Walla, this is it….

SAVE SUMATRAN SIAMANG, SAVE FOREST !

Posted: December 5th 2015

2-siamang

Pada tulisan sebelumnya telah dijabarkan tentang kehidupan salah satu jenis owa yaitu Siamang Sumatra (Symphalangus syndactylus), namun pada tulisan ini saya akan lebih memberikan aksi upaya konservasi yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa terkhusus lagi sebagai mahasiswa biologi. Review dari artikel sebelumnya, Siamang merupakan hewan yang dikategorikan ke dalam hewan yang terancam punah berdasarkan IUCN Red List 2009. Dalam ekologi hutan, Siamang memainkan peran penting di hutan tropis sebagai penyebar benih ketika buang air besar sehingga beberapa biji dapat disebarkan secara utuh dan tidak rusak berjarak ratusan meter dari pohon induknya. Bayangkan, jika agen penyebar benih punah dari alam, maka akan berdampak pada degradasi hutan secara jangka panjang dan adanya persaingan antar tumbuhan dan turunannya dalam kawasan tersebut.

Meskipun memiliki peran yang penting secara ekologi, Siamang hanya mendapat perhatian minim dari upaya konservasi dan riset terkadang malah diabaikan karena kebanyakan para konservasionis, ilmuwan dan masyarakat global yang lebih intensif memberikan perhatian pada spesies yang lebih besar seperti orangutan, gajah, harimau dan badak yang menyebabkan siamang jarag disebutkan. Selain itu para ilmuwan sebagian besar juga berfokus pada riset yang berhubungan dengan perilaku, suara atau gerak siamang, sementara hanya sedikit studi yang melihat ancaman dan status siamang. Lembaga konservasi internasional, IUCN telah memberikan laporan bahwa setidaknya populasi siamang telah berkurang 50 persen selama 40 tahun terakhir (tiga generasi). Pada tahun 2008, IUCN memperkirakan siamang telah kehilangan 70-80 persen habitat utamanya sedangkan  jumlah siamang di alam diperkirakan hanya sekitar 31.000 ekor yang mendiami daerah seluas 20.000 km2 dari habitat yang tersisa. Tingginya kerusakan habitat Siamang disebabkan karena adanya illegal logging dan fragmentasi hutan (pembalakan hutan, pembakaran hutan dan pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian).

Mungkin siamang termasuk spesies yang kurang beruntung tinggal di Indonesia yang termasuk dua peringkat terbesar deforestasi tercepat di dunia dan penggundul hutan terbesar di dunia melebihi Brasil. Lebih buruk lagi, Sumatera adalah pulau yang paling banyak kehilangan hutan di seluruh Asia sekitar 85% hutan dalam 50 tahun terakhir, dan itu terus berlangsung. Adanya pemburuan liar untuk perdagangan dan konsumi merupakan ancaman tambahan yang harus dihadapi oleh Siamang Sumatra. Di Sumatra, siamang jarang diperjualbelikan secara terbuka namun dapat dengan mudah diperoleh di pasar illegal. Sedangkan di Jawa, siamang sering diperdagangkan karena adanya kepercayaan bahwa konsumsi Siamang dapat menyembuhkan asma. Berita yang lebih mengejutkan bahwa banyak kebun binatang di Indonesia dan di Asia yang bergantung pada para pedagang untuk memperoleh siamang padahal siamang diperoleh dari perburuan bermodus membunuh ibu dan menculik bayi.

3-siamang

Satu-satunya kabar baik dari Siamang adalah jenis satwa ini mudah beradaptasi dari hilangnya habitat dibandingkan dengan berbagai spesies hutan hujan lainnya. Siamang masih mampu hidup di hutan sekunder, yang memiliki kepadatan yang lebih rendah dibandingkan hutan hujan primer namun para saintis tidak mampu mengatakan bahwa siamang dapat tetap bertahan hidup di area monokultur seperti sawit, kopi, dan HTI akasia. Hal ini dikarenakan Siamang terbiasa hidup di pepohonan dan memerlukan dahan di kanopi pohon untuk bergerak kalau hutan ditebang, petak yang tersisa menjadi terisolasi dan menjadi terlalu kecil untuk mendukung populasi siamang yang layak.

Meskipun Siamang mampu bertahan hidup dan mempertahankan jumlah populasinya yang bukan lagi habitat asli mereka namun sebagai spesies satwa yang sangat terpukul karena deforestasi, perdagangan satwa dan kurangnya perhatian dunia konservasi, di masa mendatang siamang dapat menjadi kandidat primata Asia Tenggara yang berakhir dengan status critically endangered jika tidak mendapat perhatian serius. Dalam menanggapi adanya penurunan jumlah populasi Siamang yang berperan penting dalam ekologi ini, maka dalam tulisan ini saya akan mencoba memberikan beberapa aksi sebagai upaya konservasi Siamang yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa biologi. Aksi tersebut dapat saya lakukan dalam tindakan seperti :

