Stefani Eka Aprilia

WOW!!! SOSOK ‘BAKTERI TERKUAT DI DUNIA’ INI MAMPU MEMBUAT KITA BERTAHAN DARI RADIASI RADIOAKTIF !!!!

Posted: May 13th 2014

Penulis : Wilhelmina Leli (110801179)

            Mungkin anda sudah tidak asing dengan istilah Radiasi Radioaktif Nuklir?? Ya nuklir memang merupakan “pedang bermata dua” bagi kehidupan manusia. Nuklir memang sangat berguna bagi kehidupan manusia, nuklir sangat efektif dalam mengatasi permasalahan krisis energi. Banyak negara yang telah memanfaatkan energi nuklir sebagai sumber pembangkit listrik. Tetapi ada dampak negatif dari penggunaan nuklir, yakni hasil pembuangannya berupa limbah radioaktif. Limbah ini menyebabkan pencemaran ini dinamakan pencemaran zat radioaktif.

Munculnya efek radiasi radioaktif limbah nuklir membuat kepanikan bagi negara industri pengguna Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), dimana limbah ini memberikan dampak negatif untuk lingkungan (pencemaran lingkungan) baik unsur abiotik dan biotik bahkan bagi manusia sendiri. Parahnya lagi proses penyebaran partikel radioaktif terjadi bisa lewat udara, air dan tanah. Secara umum jenis radiasi yang terpancar dari bahan radioaktif keluar lingkungan terdiri dua tipe, paparan eksternal dan paparan internal. Paparan luar (eksternal) atau paparan langsung terjadi melalui kontak dengan tubuh kita, dari bagian luar tubuh. Sementara paparan dalam (internal) yaitu paparan yang terjadi di dalam tubuh akibat zat atau partikel radioaktif terserap atau masuk kedalam tubuh baik lewat aktifitas pernafasan, makanan atau minuman kita yang terkontaminasi unsur limbah radioaktif.

Waspadalah, karena sampai saat ini sudah ditemukan tujuh efek berbahaya bila tubuh manusia terkena atau terkontak radiasi radioaktif dari limbah nuklir, yaitu penipisan rambut dan akhirnya menghilang atau habis sama sekali dengan cepat, radiasi membunuh sel-sel saraf otak dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak, sebagian atau seluruh bagian kelenjar tiroid akan hancur, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi (korban dapat menderita leukimia atau limfoma), kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak, kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah dan dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami kemandulan.

Melihat keprihatinan di atas, para ilmuwan telah meneliti spesies “Bakteri Terkuat Sedunia”, yaitu sesosok bakteri dari genus Deinococcus. Bakteri ini bernama Deinococcus radiodurans. Genus Deinococcus memiliki ketahanan terhadap panas dan radiasi, maka dimasukkan ke dalam filum Deinococcus-Thermus. Deinococcus merupakan satu-satunya genus dalam ordo Deinococcales. Semua spesies dalam genus ini memilki ketahanan terhadap radiasi.Bakteri ini diketahui memiliki kapasitas tinggi dan akurat dalam melakukan proses perbaikan kerusakan DNA yang diinduksi oleh radiasi pengion, ultra violet dan senyawa kimia perusak DNA (seperti: aflatoksin, bleomycin dan mitomycin).

blog bakteri D. radiodurans

Penelitian untuk mengetahui gen penyandi radioresisten pada bakteri ini dilakukan dengan tahap awal yaitu mengkulturkan bakteri Deinococcus radioduransStrainKD8301pada medium TGY agar dengan tambahan antibiotik mitomycin, kemudian kultur diinkubasi selama 24 jam pada suhu 30̊C, selanjutnya kulur bakteri pada medium diberi perlakuan berupa penyinaran UV dan penyinaran γ, setelah perlakuan diberikan maka semua sampel diinkubasi selama 3 hari pada suhu 30̊C. bakteri yang hidup setelah inkubasi, diambil dan dilakukan analisis berupa isolasi dan identifikasi DNA.

