah Celak dan Cigadobras (Kecamataan Tanggeung) dengan sumberdaya Terukur sebesar 2.202 ton bijih dengan kadar 15 gram/ton. Potensi sumberdaya mineral logam khususnya emas, perak, tembaga, seng, dan timbal di Jawa … Read more


Kaya Batu Bara, Harusnya Dikelola!!!

Posted: May 21st 2014

Coal is king. Apakah benar seperti itu? Sebelum masuk ke batu bara, di sini akan diulas sedikit mengenai sumber daya mineral secara umum. Seperti yang telah kita ketahui bahwa sumber daya mineral di Indonesia itu sebenarnya banyak. Contoh sumber daya mineral yang non logam aja di Indonesia itu menurut Bronto dan Hartono (2006), ada pasir, batu kali, batu gunung, tras, kaolin, belerang, sinabar dan lain-lain yang kesemuanya itu sangat erat hubungannya dengan kegiatan gunung api pada masa lalu. Batu bara merupakan salah satu dari sumber daya mineral non logam itu. Nah, di atas disebutkan coal is king. Tapi seberapa kaya sih Indonesia itu akan sumber daya mineral yang satu ini? Menurut Sosidi (1996), Indonesia memiliki cadangan batubara yang cukup besar yaitu sekitar 36 milyar ton yang tersebar pada berbagai lokasi seperti 67 % terdapat di Sumatera, 32 % di Kalimantan, dan sisanya terdapat di Irian Jaya, Jawa dan Sulawesi. Dari … Read more


Sawo Kecik Juga Ingin Dilirik

Posted: May 20th 2014

Sawo kecik itu seperti apa sih? Mari kita lihat!!! Nah, mungkin ada teman-teman yang belum pernah lihat pohon si sawo kecik ini. Jadi si sawo kecik (Manilkara kauki L.Dubard) yang buahnya mungil ini berupa pohon yang dapat mencapai tinggi 30 m dan diameter batang lebih dari 100 cm, batangnya berbanir tebal dengan tinggi banir sampai 1,5 m, serta kulit batang retak-retak dan beralur. Pohon sawo kecik memiliki daun tunggal yang berkelompok di ujung ranting, berbentuk bulat telur terbalik melebar hingga menjorok lebar, berukuran 5-15 cm x 3-8 cm. Permukaan atas daun licin, berwarna hijau tua mengkilap, permukaan bawah berbulu halus menyerupai beludru berwarna kelabu kecoklatan, pangkal melancip, ujungnya membundar hingga agak bertakik. Terus kalo buahnya aja sekecil itu, apa yang bisa dimakan ya?Tapi jangan salah, daging buahnya lumayan tebal kok, rasanya juga manis dan tidak banyak mengandung air. Buahnya biasanya yang muda berwarna hijau, semakin tua warna buah berangsur-angsur menjadi … Read more


Awalnya Diduga Berbeda ternyata Satu Nenek Moyang

Posted: May 10th 2014

Awalnya Diduga Berbeda ternyata Satu Nenek Moyang   Gambar a. meniran, b. katuk, c. cereme Apakah ketiga daun itu sama? Terlihat beda bukan?Padahal itu satu nenek moyang lho…sebelum masuk pada bahasan yang lebih serius, mari kita lihat perbedaan Gambar a dan b. Phyllanthus acidus Phyllanthus niruri tumbuhan pohon herba penyebaran stomata yang hipostomatik Penyebaran stomata amfistomatik densitas stomata tidak padat (rata-rata 12,53 buah per mm2) densitas stomata sangat padat di sisi bawah daun (rata-rata 48,08 buah per mm2) Phyllanthus niruri L. (meniran), yang dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan diare, sariawan, kencing batu, malaria dan peluruhan air seni (diuretikum), merupakan salah satu kelompok tumbuhan besar dan beraneka ragam dalam morfologinya. Distribusi tumbuhan ini sangat luas meliputi Asia, Australia, Amerika, dan Afrika. Tumbuhan ini tumbuh liar di tempat terbuka (misalnya di pantai, ladang, dan tepi sungai) pada ketinggian mulai dari satu sampai 1000 m dpl. Meskipun karakteristik … Read more


Hello world!

Posted: September 18th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php