Sylvie Monica

Primata Kecil nan Lucu ini Telah Terancam Punah

Posted: September 9th 2015

Owa Kelempiau atau Mueller’s Gibbon (Hylobates muelleri)

Tahukah Anda bahwa di Kalimantan terdapat primata yang unik dan lucu? Primata ini disebut owa kelempiau atau owa kalawat atau klampiau. Dalam bahasa Inggris owa kelempiau disebut Mueller’s Gibbon atau Grey Gibbon atau Borneo Gibbon. Owa kelempiau (Hylobates muelleri) memiliki tubuh yang kecil dengan ukuran antara 420 hingga 470 mm. Primata yang satu ini gemar bergelantungan pada batang pohon dikarenakan lengannya yang panjang sehingga memudahkannya untuk berpindah dari satu dahan pohon ke dahan pohon yang lainnya. Lengannya yang panjang juga mempermudah untuk mengambil buah-buahan yang merupakan makanan dari owa kelempiau ini. Keunikan dari primata ini yaitu ketika ada ancaman dari predator lain maka owa kelempiau akan mengeluarkan suara yang keras untuk mengusir predator tersebut.

745850793_d36145ee39

Gambar 1. Owa kelempiau

Klasifikasi owa kelempiau:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mammalia
Order : Primates
Family : Hylobatidae

Owa kelempiau hidup tersebar di daerah Kalimantan tenggara di bagian selatan Sungai Mahakam dan bagian barat Sungai Barito. Owa kelempiau sebenarnya merupakan salah satu jenis primata yang di lindungi. Akan tetapi, menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) owa kelempiau di kategorikan sebagai satwa yang di khawatirkan akan punah jika tidak ditangani dengan segera termasuk dalam Appendix I sebagai satwa yang tidak boleh diperdagangkan. Sedangkan menurut Conservation on International Trade in Endengared Species of Wild Fauna and Flora (CITES) owa kelempiau termasuk daftar Appendix I yaitu satwa liar yang terancam dari segala bentuk perdagangan international secara komersil. Pemburuan liar, perdagangan ilegal, serta aktivitas manusia menjadi ancaman yang paling dominan terhadap kepunahan owa kelempiau ini.

Pada saat ini eksploitasi owa kelempiau telah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan dan menyebabkan penuruanan populasinya di alam bebas. Penyebab penurunan populasi satwa liar adalah semakin menyempitnya habitat sebagai tempat hidupnya. Untuk menjaga agar tidak terjadi penurunan populasi owa kelempiau di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Melawi Kalimantan Barat, perlu di lakukan pelestarian dan perlindungan terhadap populasi dengan melakukan monitoring secara periodik keberadaan owa kelempiau termasuk kondisi habitatnya.

Perlu adanya rencana terpadu dari pihak pengelolaan kawasan untuk sering mengadakan penyuluhan dalam hal pelestarian dan perlindungan satwa liar kepada masyarakat sekitar agar aktivitas masyarakat seperti perambahan hutan dan perburuan liar harus dihentikan, karena pengrusakkan habitat dapat menyebabkan terganggunya dan terjadi penurunan populasi owa kelempiau.

Sumber:
Aristo., Nurdjali, B., dan Herawatiningsih, R. 2014. Kepadatan Individu Klampiau (Hylobates muelleri) di Jalur Interpretasi Bukit Baka dalam Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Melawi. Jurnal Universitas Tanjungpura 1(1): 373-378.

Payne, J., C.M. Francis., K. Phillipps, S.N. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam. Di akses pada tanggal 8 September 2015.


20 responses to “Primata Kecil nan Lucu ini Telah Terancam Punah”

  1. laurensianachandrika10 says:

    stop perdagangan ilegal…save owa kelempiau πŸ™‚

  2. kris says:

    Infonya bermanfaat banget sis…
    D tunggu info selanjutnya

  3. aldwint says:

    Informasi yang menarik, semoga dengan membaca ini kita dapat lebih bijaksana dengan tidak merusak habitat owa kelempiau. sehingga Owa kelempiau aman dari ancaman kepunahan.

