Earth Ranger

The Golden Mantled Tree Kangaroo

Posted: September 10th 2014

 

kanguru pohon mantel emas

Ada yang pernah mendengar tentang spesies lucu yang satu ini ? Ya ! Golden Mantled Tree Kangaroo atau kanguru pohon mantel emas adalah salah satu spesies endemik yang menarik (baik nama maupun morfologi nya) dari Papua dan Papua New Guinea. Weimang, begitu masyarakat lokal menyebut hewan lucu dengan nama latin  Dendrogalus pulcherrimus ini ditemukan pada pertengahan pegunungan hutan hujan pada ketinggian 680-1120 mdpl di Gunung Toricelli, Provinsi Sandaun, PNG. Selain Dendrogalus pulcherrimus, ditemukan juga dua dari tiga spesies kanguru pohon lain diantaranya Tenkile (D. scottae) dan Finsch’s tree Kangaroo ( D. inustus finschi).

Kanguru mantel emas ini kini hanya ditemukan di ujung timur Torricelli. Distribusi hewan yang merupakan jenis mamamlia besar baru untuk Indonesia  ini tidak diketahui secara pasti, tetapi menurut warga sekitar hanya kurang dari 50 kilometer persegi. Sayang bukan ?

Kanguru pohon ini pertama kali ditemukan oleh Pavel German pada tahun 1990 di Puncak Sapau, Gunung Torricelli, PNG. Pada tahun 2005. Populasi lainnya ditemukan di Indonesia, yang membuat Indonesia adalah situs kedua di dunia tempat ditemukannya hewan langka ini. Kanguru ini ditemukan saat para tim peneliti dari Indonesia, Australia, Amerika, dan PNG melakukan sebuah ekspedisi di daerah terpencil Pegunungan Foja, Papua Barat. Ekspedisi yang disuport secara langsung oleh National Geographic Society, Badan Konservasi Internasional, dan Pusat Penelitian Biologi milik Indonesia menemukan kanguru pohon dengan ciri-ciri memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat, serta leher, pipi, dan kaki yang berwarna kuning keemasan dan strip ganda berwarna emas pada pundaknya.

kanguru                                               dendrolagus-pulcherrimus

Bagaimanapun hewan ini telah mengadaptasikan dirinya untuk hidup di pohon dengan ekor yang panjang dan kaki yang kuat. Mereka juga dapat turun dari pohon dan bermain di tanah dengan melompat-lompat, sama seperti yang kanguru pada umumnya lakukan. Hewan ini merupakan salah satu jenis kanguru pohon yang paling terancam kepunahannya diantara semua kanguru pohon. Bahkan menurut WWF, hewan ini adalah jenis kanguru pohon yang paling jarang dijumpai di dunia !

Your chances of seeing one in the wild ? nah You would have to be very lucky. Masalahnya nih laporan-laporan dari para ahli menyatakan bahwa hewan ini sudah mulai punah sebanyak 95% dalam 60 tahun belakangan ini. Wow !

Menurut Wildscreen Arkive, sebuah organisasi yang juga adalah partner dari IUCN,  kanguru pohon dikategorikan dalam “Critically Endangered”  karena kanguru pohon jenis ini dianggap sebagai satu dari sekian banyak kanguru pohon yang paling terancam kepunahannya. Kanguru ini dianggap akan menghadapi resiko yang sangat tinggi akan kepunahannya di alam liar. Status konservasi ini adalah ancaman tertinggi untuk spesies liar yang hidup dan umumnya mengacu pada mereka yang telah mengalami penurunan jumlah yang sangat besar, baik populasi maupun rentang geografis nya.

Unfortunately, Kepunahan kanguru pohon mantel emas ini semakin menjadi-jadi karena hewan ini secara langsung diburu oleh masyarakat lokal dan juga terancam oleh hilangnya habitat hutan yang dikonversikan menjadi lahan terbuka. Unfortunately lagi, Undang-Undang Perlindungan Satwa dengan status konservasi seperti kanguru pohon mantel emas ini terkadang overlapping, sampai sampai pemerintah terkait pun bingung mau memulai konservasi darimana 😀 hahaha itulah lucu nya. Banyak sekali seminar-seminar internasional yang diadakan di Indonesia tentang biodiversitas, because we’re a megadiversity country. Tapi, hal itu pun sama sekali tidak meningkatkan status konservasi dari spesies-spesies endemik tertentu menjadi status yang lebih aman. Buktinya ? Illegal Logging yang menyebabkan hilangnya habitat asli spesies endemik masih saja terus berlangsung dengan entengnya.

Peraturan mengenai REDD (Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation) masih saja dilanggar. Siapa yang pantas disalahkan atas kejadian ini ? entahlah. Only God knows. But kita sebagai generasi muda bisa bergerak baik secara pasif maupun aktif. Dengan “Agenda 21” yang dicetuskan PBB dalam hal  manajemen lingkungan, hendaklah apapun upaya kita berintegrasi pada ekonomi, sosial, dan lingkungan, dimana pemfokusan pada bidang sosial lebih ditingkatkan untuk menciptakan generasi kedepan yang lebih cinta lingkungan, cinta puspa dan satwa, dan cinta tanah air 😀

 

Kanguru Pohon

 

Kita dapat mendukung The World Zoo Conservation Strategy yang dicetuskan oleh sebuah organisasi kebun binatang dunia, IUDZG, yang juga adalah kelompok dari IUCN, sebuah badan konservasi dunia. Tujuan utama dari dibentuknya ini adalah untuk mensuport konservasi spesies, khususnya yang mulai langka, habitat alami, dan ekosistemnya.