Aplikasi Teknologi Molekuler mengambil peranan penting dalam mengisolasi dan mengidentifikasi fragmen DNA dari bakteri ini yang berperan sebagai gen penyandi yang terlibat dalam proses perbaikan DNA bakteri tersebut. Identifikasi dan isolasi DNA penyandi proses perbaikan DNA pada bakteri ini menggunakan Template DNA dari Strain KD8301. Isolasi dilakukan menggunakan Teknik Fenol-Chloroform dan presipitasi menggunakan etanol. Amplifikasi Sampel DNA hasil isolasi dilakukan dengan teknik Elektroporasi. Ukuran fragmen DNA plasmid dianalisis menggunakan gel elektroforesis, menggunakan buffer Tris Acetate EDTA (TAE), kemudian direndam etidium bromide selama 10 menit dan difoto diatas UV transilluminator. Proses pengurutan DNA plasmid bakteri dilakukan menggunakan QIAWell-8 plus, sementara pembacaan urutan DNA dilakukan menggunakan kit ABI PRISM dye terminator cycle sequencing yang mengandung Ampli Taq DNA Polymerase.

Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi tiga gen yang bertanggung jawab terhadap perbaikan DNA bakteri. Ketiga gen tersebut adalah polA sebagai gen penyandi enzim polimerase; gen recA penyandi RecA yang berfungsi dalam rekombinasi homolog dan perbaikan kerusakan DNA; dan gen uvrA, merupakan gen penyandi uvrA yang berperan dalam mekanisme nucleotide excision repair. Ketiga gen ini ditemukan pada sekitar fragmen DNA 11 kb pada total genom DNA bakteri. Sementara panjang fragmen DNA teridentifikasi secara kuat pada ukuran 651 bp, yang merupakan panjang untuk gen recA penyandi RecA.

Tiga gen penyandi proses perbaikan kerusakan DNA yang diinduksi oleh radiasi pengion, ultra violet dan senyawa kimia perusak DNA (seperti: aflatoksin, bleomycin dan mitomycin), pada bakteri Deinococcusradiodurans, telah berhasil diidentifikasi dan diisolasi. Penelitian lebih lanjut dengan protokol molekuler berbeda perlu dilakukan, untuk mengidentifikasi dan mengisolasi lebih banyak gen penyandi proses perbaikan DNA pada bakteri D. Radiodurans.Penemuan ini merupakan langkah awal yang penting untuk mengembangkan lebih lanjut produk molekuler yang nantinya akan berguna bagi terciptanya produk-produk komersial dalam berbagai bidang, demi meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun lingkungan.

Sumber :

Alatas, Z., narumi, I. dan Du, Z. 2005. Isolasi dan Karakterisasi Gen Perbaikan DNA Baru Pada Bakteri Radioresisten Deinococcus radiodurans. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknik Nuklir. BATAN, Bandung.

Wan, P., Yue, Z., Xie, Z., Huang, J., Yang, Z., Yu, M. dan Gao, Q. 2013. Mechanisms of Radiation Resistance in Deinococcus radiodurans R1 Revealed by the Reconstruction of Gene Regulatory Network Using Bayesian Network Approach. Journal Proteomics Bioinform, 6(7): 1-5.


7 responses to “WOW!!! SOSOK ‘BAKTERI TERKUAT DI DUNIA’ INI MAMPU MEMBUAT KITA BERTAHAN DARI RADIASI RADIOAKTIF !!!!”

  1. rivanakhaliska says:

    informasi bermanfaat nih. aplikasi teknologi molekuler memang memiliki peranan penting dalam identifikasi dan isolasi DNA.

  2. alfonslie says:

    informasi yang sangat menarik. cheers 🙂

    • wilhelmina says:

      Wilhelmina : terimakasih alfon, tunggu info selanjutnya, siapa tau ada bakteri yang bisa memakan lemak tubuh yaaa ahahaha :p

  3. andreyoga says:

    formatnya bisa diperbaiki, overall sangat baik!

  4. lidia says:

    infonya menarik banget. tinggal ditunggu aja nih pengaplikasiannya ke limbah radioaktif

    happy bloging 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php