  1. Membangun kerjasama dengan PEMDA setempat dengan harapan dapat memfasilitasi pengembangan  konservasi Siamang baik yang telah ada maupun yang akan ada, seperti dengan menjadikan keberadaan siamang sebagai objek wisata (bukan kebun binatang diusahakn mirip habitat alami). Hal ini dapat menguntungkan kedua belah pihak dimana PEMDA mendapatkan kenaikan pendapatan daerah dengan adanya wisatawan sedangkan Siamang tidak merasa terancam dan terganggu dengan kehadiran manusia sehingga akan beradaptasi dan mulai bersahabat serta dapat melanjutkan hidup dengan normal.
  2. Membangun kerjasama dengan pihak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang melakukan perburuan dan perdagangan jual – beli Siamang secara illegal karena sesuai dengan peraturan Undang-Undang No.5 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1999. Selain itu, perlu diterapkan sanksi pula bagi pelaku penebangan hutan secara illegal yang menyebabkan Siamang kehilangan habitat aslinya.
  3. Membangun kerjasama dengan petugas BKSDA dengan memberikan informasi lokasi – lokasi atau pasar hewan yang dicurigai melakukan transaksi jual beli Siamang sehingga BKSDA dan operasi gabungan instansi terkait dan aparat penegak hukum dapat melakukan operasi rutin ke tempat tersebut.
  4. Membangun kerjasama dengan pengelola media internet dan jejaring sosial dengan memberikan saran untuk memberlakukan filter internet khusus yang dapat memblokir situs atau iklan yang mengacu ke dalam perdagangan satwa langka khususnya Siamang.
  5. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan pedagang berupa pendekatan sehingga diharapkan masyarakat dan pedagang tahu dan sadar akan manfaat dan pentingnya kelestarian sumber daya alam termasuk hutan dan keberadaaan Siamang. Hal ini dapat dilakukan melalui 3 cara berdasarkan golongan umur, untuk usia dewasa dan lansia penyuluhan dapat dilakukan secara langsung dalam pertemuan tertentu dengan menanam pentingnya Siamang dalam kehidupan ekosistem. Untuk usia remaja dan orang muda dapat dilakukan secara efektif di media sosial yang dikemas dengan gaya menarik dan kekinian dengan mengunggah poster, video, maupun gambar konservasi Siamang dan penyuluhan ke sekolah – sekolah. Untuk usia anak – anak dapat dibuat dengan membuat animasi berupa buku cerita, kartun atau komik sehingga diharapkan sedari kecil mengetahui pentingnya melestarikan Siamang yang akan tertananam ketika dewasa dan mempunyai kesadaran sendiri untuk menjaga Siamang.

Tanpa adanya kesadaran dari semua pihak maka aksi ini hanyalah fiktif belaka karena penulis menyadari penulis tidak bisa melakukan seorang diri. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan adanya kesadaran dan perhatian yang lebih lagi dari semua pihak untuk menjadikan aksi penulis dapat terwujud karena hal ini tidak hanya menguntungkan penulis namun menguntukan juga bagi kita semua. Artikel ini akan saya akan tutup dengan pernyataan “Siamang adalah mahluk ciptaan yang sangat luar biasa. Saya masih berharap masih diberi kesempatan untuk menghabiskan banyak waktu bersama mereka,” tutur Lappan. Bagaimana menurut anda? Yuk jaga Siamang demi hutan yang lebih baik untuk generasi kita di masa mendatang !!!

POSTER SIAMANG

Daftar Pustaka :

Gittin, S.P. dan Raemaekers, J.J. 1980. Siamang, Lar, and Agile Gibbon. Malayan Forest Primates. p. 63–105.

Nijman, V. dan Geissman, T. 2008. Symphalangus syndactylus. The IUCN Red List of Threatened Species 2008. Diunduh pada  09 September 2015.

Hance, J, 2015.  A “singing swinging” lesser ape: the Siamang. http://news.mongabay.com/2015/08/the-siamang. Diakses 4 November 2015.


4 responses to “SAVE SUMATRAN SIAMANG, SAVE FOREST !”

  1. Krisna Dewantara says:

    Primata di seluruh dunia merupakan hewan yang paling terancam punah, yang salah satunya adalah siamang yang ada di Indonesia. Setuju dengan aksi penyelamatan siamang yang juga sekaligus membantu konseervasi hutan Indonesia.

    Untuk kerjasamanya mungkin bisa lebih diperinci lagi bentuk kerjasama dari siapa, dan langkah strategis yang akan dilakukan

  2. destri says:

    Informasi yang sangat menarik Elsa. Siamangnya lucu bisa tersenyum saat difoto 🙂 Memang untuk melestarikan suatu organisme membutuhkan kerjasama terhadap banyak pihak, tidak bisa dilakukan sendiri walaupun memang kesadaran dimulai dari diri sendiri. Usaha konservasi membutuhkan kesadaran dari masyarakat sekitar pula. Skrang bnyak pembukaan lahan yg hanya digunakan untuk membangun mall atau hotel yg menguntungkan bagi si empunya dan diperuntukkan untuk manusia, tetapi kenapa tidak dibangun “mall” atau “hotel” untuk hewan-hewan di alam ya seperti siamang tersebut sehingga keberadaannya dapat tetap eksis.
    Semangat Elsa untuk menjalankan rencana aksi mu itu, saya mendukung aksimu tersebut.

  3. Neil says:

    “spesies yang kurang beruntung tinggal di Indonesia”, kalimat ini sangat tajam dan bagus sekali
    Semoga rencanamu ini berhasil, serta pihak pemerintah dan masyarakat mendukung upaya2 konservasi untuk menyelamatkan berbagai spesies di Indonesia

  4. Hallo Elsaaaa!
    Siamang memiliki perawakan yang mirip dengan Owa Jawa yaaaa 🙂
    Aku senang kamu peduli terhadap kelestarian dari Siamang ini…
    Semoga aksimu dapat berjalan dengan lancar yaaa, teruslah berbagi informasi! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php