Kalau tidak tertarik turun lapangan gimana ?  tenang. World Wildlife Fund (WWF) secara khusus menerima donasi kalian untuk membantu mereka mengkonservasi hewan-hewan endemik, salah satunya kanguru pohon mantel emas ini.

Share pengetahuan kamu tentang bagaimana menyelamatkan spesies endemik lain yang hampir punah kepada siapapun,khususnya generasi muda lainnya. Meskipun harus koar-koar dan nyerocos kemana-mana, tapi nggak ada salahnya kan adik adik kita tahu dan ngerti tentang cara menyelamatkan bumi dan isinya ?

Read more books and you’ll be surprised of endemic animals that truly found in Indonesia !

Salam

Tity 🙂

 

Sumber :

wwf.panda.org/abaout_our_earth/teacher_resources/best_place_species/current_top_10/golden_mantled_tree_kangaroo.cfm

www.tenkile.com/weinmang_tree_kangaroo.html

news.nationalgeographic.com/news/2006/02/0207_020607_lost_world.html

www.arkive.org/golden-mantled-tree-kangaroo/dendrolagus-pulcherrimus/

 


12 responses to “The Golden Mantled Tree Kangaroo”

  1. luhshyntia says:

    baru lihat ada kangguru yang ukurannya kecil seperti itu. turut prihatin juga terhadap pemerintah yang bingung akan konservasi mulai darimana.. bagaimana memajukan generasi selanjutnya untuk melindungi hewan ini kalau pemerintahnya saja tidak tahu bagaimana caranya..

    • Sainawal Tity says:

      terima kasih telah memberi komentar 🙂
      yup ! pemerintah sebagai pengatur dan pembuat UU harusnya lebih concern terhadap hal2 urgent seperti ini
      tapi, sebagai mahasiswa, hendaklah kita tidak memperburuk keadaan dengan malas tau atas apa yang terjadi
      bantulah pemerintah dalam hal apapun, salah satunya membaca. baik untuk kita, dan buat anak cucu kita 😉

  2. alanpeter says:

    Wow!Keren sekali infonya. Setahu saya, kalau di Papua disebut “laolao” dan dagingnya itu bisa dimakan. Semoga dpat menjdi info tambhan. Nice blog!!!

    Comment post gue jugaa yaa,!http://blogs.uajy.ac.id/alanpeter/2014/09/08/cendrawasih-merah-antara-kultur-eksploitasi-dan-konservasi/

    • Sainawal Tity says:

      terima kasih atas tambahannya, dude !
      and fyi juga, setahu saya “laolao” for ambonese means stupid lol
      sip tar tak comment

  3. agustinaruban says:

    kira-kira ni hewan ada di kawasan konsevasi nda ti?

    • Sainawal Tity says:

      terima kasih telah bertanya 🙂
      Jika yang anda maksud di hutan, tentu saja ada. konservasi hewan ini lebih dilakukan secara alami yakni “membiarkannya” hidup di hutan, habitatnya, namun secara periodik dipantau keadaan dan keberadaannya oleh para peneliti dan pemerintah terkait 🙂

  4. delilafaidiban says:

    Nama yang unik dan warna yang menggoda seperti coklat, harus tetap terjaga nih fauna satu ini biar indonesia kaya akan fauna unik dan akan membuat orang luar negeri pengen datang ke Indo untuk berkunjung dan berwisata serta melihat keindahan fauna Indo, tralala trilili.:)

    • Sainawal Tity says:

      bener banget, dil 😉
      sebagai karena sumber devisa negara dalam bidang pariwisata or anything like that, eksistensi hewan ini harus ttp dipertahankan demi keberlangsungan generasi nya 🙂
      terima kasih telah berkomentar 🙂

  5. elviena says:

    How cute it is <3
    apakah yang menjadi faktor ancaman utama yang menyebabkan si imut ini keberadaannya semakin menurun?

    • Sainawal Tity says:

      terima kasih telah bertanya 🙂
      faktor ancaman utama lebih ke sosial daripada masyarakat lokal sekitar yang masih saja memburu hewan ini. keberadaan kanguru ini yang semakin memburuk juga ditambah dengan pengalihan fungsi hutan yang diubah menjadi lahan terbuka untuk aktivitas pembangunan manusia. akibatnya, kanguru yang terbiasa hidup diatas pohon ini harus mencari tempat hidup lain, dan kalo ia tidak mampu beradaptasi dengan baik, wafat lah ia 😀

  6. agustinaruban says:

    oh..jadi nda ada di bonbin ka? hutan wae? maacih 😀

    • Sainawal Tity says:

      Berhubung masih tergolong mamalia baru di Indonesia, saya rasa hewan ini belum mnjdi salah satu hewan yg di konservasi di bonbin 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php