  4. alfonsacindy1355 says:

    semoga informasi ini dapat menyadarkan masyarakat supaya turut perupaya melestarikan owa kelempiau ini

  5. candra says:

    masyarakat & pemerintah harus saling mendukung utk melestarikan hewan ini sehingga d masa depan hewan ini masih ada

  6. Bagaimana dengan siklus reproduksinya? Apakah berpengaruh dalam mengakibatkan sedikitnya spesies yang masih ada?

    • sylviemonica says:

      belum diketahui secara pasti bagaimana cara berkembang biaknya owa kelempiau ini, dikarenakan spesies ini yang semakin sedikit mempersulit identifikasi para peneliti. oleh karena itu kita perlu melestarikan owa kelempiau ini dan mulai memberhentikan pemburuan liar. πŸ™‚

  7. rindaanggita says:

    wah informasi ini menarik dan edukatif, semoga ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca πŸ˜€

  8. angelicaraharjo says:

    infomasi yang sangat informatif. semoga di kemudian hari konservasi owa kelempiau terus dilakukan sehingga populasinya dapat kembali normal.

  9. Devina says:

    sedih sekali melihat satwa unik ini terancam punah. kiranya upaya pelestariannya terus berkembang.
    STOP eksploitasi, SAVE owa kelempiau

  10. Grace Nathania says:

    kasihan sekali hewan ini, perburuan liar harus dihentikan! πŸ™

  11. agustinuscandra says:

    Informasi yang sangat menarik.Semoga kelucuan dari Owa Kelempiau ini tidak hilang, sehingga generasi penerus kita bisa melihat juga hewan yang satu ini.

  12. martha24 says:

    terima kasih informasinya πŸ™‚ kalo kita pelihara kelempiau ini boleh nggak sih? dipelihara dengan maksud melestarikan, bukan diperdagangkan atau dibunuh.

    • sylviemonica says:

      wah, saya juga belum tau mengenai hal itu πŸ™‚ menurut saya mungkin owa kelempiau ini bisa dipelihara bila jumlah nya telah mengalami kenaikan πŸ™‚

  13. etti14 says:

    terimakasih informasinya,sangat di sayang kan kekayaan satwa seperti owa kelempiau ini jika punah. semoga kedepannya masyarakat dan organisasi perlindungan satwa memperhatikan habitat owa kelempiau ini lebih dilindungi juga agar populasinya tidak berkurang.

  14. alphonsusyospy says:

    informasi yang bagus.. tetapi saya ingin bertanya, konservasi yang telah dilakukan konservasi yang bagaimana ya? dan bagaimana tingkat keberhasilannya? terima kasih jika berkenan menjawab… πŸ™‚

    • sylviemonica says:

      Terima kasih telah bertanya. konservasi yang telah dilakukan di Taman Nasional Bukit Baka Raya Kabupaten Melawi Kal-Bar, yaitu mengenai jumlah individu dan kepadatan owa kelempiau. hasil yang di peroleh pada konservasi ini yaitu pada selang kepercayaan 99 % kepadatan individu antara 1 hingga 3 ekor saja per 3Ha. konservasi ini sebenarnya hanya bertujuan untuk mengetahui jumlah owa kelempiau sehingga kita bisa tahu langkah selanjutnya yang dapat diambil untuk kelestarian owa kelempiau ini.

  15. mariadiana says:

    Semoga masyarakat semakin sadar untuk terus menjaga dan melestarikan hewan-hewan langka yang terancam punah. terus menulis untuk menginspirasi banyak orang ya, sylvie

  16. elvinadea says:

    Hal yang patut menjadi perhatian kita . Habitat hewan ini sebaiknya diperlebar agar populasi nya juga dapat bertahan hidup . Intinya, perlunya konservasi untuk hewan ini

  17. elvinadea says:

    Melihat makin minimnya populasi owa kelempiau tersebut perlu adanya peran serta pemertintah serta masyarakat dalam uaya pelestariannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php