TOSY

KILAU INDONESIA (EMAS)

Posted: March 3rd 2015

Emas, siapa yang tak kenal dengan logam mulia tersebut. Keberadaan batu ini tentu menjadi perhatian semua orang di dunia karena harganya yang bernilai tinggi. Tahukah kamu apa sebenarnya emas itu? Deskripsi singkat Menurut sebuah website yang ditulis oleh Emsley (2012), emas merupakan suatu jenis mineral yang memiliki sifat lunak, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Anda juga mungkin mengenal emas secara kimiawi dalam tabel periodik dengan simbol Au (Aurum dalam bahasa Latin) yang memiliki nomor atom 79 dan nomor massa 196,967. Emas tidak bereaksi secara kimia, tetapi logam tersebut ternyata terpengaruh oleh klorin, fluorin, dan aqua regia (campuran asam nitrat dan asam klorida). Namun, secara fisik emas dapat lebur menjadi pada suhu sekitar 1000°C. Sebagian emas yang ditambang disimpan dalam bentuk bullion. Bayangkan! sekitar 1500 ton emas ditambang setiap tahun. Air laut juga ternyata mengandung … Read more


Action plan untuk Pongo abelii

Posted: December 6th 2014

Orangutan merupakan satwa arboreal yaitu hewan yang hampir seluruh aktivitas hidupnya dilakukan di atas pohon. Mereka bergerak dengan keempat tangannya (quadramanous clambering) karena kakinya berfungsi layaknya tangan. Orangutan bergerak dari satu pohon ke pohon dengan cara berayun – ayun. Pongo abelli  merupakan salah satu hewan endemik Sumatera Utara. Pongo abelli berbeda dengan orangutan Kalimantan, Pongo abelli memiliki warna bulu lebih coklat kemerahan dan jantan dewasa memiliki kantung pipi yang panjang dan panjang tubuh berkisar 1,25 – 1,5 m. Berat orangutan dewasa betina berkisar 30 – 50 kg, sedangkan orangutan jantan berkisar 50 – 90 kg. Jantan dewasa lebih penyendiri dibandingkan dengan para betina dewasa yang sering dijumpai bersama anaknya. Orangutan Sumatera betina mulai bereproduksi pada usia 10 – 11 tahun, dengan rata – rata usia reproduksi sekitar 15 tahun. Umumnya Orangutan memiliki anak setiap 8 atau 9 tahun. Anak orangutan yang telah berumur 3,5 tahun berangsur – angsur akan hidup independen tanpa … Read more


Save ME (Orangutans)!!!!!!!

Posted: September 4th 2014

                Orangutan adalah spesies kera besar yang hidup di Asia dan sebagian di Afrika. Indonesia memiliki 2 jenis Orangutan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Populasi Orangutan Sumatera diklasifikasikan dalam spesies Pongo abelii, dan populasi Orangutan Kalimantan diklasifikasikan dalam tiga sub spesies yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo pygmaeus wurmbii, dan Pongo Pygmaeus morio (Santosa & Rahman, 2012). Menurut IUCN, selama 75 tahun terakhir populasi Orangutan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Saat ini populasi orangutan Sumatera diperkirakan hanya tersisa sekitar 6.500-an ekor (Rencana Aksi dan Strategi Konservasi Orangutan, Dephut 2007) dan dalam IUCN Red List edisi tahun 2002, Orangutan Sumatera dikategorikan Critically Endangered atau sudah sangat terancam kepunahan.Berdasarkan data Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) Orangutan di Kalimantan tahun 2004, populasi Pongo pygmaeus pygmaeus tinggal 7.936 individu (14,10%), disusul Pongo pygmaeus wurmbii 32.906 individu (58,50%) (Magdalena, 2014). IUCN (2006) telah menetapkan Orangutan Kalimantan sebagai salah … Read more


Fibrosa Kistik

Posted: May 13th 2014

Fibrosis kistik (Cystic fibrosis) adalah penyakit keturunan yang disebabkan mutasi gen pada kromosom no.7 (gen CF). Fibrosis kistik menyebabkan kelenjar – kelenjar tertentu menghasilkan sekret yang abnormal (kental), sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan pada jaringan atau organ tubuh, terutama paru – paru dan saluran pencernaan. Sampai sekarang belum ditemukan obat atau terapi penyembuhan untuk fibrosis kistik. Ciri – ciri penderita fibrosis kistik yaitu: 1. kadar garam dalam keringat tinggi, 2. sesak nafas 3. batuk dengan dahak yang kental 4. hidung tersumbat atau peradangan pada hidung 5. berat badan rendah, dan gangguan pertumbuhan, karena terjadinya penyumbatan usus, dan tidak dapat menyerap gizi dari makanan Penyakit Fibrosa Kistik ini dapat dideteksi dengan PCR-ELOSA. PCR-ELOSA adalah metode gabungan PCR dan ELISA (Enzyme Link Immunosorbent Assay), yang digunakan untuk mendeteksi suatu segmen nukleotida menggunakan PCR dan ELISA, dimana gen atau bagian dari gen yang ingin dianalisis (gene TCRβ) diamplifikasi dengan PCR. Dua buah oligonuklotide (masing … Read more


Hello world!

Posted: September 12th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php