Stefanie Glorina Iskandar

Si Kadal Yang Hapir Punah.

Posted: September 8th 2015

Siapa yang tidak kenal dengan Komodo? Komodo merupakan spesies kadal terbesar di dunia. Komodo memiliki panjang tubuh antara 2-3 meter yang menyebabkan “Gigantisme Pulau”, yakni adanya suatu kecenderungan membesarnya tubuh hewan-hewan tertentu karena tidak adanya pesaing karnivora di pulau Komodo, sehingga Komodo berada pada posisi predator tertinggi yang mendominasi ekosistem tempat hidupnya.

Gambar 1
Gambar 1. Komodo

gambar 2 fix
Gambar 2. Daerah teritorial Komodo di Pulau Kodomo dan sekitarnya

Klasifikasi ilmiah dari Komodo adalah sebagai berikut:
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Upaordo : Autarchoglossa
Famili : Varanidae
Genus : Varanus
Spesies : V. Komodoensis

Perbedaan antara Komodo jantan dan Betina adalah Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata. Pada komodo betina lebih berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. Komodo yang masih muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan putih pada latar belakang hitam.

Gambar 3
Gambar 3. Komodo Jantan

Gambar 4
Gambar 4. Komodo Betina

gambar 5
Gambar 5. Bayi Komodo
Komodo merupakan spesies yang rentan akan kepunahan, dan masuk dalam daftar IUCN Red List. Sekitar 4.000–5.000 ekor Komodo diperkirakan masih hidup di alam liar. Populasi ini menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor). Meski demikian, ada keprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan dari semuanya itu kurang dari 350 ekor betina yang produktif dan dapat berkembang biak. Bertolak dari kekhawatiran ini, pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau termasuk Komodo, Rinca, dan Padar, dan belakangan ditetapkan pula Cagar Alam Wae Wuul dan Wolo Tado di Pulau Flores untuk membantu pelestarian komodo.
Aktivitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat, kebakaran (populasi komodo di Pulau Padar hampir punah karena kebakaran alami), berkurangnya mangsa, meningkatnya pariwisata, dan perburuan gelap; semuanya menyumbang pada status rentan untuk hewan ini. CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species) telah menetapkan bahwa perdagangan komodo, kulitnya, dan produk-produk lain dari hewan ini adalah ilegal.
Maka dari itu ayo kita bersama-sama membantu pemerintah, khususnya pemerintah Indonesia untuk melestarikan Komodo. Kalo bukan kita, siapa lagi? Agar anak cucu kita kelak masih bisa dapat melihat Komodo secara langsung, tidak melalui cerita semata. 

Referensi:
Mattison, C. 1992. Lizards of the World. Facts On File, New York.
Walsh, T. Murphy. James, J. Claudio, C. 2002. Komodo Dragons: Biology and Conservation (Zoo and Aquarium Biology and Conservation Series). Smithsonian Books, Washington D. C.


13 responses to “Si Kadal Yang Hapir Punah.”

  1. laurensianachandrika10 says:

    wahh komodo itu NTT banget..save komodo 🙂

  2. Kira-kira ada caranya tidak supaya komodo betina lebih produktif? Misalnya kan hampir punah karna kurangnya mangsa, nah kita kasih tuh mangsa banyak-banyak. Ngefek?

    • stefanie95 says:

      terima kasih Catherine atas komentarnya, musim kawin komodo antara bulan juli-agustus dimana kondisi ini memungkinkan telur mendapat suhu yang cukup. produktif atau tidaknya komodo betina bergantung pada musim. bila musim panas lama, maka perkawinan antara komodo jantan dan betina juga akan semakin banyak. dengan perubahan musim pada masa sekarang, dapat dikatakan produktivitas komodo betina berkurang.
      kurangnya mangsa diakibatkan oleh manusia itu sendiri, efek dari mangsa yang berada dalam jumlah banyak dapat meningkatkan produktivitas dan dari situasi lingkungan yang ada.

  3. nicolauslibriesta says:

    apakah sudah ada tempat konservasi yang khusus untuk komodo selain di pulau komodo itu sendiri?

  4. angelicaraharjo says:

    komodo dikenal sebagai kadal terbesar di dunia dan satu-satunya kadal besar yang diketahui berbisa. komodo yang adalah hewan endemik indonesia seharusnya dijaga agar tidak punah apalagi dengan status komodo sebagai hewan asli indonesia seharusnya kita melindungi komodo

  5. desykadang says:

    informasi yg menarik :D.
    hewan ini wajib banget di lindungi.

  6. Trifonia Javalin says:

    Duh jangan sampai komodonya punah, ini salah satu maskot indonesia yang terkenal di dunia..

  7. donnyfranklyn says:

    mau menanggapi dari komen nya niko, tadi di atas sudah di jelaskan bahwa populasi komodo ini menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor).

  8. Tjioe Sing Fuk says:

    Save komodo 😉 karena komodo sekarang sudah langkah

  9. Tjioe Sing Fuk says:

    Save komodo 😉 karena komodo sekarang sudah langkah. Komodo soalnya hanya dimiliki oleh indonesia, hanya kita yang bisa melakukan nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php