Earth Ranger

Sekilas Mengenai Ekologi dan Molekuler

Posted: September 11th 2014

 

                                                sep13       

 

Kepunahan telah menjadi suatu hal yang umum sepanjang masa evolusi bumi. Bagaimanapun, tingkat kepunahan sendiri tidak pernah konstan. Setiap hari nya ada kurang lebih puluhan bahkan ratusan spesis yang punah di seluruh belahan bumi. Telah terjadi “Five Mass Extinction” yang terdiri dari beberapa masa diantaranya Ordovician, Devonian, Permian, Triassic, dan Cretaceous. Pada akhir dari masa Crotaceous yang terjadi kurang lebih 65 juta tahun yang lalu, diketahui bahwa telah punah beberapa spesies diantaranya dinosaurus, hampir semua jenis tumbuhan dan beberapa kelompok binatang yang ada pada saat itu. Contohnya 38% genera dari hewan laut telah punah yang juga diikuti dengan tingginya kepunahan hampir semua jenis hewan darat yang ada pada zaman itu.

Saat ini, pada massa The 6th Extiction, manusia sedang gencar-gencarnya melakukan upaya konservasi untuk mencegah kepunahan makhluk hidup bumi, salah satunya dengan membentuk badan-badan khusus yang fokus terhadap konservasi. Sejak didirikan pada tahun 1948, The World Conservation Unit (IUCN) telah “memberi” status konservasi kepada spesies dan subspesies pada skala global. Melalui sebuah komisi khusus yang disebut Special Survival Commision, IUCN telah membuat sebuah list tentang spesies-spesies yang terancam, yang kita kenal dengan “Red List” atau “Red Data Book”, detail dapat dilihat pada http://www.redlist.org . Contoh informasi dari Red List ini misalnya telah ditemukan bahwa lebih dari total 11.000 spesies hewan dan tumbuhan berada dalam status “Critically Endangered”, yakni kondisi kritis untuk mengalami kepunahan. Miris, bukan ?

Selain IUCN, manusia juga telah mengembangkan sebuah metode lain untuk konservasi. Pada beberapa tahun terakhir, genetika molekuler disebut-sebut sebagai salah satu upaya dalam melakukan konservasi, karena ternyata memiliki banyak manfaat dalam biologi konservasi. Kemajuan dalam teknologi molekuler telah membuka bab baru dalam konservasi spesies. DNA sequencing, MCH (Major Polymorphic Complex), minisatelite, microssatelite, dan RAPD, merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengindentifikasi keturunan suatu spesies, hubungan kekerabatannya, identifikasi spesies baru, sruktur populasi, nilai efektif populasi, dan lain-lain.

Teknologi PCR (Polymerase Chain Reaction), amplifikasi dari DNA mitokondria, DNA kloroplas, dan DNA ribosom, juga merupajan teknik lain yang menyediakan analisis yang lebih canggih terhadap struktur metapopulasi, hibridisasi, dan kajian ekologi lainnya.Setiap teknik yang ada tentu saja dapat menjadi teknik konservasi yang powerful, tetapi akan lebih kredibel lagi saat digunakan dalam konjuksi dengan teknik molekuler yang lain, dan yang paling penting, dengan menggunakan data ekologi dan demografi dari lapangan.

Contoh kajian yang menggunakan teknik diatas adalah analisa kelangsungan hidup suatu populasi. Partisi keragaman genetik di dalam dan antar populasi merupakan suatu kontribusi besar, bahwa genetika konservasi dapat digunakan untuk melihat kelangsungan hidup suatu populasi misalnya saat melakukan evaluasi aliran gen (gene flow), asesi terhadap populasi yang secara genetik paling miskin, yang paling terfragmentasi, dan yang memiliki hubungan terdekat atau terjauh satu dengan yang lainnya. Hal ini berarti identifikasi populasi membutuhkan individu-individu baru, populasi yang dapat dengan aman “menyumbangkan” anggotanya kepada populasi lain yang lebih vulnerable.

Selanjutnya, sementara menggabungkan hasil genetik dengan data lapangan yang luas adalah cara terbaik untuk mengevaluasi kelangsungan hidup suatu populasi. Jika dibandingkan dengan pada waktu pengumpulan data di lapangan mungkin terlalu mahal atau memakan waktu yang cukup lama. Dalam situasi ini, analisis molekuler dapat memberikan setidaknya evaluasi kasar dari beberapa masalah secara tepat waktu dengan efisiensitas yang lebih baik

 

 

Salam,

Tity

 

 

 

 

Sumber :

Beebee, T. J. C., dan Rowe, G. 2008. An Introduction to Molecular Ecology. Oxfor University Press. Oxford. Conservation Genetics, pp. 247-250.

Haigh, S. M. 1998. Molecular Contributions to Conservation. Ecology 79(2), pp. 413-425.


3 responses to “Sekilas Mengenai Ekologi dan Molekuler”

  1. Elviena says:

    sungguh mengagumkan penemuan-penemuan hebat ini dengan kajian molekuler. semoga dengan kemajuan teknologi molekuler ini dapat membantu mengembalikan jumlah spesies-spesies flora maupun faunan yang terancam punah sehingga The 6th Extiction tidak semakin parah

    • Sainawal Tity says:

      terima kasih telah memberi komentar 🙂
      ya, saya berharap kajian molekuler ini pun dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kita dan generasi selanjutnya

  2. Yudhistira says:

    Info yang menarik dan menambah wawasan. Kita bisa menjadi lebih update mengenai info status makhluk hidup secara riil. Sip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php